Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Penerapan Balanced Scorecard sbg Tolok Ukur Pengukuran Kinerja

Judul Tesis : Penerapan Balanced Scorecard Sebagai Tolok Ukur Pengukuran Kinerja pada Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro Lampung

 

A. Latar Belakang

Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetitif, manajemen perusahaan yang baik merupakan faktor penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Oleh karena itu perusahaan memerlukan sistem manajemen yang didesain sesuai dengan tuntutan lingkungan usahanya, karena dengan menggunakan sistem manajemen yang sesuai dengan tuntutan lingkungan usaha maka perusahaan akan mampu bersaing dan berkembang dengan baik.

Pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang amat penting bagi sebuah perusahaan. Pengukuran tersebut, dapat digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan serta sebagai dasar penyusunan imbalan dalam perusahaan. Selama ini pengukuran kinerja secara tradisional hanya menitikberatkan pada sisi keuangan. Manajer yang berhasil mencapai tingkat keuntungan yang tinggi akan dinilai berhasil dan memperoleh imbalan yang baik dari perusahaan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kinerja manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro diukur dengan menggunakan Balanced Scorecard ?
  2. Bagaimana sistem pengukuran kinerja yang selama ini diterapkan pada Rumah Sakit Umum Daerah Jenderal Ahmad Yani Kota Metro ?
  3. Kendala-kendala dan manfaat apa yang dihadapi dalam penggunaan Balanced Scorecard ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pengukuran Kinerja

Kinerja merupakan suatu istilah umum yang digunakan untuk sebagian atau seluruh tindakan atau aktivitas dari suatu organisasi pada suatu periode, seiring dengan referensi pada sejumlah standar seperti biaya-biaya masa lalu atau yang diproyeksikan, suatu dasar efisiensi, pertanggung jawaban atau akuntabilitas manajemen dan semacamnya (Fauzi, 1995 : 207). Penilaian kinerja pada dasarnya merupakan kegiatan manusia dalam mencapai tujuan organisasi.

 

Pengertian Balanced Scorecard

Balanced Scorecard menurut Robert S. Kaplan dan David P. Norton (1997 : 7) merupakan suatu metode penilaian yang mencakup empat perspektif untuk mengukur kinerja perusahaan, yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Balanced Scorecard menekankan bahwa pengukuran keuangan dan non keuangan harus merupakan bagian dari informasi bagi seluruh pegawai dari semua tingkatan bagi organisasi. Tujuan dan pengukuran dalam Balanced Scorecard bukan hanya penggabungan dari ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan yang ada, melainkan merupakan hasil dari suatu proses atas bawah (top-down) berdasarkan misi dan strategi dari suatu unit usaha, misi dan strategi tersebut harus diterjemahkan dalam tujuan dan pengukuran yang lebih nyata (Teuku Mirza, 1997 : 14).

Perspektif Keuangan

Dalam Balanced Scorecard kinerja keuangan tetap menjadi perhatian, karena ukuran keuangan merupakan suatu ikhtisar dan konsekuensi ekonomi yang terjadi yang disebabkan oleh keputusan dan ekonomi yang diambil (Teuku Mirza, 1997 : 15).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, yang bertujuan melihat kinerja RSUD Jendral Ahmad Yani pada kurun waktu 2006-2007. Untuk data primer, dilakukan wawancara kepada pegawai rumah sakit.

Data sekunder diambil dari laporan keuangan dan protap rumah sakit.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kinerja pada perspektif keuangan , belum dapat diukur dengan baik dan sempurna, Rumah sakit masih menggunakan pencatatan cash basis accounting, sehingga peneliti tidak dapat melakukan analisa rasio-rasio keuangan yang dinilai melalui instrument laporan keuangan dari laporan laba rugi.

Kinerja pada perspektif Pelanggan secara umum sudah sesuai dengan apa yang diharapkan, Hal ini dapat dilihat dari pemberian kebijakan-kebijakan tertentu pada pasien miskin atau tidak mampu, dengan penggunan kartu ASKIN untuk melakukan pengobatan dan penggunaan ASKES untuk PNS. Pada perspektif proses bisnis internal diperoleh gambaran bahwa RSUD Ahmad Yani Kota Metro selalu berusaha untuk menangkap kemauan pasar melalui inovasi-inovasi yang akan dan sedang dijalankan.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil penelitian kinerja di RSUD Ahmad Yani Kota Metro, menunjukkan bahwa instrument kinerja yang ada dalam Balanced Scorecard dapat diterapkan di rumah sakit, khususnya pada rmah sakit pemerintah. Untuk sampai pada proses perencanaan strategi yang komprehensif diperlukan beberapa tahapan dan proses yang tidak cepat.
  2. Hasil analisis kinerja yang dinilai pada keempat perspektif melalui pendekatan konsep Balanced Scorecard di RSUD Ahmad Yani Kota Metro pada tahun 2006-2007 menunjukkan bahwa beberapa perspektif menunjukkan kinerja yang baik, hal tersebut terlihat dari hasil yang telah dicapai oleh perspektif tersebut.
  3. Penilaian kinerja pada perspektif keuangan , belum dapat diukur dengan baik dan sempurna, Rumah sakit masih menggunakan pencatatan cash basis accounting, sehingga peneliti tidak dapat melakukan analisa rasio-rasio keuangan yang dinilai melalui instrument laporan keuangan dari laporan laba rugi. Adapun data keuangan yang dapat dinilai adalah hanya tingkat pertumbuhan pendapatan selama 2 tahun dari 2006- 2007 dan Cost Recovery Rate yang menunjukkan nilai yang kurang baik, dikarenakan adanya penurunan penerimaan dari tahun 2006 ke 2007.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Supermarket Asia Makmur Boyolali
  2. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
  3. Evaluasi Ketepatan Penentuan Tarif Sewa Bed Per Hari Pada Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo
  4. Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan pada Perusahaan
  5. Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Nilai Kurs Rupiah, Suku Bunga SBI dan Cadangan Devisa