Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Evaluasi Sistem Pengendalian Intern pd Pembelian Bahan Baku

Judul Tesis: Evaluasi Sistem Pengendalian Intern pada Pembelian Bahan Baku Cv. Suka Lentera Abadi Banyudono Boyolali

 

A. Sejarah Berdirinya Perusahaan

Suka Lentera Abadi merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam industri meubel dengan produk berupa indoor furniture. Industri tersebut berawal dari usaha yang dirintis bersama oleh keluarga Bp.Joko Suharyono, yaitu usaha pengolahan (penggergajian) kayu yang berkembang dan dapat memasok kayu gergajian ke berbagai daerah di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY. Dengan berkembangnya usaha yang mereka rintis, maka sekitar pertengahan tahun 1993 usaha penggergajian kayu tersebut berkembang menjadi industri kerajinan sangkar dengan ornamen berupa tokoh-tokoh pewayangan, bahkan industri tersebut terkenal sebagai produsen sangkar burung di daerah Jawa.

Seiring dengan pesatnya perkembangan industri meubel di Indonesia khususnya Jawa Tengah, maka pada tahun 1995 industri kerajinan sangkar tersebut dikembangkan menjadi industri meubel dengan nama CV. Suka Lentera Abadi dengan akte pendirian No.II/2002 (pembaharuan), Notaris Andriati Bintarsih,SH. Untuk melengkapi ketentuan sebagai perusahaan ekspor, CV. Suka Lentera Abadi telah melengkapi persyaratan berupa IUI (Ijin Usaha Industri) dan SIUP yang diterbitkan oleh Departemen Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Depperindagkop) Kabupaten Boyolali No.107/11.32/2.2/II/2003 dan SIUP No.000151/11.32/2.2/II/2003.

 

B. Struktur Organisasi

  1. Suka Lentera Abadi mempunyai struktur organisasi yang sederhana yaitu pimpinan perusahaan dipegang oleh direktur dan dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh lima manajer yaitu manajer produksi, manajer mutu, manajer pemasaran, manajer keuangan dan manajer rumah tangga.

 

C. Landasan Teori

Pengertian Sistem dan Prosedur

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai sistem pembelian bahan baku pada CV. Suka Lentera Abadi perlu diketahui terlebih dahulu pengertian sistem dan prosedur. Pengertian sistem dan prosedur menurut beberapa pakar ekonomi yaitu :

Menurut Mulyadi (1997)

  • Sistem adalah jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
  • Prosedur adalah suatu kegiatan klerikal, biasanya melibatkan beberapa orang dalam satu departemen atau lebih yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam dari transaksi perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

Sistem Pembelian

Sistem pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengadaan barang yang diperlukan perusahaan. Transaksi pembelian dapat digolongkan menjadi dua yaitu pembelian lokal dan pembelian impor.

Definisi sistem pengendalian intern

Definisi sistem pengendalian intern menurut Mulyadi (1997) yaitu : Sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode, dan ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

 

D. Kesimpulan

  1. Struktur organisasi pada perusahaan ini telah memisahkan tanggung jawab antara fungsi yang satu dengan fungsi yang lain, namun masih terdapat perangkapan fungsi yang dilakukan oleh satu bagian yaitu fungsi penerimaan dengan fungsi penyimpanan yang dilakukan oleh bagian gudang.
  2. Setiap transaksi dilakukan atas dasar otorisasi dari pejabat yang berwenang untuk menyetujui terjadinya transaksi tersebut.
  3. Setiap penerimaan barang didasarkan pada dokumen yang telah diotorisasi. Dalam perusahaan ini belum digunakannya formulir bernomor urut tercetak yang menyebabkan penggunaannya kurang dapat dipertanggung jawabkan oleh fungsi yang berkaitan.

 

E. Saran

  1. Sebaiknya antara fungsi penerimaan dan fungsi penyimpanan dipisahkan dan dilakukan oleh fungsi yang berbeda. Hal ini perlu dilakukan karena frekuensi penerimaan bahan baku yang terjadi dalam perusahaan cukup tinggi yaitu sekitar 5 – 8 kali sebulan. Pemisahan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi adanya kecurangan yang mungkin dilakukan oleh bagian gudang dengan memanipulasi data mengenai persediaan bahan baku yang ada di gudang.
  2. Sebaiknya penggunaan formulir bernomor urut tercetak dilakukan terhadap dokumen-dokumen seperti purchase order, surat permintaan pemenuhan bahan baku, dan laporan penerimaan barang. Hal ini dilakukan agar penggunaan dokumen tersebut dapat dipertanggung jawabkan oleh fungsi yang berwenang menggunakannya. Untuk penggunaan formulir bernomor urut tercetak, penulir memberikan usulan format formulir bernomor urut tercetak khususnya surat permintaan pemenuhan bahan baku, purchase order, dan laporan penerimaan barang.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Persepsi Akuntan Pendidik Dan Akuntan Publik Terhadap Kualitas Akuntan Menghadapi Tuntutan Profesionalisme Di Era Globalisasi
  2. Minat Mahasiswa Akuntansi dalam Mengikuti Pendidikan Profesi Akuntansi (PPA)
  3. Manfaat Rasio Keuangan dalam Memprediksi Perubahan Laba pada Perusahaan yang Go Publik Di Bursa Efek Jakarta
  4. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern pada Pembelian Bahan Baku Cv. Suka Lentera Abadi
  5. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas