Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisis Pengaruh: Fund Size, Investor, dan Beta Reksadana trhdp Kinerja Reksadana

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Fund Size, Jumlah Investor, dan Beta Reksadana terhadap Kinerja Reksadana Saham

 

A. Latar Belakang

Pasar modal Indonesia telah mencatat perkembangan yang cukup menggembirakan. Hal ini terbukti dari makin meningkatnya jumlah investasi yang tercatat di dalam pasar modal. Bagi dunia usaha, pasar modal memberikan alternatif pembiayaan yang menarik melalui kemungkinan penggalangan dana. Di sisi lain, bagi para pemilik dana, pasar modal memberikan berbagai pilihan investasi mulai dari yang relatif tinggi risikonya sampai pada pilihan berisiko rendah. Alternatif yang semula terbatas pada saham dan obligasi saja, kini semakin beragam.

Salah satu instrumen yang akhir-akhir ini populer di Indonesia adalah reksadana. Dapat dilihat pada tabel di bawah ini perkembagan reksa dana yang beredar di Indonesia pada tahun 2005 – 2009 terus meningkat, bukan hanya dari jumlah reksa dananya tetapi jumlah investor dan unit penyertaannya pun meningkat. Dalam waktu singkat, jumlah reksadana yang ditawarkan kepada para pemodal telah menunjukkan banyak perubahan. Sifat instrumennya yang tidak terlalu rumit, membuat reksadana cepat populer. Dibandingkan dengan pilihan untuk berinvestasi langsung dalam bentuk saham, reksa dana lebih sederhana sifatnya dan dibandingkan dengan bunga deposito yang sekarang kurang diminati karena bunganya tidak lagi mengundang orang untuk berinvestasi di bank.

 

B. Identifikasi Masalah Tesis

  1. Bagaimana kinerja reksadana saham selama periode tahun 2005 – 2009 dengan metode pengukuran tingkat pengembalian (investment return mean), risk adjusted return (Sharpe Ratio), Return per Fund Size, Risk per Fund Size, dan Fund Momentum?
  2. Apakah ada hubungan antara kinerja reksadana saham dengan fund size, jumlah investor, dan beta selama periode tahun 2005 – 2009?

 

C. Tinjauan Pustaka

Tingkat Pengembalian Investasi (Return)

Pada umumnya, investor dalam melakukan investasi akan mengharapkan tingkat pengembalian sebagai imbalan atas dana yang telah ditanamkan dan juga sebagai imbalan atas kesediannya menanggung risiko. Menurut Horne dan Wachowicz (1997) :

“Tingkat Pengembalian (return) adalah pendapatan yang diterima dari investasi, ditambah dengan perubahan harga pasar, biasanya dinyatakan sebagai persentase dari harga pasar investasi awal. Tingkat pengembalian suatu investasi tergantung dari instrumen investasinya. Semakin besar risiko yang mungkin terjadi maka semakin besar tingkat pengembalian (return) dari suatu investasi yang dilakukannya.”

 

Risiko Investasi

Dalam melakukan investasi akan ada risiko dan ada beberapa kemungkinan hasil yang akan diperoleh dengan perkiraan probabilitas masingmasing hasil investasi. Risiko dapat didefinisikan sebagai kemungkinan penyimpangan dari hasil pengembalian yang diharapkan dari suatu investasi atau dengan kata lain kemungkinan perbedaan antara return aktual yang diterima dengan return yang diharapakn. Risiko dari suatu portofolio saham bergantung kepada proporsi dari saham-saham individu, varians, dan covarians dari sahamsaham tersebut. Perubahan yang terjadi pada variabel-variabel tersebut akan merubah risiko dari portofolio.

Nilai Aktiva Bersih

NAB merupakan jumlah aktiva setelah dikurangi kewajiban-kewajiban yang ada. Sedangkan NAB per unit penyertaan merupakan jumlah NAB dibagi dengan jumlah unit penyertaan yang beredar. Nilai NAB sangat bergantung dengan kinerja aset yang merupakan portofolio reksadana. Jika harga pasar asset-aset suatu reksadana mengalami kenaikan dan demikian pula sebaliknya.

 

D. Metodelogi Penelitian

Dalam penelitian tesis ini, sumber data yang digunakan untuk mengukur kinerja Reksadana Saham, merupakan data-data sekunder yang didapat dari penelitian kepustakaan yaitu dengan membaca buku teks, jurnal, dan literatur dari majalah.

Sampel Reksadana yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis Reksadana Saham yang masih aktif dan memiliki umur minimal 3 tahun.

Penelitian tesis ini dilakukan dengan menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif.

 

E. Kesimpulan

  1. Dari enam belas reksadana yang dijadikan sampel dalam penelitian, Reksadana Dana Sentosa memiliki return terburuk karena memiliki return negatif yaitu sebesar 5% dan reksadana ini pun memiliki risiko terbesar. Sehingga antara risiko dan return tidak memiliki hubungan yang proposional.
  2. Reksadana yang memiliki kinerja terbaik yaitu yang memiliki nilai Sharpe Ratio terbesar adalah Reksadana Panin Dana Maksima yang memiliki nilai sebesar 0,356 dan nilai Sharpe Ratio terkecil dimiliki oleh Reksadana Dana Sentosa yaitu -0.544.
  3. Hubungan antara fund size, jumlah investor, dan beta reksadana terhadap return memiliki hasil beragam. Maksudnya adalah fund size memiliki hubungan positif yang signifikan yaitu apabila fund size bergerak naik sebesar 0,337 maka return reksadana juga akan bergerak naik sebesar nilai tersebut. Mengenai fund size mempunyai hubungan positif dan signifikan karena memiliki nilai signifikansi kurang dari alpha (0,000 < 0,05). Jumlah investor memiliki hubungan negatif atau berlawanan arah dan signifikan (0,031 < 0,05) hal ini dikarenakan adanya jenis-jenis investor dalam investasi reksadana dan kembali lagi pada dana yang diinvestasikan oleh para investor tersebut. Sedangkan beta reksadana memiliki hubungan negatif tetapi tidak signifikan (0,696 > 0,05), maksudnya adalah beta seharusnya tidak bernilai negatif tetapi karena dalam penelitian ini terjadi fenomena tertentu yang menjadikan beta bernilai negatif sehingga menjadikan beta bernilai negatif dan tidak signifikan.

 

Contoh Tesis Analisis Pengaruh

  1. Analisa Pengaruh Nilai Superframe Order dan Beacon Order terhadap Kinerja Jaringan Nirkabel Multihop pada Protokol IEEE 802.15.4
  2. Analisa Pengaruh Pemberian Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) terhadap Nilai Ekspor Indonesia
  3. Analisis Pengaruh Fund Size, Jumlah Investor, dan Beta Reksadana terhadap Kinerja Reksadana Saham
  4. Analisis Pengaruh Indeks-Indeks Internasional terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Indonesia Periode 2001-2011