Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisa Pengaruh: Pengaruh Nilai Superframe Order dan Beacon Order

Judul Tesis : Analisa Pengaruh Nilai Superframe Order dan Beacon Order terhadap Kinerja Jaringan Nirkabel Multihop pada Protokol Ieee 802.15.4

A. Latar Belakang

Pada awalnya Body Area Networks (BAN) atau Wireless Body Area Networks (WBAN) adalah jaringan sensor yang dipasang pada tubuh manusia secara nirkabel (wireless) dengan menggunakan protokol IEEE 802.15.4. Selanjutnya pada tahun 2007 dibentuk Task Group 6 untuk fokus pada standar nirkabel daya rendah dan jarak pendek yang akan dioptimalkan untuk perangkat yang beroperasi pada, dalam atau di sekitar tubuh manusia (namun tidak terbatas pada manusia). Sistem ini digunakan untuk melayani berbagai aplikasi termasuk medis, elektronik, dan hiburan pribadi, akan tetapi draft protokol ini baru di setujui oleh IEEE 802.15 Task Group 6 pada bulan Desember 2011.

WBAN juga digunakan dalam dunia medis untuk memantau kesehatan pasien secara kontinyu dari jarak jauh dalam durasi waktu yang panjang. Untuk itu hardware harus kompak dan ringan. Hal ini membatasi ukuran baterai. Sensorsensor pada WBAN digunakan untuk memonitor parameter fisiologis

  1. Aktivitas jantung dengan sensor Elektrokardiogram (EKG).
  2. Kegiatan otot dengan sensor Elektromiografi (EMG).
  3. Aktivitas listrik otak dengan sensor Electroencephalography (EEG).
  4. Tekanan darah dengan sensor tekanan darah
  5. Respirasi dengan sensor napas.
  6. Gerak dengan sensor gerak yang digunakan untuk memperkirakan kegiatan pasien.

 

B. Perumusan Masalah

Topologi jaringan bintang (star), pohon (tree) dan kisi (mesh) tentunya mempunyai karakteristik kinerja jaringan yang tidak sama. Penelitian ini hanya akan membahas jaringan dengan topologi pohon. Seberapa besar pengaruh nilai Superframe Order dan Beacon Order terhadap kinerja jaringan dengan topologi pohon akan diteliti pada penelitian ini.

 

C. Tinjauan Pustaka

WBAN

Sistem telemedikal mencakup sebuah jaringan terdiri dari sistem pemantauan kesehatan individu yang terhubung melalui Internet ke tingkat server medis yang berada di puncak hirarki. Pada tingkat atas yang berpusat pada server medis semua layanan dioptimalkan untuk ratusan atau ribuan pengguna individu dan meliputi layanan interkoneksi jaringan yang kompleks, tenaga medis, dan profesional kesehatan. Setiap pengguna memakai sejumlah node sensor yang secara strategis ditempatkan di tubuhnya.

Antar Muka WBAN

Antarmuka untuk WBAN termasuk konfigurasi jaringan dan manajemen. Konfigurasi jaringan meliputi tugas-tugas berikut: pendaftaran node-node sensor (jenis dan jumlah sensor), inisialisasi (misalnya, frekuensi sampling yang ditentukan dan mode operasi), kustomisasi (misalnya, menjalankan kalibrasi pengguna tertentu atau prosedur pemrosesan sinyal upload untuk pengguna tertentu), dan setup dari komunikasi yang aman (pertukaran kunci). Setelah jaringan WBAN dikonfigurasi, server pribadi mengelola jaringan atau mengurus berbagi saluran, sinkronisasi waktu, pengambilan data, pengolahan, dan fusi data. Berdasarkan informasi dari sinergi beberapa sensor medis aplikasi server pribadi harus menentukan kondisi pengguna, status kesehatannya dan memberikan umpan balik melalui antarmuka pengguna berupa grafis intuitif yang user friendly atau audio.

Arsitektur IEEE 802.15.4

Dalam arsitektur IEEE 802.15.4 sistem didefinisikan dalam sejumlah blok atau layer. Setiap layer bertanggung jawab untuk satu bagian dari standar dan menawarkan layanan untuk lapisan yang lebih tinggi. Tata letak layer didasarkan pada model tujuh lapisan interkoneksi sistem terbuka (OSI).

 

D. Metodelogi Penelitian

Penelitian ini menggunakan simulasi NS2 untuk menganalisis pengaruh nilai Beacon Order dan nilai Superframe Order terhadap kinerja jaringan nirkabel multihop yang memiliki topologi pohon pada protokol IEEE 802.15.4. Kinerja jaringan telah dievaluasi secara rinci pada throughput rata-rata, delay rata-rata, delivery ratio dan persentase dari energi rata-rata yang digunakan terhadap variasi nilai Beacon Order dan nilai Superframe Order. Nilai Beacon Order dan nilai Superframe Order optimum yang diperoleh dari eksperimen adalah 9.

 

E. Kesimpulan

  1. Kinerja jaringan dapat dilihat dari throughput rata-rata jaringan, delay rata-rata jaringan, paket drop jaringan, delivery ratio jaringan dan pemakaian energi rata-rata node jaringan.
  2. Perubahan nilai BO (pada BO = SO) mempengaruhi kinerja jaringan.
  3. Semakin besar nilai BO (pada BO = SO) semakin kecil pemakaian energi rata-rata node jaringan.
  4. Paket drop disebabkan karena kualitas saluran yang tidak bagus, duplikasi paket, lapisan MAC sibuk, gagal routing, lapisan MAC tidak dapat mengirimkan paket dan antrian penuh.
  5. Durasi tidak aktif node mempengaruhi jaringan.
  6. Semakin besar durasi tidak aktif node kinerja jaringan menurun.
  7. Pada jaringan simulasi yang diteliti kinerja paling optimal terjadi pada nilai BO = SO = 9.

Contoh Tesis Analisa Pengaruh

  1. Analisa Pengaruh Nilai Superframe Order dan Beacon Order terhadap Kinerja Jaringan Nirkabel Multihop pada Protokol IEEE 802.15.4
  2. Analisa Pengaruh Pemberian Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) terhadap Nilai Ekspor Indonesia