Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Persepsi Akuntan Pendidik & Pengguna Jasa Akuntan trhdp Kualifikasi Entry

Judul Tesis : Persepsi Akuntan Pendidik dan Pengguna Jasa Akuntan (Perusahaan Swasta) terhadap Kualifikasi Entry Level Accountant

 

A. Latar Belakang Tesis

Profesi akuntan berada pada kondisi perkembangan yang cepat. Perkembangan ini harus diikuti oleh semakin mantapnya profesionalisme yang dimiliki akuntan dan di masa depan profesi akuntan di Indonesia akan menghadapi tantangan yang semakin berat dalam menjalankan profesinya. Oleh karena itu, kesiapan akuntan yang menyangkut profesionalisme mutlak diperlukan (Rahman dalam Setiyani, 2003). Untuk menjadi seorang yang profesional, ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi, yaitu mempunyai pengetahuan (knowledge), mempunyai keahlian (skill), dan mempunyai karakter (characteristics) (Machfoedz, 1997).

Peran akuntan harus dikaji ulang untuk menghadapi masa depan. Mereka hendaknya merekayasa ulang dirinya sendiri dan menjelaskan kembali peran mereka sebagai konsultan internal perusahaan. Jika dulu akuntan lebih cenderung berkutat dengan data-data keuangan, sekarang akuntan harus lebih dibekali dengan teknik analisis sebagai pertimbangan manajemen untuk suatu strategi bisnis. Akuntan semakin dituntut memiliki toleransi terhadap ambiguitas dan kemampuan kepemimpinan, selain itu akuntan harus memiliki kemampuan komunikasi interpersonal yang baik dan juga kemampuan membangun analisis di luar jangkauan peran akuntan secara tradisional (Husein dalam Setiyani, 2003).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Kualifikasi apakah yang paling diperlukan oleh pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta) pada entry level accountant?
  2. Apakah terdapat perbedaan persepsi antara akuntan pendidik dan pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta) terhadap kualifikasi entry level accountant?

 

C. Landasan Teori

Persepsi

Menurut Kotler dalam Meylani (2003), persepsi merupakan proses seorang individu memilih, mengorganisasi, menafsirkan masukan-masukan informasi untuk menciptakan sebuah gambaran yang bermakna tentang dunia. Jadi persepsi adalah suatu proses yang merupakan aktivitas mengindera, menyeleksi, mengorganisir, dan menginterpretasikan, serta memberi penilaian terhadap objek tertentu.

Akuntan Pendidik

Pengertian akuntan pendidik menurut Partini dalam Amani (2004) diartikan sebagai akuntan yang berprofesi sebagai staf pengajar (dosen) tetap pada suatu perguruan tinggi.

Pengguna Jasa Akuntan (Perusahaan Swasta)

Pengguna jasa akuntan (user) adalah mereka yang di dalam organisasi bisnisnya menggunakan tenaga akuntan (Situmorang, 2000). Pengguna jasa akuntan yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan swasta yang terdiri dari perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan metode survei melalui kuesioner.

Kuesioner dalam penelitian ini adalah kuesioner yang digunakan sebelumnya oleh Meylani (2003) dan Setiyani (2003) yang diadaptasi dari Novin dan Tucker (2003) dan Harsono dan Untoro (2004) yang diadaptasi dari Goleman (1995).

Metode yang digunakan untuk menganalisis validitas adalah Pearson Product Moment, reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha, dan normalitas dengan One- Sample Kolmogorov Smirnov. Sedangkan untuk menguji hipotesis digunakan uji Independent Sample T-Test dan Mann Whitney U-Test

 

E. Kesimpulan

  1. Dari hasil Independent Sample T-Test, menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan pendidik pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta) mengenai kualifikasi ketrampilan (skill) dan kecerdasan emosional (emotional quotient) yang harus dimiliki oleh entry level accountant. Sedangkan untuk kualifikasi pengetahuan (knowledge) tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan pendidik dan pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta).
  2. Dari hasil Mann-Whitney U Test, menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan pendidik dan pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta) mengenai kualifikasi karakteristik (characteristics) yang harus dimiliki oleh entry level accountant.
  3. Secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan antara persepsi akuntan pendidik dan pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta) terhadap kualifikasi entry level accountant. Akuntan pendidik memiliki persepsi yang lebih tinggi dari pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta). Hal ini dibuktikan dengan nilai mean akuntan pendidik yang selalu lebih tinggi dari nilai mean pengguna jasa akuntan (perusahaan swasta).

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Penerimaan Kas Dari Sambungan Barudan Tagihan Rekening Air
  2. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Pergantian Chief Executive Officer (Ceo) Diukur
  3. Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produksi pada Pembuatan Tahu Fajar di Jumantono
  4. Evaluasi Sistem Pemberian Kredit pada Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Badan
  5. Prediksi Rasio Keuangan terhadap Kondisi Financial Distress pada Perusahaan Property