Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Persepsi Akuntan Pendidik & Akuntan Publik trhdp Kualitas Akuntan

Judul Tesis : Persepsi Akuntan Pendidik dan Akuntan Publik Terhadap Kualitas Akuntan Menghadapi Tuntutan Profesionalisme di Era Globalisasi

 

A. Latar Belakang

Pentingnya profesi akuntan juga tergambar dalam hasil sidang I WTO di Singapura tahun 1996 yang menetapkan sektor akuntansi sebagai prioritas utama dalam perdagangan jasa. Hasil konferensi ke-9 Asean Federation of Accountant (AFA) di Bali tahun 1995 mengimplikasikan bahwa Indonesia akan membuka pasar bagi akuntan internasional. Akuntan asing diijinkan berpraktek di Indonesia tanpa harus berafiliasi dengan partner lokal (Islahuddin dan Soesi, 2002).

Kondisi tersebut menghadirkan peluang bagi akuntan lokal karena masuknya perusahaan-perusahaan multinasional yang memerlukan jasa akuntansi. Kondisi tersebut juga menghadirkan tantangan dan ancaman bagi akuntan lokal karena harus berhadapan dengan akuntan asing yang masuk sebagai akibat pemberlakuan AFTA.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana persepsi akuntan pendidik dan akuntan publik terhadap kualitas akuntan (lulusan jurusan akuntansi) ?
  2. Apakah terdapat perbedaan persepsi antara akuntan pendidik dan akuntan publik terhadap kualitas akuntan (lulusan jurusan akuntansi)?

 

C. Landasan Teori

Globalisasi

Globalisasi didefinisikan sebagai suatu proses dimana akan terjadi suatu arus perpindahan manusia, unit-unit ekonomi, barang dan jasa ke luar dari batas negara di dunia. Definisi ini mengindikasikan adanya prinsip keterbukaan dimana batas antar negara terabaikan, sehingga terdapat kebebasan bagi manusia, unit-unit ekonomi, barang dan jasa untuk keluar/masuk suatu negara. Lebih lanjut, definisi tersebut juga menyiratkan adanya persamaan hak dan pemberlakuan bagi setiap negara (Noorlisyati dalam Islahuddin dan Soesi, 2002). Globalisasi menurut kamus besar bahasa Indonesia (1996) diartikan sebagai proses masuknya sesuatu ke ruang lingkup dunia.

Kualitas Lulusan Jurusan Akuntansi

Kualitas menurut kamus besar bahasa Indonesia (1996) diartikan sebagai tingkat baik atau buruknya sesuatu. Prasetyaningsih dalam Rahman (1999) menyebutkan pengertian kualitas di era globalisasi sebagai suatu hasil dari proses menyeluruh yang sesuai dengan standar kebutuhan masyarakat. International Standards Organization (ISO) pada ISO 8402 tahun 1986 merumuskan kualitas sebagai: “Quality is the totally of feature and characteristics of a product or service that bear on itss ability to satisfy given need” (Darsono dalam Islahuddin dan Soesi, 2002).

Persepsi

Persepsi menurut Branca yang dikutip oleh Walgito (2002: 45) merupakan suatu proses yang didahului oleh penginderaan. Penginderaan adalah merupakan suatu proses diterimanya stimulus oleh individu melalui alat penerima yaitu alat indera. Namun proses tersebut tidak berhenti di situ saja, pada umumnya stimulus tersebut diteruskan oleh syaraf ke otak sebagai pusat susunan syaraf, dan proses selanjutnya merupakan proses persepsi.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah akuntan pendidik dan akuntan publik di Jawa Tengah dan D.I.Y.

Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling, karena sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu, yaitu responden harus mempunyai latar belakang pendidikan minimal S1 akuntansi.

Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan survey dimana menggunakan kuesioner campuran sebagai alat pengumpul data.

Uji validitas dan reliabilitas menggunakan korelasi product moment dan cronbach’s alpha. Uji hipotesis menggunakan uji proporsi untuk menguji hipotesis 1 dan uji beda rata-rata dengan independent samples t-test untuk hipotesis 2 dan ditambah dengan analisis deskriptif untuk menjelaskan jawaban atas kuesioner terbuka.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil pengujian hipotesis pertama dengan uji proporsi menunjukkan nilai sebesar 79,2% akuntan pendidik dan 74,6% akuntan publik menjawab setuju terhadap pernyataan yang menjadi tolok ukur kualitas akuntan, 19,7% akuntan pendidik dan 16,6% akuntan publik menjawab netral dan 1,1% akuntan pendidik serta 8,8% akuntan publik menjawab tidak setuju dengan pernyataan yang menilai kemampuan yang dimiliki akuntan dalam arti ada beberapa hal (item) yang dianggap belum (kurang) berkualitas. Berdasarkan hasil uji proporsi bisa disimpulkan bahwa hipotesis yang menyatakan bahwa baik akuntan pendidik maupun akuntan publik samasama mempunyai persepsi negatif terhadap kualitas akuntan tidak didukung oleh hasil pengujian. Ternyata, akuntan pendidik dan akuntan publik justru memiliki persepsi positif terhadap kualitas akuntan, dalam arti akuntan (lulusan akuntansi) dinilai cukup berkualitas. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Islahuddin dan Soesi (2002).
  2. Hasil pengujian dengan Independent Samples T-Test memberikan bukti empirik yang mendukung hipotesis yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara persepsi akuntan pendidik dengan akuntan publik. Hasil analisis menunjukkan signifikansi sebesar 0.013 dalam arti akuntan pendidik mempunyai persepsi yang lebih baik terhadap kualitas akuntan (lulusan jurusan akuntansi) dibandingkan dengan akuntan publik. Hal ini dibuktikan dengan nilai mean yang lebih tinggi dari akuntan pendidik sebesar 127.6923 dibandingkan dengan nilai mean dari akuntan publik yang hanya sebesar 117.5200. Pengujian secara parsial juga menghasilkan kesimpulan yang sama.
  3. Hasil jajak pendapat/ deskripsi jawaban mengenai kualitas akuntan dan tolok ukur yang dipakai untuk mengukur kualitas menghasilkan kesimpulan yaitu perlu adanya peningkatan kemampuan dari lulusan dan perlu adanya pengembangan tolok ukur yang dipakai dalam penelitian baik dari segi skill, knowledge, dan characteristics.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Persepsi Akuntan Pendidik Dan Akuntan Publik Terhadap Kualitas Akuntan Menghadapi Tuntutan Profesionalisme Di Era Globalisasi
  2. Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA)
  3. Manfaat Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba pada Perusahaan yang Go Publik Di Bursa Efek Jakarta
  4. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern pada Pembelian Bahan Baku Cv. Suka Lentera Abadi
  5. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas