Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisa Kerusakan: Analisa Kerusakan Elektroda Hypochlorite Plant

Judul Tesis : Analisa Kerusakan Elektroda Hypochlorite Plant

 

A. Latar Belakang

Keadaan lingkungan laut dan pesisir diketahui sangat agresif terhadap material peralatan yang berada di sekitarnya. Salah satu permasalahan pada instalasi peralatan yang berada di laut atau daerah didekatnya adalah ‘biofouling’. Bila air laut digunakan sebagai bagian dari proses rekayasa – petrokimia, pembangkit listrik, desalinasi, penambangan lepas pantai – fenomena ‘biological fouling’ pasti terjadi. Biofouling didefinisikan sebagai pembentukan lapisan biologis (biofilm) pada permukaan zat padat yang terkena air laut. Pembentukan lapisan tersebut akan diikuti oleh tumbuhnya makroorganisme seperti teritip, kijing, remis, kerang, rumput laut dan ganggang. Pembentukan biofilm yang diikuti dengan pertumbuhan makroorganisme pada permukaan material tentu akan memberikan pengaruh buruk terhadap kondisi dan fungsi dari material tersebut. Pembentukan biofilm yang diikuti dengan pertumbuhan makroorganisme pada permukaan material tentu akan memberikan pengaruh buruk terhadap kondisi dan fungsi dari material tersebut. Beberapa pengaruh yang dapat terjadi antara lain:

  1. Pembentukan zat-zat pemicu korosi seperti asam dan sulfide
  2. Depolarisasi reaksi korosi
  3. Modifikasi dari produk korosi alami, reduksi atau oksidasi dari ion logam
  4. Perubahan pada kondisi dan kandungan kimia air (pH, konsentrasi ion logam)
  5. Tertutupnya permukaan material dan memicu interaksi galvanis
  6. Konsumsi oksigen meningkat

Selain hal-hal diatas yang akan memicu korosi, dampak dari biofouling juga tentu akan mengurangi produktifitas peralatan dan mengganggu beroperasinya mesin. Kehadiran lapisan film dan makroorganisme pada sistem pemipaan dapat mengurangi jumlah aliran, penurunan tekanan, bahkan menimbulkan penyumbatan pada pipa.

 

B. Tujuan Penelitian

Mengingat besarnya biaya untuk penggantian pelat titanium yang rusak dan untuk menghindari terulangnya kegagalan yang sama, maka dalam penelitian ini akan dibahas mengenai analisa kerusakan pelat anoda pada Hypochlorite Plant agar dapat diketahui faktor-faktor penyebabnya. Hasil penelitian ini kiranya dapat digunakan sebagai informasi atau referensi sehingga dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan.

C. Tinjauan Pustaka

Operasi dan Spesifikasi Hypochlorite Plant

Hypochlorite Gerneration System (Hypochlorite Plant) adalah suatu peralatan yang digunakan untuk mengelektrolisa Sodium Chloride(NaCl) dalam air laut untuk menghasilkan Sodium Hypochlorite (NaOCl) yang kemudian diinjeksikan kembali ke air laut. Tujuan dari adanya peralatan ini adalah untuk mencegah tumbuhnya lapisan biologis (biofilm) yang dapat menjadi substrat bagi makroorganisme seperti kijing, kerang, ganggang dan rumput laut untuk tumbuh pada permukaan material.

Histori Peralatan

Hypochlorite Gerneration System yang menjadi obyek dalam penelitian ini mulai dioperasikan bersamaan dengan mulai beroperasinya PLTU Muara Karang 2X200 MW yaitu pada tahun 1982. Sejak dioperasikannya peralatan tersebut sudah beberapa kali mengalami penggantian spare part, baik karena penggantian terencana karena life time dari part tersebut maupun karena terjadi kerusakan.

Karakteristik Titanium

Titanium adalah unsur no 22 pada tabel periodik, ditemukan pada tahun 1790 oleh William Gregor. Nama titanium diambil dari tokoh mitologi kuno yaitu anak sulung bumi yang sangat kuat – Titan. Titanium merupakan salah satu element yang berlimpah di bumi.

 

D. Metoda Penelitian

Berdasarkan sinar X karakteristik dapat dilakukan analisa kualitatif maupun kuantitatif dari unsur yang terkandung dalam material dengan menggunakan Energy Dispersive X-ray (EDX) yang dirangkaikan dengan peralatan SEM.

 

E. Kesimpulan

  1. Bahan yang digunakan sebagai anoda pada Hypochlorite Plant adalah paduan Titanium dan Zirconium yang dilapis dengan Platinum yang merupakan bahan yang sangat baik diaplikasikan pada kondisi yang sangat korosif seperti air laut.
  2. Dari hasil pengamatan metalografi dan uji kekerasan dapat dilihat bahwa telah terbentuknya kristal-kristal baru dengan butiran yang lebih kecil pada daerah sekitar yang berlubang. Hal tersebut dapat terjadi akibat pemanasan mendadak yang melampaui suhu cair yang kemudian didinginkan dengan cepat oleh air laut. Pemanasan mendadak itu terjadi karena adanya konsentrasi arus (5000A)yang besar pada suatu titik (area yang sempit) sehingga menimbulkan panas yang tinggi yang dapat menguraikan pelat tersebut sehingga berlubang dan menyebabkan perubahan ukuran butir kristal pada sekitar daerah yang berlubang.

Contoh Tesis Kerusakan

  1. Analisa Kerusakan Pipa Boiler Feed Water (BFW) pada Ujung Saluran Injektor Inhibitor
  2. Analisa Kerusakan Elektroda Hypochlorite Plant
  3. Aktivitas Antioksidan Residu Ekstrak Aspergillus Terreus pada Kerusakan Hati Tikus Putih yang diinduksi dengan CCL4