Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Penyusunan Anggaran Penjualan pd Divisi Percetakan & Penerbitan PD Anindya

Judul Tesis: Evaluasi Penyusunan Anggaran Penjualan pada Divisi Percetakan dan Penerbitan PD Anindya Yogyakarta Ahun 2004

 

A. Latar Belakang

PD Aneka Industri dan Jasa Anindya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Divisi Percetakan dan Penerbitan berdiri tahun 1942 dengan nama PEROESAHAAN BONDO LOEMAKSO dan beralamatkan di Kepatihan Danurejan Yogyakarta. Perusahaan ini didirikan oleh pemerintah Kasultanan Yogyakarta pada waktu peralihan kekuasaan pemerintah kolonialisme Belanda ke fasisme Jepang. Perusahaan ini bergerak dibidang usaha percetakan plombir atau tanda pajak kendaraan untuk keperluan pemerintah Kasultanan Yogyakarta dan pesanan dari pemerintah kabupaten dari luar pemerintah Yogyakarta.

Pada tahun 1947 PEROESAHAAN BONDO LOEMAKSO diganti menjadi Perusahaan Daerah Percetakan Negeri. Perusahaan ini sehariharinya berada dibawah pengawasan Jawatan Kemakmuran Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 1950 perusahaan ini dibawah pengawasan Kantor Penghasilan Negeri Daerah Istimewa Yogyakarta. Selanjutnya tahun 1962 PD Percetakan Negeri berada dibawah pengawasan Biro Perusahaan Daerah Istimewa Yogyakarta yang diatur berdasarkan Perda DIY Nomor 4/1962 tentang Perusahaan Daerah Negeri dengan Anggaran Dasarnya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana Penyusunan Anggaran Penjualan pada Divisi Percetakan dan Penerbitan pada PD Anindya Yogyakarta?
  2. Apa Kelemahan dan Kelebihan Penyusunan Anggaran Penjualan pada PD Anindya Yogyakarta?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Anggaran

Ahyari (1994: 48), mengartikan anggaran sebagai suatu perencanaan yang disusun secara formal dari seluruh kegiatan perusahaan pada jangka waktu tertentu yang dinyatakan secara kuantitatif atau unit moneter tertentu.

Anggaran Penjualan

Sebelum menyusun anggaran penjualan perusahaan mestinya sudah menyusun rencana secara keseluruhan. Rencana penjualan keseluruhan yang terpadu sangat penting dilakukan sebagai bagian dari perencanaan dan pengendalian terpadu (profit planning and control). Rencana     penjualan terpadu tersebut akan memberikan dasar bagi keputusan manajemen dalam hal pemasaran. Jika rencana penjualan tidak realitas, laba yang direncanakan menjadi tidak realitas juga. (Indriyo, Gitosudarmo dan Najmudin, Mohamad, 2003: 57).

Pengertian Forecast Penjualan

Forecast merupakan ramalan atau estimasi terhadap keadaan pada masa depan. dalam hal ini dapat berupa ramalan terhadap perubahan permintaan, perkembangan teknologi atau perkembangan dunia bisnis yang dapat mempengaruhi perencanaan pemasaran (Indriyo, 2004: 72).

 

E. Kesimpulan

Sebagai Perusahaan Daerah yang telah lama berdiri, mempunyai hubungan yang sangat luas dengan konsumen. Perusahaan ini telah menyusun anggaran penjualan dengan metode moment yang dirasa oleh perusahaan mendekati realisasinya. Dalam pemasaran perusahaan ini kurang berinisiatif untuk menyebarkan brosur ataupun sarana promosi yang lain, karena sudah terjamin dengan peraturan daerah yang mengikat warganya untuk melakukan pemesanan di dalam Yogyakarta.

Letak perusahaan yang terpisah dari divisi perusahaan lain, menyebabkan para konsumen kesulitan mencari letak kantor yang beroperasi, walaupun ditinjau dari berbagai segi sangat baik. Perusahaan ini telah mengalami pendapatan yang sangat besar setiap tahunnya, tanpa mempergunakan metode moment yang sebenarnya untuk setiap produk, namun menggunakan penetapan kenaikan penjualan 10 % setiap bulannya dengan realisasinya 75 % atau turun 25 % dari penganggaran.

 

E. Saran

  1. Penyusunan anggaran penjualan sebaiknya menggunakan metode kuantitatif, sehingga dapat menekan sedikit mungkin unsur subyektif.Faktor-faktor kualitatif tetap dipertimbangkan dalam penyusunan anggaran penjualan sebagai pelengkap.
  2. Untuk penganggaran sebaiknya menggunakan metode least square yang SKFnya mendekati penjualan yang ada, tanpa memperhitungkan kenaikan penganggaran 10 % setiap bulannya dengan realisasi 75 %.
  3. Sebaiknya kebijakan manajemen dapat dipertanggung jawabkan, walaupun penganggaran bersifat peramalan dapat dijadikan acuan untuk memotivasi manajer pemasaran dalam meningkatkan penjualan.
  4. Sebaiknya perusahaan memberikan komisi pada bagian penjualan untuk memotivasi pegawai pemasaran dalam menjalankan tugasnya.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Peningkatan Kontribusi Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota
  2. Analisis Arus Kas Laboratorium Komputer K-Media Tehnik Arsitektur UNS
  3. Evaluasi Anggaran Penjualan Ditinjau dari Berbagai Metode Peramalan Pada Hotel Sahid Raya Solo
  4. Evaluasi Sistem Pemberian Kredit Sampai Penyelesaian Kredit Pada Koperasi Serba Usaha
  5. Pengaruh Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, Faktor Sosial Dan Kepuasan Pemakai Terhadap Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Komputer Pada Perusahaan Penerbitan Di Surakarta