Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Reaksi Pasar trhdp Pengumuman Pergantian CEO diukur dgn Abnormal Volume

Judul Tesis : Reaksi Pasar terhadap Pengumuman Pergantian Chief Executive Officer (CEO) diukur dengan Abnormal Volume

 

A. Latar Belakang Tesis

Kinerja perusahaan yang memburuk meningkatkan kemungkinan terjadinya pergantian CEO (Neumann dan Voetman, 1999). Terjadinya pergantian ini diharapkan membuat kinerja perusahaan lebih baik dibawah kepemimpinan baru dengan kebijakan dan strategi baru yang ditetapkan CEO baru. Dherment-Ferere dan Reneboog (2000) membagi alasan pergantian menjadi tiga, yaitu pertama, pergantian disebabkan oleh pengunduran diri (resignation); kedua, pergantian disebabkan oleh kematian (death) atau sakit (weak); dan yang terakhir, pergantian disebabkan oleh pensiun (age-related retirement). Pourciau (1993) juga membagi pergantian CEO yaitu rutin dan nonrutin. Pergantian CEO rutin dapat dilihat berdasarkan struktur perusahaan, dilakukan secara teratur dan merupakan proses pergantian yang direncanakan. Sedangkan pergantian nonrutin merupakan pergantian yang tidak teratur, tidak direncanakan dan dilakukan pada waktu-waktu tertentu. Kang dan Shivdasani (1996) melakukan pengelompokkan serupa dengan Pourciau (1993), yaitu rutin dan nonrutin. Pengklasifikasian pergantian CEO juga dilakukan berdasarkan lingkungan asal CEO, apakah CEO tersebut berasal dari dalam perusahaan atau dari luar perusahaan.

Reaksi pasar terhadap pergantian CEO berbeda-beda seperti penelitian yang dilakukan oleh Warner, Watts dan Wruck (1988) menemukan tidak ada reaksi terhadap pergantian CEO di NYSE dan AMEX, sedangkan Weisbach (1988) mendapatkan hasil bahwa terdapat abnormal return positif disekitar hari pengumuman pergantian. Dherment-Ferere dan Reneboog (2000) melakukan pengujian, hasil positif dari abnormal return juga didapat atas pengunduran diri CEO, untuk pergantian CEO yang disebabkan oleh kematian atau sakit tidak menimbulkan reaksi, sedangkan reaksi negatif ditunjukkan pada pergantian yang disebabkan pensiun.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat kandungan informasi dalam pengumuman pergantian CEO diukur dengan Abnormal Volume, dengan dan tanpa mempertimbangkan confounding effect?
  2. Apakah terdapat kandungan informasi dalam pengumuman pergantian CEO secara rutin dan non rutin diukur dengan Abnormal Volume, dengan dan tanpa mempertimbangkan confounding effect?
  3. Apakah terdapat kandungan informasi dalam pengumuman pergantian CEO dengan pengganti dari dalam dan dengan pengganti dari luar perusahaan diukur dengan Abnormal Volume, dengan dan tanpa mempertimbangkan confounding effect?

 

C. Landasan Teori

Efisiensi Pasar Modal

Efisiensi pasar modal mencerminkan reaksi terhadap informasi untuk membentuk harga keseimbangan baru yang sepenuhnya mencerminkan informasi yang tersedia. Pasar modal yang efisien merupakan pasar modal yang dapat memberikan informasi yang akurat pada setiap surat berharga. Bentuk efisiensi pasar terbagi menjadi tiga yaitu, efisiensi pasar bentuk lemah, efisiensi pasar bentuk setengah kuat, dan efisiensi pasar bentuk kuat (Husnan, 1993).

Pergantian CEO

Pergantian dalam kepemimpinan eksekutif suatu perusahaan adalah peristiwa yang berpengaruh dalam kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Kemampuan, pilihan, dan keputusan penting CEO berdampak pada pilihan proyek, kebijakan finansial, dan kultur perusahaan. Hasil keputusan yang berbeda dari tiap individu, dalam pergantian CEO dapat mengubah jalan perusahaan dan kinerja perusahaan (Clayton, Hartzell dan Rosenberg, 2003).

Trading Volume Activity

Trading Volume Activity (Aktivitas Volume Perdagangan) adalah pendekatan dengan menghitung aktivitas volume perdagangan sebelum dan sesudah pengumuman pergantian CEO berlangsung. Beaver (1968) berpendapat apabila pengumuman tersebut mengandung informasi, maka aktivitas volume akan berbeda sebelum dan sesudah pengumuman. Volume perdagangan digunakan untuk melihat apakah individu menilai sesuatu melalui informasi, atau apakah dengan informasi dapat menghasilkan suatu keputusan perdagangan. Hal ini berkaitan dengan salah satu motivasi investor dalam melakukan transaksi jual beli saham.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 1 Januari 2004 sampai dengan 31 Desember 2007. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Sampel yang dapat diperoleh dan digunakan dalam penelitian ini berjumlah 120 pengumuman pergantian CEO dari seluruh perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia periode 2004-2007. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Penelitian ini menggunakan pengukuran abnormal volume yang diadaptasi dari abnormal return.

 

E. Kesimpulan

Perubahan perilaku para investor pada penelitian ini tercermin dalam perubahan aktivitas volume perdagangan di sekitar hari pengumuman dibandingkan dengan periode lain. Perubahan perilaku dapat dilihat dari pembelian atau penjualan saham di atas normal, atau penurunan volume pembelian dan atau penjualan di bawah normal (Beaver, 1968). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasar bereaksi terhadap pengumuman pergantian CEO diukur dengan menggunakan metode abnormal volume. Pasar bereaksi pada seluruh hipotesis kecuali pada pengelompokan pergantian secara nonrutin dengan pengganti dari luar (outside). Pengujian terhadap keseluruhan sampel dengan atau tanpa memasukkan confounding effect menunjukkan hasil yang signifikan. Pada dasarnya, pasar di Indonesia merespon peristiwa pergantian CEO. Penelitian ini menunjukkan bahwa confounding effect berdampak pada reaksi pasar sesuai dengan pendapat Lako (2003). Reaksi pasar pada penelitian ini terlihat dari abnormal volume yang signifikan pada periode peristiwa.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Klaten Periode 1998-2002
  2. Analisis Varians Pendapatan Rawat Inap pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewar
  3. Analisis Varians Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada RSUD Kabupaten
  4. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Pergantian Chief Executive Officer (Ceo) Diukur dengan Abnormal Volume
  5. Pengaruh Earnings Management dan Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan