Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisa Resiko: Resiko pd Pekerjaan Tie In Hot Tapping Jalur Pipa Gas

Judul Tesis: Analisa Resiko pada Pekerjaan Tie In Hot Tapping Jalur Pipa Gas Bawah Laut EJGP – Kangean

A. Latar Belakang

Pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun yang semakin meningkat membutuhkan energi yang berbanding lurus dengan jumlah penduduknya. Pada saat ini kebutuhan tentang adanya energi yang lebih murah dan efisien di wilayah Indonesia khususnya Jawa Timur sangatlah dibutuhkan, hal ini digunakan untuk menunjang beberapa pembanguan ekonomi disegala bidang dan pemerataan pembangunan di beberapa daerah yang masih tertinggal.

Pembangunan di sektor industri dewasa ini sangatlah tergantung pada adanya ketersediaan energi yang cukup, untuk menunjang berjalannya operasional dari industri-industri yang ada. Dan pemerataan pembangunan daerah-daerah tertinggal yang membutuhkan pasokan energi yang dapat untuk menghasilkan bahan bakar dan listrik bagi kebutuhan rumah tangga dan industri skala kecil sangatlah perlu. Dengan adanya pemerataan dibidang energi kita harapkan pembangunan disegala bidang dapat berjalan dengan baik sehingga tingkat perekonomian meningkat dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan menjadi lebih baik.

B. Perumusan Masalah

Nilai asset suatu sistem pipa transmisi gas alam bawah laut (offshore), sangat tinggi sehingga diperlukan pemeliharaan yang baik agar dapat mengalirkan gas alam dengan handal dan aman ke customer. Oleh karena itu diperlukan strategi terhadap design pengembangan dan pekerjaan yang akan dilakukan.

C. Tijauan Pustaka Tesis

Pengembangan Lapangan Gas

Perusahaan pengelola dalam hal ini Kangean Energy Indonesia mempunyai rencana untuk mengembangkan lapangan gas baru bawah laut (offshore) yang dapat memberikan manfaat untuk daerah sekitar khususnya dan negara pada umumnya. Lapangan gas baru tersebut adalah Terang, Sirasun dan Batur (TSB) di mana lokasi berada pada 120 km dari pulau Pagerungan. Pengembangan TSB ini dibagi dalam 2 fase yang berkapasitas sekitar 300 MMscfd.

Konsep Dasar Resiko

Definisi dasar dari resiko secara konseptual adalah bahaya. Pada umumnya kita mengambarkan bahaya adalah karakteristik dari kelompok yang menimbulkan potensi kerugian. Sangat penting untuk membuat perbedaan antara bahaya dengan resiko, karena pada dasarnya resiko dapat berubah tanpa kita mengubah bahayanya. The Standard Australia/New Zaeland (AS/NZS 4360-2004) mendifinisikan bahwa resiko adalah suatu kemungkianan dari suatu kejadian yang tidak diinginkan yang akan mempengaruhi suatu aktivitas atau objek. Resiko tersebut akan diukur dalam suatu terminologi consequences (konsekuensi) dan likelihood (kemungkinan/probalilitas).

Penilaian Resiko

Berdasarkan hasil identifikasi bahaya dilakukan resiko untuk menentukan besarnya resiko dan peringkatnya. Penilaian resiko dilakukan berdasarkan kemungkinan terjadinya (likelihood) dan keparahan yang mungkin terjadi (consequence/severity). Penilaian resiko dapat dilakukan dengan berbagai cara namun secara garis besar dapat dilakukan dengan pendekatan kualitatif, semi kualitatif dan kuantitatif. Pemilihan metoda ini sangat tergantung kebutuhan dan sasaran yang ingin dicapai perusahaan.

D. Metodelogi Penelitian

Penyambungan terhadap jalur pipa gas bawah laut EJGP dilakukan dengan teknik “Hot Tapping” yaitu suatu teknik penyambungan yang dilakukan dengan tanpa menghentikan aliran gas, sehingga tidak menggangu pasokan energi di Jawa Timur. Teknik ini biasa digunakan dalam membuat suatu percabangan pada sebuah pipa yang telah ada (existing) dengan tanpa menganggu jalannya proses operasi.

E. Kesimpulan

  1. Hasil penilaian resiko dengan menggunakan metode penilaian resiko semi kuantitatif atas program kontrol, pengaruh luar, mitigasi dsb terhadap kesiapan jaringan perpipaan bawah laut di dapat nilai resiko total 9.23. Nilai ini berada pada kisaran resiko rendah pada matrik resiko 5 x 5, sehingga kondisi jalur tersebut pada keadaan sebelum dan saat akan dilakukan perkerjaan dalam kondisi aman.
  2. Hasil penilaian resiko terhadap aktivitas hot tapping di dapat nilai resiko total 6.77. Nilai ini berada pada kisaran resiko rendah pada matrik resiko 5 x 5, sehingga aktivitas hot tapping dalam kondisi aman.
  3. Beberapa faktor yang dominan dan bisa menimbulkan kegagalan (failure) pada jaringan perpipaan bawah laut adalah faktor korosi yang bisa terjadi karena perubahan properties gas CO2 yang bisa timbul, inspeksi cathodic protection dan pengaruh pihak ke ketiga. Pada aktivitas hot tapping adalah pengangkatan lapisan pelindung pipa (asphalt) karena sebelum hot tapping dilakukan pipa harus terlebih dahulu dilakukan pengangakatan dan pembersihan lapisan tersebut dengan menggunakan gergaji concrete yang berpotensi merusak pipa yang dapat menimbulkan kebocoran.

Contoh Tesis Analisa Resiko

  1. Analisa Resiko Akibat Pemberlakuan Keputusan President Republik Indonesia M0.80 Tahun 2003 terhadap Kinerja Pelaksanaan Proyek Konstruksi Nasional Tahun 2004 – 2006
  2. Analisa Resiko Akibat Pemberlakuan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 terhadap Kinerja Pelaksanaan Proyek Konstruksi Nasional Tahun 2004 Sampai Tahun 2006
  3. Analisa Resiko Akibat Pemberlakuan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 2003 terhadap Kinerja Pelaksanaan Proyek Konstruksi Nasional Tahun 2004 Sampai Tahun 2006
  4. Analisa Resiko Bahan Kimia Berbahaya di Gudang Farmasi Kabupaten Belitung Tahun 2002
  5. Analisa Resiko dalam Pengambilan Keputusan Pemasaran (Studi Kaus Pt. Knauf Gypsum Indonesia)
  6. Analisa Resiko Inventori pada Proyek Konstruksi Jalan Kontraktor Skala Menengah di Ambon
  7. Analisa Resiko pada Pekerjaan Tie In Hot Tapping Jalur Pipa Gas Bawah Laut EJGP-Kangean
  8. Analisa Resiko Pengoperasian Ketel Uap Pipa Api di Pabrik NSD PT. Unilever Indonesia Tbk- Cikarang – Bekasi dan Pabrik PT. Nestl
  9. Analisa Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Resiko Investasi Saham di Bursa Efek Jakarta (Studi Kasus Perusahaan Asuransi General)

Incoming search terms: