Tesis Manjemen: Perencanaan &Penentuan Kombinasi Produk Optimal utk Memaksimalkan Laba

Judul Tesis : Analisis Perencanaan dan Penentuan Kombinasi Produk Optimal untuk Memaksimalkan Laba dalam Pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4a) di Semarang

 

A. Latar Belakang

Penyusunan strategi dalam perencanaan produksi agregat adalah dengan memanipulasi tingkat persediaan, produksi, tingkat tenaga kerja, kapasitas, dan variabel-variabel lain yang dapat dikendalikan. Terdapat dua pilihan dalam penentuan strategi perencanaan produksi agregat, salah satunya adalah pilihan kapasitas dan pilihan permintaan. Pilihan kapasitas berusaha untuk menyerap fluktuasi permintaan yang terjadi sedangkan pilihan permintaan berusaha untuk mempengaruhi pola permintaan.Seringkali, kombinasi dari pilihan- pilihan tersebut lebih berhasil dimana strategi campuran mencakup penggabungan dua atau lebih variabel-variabel lain yang dapat dikendalikan untuk menetapkan luas produksi yang optimal.

PT WAHYU MULTIPRAKOSA cabang Semarang yang merupakan kontraktor dalam pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4A) di Semarang tentunya dalam melakukan proses pengerjaan proyeknya juga mengalami hal seperti diatas. Dimana perusahaan ini membuat beberapa tipe rumah dalam satu kawasan perumahan, untuk itu diperlukan analisis perencanaan mengenai penentuan berapa banyak rumah yang akan dibuat untuk masingmasing tipe yang mana hal ini juga dikaitkan dengan keterbatasan perusahaan yaitu sumber daya yang dimiliki perusahaan pada saat proses produksi berlangsung.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana kombinasi luas produksi yang selama ini diterapkan PT WAHYU MULTIPRAKOSA cabang Semarang dalam pengerjaan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4A) di Semarang?
  2. Bagaimana seharusnya perencanaan alokasi faktor- faktor produksi yang ada sehingga diperoleh kombinasi produk optimal yang akhirnya dapat memaksimalkan laba perusahaan?
  3. Bagaimana kemungkinan – kemungkinan terjadinya perubahan alokasi faktor produksi untuk tetap mencapai optimalisasi setelah penyelesaian optimal diperoleh dalam perencanaan sebelumnya?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal penggunaan sumber daya- sumber daya (faktor produksi) tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan mentah dan sebagainya dalam proses transformasi bahan mentah dan tenaga kerja menjadi produk atau jasa (Handoko, 1999).

Proses Produksi

Proses produksi merupakan suatu cara, metode maupun teknik bagaimana penambahan manfaat atau penciptaan faedah baru, dilaksanakan dalam perusahaan (Ahyari, 1994).

Luas Produksi

Luas produksi adalah jumlah atau output dari masing-masing barang yang diproduksi dengan mempertimbangkan faktor-faktor produksi yang dimiliki guna mencapai laba yang maksimal (Ahyari, 1994). Oleh karena itu luas produksi juga harus direncanakan/ ditentukan agar perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal. Disamping itu luas produksi perlu direncanakan dan diperhitungkan dengan cermat karena tanpa perencanaan tersebut dapat berakibat jumlah yang diproduksi menjadi terlalu besar atau terlalu kecil.

 

D. Metode Penelitian

Seluruh data skunder yang diperlukan dalam penelitian ini di peroleh dari wawancara dan pemerikasaan dokumen.

Sebagai obyek penelitian dalam penulisan tugas akhir ini adalah PT WAHYU MULTIPRAKOSA cabang Semarang yang beralamatkan di Jl. Jati Raya C-22 Banyumanik Semarang yang saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4A) di Banyumanik Semarang.

Seluruh data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data skunder yang berupa catatan-catatan dan data –data yang memuat informasi perusahaan dan diperoleh dari bagian produksi, bagian penjualan, bagian administrasi pemasaran, dan karyawan yang terkait lainnya.

 

E. Kesimpulan

  1. PT WAHYU MULTIPRAKOSA cabang Semarang selama ini menerapkan kebijakan untuk memproduksi rumah setelah mendapat pesanan dari konsumen dan perusahaan berusaha untuk memenuhi semua permintaan yang terjadi dengan cara melakukan subkontrak dengan para bas borong.
  2. Perusahaan pengembang dan kontraktor PT WAHYU MULTIPRAKOSA belum melakukan operasi produksinya secara optimal sehingga laba yang diperoleh belum mencapai titik maksimal. Kesimpulan ini diambil berdasarkan total contribution margin riil selama kuartal IV tahun 2005 sebesar Rp 339.668.840,00 masih dibawah total contribution margin yang sebenarnya bisa dicapai pada kuartal tersebut yaitu sebesar Rp373.276.000,00. Atau dengan kata lain bahwa perusahaan hanya bisa mencapai keuntungan 90,99% dari keuntungan yang sebetulnya bisa diperoleh pada kuartal IV tahun 2005.
  3. Pada kuartal IV tahun 2005 terdapat perbedaan hasil antara permintaan produk sebenarnya yaitu 10 unit rumah dengan permintaan produk yang telah diramalkan sebelumnya yaitu 20 unit rumah.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Keputusan Pembelian Kain Pada Toko Textile MAC Mohan Surakarta
  2. Analisis Pengaruh Pergerakan Pesawat Komersial terhadap Pergerakan Penumpang
  3. Analisis Pengaruh Return On Assets, Volume Perdagangan, Earning Per Share
  4. Analisis Perencanaan dan Penentuan Kombinasi Produk Optimal Untuk Memaksimalkan Laba dalam Pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4a) Di Semarang
  5. Analisis Pert dan CPM untuk Pesanan Khusus pada Cv. Batik Surya Kencana

 

Tesis Komonikasi: Proses Produksi Program Acara “Asal Usul” (TRANS7)

Judul Tesis : Proses Produksi Program Acara “Asal Usul” PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (TRANS7)

 

A. Latar Belakang

Program acara Asal Usul di TRANS7 merupakan salah satu program entertaiment atau sajian program acara yang tergolong dalam kategori acara feature. Program yang mulai tayang 8 Januari 2006 dan dipandu oleh 1 orang presenter yang sekaligus berperan sebagai reporter ini mempunyai selogan “kalau asal jangan usul, kalo usul ga boleh asal”. Program yang berdurasi 30 ini tayang setiap hari senin sampai dengan jumat pukul 17.00 WIB ini yang menyajikan tayangan yang berbeda dengan acara feature yang lain. Program Asal Usul merupakan program acara di TRANS7 yang dirancang khusus untuk membongkar kepercayaan atau mitos yang sudah lama hidup dan dipercaya masyarakat.

Mitos tak boleh asal dipercaya tanpa ada pengujian secara ilmiah. Asal Usul akan menjawab keragu-raguan itu. Program ini cocok untuk semua kalangan, terutama ibu-ibu (yang sangat percaya akan mitos), dan juga anak muda yang masih penasaran dengan serangkaian kepercayaan yang tidak masuk logika. Awalnya acara Asal Usul ini sering menayangkan topik yang berbau klenik dan juga mistis, namun karena banyak komplain dari forum yang masuk di www.trans7.co.id maka topik acara yang berbau klenik dan mistis sedikit dikurangi dan sekarang lebih condong ke topik yang berbau mitos, legenda, upacara adat, dan budaya. Jadi dengan adanya program acara Asal Usul ini masyarakat diharapkan bisa menyikapi mitos-mitos yang selama ini membuat penasaran akan kebenaran mitos tersebut.

 

B. Tujuan

  1. Memenuhi Tugas Akhir Program Studi Diploma III jurusan penyiaran Universitas Sebelas Maret Surakarta dan sebagai salah satu persyaratan untuk meraih gelar Ahli Madya (AMd) di Bidang Komunikasi Terapan.
  2. Memahami dan terlibat secara langsung rangkaian proses produksi program acara Asal Usul di Stasiun Televisi TRANS7 Jakarta.

 

C. Tinjauan Pustaka

Produksi siaran Televisi

”Di Inggris televisi daerah merupakan satu konsep yang lebih dihargai dalam hal niat ketimbang aksi”. (Graeme Burton, 2007. Membincangkan Televisi, Bandung & Yogyakarta: Jalasutra, hal 92). Dalam membincangkan Televisi di Indonesia, ada 10 stasiun televisi swasta nasional dan stasiun televisi lokal yang hampir ada disetiap daerah. Dan menanggapi pemikiran Graeme Burton diatas bahwa benar adanya bahwa sebenarnya televisi lokal juga mempunyai ide yang cukup kreatif dalam menciptakan program acaranya, yang bisa dikatakan tidak kalah dengan televisi nasional. Namun dari segi biayalah yang menjadi kendala stasiun TV lokal untuk melakukan aksi dan menuangkan kreatifitas yang maksimal.”

Pra Produksi (Pre Production)

Sebelum.memproduksi sebuah mata acara yang dilaksanakan di luar studio (out door) atau dalam studio (in door), tim produksi haruslah memiliki tempat atau kantor sebagai base camp. Crish Mutter beranggapan ”Before you start writing the treatment you will need to do some research.”. (Crist Mutter, 1999. Television Program Making, Melbourne: Oxfrod Auckland Boston Johannesburg, hal 24). Menurut Mutter riset merupakan suatu acuan informasi dalam pembuatan treatment, jadi riset harus dilakukan diawal karena semua informasi tentang bahasan materi akan didapat melalui riset.

Pasca Produksi (Post Production)

Semua kegiatan setelah peliputan/shooting/taping sampai materi itu dinyatakan selesai dan siap disiarkan atau diputar kembali. Yang termasuk kegiatan pasca produksi antara lain : editing (penyuntingan), manipulating (pengisian suara), subtittle, tittle, ilustrasi, efek, dan lain-lain. (J.B. Wahyudi, 1992. Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak, Jakarta:PT Gramedia Pustaka Utama, hal 75).

 

D. Kesimpulan Tesis

Proses pembuatan program acara Asal Usul di divisi News TRANS7 khususnya program acara Asal Usul pada prinsipnya tidak banyak berbeda dengan proses yang berlangsung di banyak stasiun televisi lain. Di TRANS7 telah dibuat semacam Standart Operational Prosedur (SOP) dalam pembuatan program acara, untuk menjaga kwalitas yang dihasilkan oleh divisi news. Dalam hal ini kreatifitas sangat dibutuhkan mengingat persaingan antar program acara televisi semakin ketat. Selain itu kwalitas program acara pun harus dijaga untuk mempertahankan pemirsanya.

Dalam proses produksi acara, satu tahap mempunyai peranan yang sama pentingnya dengan tahap yang lain dan bila salah satu tidak dilaksanakan maka proses produksi tidak dapat berjalan lancar, karena antara tahap satu dengan tahap lainnya saling berhubungan dan terikat satu sama lain. Jadi dalam memproduksi sebuah acara televisi dibutuhkan koordinasi dalam kerja tim agar tidak menghambat proses produksi. Perlu juga diingat bahwa jantung operasional sebuah divisi news adalah rapat redaksi, dan ini merupakan kegiatan rutin yang penting bagi pemgnembangan dan peningkatan kwalitas berita dari stasiun televisi yang bersangkutan.

 

E. Saran

  1. Untuk menghasilkan tayangan berita yang baik, maka proses pembuatan berita harus didukung dengan sarana dan perlengkapan yang memadai. Sayangnya, justru itu yang menjadi kelemahan TRANS7 saat ini. Maka perlu adanya peningkatan kwalitas dan kwantitas perlengakapan seperti komputer internet dengan konektivitasyang cepat untuk keperluan E-mail dan keperluan riset.
  2. Penambahan sarana transportasi (mobil), supaya mobilitas antara kantor dan tempat editing berjalan lancar.
  3. Dibikin jadwal dubber untuk proses dubbing yang tetap untuk memperjelas dan mepermudah proses dubbing.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Proses Produksi Program Acara Wanted di PT. Cakrawala Andalas Televisi (ANTV,)
  2. Proses Penulisan Produksi Berita di Solo Radio 92, 9 Fm
  3. Proses Produksi Program Acara “Asal Usul” PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
  4. Program Musik Televisi dan Kesenjangan Kepuasan Penonton
  5. Media Relations dan Customer Relations PT. Indosiar Visual Mandiri

 

Tesis Komunikasi: Proses Produksi Program Acara Wanted di PT. CAKRAWALA ANDALAS TELEVISI

Judul Tesis : Proses Produksi Program Acara Wanted di PT. CAKRAWALA ANDALAS TELEVISI (ANTV)

 

A.  Latar Belakang

Sejalan dengan majunya teknologi dan perkembangan zaman dewasa ini, manusia semakin banyak bersaing untuk memperoleh hasil terbaik, diantaranya persaingan di dunia kerja yang berdampak luar biasa dalam kehidupan manusia di dunia. Sebuah instansi untuk bisa menerima para pelamar kerja pasti tidak mungkin sembarangan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kerja yang cakap, membutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan menguasai bidang kerjanya dengan baik serta mempunyai pengalaman yang cukup . Maka dari itu, untuk membentuk para mahasiswa sebagai praktisi-praktisi yang cakap, handal sekaligus siap kerja, Program Diploma Tiga Jurusan Komunikasi Terapan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret Surakarta, mengadakan Kuliah Kerja Media (KKM) yang diwujudkan dalam bentuk kerja praktek lapangan atau magang pada suatu perusahaan, lembaga atau instansi.

Kuliah Kerja Media (KKM) merupakan sarana untuk bisa belajar secara langsung ke dalam dunia kerja suatu perusahaan, lembaga atau instansi yang menyelenggarakan dalam batas waktu tertentu. Kuliah Kerja Media dapat menjadikan pengalaman kepada mahasiswa dalam kerja nyata dan juga dapat membentuk mental mahasiswa sebagai mahasiswa yang terampil dan menguasai bidang kerjanya.

 

B. Landasan Teori

Pengertian Televisi

Televisi secara harfiah adalah “melihat dari jauh”. Televisi merupakan temuan internasional, karena banyak ilmuwan-ilmuwan yang terlibat dalam penelitian dan pengembangan teknologi ini. Tercatat dalam sejarah nama-nama tersebut diantaranya adalah Michael Faraday (ilmuwan inggris, 1791-1867) dan James Clerk Maxwell (ilmuwan Inggris, 1831- 1879) yang mendalami tantang gelombang elektromagnetik sebagai media untuk mengirim gambar, suara maupun kombinasi gambar-suara atau audio visual (televisi) untuk dipancarkan dari suatu tempat ketempat lain melalui udara.

Pengertian Jurnalistik

Definisi jurnalistik sangat banyak. Namun pada hakekatnya sama, para tokoh komuniikasi atau tokoh jurnalistik mendefinisikan berbedabeda. Jurnalistik secara harfiah, jurnalistik (journalistic) artinya kewartawanan atau hal-ihwal pemberitaan. Kata dasarnya “jurnal” (journal), artinya laporan atau catatan, atau “jour” dalam bahasa Prancis yang berarti “hari” (day) atau “catatan harian” (diary). Dalam bahasa Belanda journalistiek artinya penyiaran catatan harian.

Pengertian Berita

Semua berita adalah informasi, tetapi tidak semua informasi adalah berita. Karena berita adalah informasi yang mengandung nilai berita yang telah diolah sesuai dengan kaidah-kaidah pada ilmu jurnalistik dan disajikan kepada khalayak baik cetak maupun elektronik.

 

C. Kesimpulan Tesis

Wanted adalah program acara mingguan. Program acara ini mengungkap secara mendalam tentang berbagai macam kasus kriminal yang bersifat investigatif, terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat, dimana pelaku dalam kasus kriminal melarikan diri atau masih dalam tahap pencarian polisi atau buron.

Program acara Wanted memudahkan masyarakat dan pihak kepolisian khususnya dalam mengungkap kasus dan menangkap buronan, karena Wanted banyak sekali memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana motif pelaku melakukan kejahatan, ciri-ciri pelaku, dan posisi terakhir pelaku melarikan diri sehingga pelaku dapat segera ditangkap.

Soft News adalah berita yang tidak terikat dengan aktualitas namun memiliki daya tarik bagi pemirsanya. Sedangkan Wanted mempunyai tujuan yaitu memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana pelaku melakukan kejahatan, cirri-ciri pelaku agar pelaku yang masih buron cepat tertangkap. Maka dari pernyataan tersebut dpat disimpulkan bahwa Program Acara Wanted di ANTV merupakan jenis berita ringan (soft news).

 

D. Saran

  1. Bagi D3 Komunikasi Terapan FISIP UNS

Program Kuliah Kerja Media (KKM) yang telah ditetepkan oleh D3 Komunikasi Terapan FISIP UNS sangatlah memberikan pengalaman kepada mahasiswa/I dan dapat menjembatani antara dunia akademis dengan dunia kerja.

  1. Bagi ANTV

Mengingat ANTV adalah stasiun televisi berskala Nasional dan mempunyai banyak sekali program-program acara unggulan, dan mempunyai Divisi Current Affairs yang selalu menyajikan contain berita yang sangat dibutuhkan masyarakat, maka penulis menyarankan : Untuk mempertahankan kualitas program acara yang sudah melekat di hati masyarakat, hendaknya ANTV mengemas suatu program acara yang menjadi selalu lebih menarik dan inovatif.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Proses Produksi Program Acara Wanted di PT. Cakrawala Andalas Televisi (ANTV,)
  2. Proses Penulisan Produksi Berita di Solo Radio 92, 9 Fm
  3. Proses Produksi Program Acara “Asal Usul” PT. Duta Visual Nusantara Tivi Tujuh (Trans7)
  4. Program Musik Televisi dan Kesenjangan Kepuasan Penonton
  5. Media Relations dan Customer Relations PT. Indosiar Visual Mandiri

 

Tesis Komunikasi: Proses Produksi Program Acara Sentuhan Qolbu

Judul Tesis : Proses Produksi Program Acara Sentuhan Qolbu di TVRI STASIUN D.I. YOGYAKARTA

 

A. Latar Belakang

TVRI Stasiun Yogyakarta membagi tim kerjanya menjadi dua bagian, yang pertama adalah Program Berita, Program Berita di TVRI Stasiun Yogyakarta meliputi Berita Jogja, Yogyawarta dan Yogya Weekend. Dalam produksi berita sendiri melibatkan banyak pihak dan berbagi profesi, Pada tim produksi berita, terdapat produser, pengarah acara, kameramen liputan dan kameramen studio, penata cahaya, penyunting gambar, penyiar, reporter, operator program dan operator VTR. Tim yang kedua adalah Program Produksi, Program Produksi di TVRI Stasiun Yogyakarta meliputi Coffee Break, Harmoni, Wawasan Mitra Tani, Ceplas Ceplos, Resonansi, Menapak Hari Esok, Bugar, Olahraga Sepekan, Ciluba, Keroncong Reguest, Plengkung Gading, Pangkur Jenggleng, Pionir, Obrolan Angkring, Joget Saja, Taman Gabusan, Kethoprak, Refleksi Kristiani, Wayang Kulit, Video Indie, Zendela 76, Karang Tumaritis, dll. Salah satu Program produksi di TVRI Stasiun Yogyakarta adalah Sentuhan Qolbu.

Acara ini berisikan program acara mimbar agama islam yang menampilkan para ustad, ustadzah dengan konsep program yang penyampaiannya dikemas secara interaktif atau masyarakat dapat bertanya langsung dengan nara sumber melalui telepon. Acara Sentuhan Qolbu disiarkan setiap hari Jum’at pada pukul 19.30 sampai 20.00 WIB secara langsung. Program acara Sentuhan Qolbu disiarkan untuk memberikan siraman rohani audien atau kepada masyarakat yang berada di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Program ini ditujukan untuk masyarakat dari berbagai kalangan dan golongan.

 

B. Tujuan

  1. Untuk melengkapi sebagai persyaratan dalam menyelesaikan kuliah dan mendapat sebutan Ahli Madya (A,Md) jurusan Penyiaran di fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas Maret.
  2. Agar mahasiswa mampu berfikir kritis tentang kemajuan teknologi dan mampu mengembangkan teknologi yang ada saat ini.
  3. Untuk menambah pengalaman dan tambahan ilmu pengetahuan serta ketrampilan di bidang produksi, terutama produksi program acara

 

C. Landasan Teori

Pengertian Komunikasi

Kata Komunikasi atau dalam bahasa Inggris Communication berasal dari kata latin Communicatio, dan bersumber dari kata communis yang berarti sama. Sama di sini maksudnya adalah sama makna. Dalam arti kata bahwa komunikasi itu minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat. Karena kegiatan komunikasi bukan hanya Informatif, yakni agar orang lain mengerti dan tahu, tetapi juga persuasif, yaitu agar orang lain bersedia menerima suatu faham atau keyakinan melakukan suatu perbuatan atau kegiatan dll.

Penyiaran

Penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran radio maupun televisi, yang diselenggarakan oleh organisasi penyiaran radio maupun televisi. Output dari organisasi penyiaran adalah siaran. Siaran ini bisa siaran radio bisa pula siaran televisi. Siaran dijutukan kepada khalayak yang dapat menerima siaran melalui pesawat radio atau televisi. Media radio atau televisi merupakan sarana komunikasi massa, yang lahir di dunia berkat perkembangan teknologi elektronika.

Pengertian Pola Acara

Pola acara adalah susunan mata acara yang akan disiarkan, baik harian, mingguan, tengah bulanan, bulanan, triwulan, tengan tahunan, dan tahunan. Khusus untuk pola acara harian disebut rundown. Materi mata acara (program), baik yang diperoleh melalui produksi sendiri, produksi kerjasama ataupun melalui pembelian dari production houses, harus direncanakan secara matang kapan akan disiarkan. Bila mata acara itu mata acara unggulan (menarik khalayak) maka perlu dipromosikan melalui berbagai media massa yang ada, misalnya booklet, leaflet, poster, pamphlet, publikasi melalui media massa cetak dan dibuatkan trailer untuk media televisi / televisi. (Wahyudi, 1986)

 

D. Kesimpulan

  1. Ilmu yang penulis peroleh dibangku perkuliahan sangat membantu penulis ketika diterapkan dalam dunia kerja, meskipun tidak selalu sama dengan praktik di lapangan.
  2. Rasa tanggung jawab yang besar serta kedisiplinan yang tinggi sangat dijunjung di dalam dunia broadcasting guna mencapai target yang kita inginkan.
  3. Kerjasama tim yang baik sangatlah mempengaruhi kesuksesan dari proses produksi yang sedang dilakukan, dan untuk mencapai hasil yang maksimal.

 

E. Saran

Bagi FISIP UNS

  1. Penulis menyarankan agar FISIP memberikan latihan – latihan yang lebih mendalam kepada mahasiswa dan mahasiswi D 3 tentang produksi acara program.
  2. Penulis menyarankan agar FISIP membuat Studio Televisi Indoor khusus D 3 untuk melatih lebih matang tentang dunia produksi.
  3. Menyarankan agar FISIP menambahkan alat – alat yang menunjang praktek perkuliahan D 3 khusunya di bidang produksi seperti Switcher, intercom dan lain – lain.
  4. Bagi Instansi (TVRI Stasiun D.I. Yogyakarta)
  5. Jika tidak ada seorang FD (Floor Director) hendaknya jangan kameraman yang merangkap jadi seorang FD (Floor Director) tapi harus dengan cekatan mencari penggantinya.
  6. Penulis menyarankan kepada produser dan tim kreatif Sentuhan Qolbu untuk memberikan lebih banyak inovasi – inovasi baru di dalam acara tersebut, agar tidak monoton.
  7. Penulis menyarankan untuk menjaga kekompakan tim produksi untuk mempertahankan keberhasilan acara Sentuhan Qolbu tersebut.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Produksi Segmen Feature dalam Program Berita Jogja di LPP TVRI Yogyakarta
  2. Jurnalistik Di Majalah Olga
  3. Mekanisme Peran Videojurnalis dalam Peliputan Berita di Rajawali Citra Televisi Indonesia
  4. Efektifitas Kinerja Public Relations dalam Hal Menjaga Interaksi Hubungan Komunikasi
  5. Peran Reporter dalam Produksi Berita Seputar Jogja di Jogja Tv – Yogyakarta

 

 

Tesis Komunikasi: Proses Produksi Acara Harmoni di TVRI STASIUN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Judul Tesis : Proses Produksi Acara Harmoni di TVRI STASIUN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

 

A. Latar Belakang

TVRI sebagai salah satu media massa elektronik yang memiliki peran penting dalam masyarakat melakukan trasformasi sosial mempunyai pengaruh besar terhadap berbagi aspek kehidupan di jaman sekarang ini, terutama sebagai alat penyampaian informasi, hiburan dan pendidikan.

TVRI Stasiun Yogyakarta membagi tim kerjanya menjadi dua bagian, yang pertama adalah Program Berita, Program Berita di TVRI Stasiun Yogyakarta meliputi Berita Jogja, Yogyawarta dan Yogya Weekend. Dalam produksi berita Sendiri melibatkan banyak pihak dan berbagi profesi, Pada tim produksi berita, terdapat produser, pengarah acara, kameramen liputan dan kameramen studio, penata cahaya, penyunting gambar, penyiar, reporter, operator program dan operator VTR. Tim yang kedua adalah Program Produksi, Program Produksi di TVRI Stasiun Yogyakarta meliputi, Harmoni, Keroncong Reguest, Plengkung Gading, Pangkur Jenggleng, Taman Gabusan, Karang Tumaritis,dll.

 

B. Tujuan

  1. Memenuhi kewajiban mengikuti KKM sebagai persyaratan dalam menyelesaikan kuliah dan mendapat gelar Ahli Madya (A,md) jurusan penyiaran di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sebelas maret.
  2. Agar mahasiswa dapat mendalami proses kegiatan produksi, sehingga kelak dapat dijadikan bekal untuk terjun di dunia kerja.

 

C. Tinjauan Pustaka

Pengertian Penyiaran

Penyiaran merupakan kegiatan penyelenggaraan siaran, yaitu rangkaian mata acara dalam bentuk audio/suara dan atau visual/gambar, yang ditransmisikan dalam bentuk signal suara atau gambar, baik melalui udara (teristerial dan satelit) maupun kabel atau serat optik yang dapat diterima oleh pesawat peneriama (radio/televisi) di rumah. (Tommy Suprapto, 2006: 10).

Produk Penyiaran

Output penyelenggaraan penyiaran adalah siaran. Siaran adalah benda abstrak yang sangat potensial untuk dipergunakan mencapai tujuan yang bersifat idiil maupun material. Siaran merupakan hasil kerja kolektif yang memerlukan dana yang besar, banyak tenaga yang kreatif dan professional, serta sarana elektris canggih yang harganya relative mahal. Karena itu produksi siaran sebenarnya merupakan produksi massal yang memiliki tujuan untuk menyampaikan informasi, hiburan, dan pendidikan kepada sebagian besar khalayaknya, dengan biaya yang cukup besar.

Siaran

Siaran berasal dari kata siar. Siar berarti menyebarluaskan informasi melalui pemancar. Kata Siar di tambah akhiran an, membentuk kata benda, yang memiliki makna apa yang disiarkan. Siaran dapat berupa siaran audio ( radio ), dapat pula berbentuk siaran audio visual gerak dan sinkron, seperti televisi siaran. Siaran sebagai Output stasiun penyiaran yang dikelola oleh organisasi penyiaran, merupakan hasil perpaduan antara kreatifitas manusia dan kemampuan sarana / alat, atau antara perangkat keras dan perangkat lunak.

 

D. Kesimpulan

  1. Ilmu yang penulis peroleh dibangku perkuliahan sangat membantu penulis ketika diterapkan dalam dunia kerja, meskipun tidak selalu sama dengan praktik di lapangan.
  2. Rasa tanggung jawab yang besar serta kedisiplinan yang tinggi sangat dijunjung di dalam dunia broadcasting guna mencapai target yang kita inginkan.
  3. Kerjasama tim yang baik sangatlah mempengaruhi kesuksesan dari proses produksi yang sedang dilakukan, dan untuk mencapai hasil yang maksimal.

 

E. Saran

  1. Saran bagi program DIII Komunikasi Terapan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret adalah :
    1. Diharapkan pada waktu pelaksanaan magang dilakukan kunjungan langsung ke tempat pelaksanaan magang oleh dosen pembimbing. Selama ini hal tersebut hanyalah sebuah wacana tanpa realisasi yang nyata. Padahal jika kunjungan tersebut dilaksanakan maka dosen pembimbing dapat memantau pelaksanaan magang dan juga untuk menjalin kerjasama dengann instansi terkait.
    2. Panitia KKM yang selanjutnya agar lebih bertanggung jawab pada tugas-tugasnya dan tidak hanya mementingkan diri sendiri.
  2. Saran bagi TVRI Stasiun Yogyakarta adalah :
    1. Dengan banyaknya televisi swasta yang bermunculan, TVRI hendaknya lebih selektif dalam menayangkan program acara unggulannya, agar menampilkan acara yang menarik perhatian banyak pemirsa.
    2. Dalam merencanakan produksi hendaknya membuat Time Schedule agar perencanaan yang btelah disusun, selesai pada waktu yang telah ditentukan.

 

Contoh Tesis Komunikasi

  1. Produksi Segmen Feature dalam Program Berita Jogja di LPP TVRI Yogyakarta
  2. Jurnalistik Di Majalah Olga
  3. Mekanisme Peran Videojurnalis dalam Peliputan Berita di Rajawali Citra Televisi Indonesia
  4. Efektifitas Kinerja Public Relations dalam Hal Menjaga Interaksi Hubungan Komunikasi
  5. Peran Reporter dalam Produksi Berita Seputar Jogja di Jogja Tv – Yogyakarta

 

Tesis Manajemen: Analisis Network dlm Proses Produksi Shopping Bag

Judul Tesis : Analisis Network dalam Proses Produksi Shopping Bag di PT Wangsa Jatra Lestari Kartasura

 

A. Latar Belakang Tesis

Pada suatu perusahaan manufaktur mempunyai beberapa factor produksi, antara lain : manusia (man), bahan (material), mesin (machine), uang(money), metode (method) membutuhkan pemeliharaan dan pengelolaan dengan adanya konsekuensi berbagai biaya, sehingga perlu adanya penghematan. Penghematan pada dasarnya akan mengarah pada efisiensi. Hal ini merupakan konsep matematik, atau merupakan perhitungan rasio antara keluaran dan masukan. Dalam proses produksi suatu produk sedapat mungkin dicapai peningkatan efisiensi. Dalam hal ini sering kali ditemuiadanya proses produksi yang lama atau keterlambatan proses karena adanya gangguan-gangguan pada lintasan produksinya, sehingga waktu yang biasanya tepat akan menjadi lebih lama dan tidak sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.

Suatu proses produksi memegang peranan penting dalam meningkatkan hasil produksi. Pada umunya sebelum perusahaan melaksanakan proses produksi, manajemen perusahaan perlu mengadakan penyusunan perencanaan dan penjadwalan dengan baik, serta ditambah pengawasan yang intensif. Tujuan dari semua ini agar selama proses produksi dapat berjalan sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah ditentukan. Sedangkan pengawasan produksi sebagai usaha untuk pengendalian proses produksi agar sesuai rencanan dan untuk mengetahui penyimpangan yang terjadi selama proses produksi berlangsung.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan bila dilakukan secara normal ?
  2. Bagaimana jalur kritis dalam proses pembuatan shopping bag di PT WANGSA JATRA LESTARI agar diketahui batas waktu penyelesaian proses produksi ?
  3. Berapa probabilitas proses produksi dapat selesai tepat waktu sesuai dengan yang ditargetkan ?

 

C. Landasan Teori

Proses Produksi

Proses produksi adalah bagian terpenting dari suatu aktivitasaktivitas perusahaan dalam penciptaan suatu barang atau jasa. Ini berarti proses produksi bertanggung jawab terhadap pengolahan bahan baku menjadi produk yang dapat di jual. “Proses produksi didefinisikan oleh Heizer dan Render (2005 : 17) sebagai suatu proses penciptaan produk yang berupa barang dan jasa.”

Perencanaan Produksi

Perencanaan merupakan salah satu fungsi dari manajemen, dimana perencanaan tersebut menentukan usaha atau tindakan untuk suatu kegiatan yang diputuskan oleh pimpinan. “Perencanaan mempunyai arti penting bagi seluruh kegiatankegiatan yang dilaksanakan oleh perusahaan, menurut Assauri (1999 : 129).”

Pengertian Analisis Network

“Analisis Network adalah suatu alat dalam penyusunan perencanaan, koordinasi dan pengawasan proyek dengan penyesuaian proyek dalam jangka waktu dan biaya yang paling efisien (Handoko, 1999 : 401 -402).”

 

D. Metode Penelitian

Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode PERT yang nantinya merupakan input bagi perusahaan dalam melaksanakan fungsi perencanaan dan pengawasan proses produksi agar lebih baik.

Dari analisis pada proses produksi shopping bag di PT Wangsa Jatra Lestari dapat diketahui untuk menyelesaikan pekerjaan apabila dilakukan secara normal adalah 29 menit.

 

E. Kesimpulan

  1. Waktu penyelesaian pekerjaan bila dilakukan secara normal adalah 29 menit.
  2. Dari diagram network diatas, dapat diketahui ada 4 jalur :
  3. Jalur A – B –E – F – G – J dengan lama waktu 2,3 + 2,2 + 2,2 + 2 + 3,2 + 7,2 = 19, 1 menit.
  4. Jalur A – B – C – D – F – G – J dengan lama waktu 2,3 + 2,2 + 2,3 + 2,3 + 2 + 3,2 + 7,2 = 21, 5 menit.
  5. Jalur A – B – E – F – G – H – I dengan lama waktu 2,3 + 2,2 + 2,2 + 2 + 3,2 + 2,5 + 5,2 = 19, 6 menit.
  6. Jalur A – B – C – D – F – G – H – I dengan lama waktu 2,3 + 2,2 + 2,3 + 2,3 + 2 + 3,2 + 2,5 + 5,2 = 22 menit.
  7. Jalur yang terkecil yaitu jalur A – B – E – F – G – J dengan lama waktu 2,3 + 2,2 + 2,2 + 2 + 3,2 + 7,2 = 19, 1 menit.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Pengaruh Customer Satisfaction Terhadap Intention to Stay With Incumbent
  2. Analisis Persediaan Bahan Baku Kertas Cd Roll 81 dan Tinta Aeroweb Black pada CV. Harapan Baru Surakarta
  3. Pengaruh Persepsi Kualitas Produk dalam Iklan Merek Induk dan Kredibilitas Perusahaan
  4. Analisis Network Dalam Proses Produksi Shopping Bag di PT Wangsa Jatra Lestari Kartasura
  5. Merencanakan Kebutuhan Bahan Baku Kalender dengan Menggunakan Metode Material