Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Alokasi Belanja: Analisa Dampak Alokasi Belanja Anggaran Pendapatan

Judul Tesis : Analisa Dampak Alokasi Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta : Analisis Input-Output

 

A. Latar Belakang

Seiring dengan kompleksitas permasalahan yang dihadapi DKI Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia dan fluktuasinya alokasi belanja langsung APBD Provinsi DKI Jakarta, maka penajaman alokasi belanja APBD perlu mendapat perhatian. APBD tidak dapat hanya dilihat dari segi besarannya semata, tetapi harus dilihat lebih jauh yaitu bagaimana APBD tersebut dialokasikan secara tepat guna dan tepat sasaran di suatu sektor pembangunan sehingga dapat berdampak ke sektor pembangunan lainnya. Pengalokasian APBD harus dapat menciptakan output bagi sektor lainnya sehingga diharapkan mampu memacu pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Oleh karena belanja APBD akan mampu menjadi penggerak perekonomian, maka perlu pengalokasian belanja APBD kepada sektor-sektor yang menjadi prioritas kebijakan pembangunan daerah, maka pada awal perencanaan pembangunan daerah harus mampu mengidentifikasi sektor-sektor apa yang menjadi unggulan daerah yang bersangkutan. Setelah sektor-sektor unggulan daerah sudah teridentifikasi, maka sebaiknya alokasi belanja pembangunan diarahkan kepada sektor-sektor prioritas terpilih yaitu sektor-sektor yang memiliki keterkaitan ke belakang (backward lingkage) dan keterkaitan ke depan (forward lingkage) yang tinggi, efek pengganda output yang tinggi, efek pengganda pendapatan rumah tangga yang tinggi dan efek pengganda tenaga kerja yang tinggi. Sehingga diharapkan sektor-sektor unggulan tersebut mampu menjadi sektor pemicu pertumbuhan ekonomi, pemacu pendapatan dan sekaligus penyerap tenaga kerja.

 

B. Perumusan Masalah

“bagaimana mengoptimumkan dampak alokasi belanja APBD Provinsi DKI Jakarta agar dapat menciptakan output yang maksimal (output sektoral, pendapatan rumah tangga dan kesempatan kerja)”.

 

C. Dasar Teori

Perencanaan Pembangunan

Albert waterston menyebutkan bahwa perencanaan pembangunan adalah melihat ke depan dengan mengambil pilihan berbagai alternatif dari kegiatan untuk mencapai tujuan masa depan tersebut dengan terus mengikuti agar supaya pelaksanaannya tidak menyimpang dari tujuan. Perencanaan pembangunan adalah suatu pengarahan penggunaan sumber-sumber pembangunan (termasuk sumber-sumber ekonomi) yang terbatas adanya untuk mencapai tujuan-tujuan keadaan sosial ekonomi yang lebih baik secara efisien dan efektif. Kata-kata tujuan mengandung pengertian bahwa perencanaan berhubungan erat dengan perumusan kebijaksanaan.

 

Analisis Komposisi Input dan Alokasi Output

Digunakan untuk melihat secara umum keadaan perekonomian provinsi DKI Jakarta melalui beberapa variabel atau indikator seperti : analisis tentang struktur permintaan dan penawaran, struktur output, struktur nilai tambah dan struktur permintaan akhir.

 

D. Metodelogi Penelitian

Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Input-Output (I-O) yang diawali dengan identifikasi sektor-sektor unggulan daerah. Selanjutnya dilakukan identifikasi dan analisis angka pengganda, dampak belanja APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2006 – 2010, dampak APBD simulasi dan perbandingan dampak belanja APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2006 – 2010 dengan dampak APBD simulasi.

Dengan melakukan perbandingan analisis dampak belanja APBD Provinsi DKI Jakarta tahun 2006 – 2010 dan analisis dampak APBD simulasi diperoleh hasil bahwa efek penajaman alokasi belanja APBD dengan cara memberi tambahan alokasi belanja ke sektor – sektor unggulan daerah maka diperoleh hasil bahwa terjadi penambahan output perekonomian dan penambahan kesempatan kerja.

 

E. Kesimpulan Tesis

1. Komposisi Input dan Alokasi Output

a. Dilihat dari struktur permintaan dan penawaran pada setiap sektor, sektor yang merupakan produsen utama berdasarkan nilai outputnya adalah sektor Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan sebesar 219.426.934 juta rupiah. Dari struktur penyediaan, untuk memenuhi jumlah permintaan sebesar Rp 1.259.586,44 milyar di Provinsi DKI Jakarta ternyata penyedian terbanyak dapat dipenuhi dari output domestik (produksi DKI Jakarta) yang mencapai 76,24 persen atau sekitar Rp 960.250,44 milyar dan sisanya disediakan dari impor dalam negeri maupun luar negeri sebesar 23,76 persen.

b. Nilai output sektor Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan sebesar 219.426.934 juta rupiah merupakan nilai output terbesar diantara sektorsektor lainnya. Output sektor tersebut mencapai sekitar 22,85 persen dari nilai output perekonomian Provinsi DKI yang mencapai 960.249.439 juta rupiah.

2. Analisis Angka Pengganda

a. Dilihat dari angka pengganda output, dari 87 sektor perekonomian di Provinsi DKI Jakarta terdapat empat puluh satu (41) sektor yang mampu menciptakan output di atas rata-rata. Lima besar sektor yang berpotensi untuk menopang pertumbuhan di Provinsi DKI Jakarta adalah sektor industri barang-barang dari plastik (37), dimana sektor ini memiliki angka pengganda output terbesar yaitu 1,6137. Sektor berikutnya adalah sektor industri roti, biskuit, mie dan sejenisnya (16), sektor industri minyak dari nabati dan hewani (14), sektor jasa pemerintah lainnya (80) dan sektor jasa pendidikan pemerintah (78).

b. Hasil perhitungan angka pengganda pendapatan berdasarkan klasifikasi 87 sektor ekonomi menunjukkan bahwa ada 41 sektor yang memiliki potensi meningkatkan pendapatan masyarakat Provinsi DKI Jakarta, dimana 5 (lima) sektor tertinggi berturut-turut adalah sektor industri barang-barang dari plastik (37) memiliki angka pengganda pendapatan tertinggi sebesar 2,2712. Peringkat berikutnya sektor-sektor yang memiliki angka pengganda pendapatan di atas rata-rata adalah sektor listrik (52), sektor industri sabun dan bahan pembersih (34), sektor industri tepung (15) dan sektor industri kosmetik.

 

Contoh Tesis Alokasi Belanja

  1. Analisis Alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dalam Pelaksanaan Desentraiisasi Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Sukabumi Tahun 2004
  2. Analisis Alokasi Anggaran Belanja Propinsi DKI Jakarta
  3. Analisa Dampak Alokasi Belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DKI Jakarta – Analisis Input-Output