Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Rasio Keuangan trhdp Kondisi Financial Distress pd Perusahaan Property

Judul Tesis : Prediksi Rasio Keuangan terhadap Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Property yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Para investor dan kreditur sebelum menanamkan dananya pada suatu perusahaan akan selalu melihat terlebih dahulu kondisi keuangan perusahaan tersebut. Oleh karena itu, analisis dan prediksi atas kondisi keuangan suatu perusahaan adalah sangat penting. Financial distress adalah suatu konsep luas yang terdiri dari beberapa situasi di mana suatu perusahaan menghadapi masalah kesulitan keuangan. Istilah umum untuk menggambarkan situasi tersebut adalah kebangkrutan, kegagalan, ketidakmampuan melunasi hutang, dan default. Insolvency dalam kebangkrutan menunjukkan kekayaan bersih negatif. Ketidakmampuan melunasi utang menunjukkan kinerja negatif dan menunjukkan adanya masalah likuiditas. Default berarti suatu perusahaan melanggar perjanjian dengan kreditur dan dapat menyebabkan tindakan hukum.

Menurut Platt dan Platt (2002), financial distress adalah tahap penurunan kondisi keuangan yang dialami oleh suatu perusahaan, yang terjadi sebelum terjadinya kebangkrutan ataupun likuidasi. Kondisi ini pada umumnya ditandai antara lain dengan adanya penundaan pengiriman, kualitas produk yang menurun, dan penundaan pembayaran tagihan dari Bank. Apabila kondisi financial distress ini diketahui, diharapkan dapat dilakukan tindakan untuk memperbaiki situasi tersebut sehingga perusahaan tidak akan masuk pada tahap kesulitan yang lebih berat seperti kebangkrutan ataupun likuidasi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan rasio keuangan antara perusahaan yang mengalami financial distress dan perusahaan yang tidak mengalami financial distress?
  2. Apakah rasio keuangan dapat digunakan untuk memprediksi probabilitas kondisi financial distress suatu perusahaan?

 

C. Landasan Teori

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan sebuah sarana mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pihakpihak di luar perusahaan. Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dalam PSAK No. 1 menyatakan laporan keuangan sebagai bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan disusun untuk membantu investor dan kreditor sekarang serta pemakai lain dalam menilai jumlah, waktu, dan kepastian dari penerimaan kas dari dividen atau bunga dan hasil dari penjualan, penarikan, atau jatuh tempo dari sekuritas dari pinjaman.

Analisis Rasio Keuangan

Analisis rasio ini dapat memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan terutama apabila angka tersebut dibandingkan dengan angka rasio yang digunakan sebagai standar (Munawir, 2004 : 64).

Financial Distress

Kesulitan keuangan atau yang lebih dikenal dengan financial distress hampir pasti pernah dialami oleh setiap perusahaan. Kondisi ini merupakan ciri khas yang dialami oleh perusahaan sebagai akibat dari beberapa kondisi yang terjadi dari dalam perusahaan, seperti manajemen yang tidak mampu mengelola perusahaannya dengan baik maupun faktor yang berasal dari luar perusahaan yang tidak mungkin mampu dikendalikan perusahaan.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian pada dasarnya dilakukan dengan sensus, survei sampel, atau studi kasus.

Penelitian ini menggunakan teknik survei sampel karena menguji rasio keuangan perusahaan dalam memprediksi kondisi financial distress perusahaan sehingga perhitungannya hanya dilakukan pada bagian populasi.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property yang laporan keuangannya terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2003-2007.

Metode pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling.

Penelitian ini menggunakan data sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Terdapat perbedaan rata-rata variabel rasio keuangan perusahaan property yang meliputi variabel rasio efisiensi, rasio profitabilitas, rasio financial leverage dan rasio yang terdapat dalam laporan arus kas, baik dari aktivitas operasi, aktivitas pendanaan, maupun aktivitas investasi di antara perusahaan property yang mengalami financial distress dan perusahaan property non distress. Ratarata variabel keuangan perusahaan property yang berbeda tersebut meliputi variabel CAT, PM, FATA, dan LTF. Sementara itu, untuk variabel keuangan lainya yaitu: TAT, ROE, TDTC, ETTA, CFOCL, CFOTL, FATF, dan NDTF tidak mempunyai ratarata yang berbeda di antara perusahaan property yang mengalami financial distress dan perusahaan property yang tidak mengalami financial distress.
  2. Informasi yang terkandung dalam laporan keuangan perusahaan property mempunyai nilai prediksi terhadap kondisi financial distress perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Simpulan ini didasarkan pada hasil pengujian model penelitian dengan binary logistic regression yang menunjukkan bahwa variabel LTF dan CAT berpengaruh terhadap financial distress perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sementara untuk varaibel keuangan FATA dan PM tidak dapat digunakan sebagai prediktor atas kondisi financial distress perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Oleh karena itu dapat dinyatakan bahwa LTF dan CAT merupakan prediktor atas financial distress perusahaan property Bursa Efek Indonesia, sementara itu, FATA dan PM bukan merupakan prediktor kondisi financial distress perusahaan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Penerimaan Kas Dari Sambungan Barudan Tagihan Rekening Air
  2. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Pergantian Chief Executive Officer (Ceo) Diukur
  3. Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produksi Pada Pembuatan Tahu Fajar Di Jumantono
  4. Evaluasi Sistem Pemberian Kredit Pada Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Badan
  5. Prediksi Rasio Keuangan Terhadap Kondisi Financial Distress Pada Perusahaan Property

 

Incoming search terms: