Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Pengaruh Kepemilikan Manajerial n Institusional trhdp Kebijakan Dividen

Judul Tesis : Analisa Pengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Institusional terhadap Kebijakan Dividen dan Kebijakan Hutang

 

A. Latar Belakang

Penelitian yang sejenis dengan penelitian ini adalah antara lain dalam Putri dan Natsir (2006) dalam penelitiannya yang menganalisa persamaan simultan kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, risiko, kebijakan hutang, dan kebijakan dividen dalam perspektif teori keagenan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan hutang, namun kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kebijakan hutang. Sedangkan hubungannya dengan kebijakan dividen, kepemilikan manajerial berpengaruh positif segnifikan terhadap kebijakan dividen, namun kepemilikan institusional berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen.

Chen dan Steiner (1999) melakukan penelitian untuk menguji bagaimana kepemilikan manajerial berhubungan dengan risiko, kebijakan hutang, dan kebijakan dividen perusahaan pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di New York Stock Exchange pada tahun 1994. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kepemilikan manajerial, kebijakan dividen, resource and development (R&D), dan ROA berpengaruh negatif pada kebijakan hutang perusahaan tetapi hanya kepemilikan manajerial dan kebijakan dividen yang berpengaruh signifikan sedangkan total aset berpengaruh positif pada kebijakan hutang perusahaan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat pengaruh kepemilikan manajerial terhadap kebijakan dividen dan kebijakan hutang ?
  2. Apakah terdapat pengaruh kepemilikan institusional terhadap kebijakan dan dividen dan kebijakan hutang ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Teori Keagenan

Jensen dan Meckling (1976) mendefinisikan hubungan keagenan sebagai suatu kontrak yang mana satu atau lebih principal (pemilik) menggunakan orang lain atau agen (manajer) untuk menjalankan aktivitas perusahaan. Principal menyediakan fasilitas dan dana untuk kebutuhan operasi perusahaan. Agen sebagai pengelola berkewajiban untuk mengelola perusahaan sebagaimana dipercayakan pemegang saham (principal), untuk meningkatkan kemakmuran principal melalui peningkatan nilai perusahaan. Sebagai imbalannya agen akan memperoleh gaji, bonus, dan berbagai kompensasi lainnya.

Pengertian dividen

Dividen merupakan bentuk distribusi laba yang diberikan perusahaan pada pemegang saham sesuai dengan proporsi lembar saham yang dimilikinya. Bagi seorang investor, dividen merupakan komponen return selain capital gain. Besar kecilnya dividen akan sangat bergantung pada besar kecilnya laba yang diperoleh serta proporsi laba yang akan dibagikan kepada pemegang saham atau Divident Payout Ratio (DPR).

Pengertian Kebijakan Dividen

Kebijakan dividen menurut Sartono (2001:281), adalah: Keputusan apakah laba yang diperoleh perusahaan akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan guna pembiayaan investasi di masa datang.

 

D. Metode Penelitian

Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda, karena menggunakan dua persamaan regresi yaitu persamaan kebijakan dividen dan kebijakan hutang. Hasil dari penelitian ini berbeda dengan penelitian Nuringsih (2006). Penelitian ini menyatakan bahwa baik kepemilikan manajerial maupun kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Serta menyatakan bahwa kepemilikan manajerial dan kepemilikan institusional tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan. Sedangkan variabel kontrol yang digunakan yaitu firm size dan growth berpengaruh terhadap kebijakan dividen, namun tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang perusahaan.

 

E. Kesimpulan

  1. Secara statistik hasil penelitian menunjukkan variasi variabel independen yang digunakan dalam model dalam persamaan pertama berupa managerial ownership, institutional ownership, firm size, serta growth mampu menjelaskan variasi variabel dependen yaitu kebijakan dividensebesar 11,3%. Sedangkan sisanya sebesar 88,7% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Sedangkan dalam persamaan kedua, variasi variabel independen yang digunakan berupa managerial ownership, institutional ownership, firm size, serta growth mampu menjelaskan variasi variabel dependen yaitu kebijakan hutang sebesar 2,6%. Sedangkan sisanya sebesar 97,4% dipengaruhi atau dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.
  2. Pengujian secara parsial untuk masing-masing variabel dalam persamaan pertama menunjukkan bahwa variabel independen yaitu managerial ownership dan institutional ownership terbukti tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Namun variabel kontrol yaitu firm size dan growth terbukti memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen.
  3. Pengujian parsial untuk masing-masing variabel dalam persamaan kedua menunjukkan bahwa variabel independen yaitu managerial ownership dan institutional ownership, serta variabel kontrol yaitu firm size dan growth terbukti tidak berpengaruh terhadap kebijakan hutang.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Corporate Governance Perception Index, Dan Ukuran
  2. Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Job Order Costing Pada Perusahaan
  3. Analisa Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Pengaruh Kepemilikan Institusional, Likuiditas Aset Dan Tangibility Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Dalam Bidang Food And Baverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007 Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Kontrol
  4. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional
  5. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Stock Split Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia