Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Pengaruh DAK & PAD trhdp Belanja Daerah

Judul Tesis: Pengaruh Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah Bidang Pendidikan pada Kabupaten/Kota di Sulawesi

 

A. Latar Belakang

Daerah penerima DAK wajib menyediakan dana pendamping dalam APBD minimal 10% dari DAK yang diterima. Pengecualian dapat diberikan kepada daerah dengan kemampuan fiskal rendah. Selain itu, daerah juga diwajibkan menyediakan 3% dari nilai DAK yang diterima untuk biaya umum yang diambil dari sumber penerimaan lainnya. DAK dipakai untuk menutup kesenjangan pelayanan publik antardaerah dengan prioritas pada bidang kegiatan pendidikan, kesehatan, infrastruktur, kelautan dan perikanan, pertanian, prasarana pemerintahan daerah, dan lingkungan hidup.

Selain dana perimbangan tersebut pemda juga memiliki pendanaan sendiri berupa PAD, pinjaman daerah maupun penerimaan lain – lain penerimaan daerah yang sah. Kebijakan penggunaan dana tersebut diserahkan ke pemda. Seharusnya sumber pendanaan tersebut digunakan secara efektif dan efisien oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat serta dilakukan secara transparan dan akuntabel.

 

B. Rumusan Masalah Tesis

  1. Apakah ada pengaruh Dana Alokasi Khusus dan Pendapatan Asli Daerah terhadap Belanja daerah Bidang pendidikan Kabupaten / Kota di Sulawesi?
  2. Apakah terjadi flypaper effect pada pengaruh DAK tahun sebelumnya dan PAD tahun sebelumnya terhadap prediksi belanja daerah bidang pendidikan tahun berjalan pada kabupaten / kota di Sulawesi?.

 

C. Landasan Teori

Belanja Daerah Bidang Pendidikan

Belanja Daerah adalah semua pengeluaran pemerintah daerah pada suatu periode Anggaran. (Abdul Halim, 2002). Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah terdiri dari tiga komponen utama, yaitu unsur penerimaan, belanja rutin dan belanja pembangunan. Ketiga komponen itu meskipun disusun hampir secara bersamaan, akan tetapi proses penyusunannya berada di lembaga yang berbeda. Proses penyusunan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara keseluruhan berada di tangan Sekretraris Daerah yang bertanggung jawab mengkoordinasikan seluruh kegiatan penyusunan APBD. Sedangkan proses penyusunan belanja rutin disusun oleh Bagian Keuangan Pemda, proses penyusunan penerimaan dilakukan oleh Dinas Pendapatan Daerah dan proses penyusunan belanja pembangunan disusun oleh Bappeda (Bagian Penyusunan Program dan Bagian Keuangan).

 

Dana Alokasi Khusus (DAK)

Dana alokasi khusus adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai tujuan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional. Menurut UU No. 25 Tahun 1999, DAK dapat dialokasikan dari APBN kepada daerah tertentu untuk membiayai kebutuhan khusus dengan memperhatikan tersedianya dana dalam APBN.

Pendapatan Asli Daerah (PAD)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Menurut Halim (2002) Pendapatan Asli Daerah adalah semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah, seperti pajak, retribusi daerah, bagian laba usaha daerah dan lain – lain. Sedangkan diatur dalam UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah, PAD adalah penerimaan yang diperoleh dari sumber – sumber dalam wilayahnya sendiri yang di pungut berdasarkan peraturan daerah sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian hypotheses testing yang bertujuan untuk menguji hipotesis.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kabupaten / Kota yang terdapat di Sulawesi.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling.

Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa Alokasi Khusus (DAK), Pendapatan asli Daerah (PAD) dan Belanja Pendidikan.

Data sekunder pada umumnya berbentuk catatan atau laporan data dokumentasi oleh lembaga tertentu yang dipublikasikan.

 

E. Kesimpulan

Dalam penelitian sebelumnya yang menggunakan variabel penelitian berupa DAU, dan PAD menyimpulkan bahwa DAU dan PAD berpengaruh terhadap belanja daerah dan terjadi flypaper effect. Ketika dihubungkan langsung dengan belanja bidang pendidikan terdapat kesimpulan tidak terjadinya flypaper effect dikarenakan pengaruh PAD lebih besar dibandingkan dengan pengaruh DAU.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa DAK mempunyai pengaruh terhadap belanja daerah bidang pendidikan baik dengan lag maupun tanpa lag. Sedangkan Pendapatan Asli daerah (PAD) tidak berpengaruh terhadap belanja daerah bidang pendidikan di kabupaten / kota di Sulawesi baik dengan lag atau tanpa lag. Baik dengan lag maupun tanpa lag pengaruh DAK lebih besar dibandingkan pengaruh PAD terhadap belanja daerah bidang pendidikan hal ini berarti telah terjadi flypaper effect.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Pembantu Chemical Pada Pt.Kusumahadi Santosa Surakarta
  2. Intellectual Capital Disclosure: Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
  3. Pengaruh Dana Alokasi Khusus (Dak) Dan Pendapatan Asli Daerah (Pad) Terhadap Belanja Daerah Bidang Pendidikan Pada Kabupaten/Kota Di Sulawesi
  4. Hubungan Antara Kinerja Sosial Dan Lingkungan Terhadap Kinerja Keuangan Ukuran Perusahaan
  5. Analisis Pengaruh Roce Dan Cse Terhadap Residual Earnings (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Food And Beverage Di Bei)