Tesis Analisa Pertumbuhan Ekonomi: Studi Pro Poor Growth di Provinsi Kalimantan Tengah

Judul Tesis : Analisa Keterkaitan Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan dan Pengurangan Kemiskinan : Studi Pro Poor Growth di Provinsi Kalimantan Tengah

 

A. Latar Belakang

Pengurangan kemiskinan merupakan salah satu target pencapaian dalam proses pembangunan ekonomi baik di tingkat nasional maupun regional. Kakwani et al. (2004) menyatakan bahwa tujuan terpenting dari pembangunan adalah pengurangan kemiskinan yang dapat dicapai melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan atau dengan distribusi pendapatan yang lebih merata. Dengan kata lain, penduduk miskin lebih banyak menerima manfaat pertumbuhan ekonomi dibanding penduduk tidak miskin dan ini berarti rata-rata pendapatan penduduk miskin meningkat lebih tinggi daripada penduduk tidak miskin. Hal ini akan berdampak semakin banyak penduduk miskin yang mengalami peningkatan pendapatan melampaui garis kemiskinan dan bergeser menjadi tidak miskin.

Kondisi seperti inilah yang diharapkan dalam proses pembangunan ekonomi yaitu pertumbuhan ekonomi yang terjadi dapat mengurangi tingkat kemiskinan dan ketimpangan pendapatan atau bersifat pro poor growth. Bank Dunia mendefinisikan pro poor growth sebagai hubungan timbal balik antara tiga unsur: pertumbuhan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan pendapatan. Tingkat kemiskinan tidak hanya dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi tetapi juga dipengaruhi oleh level dan perubahan ketimpangan distribusi pendapatan. Definisi Bank Dunia tentang pro poor growth ini diperkuat oleh Kakwani dan Pernia (2000) dan Son (2003) yang menuliskan pro poor growth ditandai dengan tingkat kemiskinan yang semakin berkurang dan distribusi pendapatan yang lebih merata. Pada prinsipnya pengurangan kemiskinan bergantung pada dua faktor yaitu pertumbuhan ekonomi dan distribusi pendapatan antara penduduk miskin dan kaya. Lain halnya dengan Ravallion (2004) yang mendefinisikan pro poor growth sebagai peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang menurunkan kemiskinan. Menurut definisi ini, maka pertumbuhan yang diikuti dengan penurunan kemiskinan termasuk pro poor growth meskipun tidak terjadi perbaikan distribusi pendapatan.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Apakah pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah selama periode 2004-2010 sudah pro poor atau belum melalui metode Growth Incidence Curve (GIC)?
  2. Apakah pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Provinsi Kalimantan Tengah selama periode 2004-2010 sudah pro poor atau belum melalui metode Pro Poor Growth Index (PPGI)?
  3. Dari sembilan sektor ekonomi dalam pembangunan, sektor-sektor ekonomi manakah yang mempunyai pengaruh dalam pengurangan kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah selama periode 2004-2010?

 

C. Tinjauan Pustaka

Pertumbuhan Ekonomi dan Distribusi Pendapatan

Distribusi pendapatan merupakan porsi pendapatan yang diperoleh setiap individu atau rumah tangga dalam suatu wilayah. Pendapatan tersebut tergantung pada tingkat produktivitas dan peranan individu atau rumah tangga dalam perekonomian. Ukuran yang sering dipakai dalam mengukur distribusi adalah distribusi ukuran pendapatan, kurva Lorenz dan Gini Ratio. Ketimpangan pendapatan terjadi jika sebagian besar penduduk mendapatkan pendapatan yang kecil dan sebagian kecil penduduk menerima pendapatan yang besar.

Pertumbuhan Ekonomi dan Pengurangan Kemiskinan

Tambunan (2009) menyatakan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan merupakan kondisi utama atau suatu prasyarat keharusan bagi kelangsungan pembangunan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan (pengurangan kemiskinan). Pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan (pengurangan kemiskinan) merupakan hal yang saling berkaitan. Keterkaitan keduanya menurut Todaro dan Smith (2006) dapat diidentifikasi sebagai berikut. Pertama, pendapat yang menuturkan bahwa pertumbuhan yang cepat akan berdampak buruk pada kaum miskin karena kaum miskin tersebut akan tergilas dan terpinggirkan oleh perubahan struktural pertumbuhan modern.

 

Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan dan Pengurangan Kemiskinan

Pada pembahasan sebelumnya hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan pendapatan bisa berkorelasi positif (Wodon, 1999; Hidayat dan Patunru, 2007; Hajiji, 2010) dan bisa juga berkorelasi negatif (Ravallion dan Datt, 1996). Sedangkan pada bagian ini hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan pengurangan kemiskinan berkorelasi negatif, yang berarti semakin tinggi pertumbuhan ekonomi maka semakin berkurang tingkat kemiskinannya.

 

Pro Poor Growth

Pro poor growth menurut Asian Development Bank (ADB, 1999) adalah pertumbuhan ekonomi yang menyerap tenaga kerja dan dibarengi dengan kebijakankebijakan dan program-program yang mengurangi ketimpangan dan mendorong pendapatan serta partisipasi kerja kelompok miskin, khususnya perempuan dan kelompok terpinggirkan lainnya. Sedangkan Bank Dunia mendefinisikan pro poor growth sebagai perubahan distribusi pendapatan relatif melalui proses pertumbuhan yang berpihak pada kemiskinan.

 

D. Metode Penelitian

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI) dan BPS Provinsi Kalimantan Tengah.

Data berasal dari pengeluaran per kapita yang diperoleh dari persentil hasil Susenas Tahun 2004 dan 2010, sumber BPS RI.

Identifikasi pro poor growth di Provinsi Kalimantan Tengah dilakukan melalui dua metode yaitu GIC dan PPGI.

 

E. Kesimpulan

Dalam pembahasan identifikasi pro poor growth melalui metode Pro Poor Growth Index (PPGI), pertumbuhan ekonomi yang telah dicapai Provinsi Kalimantan Tengah selama tahun 2004-2010 telah bersifat pro poor growth yang di tandai dengan nilai PPGI sebesar 0,904. Hasil ini sesuai dengan temuan Hajiji (2010) yang meneliti pro poor growth di Provinsi Riau dengan menggunakan data PDRB dan Susenas tahun 2002-2008. Dimana dengan menggunakan metode yang sama (PPGI), Hajiji menyimpulkan pertumbuhan ekonomi yang dicapai Provinsi Riau selama tahun 2002-2008 telah pro poor growth, yang ditandai dengan hasil penghitungan PPGI yang menghasilkan angka indek 0,973.

 

Contoh Tesis Pertumbuhan Ekonomi

  1. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Kemiskinan di Provinsi Lampung = Analysis of Economic Growth On Poverty in Lampung Province
  2. Analisis Pengaruh Penerimaan Negara dari Sektor Pajak terhadap Pertumbuhan Ekonomi
  3. Analisis Pengaruh Pembangunan Infrastruktur terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia
  4. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketidakmerataan Pendapatan dan Kemiskinan di Jawa Timur
  5. Analisis Pengaruh Pertumbuhan Ekonomi terhadap Ketidakmerataan Pendapatan dan Kemiskinan di Jawa Timur
  6. Analisis Pengaruh Perkembangan Perbankan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Indonesia (Metode Pendekatan Panel)FE-UI
  7. Analisis Disparitas Antar Daerah Kabupaten Kota dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Ekonomi Regional di Provinsi Banten
  8. Analisis Dampak Keterbukaan Ekonomi dan Stabilitas Makroekonomi Terhadap Pertumbuhan Total Faktor Productivity Indonesia
  9. Analisa Pengaruh Dana Perimbangan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Disparitas Pendapatan Daerah Pasca Penerapan Desentralisasi Fiscal di Indonesia
  10. Analisa Mengenai Peranan Stok Modal, Tenaga Kerja, dan Ekspor Dari Sektor Industri Manufaktur, Serta Impor Barang Modal dalam Pertumbuhan Ekonomi (Tahun 1971-2002)
  11. Analisa Keterkaitan Pertumbuhan Ekonomi, Ketimpangan Pendapatan dan Pengurangan Kemiskinan – Studi Pro Poor Growth di Provinsi Kalimantan Tengah