Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Tesis Akuntansi: Analisis Rasio Keuangan utk Memprediksi Potensi Kebangkrutan

Judul Tesis: Analisis Rasio Keuangan Untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan pada Perusahaan Perbankan Go Public di Indonesia

 

A. Latar Belakang

Kondisi perbankan yang sehat merupakan kepentingan semua pihak yang terkait, baik pemilik dan pengelola bank, masyarakat pengguna jasa bank maupun BI selaku Pembina dan pengawas bank. Pada masa sebelum deregulasi perbankan di Indonesia 27 Oktober 1988, penilaian tingkat kesehatan bank di Indonesia didasarkan SK BI No. 10/63/KEP/DIR/UPPB dan SE BI No.10/5/UPPB tanggal 31 Agustus 1977. Sejalan dengan perkembangan deregulasi perbankan, BI telah menyempurnakan Tata Cara Penilaian Tingkat Kesehatan Bank melalui SK BI N0.23/81/KEP/DIR dan SE BI No.23/21/BPPP tanggal 28 Februari 1991, disempurnakan lagi dengan SK BI No.26/2/KEP/DIR dan SE BI No.26/5/BPPP tanggal 29 Mei 1993, serta disempurnakan lagi dengan Peraturan Bank Indonesia No. 6/10/PBI/2004tanggal 12 April 2004 dan Surat Edaran Bank Indonesia No. 6/23/DPNP/2004tanggal 31 Mei 2004.

Kondisi yang membuat para investor dan kreditur merasa khawatir jika perusahaan mengalami kesulitan keuangan (financial distress) yang bisa mengarah kebangkrutan. Tingkat kekhawatiran investor ini makin bertambah dengan munculnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) No. 1 Tahun 1998 yang mengatur kepailitan. Menurut Perpu No. 1, debitur yang terkena default (gagal bayar) dapat dipetisikan bangkrut oleh dua kreditur saja.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan tingkat kesehatan bank yang diproksikan menurut rasio CAMELS antara bank yang sehat dengan bank yang gagal pada perusahaan perbankan go public di Indonesia?
  2. Proksi rasio keuangan manakah yang dominan mempengaruhi kegagalan dan keberhasilan bank pada perusahaan perbankan go public di Indonesia?
  3. Bagaimana tingkat ketepatan prediksi yang dihasilkan oleh persamaan diskriminan dalam melihat kegagalan dan keberhasilan bank pada perusahaan perbankan go public di Indonesia?

 

C. Landasan Teori

Pengukuran Kinerja Keuangan

Kinerja perusahaan dapat dinilai melalui berbagai macam indikator. Sumber utama indikator yang dijadikan dasar penilaian adalah laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan. Berdasarkan laporan ini dapat dihitung sejumlah rasio keuangan yang lazim dijadikan dasar penilaian kinerja perusahaan (Payamta dan Machfoedz, 1999).

Pengetian Laporan Keuangan

Laporan keuangan merupakan laporan peristiwa masa lalu yang berkelanjutan dari sumber, kewajiban, dan aktivitas ekonomi perusahaan (yang mengubah sumber dan kewajiban tersebut), serta dikuantitaskan dalam satuan uang, yang hasil akhir dari proses akuntansi meliputi neraca, laporan rugi-laba, dan laporan perubahan posisi keuangan.

Laporan Keuangan Bank

Laporan keuangan perbankan merupakan salah satu sumber informasi keuangan yang dikeluarkan oleh bank. Laporan keuangan yang baik harus memiliki daya prediksi sesuai dengan karakteristik dari laporan keuangan. Laporan keuangan bank yang dikeluarkan secara rutin seharusnya dapat menjadi alat dalam memperkirakan akan adanya kesulitan keuangan yang dialami oleh bank yaitu melalui rasio-rasio keuangan yang dimilikinya.

 

D. Metode Penelitian

Dalam penelitian ini, populasi yang digunakan adalah perusahaan perbankan go public di Indonesia yang terkena likuidasi maupun yang tidak terlikuidasi pada tahun 2000.

Dalam penelitian ini, sampel yang diambil secara purposive untuk perusahaan.

Data yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan (neraca, laporan rugi laba, dan perkiraan administratif bank).

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil pengujian univariat dengan uji-t menunjukkan bahwa dari 12 (dua belas) rasio keuangan yang diteliti, yaitu pada periode 1996 tidak terdapat satu rasiopun yang signifikan membedakan dalam memprediksi potensi kebangkrutan antara perusahaan bank yang sehat dengan perusahaan bank yang gagal. Pada periode 1997 terdapat enam rasio yang signifikan membedakan dalam memprediksi potensi kebangkrutan antara perusahaan bank yang sehat dengan perusahaan bank yang gagal yaitu rasio CAR, RORA, NPM, OPM, ROA, dan, BOPO. Pada periode 1998 terdapat tiga rasio yang signifikan membedakan dalam memprediksi potensi kebangkrutan antara perusahaan bank yang sehat dengan perusahaan bank yang gagal yaitu rasio RORA, ROA, dan IRRR.
  2. Hasil pengujian multivariat dengan multiple discriminant analysis menunjukkan bahwa dari 12 (dua belas) rasio keuangan yang diteliti selama periode 1996-1998 yaitu pada periode 1996 tidak terdapat satu rasiopun yang dominan mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan bank Pada periode 1997 terdapat dua rasio yang dominant mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan bank yaitu rasio OPM dan BOPO. Pada periode 1998 terdapat satu rasio yang dominan mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan bank yaitu rasio RORA. Pada periode 1996-1998 terdapat satu rasio yang dominan mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan bank yaitu rasio CAR. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat empat rasio yang dominan mempengaruhi keberhasilan dan kegagalan bank yaitu rasio CAR, RORA, OPM, dan BOPO.
  3. Persamaan fungsi diskriminan yang dihasilkan untuk melihat kegagalan dan keberhasilan suatu bank selama periode 1996-1998 yaitu pada periode 1996 tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan mengenai rasio keuangan yang dapat mendominasi kondisi suatu bank atau dengan kata lain semua rasio relatif sama dalam mempengaruhi kegagalan dan keberhasilan bank. Hal tersebut mungkin terjadi karena pengaruh permainan window dressing pada laporan keungan yang disajikan.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Evaluasi Sistem Akuntansi Pembelian Barang Dagangan pada Supermarket Asia Makmur Boyolali
  2. Evaluasi Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan dan Pengeluaran Kas
  3. Evaluasi Ketepatan Penentuan Tarif Sewa Bed Per Hari Pada Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo
  4. Analisis Rasio Keuangan untuk Memprediksi Potensi Kebangkrutan pada Perusahaan