Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Analisis Varians Pendapatan Rawat Inap pada RSUD Dr. Moewar

Judul Tesis : Analisis Varians Pendapatan Rawat Inap pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewar di Tahun Anggaran 2002-2004

 

A. Latar Belakang

Upaya yang tepat dalam mencegah terjadinya kegagalan dalam pelaksanaan kegiatan dengan menyusun sistem perencanaan, koordinasi, dan pengawasan yang memadai bagi perusahaan tersebut. Alat yang dapat digunakan sebagai perencanaan, koordinasi, dan pengawasan dari seluruh aktivitas perusahaan adalah anggaran. Dengan mempergunakan anggaran, perusahaan akan dapat menyusun perencanaan dengan lebih baik, dapat mengkoordinasikan kegiatan yang akan dilaksanakan serta dapat mengawasi pelaksanaan kegiatan dalam perusahaan yang bersangkutan. Anggaran merupakan penentuan terlebih dahulu tentang kegiatan perusahaan di waktu yang akan datang yang dinyatakan dalam unit moneter.

Untuk mengetahui apakah target anggaran telah tercapai atau belum maka perlu untuk melakukan suatu analisis terhadap pelaksanaan anggaran. Alat analisis yang dapat digunakan yaitu analisis varians. Analisis varians ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan anggaran dengan realisasinya. Apabila realisasi pendapatan yang diperoleh lebih besar dari anggaran yang berarti bahwa target yang telah dibuat telah tercapai (terjadi penyimpangan yang bersifat menguntungkan (favorable). Namun apabila realisasi pendapatan yang lebih kecil dari anggaran yang telah dibuat, hal itu berarti bahwa target tidak tercapai (terjadi penyimpangan yang bersifat merugikan (unfavorable)). Selain itu dapat juga untuk mencari penyebab terjadinya penyimpangan tersebut, apakah dikarenakan oleh volume (unit) yang tidak sesuai dengan anggaran yang biasa disebut varians volume, atau dikarenakan oleh harga/tarif per unit yang tidak sama dengan anggaran yang biasa disebut varians harga.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah target yang telah ditetapkan dalam anggaran pada tahun tersebut telah tercapai atau tidak?
  2. Berapa besar terjadi selisih yang menguntungkan atau merugikan pada pendapatan rawat inap?
  3. Apakah penyebab terjadinya selisih karena varians volume atau varians harga yang menguntungkan atau merugikan pada pendapatan rawat inap?

 

C. Landasan Teori

Definisi Anggaran

Menurut Nafarin (2000 : 9) Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu. Berdasarkan berbagai definisi dari para ahli diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam unit (kesatuan) moneter yang berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang dan disusun secara sistematis daripada pelaksanaan tanggungjawab manajemen didalam perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

 

Prosedur Penyusunan Anggaran pada RSUD Dr. Moewardi

Penyusunan anggaran tidak hanya terbatas pada perusahaan yang bertujuan utamanya mencari laba, melainkanorganisasi pemerintah dan nirlaba juga menyusun anggaran dalam kegiatannya. Dasar penyusunan anggaran yang digunakan pada perusahaan yang berorientasi pada laba biasanya memakai anggaran statis (anggaran tetap) atau anggaran fleksibel (anggaran variabel), sedangkan pada organisasi pemerintah dan nirlaba lazim menggunakan metode incremental. Demikian halnya dengan RSUD Dr. Moewardi metode yang digunakan dalam menyusun anggarannya aadalah metode incremental, yaitu dengan mendasarkan pada realisasi yang terjadi pada tahun yang lalu kemudian digunakan untuk menentukan kebijakan penerimaan tahun yang akan datang apakah persentasenya akan dinaikkan atau akan diturunkan. RSUD Dr. Moewardi tetap konsisten menggunakan metode ini karena hal tersebut memang sudah merupakan ketetapan dari Pemda Propinsi. Tolok ukur yang digunakan oleh RSUD Dr. Moewardi untuk menentukan apakah anggaran penerimaan akan dinaikkan atau diturunkan adalah:

  1. Adanya penambahan pasien kunjungan rawat jalan maupun rawat inap.
  2. Adanya perubahan tarif/penerapan tarif baru.
  3. Adanya perkembangan pola penyakit dari masyarakat.
  4. Adanya tingkat kompetisi dengan rumah sakit lain.

Metode anggaran Incremental

Pada organisasi pemerintah dan nirlaba untuk memudahkan dalam menyusun anggaran lazim menggunakan metode anggaran incremental. Pengertian anggaran incremental menurut Simamora (1994 : 196) adalah metode anggaran yang hanya mempertimbangkan perubahan sumber-sumber daya dari anggaran tahun sebelumnya. Definisi yang hampir sama mengenai anggaran incremental menurut Muljono (1996 : 22) adalah metode yang berdasarkan pengalaman tahun lalu, kemudian diproyeksikan beberapa volume usaha yang akan dicapai pada tahun yang akan datang. Berdasarkan definisi dari para ahli tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa anggaran incremental adalah metode penyusunan anggaran dengan mendasarkan pada realisasi yang terjadi pada tahun lalu kemudian digunakan untuk menentukan anggaran pada periode yang akan datang.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini diadakan di RSUD Dr. Moewardi yang berlokasi di Jln. Kol. Sutarto 132 kompleks Jebres Surakarta.

Sumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

Dalam penelitian ini penulis melakukan pengumpulan data melalui penelitian laporan keuangan.

 

E. Kesimpulan Tesis 

  • Komponen Akomodasi

Tahun Anggaran 2002 berada 8,18% diatas target karena pembelian barang yang diperlukan untuk memenuhi pelayanan gizi/makanan dan kebersihan tersebut diperoleh rumah sakit dari KPRI RSUD Dr. Moewardi dengan harga yang lebih murah, sedangkan tahun anggaran 2003 dan 2004 berada 21,88% dan 24,95% di bawah target. Hal ini karena menurunnya hari perawatan rawat inap karena pola penyakit masyarakat yang relatif tetap sehingga menyebabkan rata-rata kapasitas tempat tidur rendah.

  • Komponen Visite Dokter/Konsul

Selama tiga tahun berturut-turut berada di bawah target yaitu 4,48%, 18,06%, dan 2,797%. Hal ini dikarenakan menurunnya jumlah pasien rawat inap, menurunnya pasien pribadi dari dokter yang dirujuk untuk mendapatkan perawatan di RSUD Dr. Moewardi, dan pasien rawat inap kelas III dengan biaya visite dokter/konsul yang relatif lebih murah.

  • Komponen Tindakan Medis Non Operasi

Selama tiga tahun berturut-turut berada dibawah target yaitu 22,97%, 17,68%, dan 35,04%. Hal ini dipengaruhi oleh tindakan perawatan yang semakin menurun dan pola penyakit masyarakat yang relatif tetap.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Analisis Efektivitas Penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan di Kabupaten Klaten Periode 1998-2002
  2. Analisis Varians Pendapatan Rawat Inap pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewar
  3. Analisis Varians Pendapatan Retribusi Pelayanan Kesehatan Pada RSUD Kabupaten
  4. Reaksi Pasar Terhadap Pengumuman Pergantian Chief Executive Officer (Ceo) Diukur dengan Abnormal Volume
  5. Pengaruh Earnings Management dan Corporate Governance terhadap Nilai Perusahaan