Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Sistem Penerimaan Kas dr Sambungan Baru & Tagihan Rekening Air Pelanggan

Judul Tesis : Evaluasi Sistem Penerimaan Kas dari Sambungan Baru dan Tagihan Rekening Air Pelanggan pada PDAM Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang

Air bersih sudah menjadi suatu keharusan dan menyangkut hajat hidup orang banyak, maka diperlukan suatu badan atau organisasi yang profesional yang dapat mengelola kebutuhan akan air bersih. Di Indonesia, perusahaan tersebut dibentuk oleh pemerintah dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). PDAM Kabupaten Sragen adalah salah satu perusahaan daerah yang melayani penyediaan air bersih kepada konsumen di area kabupaten Sragen. Adapun proses usahanya meliputi penjualan air bersih dengan berbagai jenis kebutuhan mulai dari pemakaian untuk rumah tangga, sosial, industri dan bisnis.

Perusahaan Daerah Air Minum adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa dan merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), maka sumber penerimaan kasnya berbeda dengan sumber penerimaan kas pada perusahaan manufaktur maupun perusahaan dagang yang diajarkan pada mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Sumber penerimaan kas PDAM Kabupaten Sragen terdiri dari penerimaan pendapatan air, penerimaan pendapatan non air dan penerimaan uang lainnya. Mengingat proses penerimaan kas ini mengandung kerawanan adanya penggelapan serta penyelewengan kas, maka diperlukan sistem akuntansi penerimaan kas yang baik.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sistem penerimaan kas dari sambungan baru dan tagihan rekening air pelanggan pada PDAM Kabupaten Sragen?
  2. Apakah pengendalian intern yang digunakan pada sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari sambungan baru dan tagihan rekening air pelanggan pada PDAM Kabupaten Sragen sudah baik?
  3. Apa kelemahan dan kelebihan sistem informasi akuntansi penerimaan kas dari sambungan baru dan tagihan rekening air pelanggan pada PDAM Kabupaten Sragen?

 

C. Tinjauan Pustaka

Definisi Sistem Informasi Akuntansi

Akuntansi dalam American Accounting Association adalah proses mengidentifikasi, mengukur, dan melaporkan informasi keuangan untuk memungkinkan adanya penilaian dan keputusan yang jelas bagi pengguna informasi tersebut (Abdul Hafiz Tanjung, 2004: 3).

Definisi Sistem Pengendalian Intern

Menurut American Institute of Certified Public Accountans (AICPA) dalam Hartadi (1999) sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, semua metode dan ketentuan-ketentuan yang terkoordinasi yang dianut dalam perusahaan untuk melindungi harta kekayaan perusahaan, memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi, memajukan efisiensi di dalam operasi dan membantu menjaga dipatuhinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan terlebih dahulu.

Sistem Penerimaan Kas

Sistem informasi akuntansi penerimaan kas adalah kumpulan dari sub sistem yang saling bekerja sama dan bertanggung jawab untuk mengolah semua transaksi penerimaan kas, baik itu dari penjualan tunai maupun penerimaan piutang dagang yang didapat dari data transaksi untuk tujuan pelaporan internal kepada manajer dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan evaluasi yang penulis lakukan terhadap sistem penerimaan kas pada PDAM Sragen, penulis menemukan bahwa sistem akuntansi penerimaan kas yang diterapkan oleh PDAM Sragen sudah menerapkan beberapa unsur sistem akuntansi yang terdiri dari formulir, jurnal dan laporan. Prosedur penerimaan kas dari sambungan baru dan tagihan rekening air pelanggan pada PDAM Sragen yang tergolong perusahaan daerah menurut penulis cukup lengkap, prosedur tersebut meliputi: prosedur pendaftaran calon pelanggan, prosedur pemasangan sambungan air, prosedur pencatatan meter air, prosedur pencatatan piutang, prosedur penagihan rekening dan prosedur pencatatan penerimaan kas.

Sistem penerimaan kas dari sambungan baru dan tagihan rekening air pelanggan pada PDAM Sragen terdapat juga sistem pengendalian internnya, hal ini dapat terlihat dengan adanya pemisahan fungsi. Berdasarkan beberapa evaluasi tersebut, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa PDAM Kabupaten Sragen yang termasuk Badan Usaha Milik Daerah, dalam melakukan transaksi penerimaan kas dari sambngan baru dan tagihan rekening air pelanggan telah menerapkan sistem akuntansi yang cukup memadai.

 

E. Saran

  1. Sebaiknya dibentuk fungsi untuk memeriksa kecocokkan antara DRD dan DSML. Fungsi tersebut dapat dilaksanakan oleh sub bagian pembukuan saat mencatat piutang penjualan air. Tidak perlu dibuat sub bagian baru untuk pemeriksaaan tersebut, karena sub bagian pembukuan juga dapat melaksanakannya dengan independen. Jika perusahaan membuat sub bagian yang baru pasti akan mengeluarkan biaya gaji untuk membayar karyawan. Dengan diserahkannya pemeriksaan tersebut pada sub bagian pembukuan, maka akan menghemat pengeluaran perusahaan. Dengan pemeriksaan tersebut maka tidak akan ada yang dirugikan dari pihak PDAM maupun pihak pelanggan dengan kesalahan input DSML ke dalam komputer.
  2. Akan lebih bijaksana jika PDAM Sragen memberlakukan perputaran jabatan untuk karyawan. Perputaran jabatan ini dapat mengetahui kinerja yang sebenarnya dari karyawan PDAM Sragen dan dapat menemukan kecurangan yang mungkin terjadi karena tidak bertanggungjawabnya karyawan.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Penerimaan Kas Dari Sambungan Barudan Tagihan Rekening Air
  2. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Pergantian Chief Executive Officer (Ceo) Diukur
  3. Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produksi Pada Pembuatan Tahu Fajar Di Jumantono
  4. Evaluasi Sistem Pemberian Kredit Pada Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Badan
  5. Prediksi Rasio Keuangan Terhadap Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Property

Incoming search terms: