Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Pengaruh Kepemilikan Institusional, CG, PI trhdp Kualitas Akrual

Judul Tesis : Pengaruh Kepemilikan Institusional, Corporate Governance, Perception Index, dan Ukuran Perusahaan terhadap Kualitas Akrual

 

A. Latar Belakang

Penelitian mengenai laba (earnings) banyak menarik minat para peneliti untuk mempelajari lebih lanjut. Hal ini dikarenakan info tentang laba mempunyai peran penting bagi pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan, baik pihak internal maupun eksternal. Bagi pihak eksternal, laba digunakan untuk untuk mengevaluasi kinerja manajemen, memperkirakan earnings power, dan memprediksi laba masa depan (Siallagan dan Machfoedz, 2006). Selain itu, laba dipakai untuk mengambil keputusan dan menyusun kontrak oleh pihak yang berkepentingan (Gantyowati dan Ratnawati, 2004). Keputusan ini dapat berupa pemberian kompensasi dan pembagian bonus kepada manajer, pengukur prestasi atau kinerja manajemen, dasar penentuan besarnya pengenaan pajak dan pembagian dividen (Djamaluddin dkk, 2008). Informasi tentang laba dapat mengukur keberhasilan atau kegagalan bisnis dalam mencapai tujuan operasi yang diterapkan (Siallagan dan Machfoedz, 2006).

Informasi mengenai laba diberikan oleh sistem akuntansi. Dalam laporan laba rugi (income statement) dicantumkan besar laba yang diperoleh perusahaan dalam satu periode akuntansi. Laba diukur dengan dasar akrual. Laba akrual dianggap sebagai ukuran kinerja perusahaan yang lebih baik dibandingkan arus kas operasi, karena akrual mengurangi ketidaksepandan (mismatching) yang ada dalam arus kas jangka pendek (Dechow, 1994 dalam Siregar dan Utama, 2007). Ada dua jenis akrual yang tercermin dalam perhitungan laba, yaitu discretionary accruals dan nondiscretionary accruals (Halim dkk, 2005). Discretionary accruals ialah komponen akrual yang terjadi sejalan dengan perubahan aktivitas perusahaan. Sedangkan nondiscretionary accruals ialah komponen akrual yang berasal dari earnings management yang dilakukan manajer. Oleh karena itu, para peneliti menggunakan discretionary accruals sebagai proksi pengukur kualitas laba.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah kepemilikan institusional mempengaruhi kualitas akrual?
  2. Apakah corporate governance perception index mempengaruhi kualitas akrual?
  3. Apakah ukuran perusahaan mempengaruhi kualitas akrual?

 

C. Landasan Teori Tesis

Kepemilikan Institusional

Suatu perusahaan dapat menjual hak kepemilikannya dalam bentuk saham (Jogiyanto, 2000). Saham ini diperdagangkan di bursa surat berharga, di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia atau BEI. Perdagangan saham di BEI ini bersifat terbuka, sehingga siapapun berhak membeli saham suatu perusahaan. Pihak yang membeli saham ini disebut pemegang saham. Pemegang saham ialah pemilik dari perusahaan yang mewakilkan kepada manajemen untuk menjalankan operasi perusahaan (Jogiyanto, 2000). Pemegang saham, sebagai pemilik perusahaan, mempunyai beberapa hak, yaitu hak kontrol, hak menerima pembagian keuntungan, dan hak preemptive (Jogiyanto, 2000).

Corporate Governance Perception Index

Konsep tata kelola yang baik atau good corporate governance (GCG) sudah lama dikenal di negara-negara maju. Di Indonesia, GCG mulai menjadi perhatian ketika terjadi krisis moneter tahun 1997. Praktisi dan akademia sepakat menyatakan bahwa salah satu penyebab dari krisis tersebut ialah masih rendahnya kesadaran dan pemahaman terhadap prinsip GCG di perusahaan-perusahaan di Indonesia (Laporan CGPI, 2004). Seadangkan Asian Development Bank (ADB) menyimpulkan ada dua penyebab krisis ekonomi di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, yaitu mekanisme pengawasan dewan komisaris dan komite audit dalam perusahaan tidak berfungsi dengan efektif dalam melindungi kepentingan pemegang saham serta pengelolaan perusahaan yang belum professional (Sulistyanto dan Wibisono, 2003). Maka penerapan konsep GCG di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan pemegang saham tanpa mengabaikan kepentingan stakeholders.

 

Ukuran Perusahaan

Ukuran perusahaan adalah suatu skala dimana dapat diklasifikasikan besar kecilnya perusahaan menurut berbagai cara antara lain dengan total aktiva, log size, nilai pasar saham, dan lain-lain (www.indoskrip.com). Ukuran perusahaan dibagi 3, yaitu perusahaan besar (large firm), perusahaan menengah (medium firm), perusahaan kecil (small firm). Sudarmadji dan Sularto (2007) menyatakan bahwa ukuran perusahaan dapat diukur dengan proksi total aktiva, penjualan, dan kapitalisasi pasar. Semakin besar total aktiva, penjualan, dan kapitalisasi pasar maka semakin besar pula ukuran perusahaan itu, demikian sebaliknya. Variabel-variabel tersebut mewakili seberapa besar perusahaan.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode analisis statistik regresi linier berganda (multiple regression).

Ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural rata-rata total aktiva.

Kualitas akrual diperoleh dari nilai absolute residual persamaan regresi yang dimodifikasi dari persamaaan yang dibangun Francis et al. (2005) dan Liu dan Emma (2006).

Penelitian ini memasukkan nilai absolute atas current accruals sebagai variable kontrol.

 

E. Kesimpulan

Cash flow from operations tahun t+1 dan perubahan revenues berpengaruh positif terhadap current accruals. Hal ini berarti kenaikan cash flow from operations tahun t+1 dan perubahan revenues perusahaan akan menyebabkan kenaikan current accruals.

Kepemilikan institusional berpengaruh positif terhadap kualitas akrual perusahaan, berarti hipotesis pertama diterima. Kenaikan kepemilikan institusional dalam perusahaan akan menyebabkan kenaikan kualitas akrual.

Corporate governance perception index ditemukan tidak berpengaruh terhadap kualitas akrual, berarti hipotesis kedua ditolak.

Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap kualitas akrual perusahaan, berarti hipotesis ketiga diterima. Hal ini berarti semakin besar ukuran perusahaan, kualitas akrual akan meningkat.

Nilai absolute atas current accruals berpengaruh positif terhadap kualitas akrual perusahaan. Hal ini berarti kenaikan nilai absolute atas current accruals perusahaan akan menyebabkan kenaikan kualitas akrual.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Kepemilikan Institusional, Corporate Governance Perception Index, Dan Ukuran
  2. Evaluasi Penentuan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Job Order Costing Pada Perusahaan
  3. Analisa Pengaruh Kepemilikan Manajerial Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Kebijakan Pengaruh Kepemilikan Institusional, Likuiditas Aset Dan Tangibility Terhadap Struktur Modal Perusahaan Manufaktur Dalam Bidang Food And Baverage Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2005-2007 Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Kontrol
  4. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Ukuran Dewan Komisaris, Kepemilikan Institusional
  5. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Stock Split Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia