Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akutansi: Analisis Penggunaan Z-Score Altman utk Menilai Potensi Kebangkrutan

Tesis Akutansi: Analisis Penggunaan Z-Score Altman untuk Menilai Potensi Kebangkrutan Perusahaan

 

A. Latar Belakang

Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan merupakan salah satu sumber informasi mengenai posisi keuangan perusahaan, kinerja serta perubahan posisi keuangan perusahaan, yang sangat berguna untuk mendukung pengambilan keputusan yang tepat. Agar informasi yang tersaji menjadi lebih bermanfaat dalam pengambilan keputusan, data keuangan harus dikonversi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomis. Hal ini ditempuh dengan cara melakukan analisis laporan keuangan. Model yang sering digunakan dalam melakukan analisis tersebut adalah dalam bentuk rasio-rasio keuangan. Foster (1986) menyatakan empat hal yang mendorong analisis laporan keuangan dilakukan dengan model rasio keuangan yaitu:

  1. Untuk membuat data menjadi lebih memenuhi asumsi alat statistik yang digunakan.
  2. Untuk menginvestigasi teori yang terkait dengan dengan rasio keuangan.
  3. Untuk mengkaji hubungan empirik antara rasio keuangan dan estimasi atau prediksi variabel tertentu, seperti kebangkrutan atau financial distress (Luciana & Kristijadi, 2003).

Penelitian mengenai rasio keuangan sebagai prediktor kebangkrutan perusahaan telah banyak dilakukan oleh peneliti terdahulu. Penelitian mengenai potensi kebangkrutan perusahaan dilakukan oleh Altman (1986) telah menemukan ada 5 rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mendeteksi kebangkrutan perusahaan beberapa saat sebelum perusahaan tersebut bangkrut, kelima rasio tersebut terdiri dari : Cash Flow to Total Debt, Net Income to Total Assets, Total Debt to Total Assets, Working Capital to Total Assets, dan Current Ratio. Altman juga menemukan bahwa rasio-rasio tertentu terutama likuiditas dan leverage memberikan sumbangan terbesar dalam rangka mendeteksi dan memprediksi kebangkrutan perusahaan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah metode Z-Score Altman dapat diimplementasikan dalam memprediksi potensi bangkrut atau sehat pada perusahaan manufaktur di BEI?
  2. Apakah terdapat kemungkinan kesalahan klasifikasi model prediksi kebangkrutan pada perusahaan manufaktur di BEI?

 

C. Landasan Teori

Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan ringkasan dari suatu proses pencatatan dan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan inilah yang menjadi bahan informasi bagi para pemakainya sebagai salah satu bahan dalam proses pengambilan keputusan. Disamping sebagai informasi, laporan keuangan juga sebagai pertanggungjawaban atau accountability dan juga dapat menggambarkan indikator kesuksesan suatu perusahaan mencapai tujuannya (Zaki Baridwan, 2000:17).

Pengertian Rasio Keuangan

Analisis keuangan harus mencakup pertimbangan tentang perkembangan strategis dan ekonomis yang harus diikuti perusahaan demi keberhasilan jangka panjangnya. Untuk beberapa situasi daftar rasio keuangan yang lebih rinci mungkin akan berguna dan untuk keputusan lain beberapa rasio saja sudah mencukupi (Weston dan Copeland, 1995).

Potensi Kebangkrutan Usaha

Kemampuan dalam memprediksi kebangkrutan akan memberikan keuntungan banyak pihak, terutama kreditur dan investor. Perusahaan sendiri dalam proses kebangkrutan akan menanggung biaya yang tidak sedikit, oleh karena itu dengan mengetahui indikator kebangkrutan sejak dini akan banyak pihak yang bisa diselamatkan (Farid Harianto & Siswanto Sudomo, 1998:233).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan merupakan studi empiris.

Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan manufaktur di BEI yang dibedakan menjadi dua kelompok yaitu perusahaan yang bangkrut dan perusahaan yang tidak bangkrut.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada periode 2002-2007.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang diambil dari ICMD (Indonesian Capital Market Directory) yang terdapat di pojok BEI.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan studi pustaka.

Model analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif.

 

E. Kesimpulan

  1. Berdasarkan analisis perhitungan altman terhadap seluruh sampel perusahaan manufaktur di BEI, menunjukkan bahwa dari 13 sampel perusahaan yang bangkrut, 10 perusahaan manufaktur (39%) diantaranya masuk kategori bangkrut menurut Score altman, 3 perusahan manufaktur (11%) masuk dalam grey area, sedangkan yang masuk dalam kategori tidak bangkrut menurut perhitungan Altman tidak ada. Untuk 13 sampel perusahaan yang tidak bangkrut, 6 perusahaan manufaktur (23%) diantaranya masuk kategori tidak bangkrut menurut Score altman, 7 perusahaan manufaktur (27%) masuk dalam grey area, sedangkan yang masuk dalam kategori bangkrut menurut perhitungan Altman tidak ada.
  2. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa metode Altman dapat digunakan dalam memprediksi kebangkrutan perusahaan manufaktur di BEI. Hasil uji Score Altman menunjukkan adanya kesalahan klasifikasi model sebesar 0% untuk kesalahan tipe I dan 0% untuk kesalahan tipe II yang muncul dari hasil prediksi kebangkrutan.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Kebijakan Hutang, Kebijakan Investasi, Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Manufaktur Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2003-2007
  2. Evaluasi Sistem Pengendalian Persediaan Material Pada Pt. Pln (Persero) Area Pelayanan Dan Jaringan Surakarta
  3. Evaluasi Sistem Pengendalian Intern Penerimaan Kas Dari Rawat Inap Pada Puskesmas Sambirejo
  4. Pemahaman Staff Instansi Daerah Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Standar Akuntansi
  5. Analisis Penggunaan Z-Score Altman Untuk Menilai Potensi Kebangkrutan Perusahaan