Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Analisis Rasio utk Menilai Kinerja Koperasi Primkopti Klaten

Judul Tesis : Analisis Rasio untuk Menilai Kinerja Koperasi Primkopti Klaten

 

A. Latar Belakang

Primkopti Kabupaten Klaten dibentuk dalam rapat pembentukan pada tanggal 14 Januari 1982. Tanggal tersebut ditetapkan dalam Anggaran Dasar Primkopti sebagai tanggal berdirinya. Primkopti telah terdaftar di kantor Departemen Koperasi Kabupaten Klaten No. 612/KK/11-33/3/VI/1982 tanggal 10 Juni 1982, dan telah mendapatkan Badan Hukum No. 9886a/BH/VI/1985 yang disahkan tanggal 18 Juli 1985.

Rapat pembentukan ini dihadiri oleh calon anggota sebanyak 63 orang dan diadakan dirumah Bapak Darto Mulyono, Dukuh Durenan, Desa Kalangan, Kecamatan Pedan. Karena orang-orang yang mempunyai gagasan para perintis serta pendirinya berasal dari daerah tersebut.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Berapa besar tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas koperasi Primkopti Klaten untuk periode 1999, 2000, dan 2001 ?
  2. Apakah perkembangan kinerja Koperasi Primkopti Klaten untuk periode 1999, 2000, dan 2001 ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Laporan Keuangan

Menurut Riyanto (1995: 327) “Laporan keuangan (financial statement) yang memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansial perusahaan, dimana neraca (balance sheet) mencerminkan nilai aktiva, utang, dan modal sendiri pada saat tertentu dan laporan laba- rugi (income statement) mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama suatu periode tertentu biasanya meliputi 1 tahun”.

Analisis Laporan Keuangan Koperasi

Laporan keuangan sangatlah penting untuk mengetahui posisi keuangan dan perkembangan kinerja suatu usaha, oleh karena itu penulis mencoba melakukan analisis likuiditas, solvabilitas, rentabilitas terhadap laporan keuangan atas neraca dan laporan sisa hasil usaha, untuk mengetahui kinerja usaha yang telah dicapai. Karena kemampuan suatu unit usaha untuk mendapatkan laba berhubungan dengan kemampuan koperasi dalam mencapai pemasaran dan kemampuan dalam mendapatkan margin dan kontinuitas yang harus diperhatikan sehubungan dengan aktivitas usahanya.

Analisis rasio pada koperasi

Ada 2 macam  cara perbandingan dalam mengadakan analisis rasio yaitu dengan cara sebagai berikut.

  1. Membandingkan rasio sekarang (present ratio) dengan rasio dari waktu yang lalu (rasio historis), maka dapat diketahui perubahan rasio dari tahun ke tahun.
  2. Membandingkan rasio-rasio koperasi (company ratio) dengan rasio rata-rata, maka akan dapat diketahui kondisi koperasi yang bersangkutan.

 

D. Metode Penelitian

Sejalan dengan masalah tersebut di atas, penelitian ini dilaksanakan dengan metode pengumpulan data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari perusahaan. Hasil analisis membuktikan bahwa kinerja keuangan Primkopti Klaten didasarkan kebutuhan manajemen untuk mempermudah dalam pelaksanaanya tugas dan wewenangnya sesuai dengan kebijaksanaan koperasi Primkopti yang selama ini telah ditetapkan.

 

E. Kesimpulan

  1. Ditinjau dari tingkat likuiditas pada koperasi Primkopti Klaten untuk periode 1999, 2000, dan 2001 dengan berdasar pada rasio current ratio 455,05%, 678,42%, dan 788,67% , acid test ratio yang besarnya 386,2%, 558,31% dan 708,51%, rasio ini mengalami peningkatan karena semakin besar rasio ini, maka makin besar pula tingkat likuiditasnya, dan cash ratio 140,8%, 131,13%, dan 175,8%. Sehingga dapat ditarik kesimpulan secara umum dapat dikatakan koperasi dalam keadaan likuid. Ditinjau dari tingkat solvabilitas pada koperasi Primkopti untuk periode 1999, 2000, dan 2001 dengan berdasar pada rasio total debt to equity ratio dan total debt to total asset yang masing-masing 13,6%, 13,7, 11,3%, 11,19%, 12,06%, dan 10,17% yang berarti bahwa aktiva dan modal yang dimiliki Primkopti Klaten memiliki kemampuan untuk melunasi hutangnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan secara umum dapat dikatakan koperasi dalam keadaan likuid.
  2. Berdasar pada tingkat likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas yang dimiliki koperasi Primkopti Klaten pada periode 1999, 2000 dan 2001 maka dapat ditarik kesimpulan mengenai perkembangan kinerja koperasi selama beberapa periode tersebut seperti dijelaskan sebagai berikut ini.
    1. Pada tahun 2000 kinerja koperasi kurang begitu bagus dan efektif hal itu dapat ditunjukkan beberapa kelemahan atas tingkat likuiditas, misalnya: cash ratio yang tidak baik karena rasionya terlalu kecil.
    2. Pada tahun 2000 kinerja koperasi mengalami perkembangan dan kemajuan, hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya tingkat likuiditas dan solvabilitas, walaupun ada sedikit kelemahan pada tingkat rentabilitas yaitu kenaikan operating ratio sehingga pada tahun 2000 terjadi penurunan SHU bersih yang cukup besar yang diakibatkan menurunnya tingkat penjualan dan kenaikan biaya operasi.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Peningkatan Kontribusi Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah Kota
  2. Analisis Arus Kas Laboratorium Komputer K-Media Tehnik Arsitektur UNS
  3. Evaluasi Anggaran Penjualan Ditinjau dari Berbagai Metode Peramalan Pada Hotel Sahid Raya Solo
  4. Evaluasi Sistem Pemberian Kredit Sampai Penyelesaian Kredit Pada Koperasi Serba Usaha
  5. Pengaruh Ekspektasi Kinerja, Ekspektasi Usaha, Faktor Sosial Dan Kepuasan Pemakai Terhadap Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Komputer Pada Perusahaan Penerbitan Di Surakarta