Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Pemahaman Staff & Mahasiswa Akuntansi trhdp Standar Akuntansi

Judul Tesis : Pemahaman Staff Instansi Daerah dan Mahasiswa Akuntansi terhadap Standar Akuntansi

 

A. Latar Belakang

Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2005, menggunakan basis kas menuju akrual (cash towards accrual). Basis ini mengharuskan penyajian aset, kewajiban, dan ekuitas dengan basis akrual sedangkan pendapatan, belanja, dan pembiayaan menggunakan basis kas. Aset, kewajiban, dan ekuitas merupakan unsur neraca sedangkan pendapatan, belanja, dan pembiayaan merupakan unsur laporan realisasi anggaran.

Dengan kata lain, neraca disajikan dengan basis akrual dan Laporan Realisasi Anggaran disajikan dengan basis kas. Beberapa penelitian mengenai akuntansi sektor publik telah banyak dilakukan. Namun penelitian mengenai Standar Akuntansi Pemerintah baru dimulai sejak dikeluarkan PP no. 24 tahun 2005. Sulastri (2006) dalam penelitiannya melakukan penelitian mengenai tingkat pemahaman mahasiswa akuntansi PTN dan PTS terhadap standar akuntansi pemerintahan. Kemudian Dwijayanti (2007) melakukan penelitian dengan melakukan evaluasi terhadap implementasi PP no.24 tahun 2005 di Kabupaten Temanggung khususnya implementasi terhadap PSAP 01, PSAP 02, PSAP 03, PSAP 04.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah mahasiswa akuntansi memiliki pemahaman standar akuntansi pemerintahan sesuai yang tercantum dalam PP no. 24 tahun 2005?
  2. Apakah staff instansi pemerintah daerah sub bagian akuntansi dan keuangan memiliki pemahaman standar akuntansi pemerintahan sesuai yang tercantum dalam PP no. 24 tahun 2005?
  3. Apakah terdapat perbedaan pemahaman antara mahasiswa akuntansi dengan staff instansi pemerintah daerah sub bagian akuntansi dan keuangan terhadap standar akuntansi pemerintahan sesuai yang tercantum dalam PP no. 24 tahun 2005?

 

C. Landasan Teori

Pemahaman

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995), pemahaman adalah mengerti benar (akan) suatu atau tahu benar (akan) suatu hal. Sedangkan menurut Bloom dalam Winkle (1991) dalam Sulastri (2006) pemahaman merupakan bagian dari ranah kognitif yang merupakan sasaran evaluasi hasil belajar, mencakup kemampuan untuk menangkap makna dan arti dari bahan yang dipelajari. Adanya kemampuan ini dinyatakan dalam menguraikan isi pokok sebuah bacaan.

Pengertian Akuntansi

Akuntansi diartikan sebagai proses mengidentifikasi, mengukur, dan menyampaikan informasi keuangan entitas ekonomi, sebagai bahan informasi dalam hal pertimbangan pengambilan kesimpulan oleh para pemakai.

Akuntansi keuangan

Akuntansi Keuangan merupakan proses yang berakhir pada pembuatan laporan keuangan menyangkut perusahaan secara keseluruhan untuk digunakan baik oleh pihak-pihak internal maupun pihak eksternal. Pemakai laporan keuangan ini meliputi investor, kreditor, manajer, serikat pekerja, dan badan-badan pemerintah.

 

D. Metode Penelitian

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey lapangan (field research).

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif.

Populasi dalam penelitian ini adalah staff instansi Pemerintah Kabupaten Banyumas dan mahasiswa PTN dan PTS di Surakarta.

Dalam analisa data penulis menggunakan bantuan SPSS v16 for windows.

 

E. Kesimpulan

  1. Setelah dilakukan analisis terhadap masing – masing PSAP kemudian dilakukan analisis gabungan, hasilnya adalah pemahaman aparat pemerintah terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan adalah 78,08%, sedangkan pemahaman mahasiswa akuntansi terhadap Standar Akuntansi Pemerintahan adalah 72,69%.
  2. Setelah dilakukan uji independent samples T test untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan antara aparat pemerintah dan mahasiswa akuntansi dalam memahami Standar Akuntansi Pemerintahan, hasilnya adalah terdapat perbedaan antara aparat pemerintah dan mahasiswa akuntansi dalam memahami Standar Akuntansi Pemerintahan.
  3. Hasil penelitian ini sejalan dengan pendapat Kustono dalam Sulastri (2006) yang berhasil membuktikan dari hasil penelitiannya bahwa perbedaan institusi berpengaruh terhadap persepsi dosen akuntansi terhadap kesetaraan PABU dan SAK. Kesimpulan dari kedua penelitian tersebut adalah perbedaan institusi juga mempengaruhi pemahaman individu dalam menyerap informasi serta melakukan observasi terhadap suatu hal.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Kebijakan Hutang, Kebijakan Investasi, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003-2007
  2. Evaluasi Sistem Pengendalian Persediaan Material Pada Pt. Pln (Persero) Area Pelayanan Dan Jaringan Surakarta
  3. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Penerimaan Kas Dari Rawat Inap Pada Puskesmas Sambirejo
  4. Pemahaman Staff Instansi Daerah Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Standar Akuntansi
  5. Analisis Penggunaan Z-Score Altman Untuk Menilai Potensi Kebangkrutan Perusahaan