Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Analisa Kegagalan: Analisa Kegagalan Tube Heat Exchanger Jenis HE-XX di PT. S

Judul Tesis : Analisa Kegagalan Tube Heat Exchanger Jenis HE-XX di PT. S

A. Latar Belakang Penelitian

Heat exchanger adalah salah satu equipment dalam industri kimia yang berfungsi untuk mengkonversikan energi panas. Salah satu heat exchanger yang digunakan PT S, HE-XX, yaitu suatu pabrik kimia yang berlokasi di Bojonegara Serang Jawa Barat, mengalami kebocoran. Berdasarkan data pada perusahaan, sepanjang tahun 2005 telah terjadi kebocoran dan pada bulan Juni 2006 HE-XX diganti.

Kebocoran pada Heat exchanger HE-XX, menyebabkan parbrik shutdown diluar schedule yang telah direncanakan dan terhentinya produksi, sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar. Agar kasus seperti ini tidak terulang lagi dimasa yang akan datang maka perlu dilakukan analisa kegagalan terhadap kasus ini.

 

B. Landasan Teori Tesis 

Heat exchanger

Alat penukar energi panas yang digunakan untuk mengambil panas dari suatu fluida dan memindahkan ke fluida lain. Proses perpindahan panas ini biasa terjadi dari fase cair atau fase uap ke fase cair.

Pressure vessel

Dalam proses desain sebuah vessel disamping mendesign bagian internal, juga menentukan ketebalan minimum dimana vessel tersebut masih bisa beroperasi secara aman untuk menahan tekanan operasi. Untuk itu, diperlukan beberapa formula yang berhubungan dengan tekanan, tegangan, dan ketebalan dinding yang harus digunakan.

Tahap Analisa Kerusakan

Dalam melakukan analisa kerusakan material, terdapat langkah-langkah standar yang biasa dilakukan untuk memperoleh hasil yang baik. Adapun standar tahapan analisa kerusakan adalah sebagai berikut:

  1. Pengumpulan latar belakang dan pemilihan sampel
  2. Meninjau Pertimbangan Keselamatan (dari bahan-bahan berbahaya / merusak)
  3. Penyusunan catatan pengoperasian dan histori peralatan
  4. Identifikasi dan pembersihan sample
  5. Pengamatan dan analisa makroskopis
  6. Pengamatan dan analisa mikroskopis
  7. Penentuan mekanisme kerusakan
  8. Tes Mekanik
  9. Analisa Kimia
  10. Stress Analysis

 

D. Metodologi Penelitian

Kegagalan pada heat exchanger umumnya berhubungan dengan metoda pabrikasi pipa dan tubing, metoda penanganan selama pabrikasi, metoda control terhadap kualitas serta kondisi lingkungan tempat penggunaan tubing tersebut.

Sampel yang diambil tidak hanya dari bagian yang mengalami kegagalan tapi juga dari bagian yang masih baik sehingga dapat dilakukan suatu perbandingan.

 

E. Kesimpulan

  1. Material tube HE-XX adalah ASTMA 179, berdasrkan hasil uji komposisi dengan Analisa SEM-EDAX, Spectro dan ,XRF komposisi unsur tube sesuai dengan standar ASTM A 179
  2. Perubahan kekerasana yang disebabkan oleh perubahan struktur dan perbedaan besar butir yang menimbulkan beda potensial sehingga akan membentuk sisi anoda dan katoda adalah merupakan salah satu pemicu terjadinya korosi. Hal ini dimungkinkan karena adanya Difusi karbon, walaupun pada data standar operasi temperature operasi 121.1 C, dan tidak menyebabkan difusi namun melihat efek yang ditimbulkan menujukan terjadinya kenaikan temperature operasi melebihi standar operasi
  3. Dari hasil EDAX terihat bahwa produk korosi oksidasi disebabkan adanya kandungan air dan CO2 yang terlarut dalam BTM dan mebentuk lapisan oksida. Lapisan oksida yang terbentuk akan terkelupas akibat aliran fluida, sehingga akan membentuk sumuran korosi atau korosi pitting.

Contoh Tesis Analisa Kegagalan

  1. Analisa Kegagalan Tube Heat Exchanger Jenis HE-XX Di PT.S
  2. Analisa Kegagalan pada Tube Superheater
  3. Analisa Kegagalan Rol pada Proses Pembuatan Copper ROD dengan Metode Hot Roll di PT. X