Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, trhdp CSRD pd Perusahaan

Judul Tesis : Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Asing, dan Umur Perusahaan terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Tuntutan terhadap perusahaan untuk memberikan informasi yang transparan, organisasi yang accountable serta tata kelola perusahaan yang semakin bagus (good corporate governance) semakin memaksa perusahaan untuk memberikan informasi mengenai aktivitas sosialnya. Masyarakat membutuhkan informasi mengenai sejauh mana perusahaan sudah melaksanakan aktivitas sosialnya sehingga hak masyarakat untuk hidup aman tenteram, kesejahteraan karyawan, dan keamanan mengkonsumsi makanan dapat terpenuhi (Anggraini, 2006).

Perusahaan sebagai lembaga usaha tidak lepas dengan masalahmasalah sosial yang berkaitan dengan masalah kesejahteraan pegawai, pengelolaan lingkungan terutama di sekitar pabrik, pemantauan produksi, dan masalah masyarakat sekitar perusahaan. Menurut Gray et. al. dalam Sembiring (2005), tumbuhnya kesadaran publik akan peran perusahaan di tengah masyarakat melahirkan kritik dan kekhawatiran karena menciptakan masalah sosial, polusi, sumber daya, limbah, mutu produk, tingkat safety produk, serta hak dan status tenaga kerja. Tekanan dari berbagai pihak memaksa perusahaan untuk menerima tanggung jawab atas dampak aktivitas bisnisnya terhadap masyarakat. Tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) itu sendiri dapat digambarkan sebagai ketersediaan informasi keuangan dan non-keuangan berkaitan dengan interaksi organisasi dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya, yang dapat dibuat dalam laporan tahunan perusahaan atau laporan sosial terpisah (Guthrie dan Mathews 1985 dalam Sembiring 2005).

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Apakah ukuran perusahaan berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI?
  2. Apakah ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI?
  3. Apakah kepemilikan institusional berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di BEI?

 

C. Landasan Teori

Laporan Keuangan

Menurut Heary dan Palepu dalam Nofandrilla (2008), laporan keuangan merupakan mekanisme yang penting bagi manajer untuk berkomunikasi dengan investor luar. Ditinjau dari sudut pandang manajemen, laporan keuangan merupakan media bagi mereka untuk mengkomunikasikan kinerja keuangan perusahaan yang dikelolanya kepada pihak-pihak yang berkepentingan, sedangkan ditinjau dari sudut pandang pemakai, diharapkan dapat digunakan untuk mengambil keputusan yang rasional dalam praktik bisnis yang sehat.

Pengungkapan (disclosure)

Suwardjono (2005) berargumen bahwa pengungkapan (disclosure) berkaitan dengan cara pembeberan atau penjelasan hal-hal informatif yang dianggap penting dan bermanfaat bagi pemakai selain apa yang dapat dinyatakan melalui statement keuangan utama. Secara umum, tujuan pengungkapan adalah menyajikan informasi yang dipandang perlu untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan untuk melayani berbagai pihak yang mempunyai kepentingan berbeda-beda.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility)

Robbins dan Coutler dalam Nofandrilla (2008) mendefinisikan tanggung jawab sosial adalah suatu kewajiban perusahaan, di luar tanggung jawab yang diminta oleh hukum dan ekonomi, untuk mengejar sasaran jangka panjang yang baik bagi masyarakat. Pertanggungjawaban sosial merupakan konsep yang lebih “manusiawi”, dimana suatu organisasi dipandang sebagai agen moral. Oleh karena itu, dengan atau tanpa aturan hukum, sebuah organisasi, termasuk di dalamnya organisasi bisnis, wajib menjunjung tinggi moralitas.

 

D. Metode Penlitian

Dalam penelitian ini desain yang dipilih adalah sampel survey, di mana hasil pegukuran sampel akan digeneralisasikan untuk populasinya.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005 sampai dengan 2007.

Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

 

E. Kesimpulan

  1. Bahwa secara bersama-sama kelima variabel independen (ukuran perusahaan, ukuran dewan komisaris, kepemilikan institusional, kepemilikan asing, dan umur perusahaan) berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007.
  2. Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007.
  3. Ukuran dewan komisaris berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2005-2007.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Corporate Governance Perception Index, Dan Ukuran
  2. Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Job Order Costing Pada Perusahaan
  3. Analisa Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Pengaruh Kepemilikan Institusional, Likuiditas Aset Dan Tangibility Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Dalam Bidang Food And Baverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007 Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Kontrol
  4. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional
  5. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Stock Split Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia