Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Intellectual Capital Disclosure: Studi Empiris pd Perusahaan di BEI

Judul Tesis : Intellectual Capital Disclosure: Studi Empiris pada Perusahaan-Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

 

A. Latar Belakang

Menurut Cerbioni dan Parbonetti (2007), intellectual capital disclosure merupakan bagian dari voluntary disclosure. Beberapa bentuk intellectual capital disclosure merupakan informasi yang bernilai bagi investor, yang dapat membantu mereka mengurangi ketidakpastian mengenai prospek ke depan dan memfasilitasi ketepatan penilaian terhadap perusahaan (Bukh, 2003). Intellectual capital disclosure juga dapat menunjukkan kinerja keuangan yang lebih baik (Saleh et al., 2007). Penelitian Keenan dan Aggestam (2001) juga membuktikan bahwa tanggung jawab prudent investment atas intellectual capital tergantung pada tujuan dan karakteristik perusahaan, dan terletak pada corporate governance.

Implementasi intellectual capital merupakan sesuatu yang masih baru, bukan saja di Indonesia tetapi juga di lingkungan bisnis global (Sawarjuwono dan Kadir, 2003). Penelitian tentang praktik intellectual capital disclosure dan pengaruh dari karakteristik perusahaan terhadap praktik intellectual capital disclosure dalam annual report perusahaan publik menarik dilakukan dalam konteks Indonesia (Purnomosidhi, 2006) karena beberapa alasan.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah karakteristik perusahaan, yang terdiri atas ukuran (size) perusahaan, leverage, profitabilitas, dan length of listing on BEI; berpengaruh terhadap intellectual capital disclosure dalam annual report perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

 

C. Landasan Teori

Annual Report dan Pengungkapan

Singhvi dan Desai (1971) menunjukkan bahwa bentuk pengungkapan yang sangat penting adalah melalui laporan tahunan, yang berguna bagi investor dalam hal pengambilan keputusan investasi. Dalam statement bulan Desember 2000, International Accounting Standard Board (IASB) juga mempertimbangkan keutamaan pelaporan naratif sebagai suplemen statement keuangan dalam rangka menyediakan informasi yang berguna bagi user laporan keuangan (Oliveira et al., 2008).

 

Intellectual Capital Disclosure

Istilah intellectual capital pertama kali dikemukakan oleh Galbraith pada tahun 1969, yang menulis surat kepada temannya, Michael Kalecki. Galbraith menulis: “I wonder if you realize how much those of us the world around have owed to the intellectual capital you have provided over the last decades” (Hudson, 1993 dalam Bontis, 2000). Kemudian intellectual capital dijelaskan secara rinci oleh Peter Drucker tahun 1993 dalam bukunya “Post-Capitalist Society” (Bontis, 2000).

 

Karakteristik Perusahaan

Karakteristik menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah ciri-ciri khusus, mempunyai sifat khas (kekhususan) sesuai dengan perwatakan tertentu, yang membedakan sesuatu (orang) dengan sesuatu yang lain (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2002). Karakteristik perusahaan merupakan ciri-ciri khusus yang melekat pada perusahaan, menandai sebuah perusahaan dan membedakannya dengan perusahaan lain. Karakteristik perusahaan dapat berupa ukuran perusahaan (size), jumlah pemegang saham, status pendaftaran perusahaan di pasar modal, auditor, rate of return, earning margin, leverage, rasio likuiditas, basis perusahaan, rencana penerbitan sekuritas pada tahun berikutnya, jenis industri, profile, dan karakteristik lainnya (Marwata, 2001).

 

D. Metode Penelitian Tesis

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 80 perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun 2007.

Sampel ini dipilih dengan menggunakan metode porpotional purposive sampling. Intellectual capital disclosure diukur menggunakan disclosure score dan sebanyak 4 hipotesis diuji dalam penelitian ini menggunakan analisis multiple regression.

 

E. Kesimpulan

Model analisis yang digunakan dapat menjelaskan sebesar 34 % tingkat keluasan intellectual capital disclosure, sedangkan sisanya dijelaskan oleh variabel lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa item intellectual capital yang paling banyak diungkapkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia adalah management process. Sedangkan variabel independen yang mepengaruhi keluasan intellectual capital disclosure berupa ukuran (size) perusahaan dan tingkat profitabilitas perusahaan. Pengaruh asset sebagai variabel yang dapat mempengaruhi keluasan pengungkapan informasi intellectual capital ditunjukkan dengan hasil analiasis multiple regression, dan juga didukung oleh hasil uji beda t-test yang menunjukkan bahwa asset merupakan salah satu faktor yang dapat memprediksi adanya intellectual capital disclosure di dalam annual report perusahaan. Sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Bozzolan et al., (2003), Garcia-Meca et al., (2005), dan Oliveira et al., (2008) yang menunjukkan bahwa ukuran perusahaan secara positif berpengaruh signifikan terhadap keluasan pengungkapan. Hasil yang sama berlaku juga dalam hal hubungan positif yang signifikan antara tingkat profitabilitas perusahaan dengan keluasan pengungkapan (Ullmann, 1985; Haniffa dan Cooke, 2005). Teori yang mendukung hasil penelitian ini adalah political cost theory dan signalling theory. Tingkat kesadaran perusahaan dalam mengungkapkan informasi mengenai intellectual capital di Indonesia ternyata masih rendah. Rata-rata hanya sebanyak 35% dari total 25 item intellectual capital yang diungkapkan oleh perusahaan. Hal ini disebabkan oleh masih minimnya kesadaran perusahaan-perusahaan di Indonesia, akan pentingnya intellectual capital dalam menciptakan dan mempertahankan keuntungan kompetitif; dan shareholder value. Padahal hasil survey global menunjukkan bahwa intellectual capital merupakan tipe informasi yang paling banyak dipertimbangkan oleh investor. Namun, pada kenyataannya tidak diungkapkan oleh manajer, hal ini menyebabkan terjadinya “information gap” (Bozzolan.et al., 2003).

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Bahan Pembantu Chemical pada PT.Kusumahadi Santosa Surakarta
  2. Intellectual Capital Disclosure: Studi Empiris Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
  3. Pengaruh Dana Alokasi Khusus (DAK) Dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Belanja Daerah Bidang Pendidikan pada Kabupaten/Kota Di Sulawesi
  4. Hubungan Antara Kinerja Sosial  dan Lingkungan terhadap Kinerja Keuangan Ukuran Perusahaan
  5. Analisis Pengaruh Roce dan CSE terhadap Residual Earnings (Studi Kasus Pada Perusahaan Manufaktur Food And Beverage di BEI)

 

Incoming search terms: