Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Minat Mahasiswa Akuntansi dlm Mengikuti PPA Ditinjau dr Gender dan Status

Judul Akutansi: Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) Ditinjau dari Gender dan Status Akreditasi Program Studi

 

A. Latar Belakang

Pendidikan Profesi Akuntansi tersebut dapat diselenggarakan baik oleh Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta melalui beberapa syarat yang ditetapkan oleh IAI (Ikatan Akuntan Indonesia). Antara lain; (1) Perguruan Tinggi penyelenggara harus telah mengikuti kurikulum sesuai standar ketetapan IAI dimana standar kurikulum tersebut sudah tercantum di borang, (2) Perguruan Tinggi penyelenggara telah lolos seleksi kesiapan infrastruktur dan rasio staf pengajar dengan mahasiswa yang memadai, (3) Telah ditentukan oleh sidang Panitia Ahli (Winarno, 1998). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa kondisi di atas membuka peluang bagi mahasiswa untuk menentukan pilihan antara melanjutkan ke jenjang PPA (Pendidikan Profesi Akuntansi) atau sebaliknya. Keadaan ini tergantung pada ada dan tidaknya minat mahasiswa untuk mengikuti PPA.

Minat setiap mahasiswa akuntansi mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) tidak sama. Perbedaan itu tergantung pada jenis motivasi yang mendasari minat tersebut. Jenis motivasi yang dimiliki mahasiswa akan sesuai dengan besarnya dorongan mengikuti PPA. Ada beberapa jenis motivasi antara lain; motivasi mengejar kualitas sebagai akuntan profesional, motivasi untuk meningkatkan jenjang karir dan motivasi ekonomis untuk meningkatkan penghasilan atau status ekonomis (Kurniawati, 2003). Minat mengikuti PPA yang didasari oleh motivasi peningkatan karir, akan memberi dorongan mengikuti PPA yang bertujuan meningkatkan jenjang karir sebagai akuntan profesional dan minat mengikuti PPA yang didasari karena motivasi kualitas akan memberi dorongan mengikuti PPA untuk meningkatkan kualitasnya untuk menjadi seorang akuntan. Sedangkan minat mengikuti PPA yang didasari oleh motivasi ekonomi akan memberikan dorongan mengikuti PPA dengan tujuan untuk meningkatkan pendapatannya setelah mendapatkan gelar akuntan (Santrock dalam Wahab R. Dan Solehuddin, 1999: 290).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) ditinjau dari gender ?
  2. Apakah ada perbedaan minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) ditinjau dari status akreditasi Program Studi?
  3. Apakah ada perbedaan minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA) ditinjau dari gender dan status akreditasi Program Studi?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Minat mengikuti PPA

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa minat adalah kondisi yang menimbulkan perasaan senang karena ada ketertarikan, partisipasi, pengetahuan, dan bukan karena paksaan, serta mempunyai tujuan yang terarah dalam bentuk kegiatan ataupun pengalaman. Oleh karena minat dapat menimbulkan perasaan senang, ketertarikan dan sesuai dengan tujuan, maka orang cenderung mengulang kondisi seperti itu. Keadaan seperti ini apabila dilakukan secara berulang, menimbulkan minat yang semakin besar seseorang terhadap sesuatu objek. Jadi dari beberapa teori mengenai minat di atas, dapat disimpulkan bahwa minat mengikuti PPA adalah keinginan yang timbul karena adanya ketertarikan, partisipasi, pengetahuan, dan bukan karena paksaan serta mempunyai tujuan tertentu dalam mengikuti PPA yang akan menimbulkan motivasi untuk meraihnya.

Pendidikan Profesi Akuntansi

Kurikulum pendidikan akuntansi Indonesia yang diatur dalam Undang- Undang No. 34/1954 memberikan diskriminasi gelar akuntan bagi lulusan mahasiswa S1 akuntansi. Lulusan mahasiswa akuntansi Perguruan Tinggi Negeri (Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada dan Universitas Sumatra Utara) dapat secara otomatis memperoleh gelar akuntan setelah menyelesaikan pendidikan S1. Sedangkan Perguruan Tinggi Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri lainnya masih harus menyelesaikan Ujian Negara Akuntansi (UNA) terlebih dahulu. Selain itu Perguruan Tinggi yang bersangkutan tersebut harus memperoleh persamaan dari Pemerintah untuk memperoleh hak pemberian gelar akuntan (Machfoedz, 1998).

Akuntan sebagai Profesi

Badan yang bertugas mengembangkan pengetahuan teknis dan standar, proses pemberian lisensi dan ujian sertifikasi, asosiasi profesional dan kode etik profesi merupakan hasil dan bukti dari upaya-upaya yang telah dilakukan, sehingga menjadi bagian dari struktur profesional yang dimiliki oleh akuntansi dan akuntan (Abdullah dan Selamat, 2002).

 

 

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain survey.

Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode non-probability sampling yang berupa purposive sampling.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa jurusan akuntansi semester akhir dari Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Solo, Yogyakarta dan Semarang.

Sampel dari penelitian ini adalah mahasiswa jurusan akuntansi semester akhir di UNS, UMS, UGM, UPN, UMY, UNDIP, UNISRI, UNIBA, dan AUB.

 

E. Kesimpulan

  1. Hipotesis pertama yang menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti PPA ditinjau dari gender didukung dalam penelitian ini. Hal ini kemungkinan dikarenakan bahwa isu diskriminasi perbedaan gender yang sudah lama berkembang tidak lagi bisa memberikan batasan yang signifikan dalam aktifitas perempuan. Hal tersebut dibuktikan dalam penelitian ini bahwa besarnya minat mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi antara mahasiswa akuntansi laki-laki dan perempuan tidak berbeda secara signifikan.
  2. Hipotesis kedua menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti PPA ditinjau dari status akreditasi program studi. Dalam penelitian ini, hipotesis tersebut tidak didukung. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan minat mahasiswa akuntansi mengikuti PPA pada Perguruan Tinggi yang mempunyai program studi akuntansi berakreditasi C.
  3. Hipotesis ketiga menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan minat mahasiswa akuntansi dalam mengikuti PPA ditinjau dari gender dan status akreditasi program studi. Hasil penelitian ini tidak memberikan dukungan terhadap hipotesis tersebut. Dalam pengujian yang dilakukan juga diperoleh kesimpulan bahwa minat yang paling besar dalam mengikuti PPA adalah responden laki-laki dengan status akreditasi program studi A, disusul berturut-turut responden perempuan dengan akreditasi program studi B, responden perempuan dengan status akreditasi program studi A, responden laki-laki dengan status akreditasi program studi B, responden laki-laki dengan status akreditasi program studi C dan yang memiliki minat terendah dalam mengikuti PPA adalah responden perempuan dengan status akreditasi program studi C.

Contoh Tesis Akutansi

  1. Persepsi Akuntan Pendidik Dan Akuntan Publik Terhadap Kualitas Akuntan Menghadapi Tuntutan Profesionalisme Di Era Globalisasi
  2. Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA)
  3. Manfaat Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba pada Perusahaan yang Go Publik Di Bursa Efek Jakarta
  4. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern pada Pembelian Bahan Baku Cv. Suka Lentera Abadi
  5. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas

 

Incoming search terms: