Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akuntansi: Inflasi, Nilai Kurs, Suku Bunga SBI & Cadangan Devisa trhdp Pelarian Modal

Judul Tesis : Analisis Pengaruh Tingkat Inflasi, Nilai Kurs Rupiah, Suku Bunga SBI dan Cadangan Devisa terhadap Pelarian Modal di Indonesia (1986: i – 2004: iv)

 

A. Latar Belakang

Aplikasi dari sebuah proses itu terkadang tidak seadil yang kita kira, bahkan efek yang terjadi sebagai harga yang harus kita bayar untuknya. Namun negara Indonesia yang termasuk negara dunia ketiga, sering dipaksa menelan pil pahit, bahkan timbangan terkadang berat sebelah, globalisasi via pasar bebasnya hanya sebatas masalah yang datang dari negara maju ke negara belum maju. Dewasa ini utang luar negeri (LN) pemerintah (public foreign debt) sudah menjadi salah satu sumber ancaman bagi stabilitas ekonomi makro kita, baik melalui tekanan defisit fiskal, ketimpangan distribusi sosial dalam APBN maupun tekanan atas cadangan devisa. Sayangnya, manajemen utang Indonesia tetap tidak berubah. Keberhasilan meyakinkan kreditor untuk mengucurkan ataupun menjadwal-ulangkan utang seolah-olah menjadi tolok ukur “keberhasilan” tim ekonomi. Tidak ada upaya total untuk mengurangi tingkat utang (debt stock). Padahal, tingkat utang yang terlalu besar adalah pertanda negeri ini mempunyai beban yang berat di masa mendatang (Drajad H. Wibowo, 2002).

Setelah suatu dekade pertumbuhan yang cepat, sistem keuangan internasional dicoba dengan capital flight dan krisis moneter. Keuangan internasional sepanjang tahun 1990-an ketika negara sedang berkembang memindahkan modalnya ke negara lain dengan jumlah yang besar. Peningkatan dana pribadi dalam jangka pendek mengalir dari dana gotongroyong, tunjangan pensiun, dan perusahaan asuransi, meninggalkan bangsabangsa sedang berkembang yang terkemuka, yang sangat tanggap akan kondisi pasar, maka modal mengalir ke luar negeri dalam waktu yang relatif singkat. Di kawasan Asia yang muncul, sebagai contoh, modal yang mengalir di dalam waktu singkat sekitar $ 100 milyar dalam tahun 1996 dan di pertengahan tahun 1997 dana tersebut mengalir keluar dengan tingkat jumlah uang yang sama. Para pemimpin beberapa negara Asia menyalahkan outflow sebagai ulah pelaku bisnis yang rakus, karena pengaruh sistem keuangan internasional yang telah menjalankan hasil liberalisasi arus keuangan, transaksi mata uang asing sekarang sudah mendekati $ 1,5 trilyun per hari, dan spekulan memanfaatkan dengan melihat mata uang mana yang paling kuat yang peka ke destabilisasi (Anderson, 1998).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh tingkat inflasi terhadap tingkat pelarian modal di Indonesia?
  2. Bagaimana pengaruh nilai kurs rupiah terhadap tingkat pelarian modal di Indonesia?

 

C. Landasan Teori

Teori Pelarian Modal (Capital Flight)

Model mengenai pelarian modal atau capital flight bukan hal yang baru di kalangan para ekonom, bahkan telah banyak dicoba untuk diinterpretasikan oleh para ahli ekonomi tersebut. Hingga saat ini pemikiran tentang capital flight masih terus berkembang. Para ahli yang melakukan penelitian tentang capital flight cenderung untuk mengunakan definisi menurut pemikiran mereka sendiri. Tidak ada generalisasi yang dapat diterima oleh para ahli mengenai arti atau definisi mengenai capital flight. Sehingga terdapat pula perbedaan dalam mengestimasi capital flight dan hasilnya.

Keseimbangan Pasar Modal (Capital Market Equilibrium)

Aliran modal adalah fenomena perpindahan capital yang disebabkan adanya potensial keuntungan (return) yang diperoleh dari adanya perbedaan ongkos penggunaan modal itu sendiri (opportunity cost of capital). Fenomena ini secara serderhana dalam model keseimbangan pasar modal untuk kasus dua negara.

Definisi Investasi

Dornbush dan S. Fisher (1994: 268) mendefinisikan investasi sebagai pengeluaran masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan atau mempertahankan stok barang modal dan kekayaan. Investasi atau penanaman modal merupakan salah satu komponen yang menentukan tingkat pengeluaran agregat, selain pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran pemerintah dan ekspor bersih. Investasi juga didefinisikan sebagai pengeluaran atau pembelanjaan penanam-penanam modal atau perusaaan untuk membeli barang-barang modal dan kelengkapankelengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang-barang dan jasa-jasa yang tersedia dalam perekonomian (Sukirno, 1999: 107).

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari penelitian sumber data dan studi pustaka.

Dalam hal ini menggunakan model linier berganda untuk mengetahui perubahan variabel laju pelarian modal sebagai akibat perubahan variabel-variabel independennya.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil estimasi penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka pendek tingkat inflasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelarian modal di Indonesia. Sedangkan untuk hasil estimasi jangka panjang tingkat inflasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap pelarian modal di Indonesia. Hal ini sesuai dengan hipotesis penelitian bahwa inflasi berpengaruh secara positif terhadap pelarian modal di Indonesia, bahkan hasinya didapat, ada kecenderungan dominan dalam pengaruhnya terhadap pelarian modal dilihat dari tingginya tingkat koefisiensi hasil error correction model. Dalam perkembangan inflasi di Indonesia, setiap ada kenaikan inflasi, pemerintah selalu menaikan suku bunga SBI. Dengan menaikkan suku bunga SBI, inflasi dalam perkembangannya mampu dapat ditekan kenaikanya.
  2. Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat jangka pendek dan jangka panjang mempunyai pengaruh yang negatif dan signifikan terhadap pelarian modal di Indonesia. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan hipotesis pada penelitian ini yang menyatakan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat berpengaruh secara negatif terhadap pelarian modal di Indonesia. Maraknya spekulan untuk berspekulasi terhadap nilai tukar rupiah, dengan adanya depresiasi, maka kesempatan ini digunakan oleh spekulan untuk membeli valas dalam rangka transaksi perdagangan di luar negeri. Peningkatan permintaan terhadap valas menjadikan rupiah mengalir keluar negeri.
  3. Suku bunga SBI dalam jangka pendek dan jangka panjang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap pelarian modal di Indonesia,bahkan cenderung dominan. Hal ini tidak sesuai dengan hipotesis di depan bahwa suku bunga SBI berpengaruh negatif terhadap pelarian modal di Indonesia. Terjadinya penolakan terhadap hipotesis tersebut pada masa tahun 1993 dimana tingkat bunga relatif rendah mendorong masyarakat untuk mengambil kredit bank guna tujuan investasi, namun kredit di bank tersebut didepositokan kembali di bank-bank asing yang memiliki tingkat bunga yang lebih tinggi. Selain itu pada krisis ekonomi, pemerintah menaikan tingkat suku bunga sampai 70% pada 1998 kuartal ketiga, dengan tujuan menurunkan inflasi yang 1998 kuartal pertama mencapai 25% (m-o-m), namun tidak begitu berhasil karena pada masa itu terjadi krisis kepercayaan terhadap sektor perbankan (pemerintah pada tanggal 16 November 1997 melikuidasi 16 bank dan tahun 1998 melikuidasi 8 bank) sehingga masyarakat tidak mau menabung di bank, hal ini ditandai dengan penarikan besar-besaran dana oleh masyarakat yang ada di bank pada kisaran tahun 1997 sampai tahun 1998.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Supermarket Asia Makmur Boyolali
  2. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
  3. Evaluasi Ketepatan Penentuan Tarif Sewa Bed Per Hari Pada Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo
  4. Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan pada Perusahaan

 

Incoming search terms: