Prestasi Belajar dgn Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik

Judul Skripsi : Prestasi Belajar dengan Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik

 

A. Latar Belakang Masalah

Penilaian dalam pendidikan tinggi menggunakan indeks prestasi (IP) N sebagai indikator dari prestasi belajar mahasiswa dalam satu atau lebih semester yang diperoleh dengan jalan membagi jumlah nilai tersebut dengan jumlah SKS (sistem kredit semester) yang ditempuh oleh mahasiswa (Depkes RI, 2002).

Hasil studi pendahuluan di Akademi Bhakti Nusantara Salatiga dengan melakukan wawancara dan studi dokumentasi pada 10 mahasiswa semester 2 yang telah mendapatkan materi dan ketrampilan KDPK dengan motivasi belajar tinggi 50%, motivasi sedang 30% dan motivasi rendah 20%. Berdasarkan prestasi belajar KDPK adalah 20% sangat memuaskan, 50% memuaskan dan 30% cukup memuaskan. Sedangkan berdasarkan kompetensi praktik klinik KDPK adalah 40% sangat memuaskan, 50% memuaskan dan 10% cukup memuaskan.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah Hubungan Antara Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Dengan Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) Mahasiswa Tingkat I Akademi Kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui Hubungan Antara Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Dengan Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) Mahasiswa Tingkat I Akademi Kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

 

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan kompetensi Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa Tingkat I akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.
  2. Mengetahui hubungan antara prestasi belajar dengan kompetensi praktik Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa Tingkat I akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dengan kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa tingkat I Akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

2. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara prestasi belajar dengan kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa tingkat I Akademi Kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

3. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar dengan kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa tingkat I Akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

E. Saran

1. Bagi Pendidikan

Untuk mengembangkan strategi belajar dalam rangka meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dengan melaksanakan tes motivasi untuk mengetahui sejauh mana motivasi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Adanya nilai minimal sebagai syarat untuk melaksanakan praktek klinik  baik dilaboratorium klinik maupun dilahan praktek. Nilai minimal 3.00 dapat dijadikan nilai minimal mahasiswa untuk bisa melaksanakan praktek. klinik. Dengan prestasi yang baik, diharapkan kompetensi praktek mahasiswa juga semakin baik seperti hasil dalam penelitian ini.

2. Bagi Mahasiswa

Untuk mengembangkan prestasi dan motivasi serta berperan aktif dalam pencapaian kompetensi prakek klinik mahasiswa serta mengembangkan strategi praktek klinik khususnya praktek klinik KDPK.

Hubungan Antara Minat, Motivasi dan Kecerdasan Emosi dgn Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Hubungan Antara Minat, Motivasi dan Kecerdasan Emosi dengan Prestasi Belajar

A. Latar Belakang Masalah

Prosedur masuk pendidikan D III keperawatan tidak berdasar pada nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) tetapi melaluai prosedur yang telah ditetapkan dalam buku pedoman penerimaan mahasiswa baru yang diterbitkan dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes) departemen kesehatan RI. Yaitu melalui tes administrasi, tes tertulis yang meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terpadu, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia serta tes kesehatan. Oleh karena animo yang terbatas maka fungsi tes seleksi tersebut seolah-olah hanya formalitas saja karena pada akhirnya seluruh peserta tes dapat diterima.

Dari kenyataan tersebut maka dimungkinkan banyak peserta didik yang masuk tidak disertai dengan minat dan motivasi yang tinggi, hal ini tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar seperti rendahnya semangat untuk belajar, tidak aktif, tidak disiplin atau bahkan putus ditengah jalan yang pada akhirnya prestasi yang diperoleh kurang memuaskan.

 

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah ada tiga :

  1. Apakah ada hubungan antara minat dengan prestasi belajar?
  2. Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar?
  3. Apakah ada hubungan antara minat dan miotivasi dengan prestasi belajar?

 

C. Tujuan Penelitian

Umum :

Untuk mengetahui hubungan antara minat dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Akper PKU Muhammadiyah Surakarta.

 

Khusus :

  1. Mengetahui hubungan antara minat dengan prestasi belajar
  2. Mengetahui hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar
  3. Mengetahui hubungan antara minat dan miotivasi dengan prestasi belajar.
  4. Diperoleh kelompok minat, motivasi dan prestasi belajar peserta didik.

D. Simpulan

Berdasar analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara minat dengan prestasi belajar pada mahasiswa akper PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2007 dinyatakan hipotesis diterima atau teruji kebenarannya. Hal tersebut terbukti dengan diperolehnya nilai rhitung > rtabel atau 0.416 > 0.254 pada taraf signifikasi 5%.

2. Hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar pada mahasiswa akper PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2007 dinyatakan hipotesis diterima atau teruji kebenarannya. Hal tersebut terbukti dengan diperolehnya nilai rhitung > rtabel atau 0.469 > 0.254 pada taraf signifikasi 5%.

3. Hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara minat dan motivasi dengan prestasi belajar pada mahasiswa akper PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2007 dinyatakan hipotesis diterima atau teruji kebenarannya. Hal tersebut terbukti dengan uji keberartian korelasi ganda diperolehnya nilai Fhitung > Ftabel atau 12.98 > 3.13

4. Kelompok minat , motivasi dan prestasi belajar mahasiswa sebagai berikut: variabel minat mahasiswa tergolong memiliki minat yang tinggi yaitu 78.3%, variabel motivasi 73.3% tergolong tinggi dan prestasi belajar 81.7% memiliki prestasi yang baik.

Interaksi Sosial dlm Keluarga dgn Prestasi Belajar Geografi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Berprestasi dan Interaksi Sosial dalam Keluarga dengan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010

 

A. Latar Belakang Masalah

Di sekolah, kita bisa menemukan motivasi berprestasi yang berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain. Ada dari mereka motivasi berprestasinya tinggi dan ada pula yang rendah. Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi segala hambatan dalam belajar, memelihara kualitas belajar yang tinggi dan berkompetensi untuk meraih prestasi bahkan melebihi prestasi yang telah dicapainya sendiri maupun prestasi teman-temannya. Jika ia merasa gagal, maka kegagalan tersebut ia anggap karena kekurangan dalam berusaha sehingga ia akan merasa lebih bangga jika menghadapi tugas yang lebih berat dan bisa mengatasinya, sebaliknya ia akan malu jika gagal dalam menyelesaikan tugas yang mudah.

Akan tetapi, pada kenyataannya ada siswa yang motivasi berprestasinya rendah mempunyai prestasi belajar yang tinggi. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Motivasi Berprestasi dan Interaksi Sosial dalam Keluarga dengan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010.”

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat hubungan antara interaksi sosial dalam keluarga dengan prestasi belajar Geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010?
  2. Apakah terdapat hubungan antara motivasi berprestasi dan interaksi sosial dalam keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar Geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar Geografi.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam keluarga dengan prestasi belajar Geografi.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan interaksi sosial dalam keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar Geografi.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara interaksi sosial dalam keluarga dengan prestasi belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Pati Tahun Pelajaran 2009/2010, yaitu dengan nilai F = 12,921 dan p = 0,001; koefisien korelasi r = 0,388 dan koefisien determinasi R2 = 0,150 serta persamaan regresi Y = 70,851 + 0,156 X2.

2. Terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dan interaksi sosial dalam keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Pati Tahun Pelajaran 2009/2010 yaitu dengan nilai F = 12,454 dan p = 0,000; koefisien korelasi r = 0,507 dan koefisien determinasi R2 = 0,257 serta persamaan garis regresi Y = 58,381 + 0,152 X1 + 0,132 X2.

Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dgn Prestasi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil study pendahuluan pada 22 orang mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan indeks prestasi (IP) pada semester III dibandingkan semester sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu bertolak belakang dengan harapan institusi yang menginginkan mahasiswanya mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif akan menurunkan motivasi mahasiswa untuk belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajarnya (Mudjiman, 2007:41).

Merujuk pada pendapat beberapa ahli dalam kajian teoritis, prestasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya motivasi belajar,  tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  2. Adakah hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  3. Adakah hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  4. Adakah hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

Tujuan khusus

  1. Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.
  2. Menganalisis hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

 

D. Simpulan

1. Motivasi belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

2. Pemanfaatan fasilitas belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin baik tingkat pemanfaatan fasilitas belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

3. Lingkungan belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

4. Motivasi belajar, pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama mempunyai hubungan regresi (pengaruh) positif yang signifikan secara statistik terhadap IPK. Semakin tinggi motivasi belajar, semakin baik pemanfaatan fasilitas belajar dan semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together

Masalah Model Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi

Motivasi merupakan landasan yang kuat untuk belajar, anak yang mempunyai motivasi besar terhadap kegiatan belajar akan tekun dan berusaha keras untuk belajar, sedang anak yang kurang memiliki motivasi dalam belajar tidak akan antusias dalam belajar, sering membuat  kegaduhan dalam kelas, pesimis, dan bisa sering membolos. Hal ini akan teraplikasikan pada pencapaian tujuan pembelajaran yang menurun atau prestasi yang rendah. Sering terjadi, siswa tidak dapat berprestasi dengan maksimal bukan disebabkan kemampuan yang rendah tetapi karena tidak adanya motivasi, sehingga ia tidak menggunakan segala kemampuan yang dimilikinya.

Hasil penelitian terdahulu di SMA Negeri 1 Ponorogo oleh A’yun (2010) membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibandingkan dengan tipe Make A Match (MAM), motivasi berprestasi tinggi lebih baik dari pada motivasi berprestasi rendah. Untuk mengembangkan penelitian, maka penulis ingin meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe lain terhadap prestasi belajar dengan menetapkan judul “Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi belajar Ekonomi Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Ponorogo Tahun Pelajaran 2011/2012”.

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi model pembelajaran ceramah?
  2. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan siswa yang mempunyai motivasi rendah?
  3. Apakah terdapat perbedaan peningkatan nilai pretest dan postest antara siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi model pembelajaran ceramah?

Landasan Teori Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

  1. Pembelajaran Kooperatif

Slavin (2005:8) berpendapat bahwa “Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang beranggotakan 4-5 orang dengan struktur kelompok heterogen untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru”.

  1. Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

Menurut Spencer Kagan dalam Chotimah & Dwitasri (2009:191) “Numbered Heads Together merupakan suatu strategi pembelajaran dengan cara setiap peserta didik diberi nomor, kemudian dibuat kelompok.

  1. Motivasi Belajar

Menurut Ngalim Purwanto (2010:71) “Motivasi adalah ‘pendorongan’ suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu”.

Metode Penelitian

  • Jenis Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
  • Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2011/2012.
  • Dari populasi tersebut diambil 64 siswa sebagai sampel, yang terdiri dari 32 siswa sebagi kelompok eksperimen diberi pembelajaran model kooperatif Numbered Heads Together dan 32 siswa sebagai kelompok kontrol diberi pembelajaran model ceramah.
  • Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling.
  • Teknik pengumpulan data dengan metode tes untuk data prestasi belajar, dan metode angket untuk motivasi belajar.
  • Uji hipotesis menggunakan Analis varian dua jalan sel tidak sama dengan bantuan software SPSS.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan, maka dapat dibuat kesimpulan untukModel Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) sebagai berikut :

  1. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga P-value = 0,000 karena P-value < 0,05 maka keputusan ujinya H01 di tolak dan H11 di terima sehingga ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode kooperatif tipe NHT dan metode ceramah terhadap prestasi belajar ekonomi pada materi Konsumsi dan Investasi, di mana siswa yang di beri perlakuan menggunakan metode kooperatif tipe NHT memiliki rerata prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang di beri perlakuan menggunakan metode ceramah dengan rerata 7,90 untuk metode kooperatif tipe NHT dan 6,86 untuk metode Ceramah
  2. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga P-value = 0,000, karena P-value < 0,05 maka keputusan ujinya H02 di tolak dan H12 di terima sehingga ada pengaruh motivasi belajar (tinggi dan rendah) terhadap prestasi belajar ekonomi pada materi konsumsi pada Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).

Self-Efficacy, Prestasi dan Lingkungan Belajar dengan Kinerja Praktek

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Dengan Praktek MahasiswaDi Lapangan Kerja

Kemampuan akademik seorang mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik mahasiswa yang bersangkutan. Individu yang dapat mencapai prestasi tinggi, cenderung mempunyai wawasan luas, terutama mata kuliah di akademi. Pretasi belajar yang tinggi dapat diartikan bahwa mahasiswa tersebut sudah memiliki dasar ilmu yang baik, sehingga dimungkinkan kinerja praktek mahasiswa yang baik dipengaruhi oleh prestasi belajar atau hasil belajar ketika proses pembelajaran yang sering disebut dengan istilah kapabilitas (Briggs, et al, 2006).

Kinerja Praktek
Kinerja Praktek

Berdasarkan uraian tersebut dengan adanya self-efficacy yang tinggi, prestasi belajar yang tinggi dan lingkungan belajar klinik yang kondusif dapat memberikan energi yang positif sehingga mahasiswa dapat menunjukan kinerja praktek klinik kebidanan I secara optimal dan baik sesuai dengan potensi yang individu miliki, sehingga mereka mampu bersaing di dalam kehidupan global. Yang pada kenyataannya kwalitas sumber daya manusia sangat penting dan menduduki posisi sentral, baik sebagai sarana maupun tujuan pembangunan itu sendiri.

Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara self-efficacy dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I?
  2. Apakah ada hubungan antara prestasi belajar dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I?
  3. Apakah ada hubungan antara lingkungan belajar klinik dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I?
  4. Apakah ada hubungan self-efficacy, prestasi belajar, dan lingkungan belajar klinik dengan kinerja praktek klinik kebidanan I mahasiswa Akademi Kebidanan Mitra Husada Karanganyar?

Tinjauan Pustaka

  1. Pengertian Self-efficacy

Self-efficacy adalah pertimbangan subjektif individu terhadap kemampuannya untuk menyusun tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus yang dihadapi.

  1. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar terdiri dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.

  1. Lingkungan Belajar Klinik

Pembelajaran klinik sangat penting untuk mahasiswa kebidanan. Keberhasilan pembelajaran klinik atau prakek klinik kebidanan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah lingkungan belajar klinik (clinical learning environment). Lingkungan belajar klinik merupakan salah satu bentuk iklim pembelajaran pada pembelajaran medis (Boor et al, 2008).

Metodelogi

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan penelitian cross sectional. Sampel terdiri atas 60 mahasiswa semester III Akademi Kebidanan Mitra Husada Karanganyar, yang melaksanakan praktek klinik kebidanan I, dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh dari bagian akademik untuk indeks prestasi mahasiswa, sedangkan untuk variabel self-efficacy, lingkungan belajar klinik dan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I dilakukan pengumpulan data dengan memberi kuesioner pertanyaan yang telah di uji validitas dan realibilitasnya. Analisis data diolah dengan uji regresi berganda.

Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara self-efficacy dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I di Akbid Mitra Husada Karanganyar.
  2. Ada hubungan yang postif dan signifikan antara prestasi belajar dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I di Akbid Mitra Husada Karanganyar.
  3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar klinik dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I di Akbid Mitra Husada Karanganyar.
  4. Ada hubungan bersama-sama yang positif dan signifikan antara variabel bebas (self-efficacy, prestasi belajar dan lingkungan belajar klinik) dengan variabel terikat (kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I ).

Tesis Pendidikan: Membaca Permulaan dgn Media Pembelajaran Kartu Kata u/ Anak Tunagrahita Ringan

Judul: Peningkatan Prestasi Belajar Membaca Permulaan dengan Media Pembelajaran Kartu Kata untuk Anak Tunagrahita Ringan Kelas II SLB Negeri Kotagajah Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2008/2009

A. Latar Belakang

Media pembelajaran kartu atau Flash Cards merupakan salah satu media pembelajaran visual yang sederhana untuk mempermudah cara belajar peserta didik, media ini dibuat dengan biaya yang relatif murah, mudah dipahami dan dimengerti, namun sangat diperlukan sebagai alat bantu yang dapat merangsang motivasi belajar dalam membaca permulaan. Menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti (2001 :30) ”media kartu atau flash cards biasanya berisi kata-kata, gambar atau kombinasi dan dapat digunakan mengembangkan perbendaharaan kata-kata dalam mata pelajaran bahasa pada umumnya dan pada bahasa asing pada khususnya”.

Kenyataan di lapangan pada beberapa Sekolah Luar Biasa, masih banyak ditemukan siswa-siswa baik yang masih sekolah maupun yang telah lulus, namun tetap belum dapat membaca dengan baik dan benar, meskipun hanya membaca kata-kata sederhana. Hal tersebut juga menjadi permasalahan serius di SLB Negeri Kotagajah Kabupeten Lampung Tengah. Dan apabila hal ini dibiarkan, maka tujuan institusional sekolah luar biasa akan semakin jauh dari kenyataan Dengan melihat pentingnya kemampuan membaca, khususnya membacam permulaan, inilah siswa kelas II Tunagrahita Ringan SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah mengalami permasalahan,

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : Apakah penggunaan media pembelajaran kartu kata dapat meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan anak tunagrahita ringan kelas II SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Anak Tunagrahita Ringan

Menurut Astati dan Euis Nani, (2001:36) anak tunagrahita ringan adalah : Anak tunagrahita ringan miskin dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bila dibandingkan dengan usianya. Mereka mengalami kesulitan secara menyeluruh, dan berpengaruh dalam penampilannya di sekolah, rumah, tetangga, dan di masyarakat. Walaupun demikian mereka masih mampu belajar sampai dengan kelas V dan dapat menggunakan kemampuan itu bila mereka dewasa

 

Karakteristik Anak Tunagrahita Ringan

Menurut Astati, (2001:5-7) adalah sebagai berikut :

1. Ciri fisik dan motorik

Ketrampilan motorik anak tunagrahita ringan lebih rendah dari anak normal, sedangkan tinggi dan berat badan adalah sama

2. Bahasa dan penggunannya

Anak tunagrahita ringan banyak yang lancar berbahasa tetapi kurang dalam perbendaharaan kata serta kurang mampu menarik kesimpulan mengenai apa yang dibicarakan

3. Kecerdasan

Anak tunagrahita ringan mengalami kesulitan dalam berpikir abstrak, tetapi masih mampu mempelajari hal-hal yang bersifat akademik walaupun terbatas. Sebagian dari mereka mencapai usia kecerdasan yang sama dengan anak normal usia 12 tahun ketika mencapai usia dewasa.

4. Sosial

Anak tunagrahita cenderung menarik diri, acuh tak acuh, mudah bingung. Mereka cenderung bergaul dengan anak normal yang lebih muda dari usianya.

5. Kepribadian

Ciri-ciri pribadi anak tunagrahita ringan antara lain kurang percaya diri, merasa rendah diri dan mudah frustasi

6. Pekerjaan

Anak tuna grahita ringan dapat melakukan pekerjaan yang sifatnya semiskilled dan pekerjaan itu sifatnya sederhana.

 

Tujuan Pembelajaran Membaca Permulaan

Ada beberapa tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam membaca permulaan Supraptiningsih, (2005: 1, 2), yaitu :

  1. Memupuk dan mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami dan melaksanakan cara membaca permulaan dengan baik dan benar.
  2. Melatih mengembangkan kemampuan siswa untuk mengenal huruf-huruf sebagai tanda bunyi dan suara
  3. Melatih dan mengembangkan kemampuan siswa agar terampil mengubah tulisan menjadi bersuara.
  4. Mengenal dan melatih siswa untuk dapat memahami kata-kata yang dibaca dan mengingat artinya dengan baik.
  5. Melatih keterampilan siswa untuk dapat memahami kata-kata yang dibaca dan mengingat artinya dengan baik.
  6. Melatih keterampilan siswa untuk dapat menentukan arti kata tertentu dari sebuah kata dalam konteks kalimat.

Pengertian Media Pembelajaran Kartu

Media Pembelajaran Kartu atau flash cards menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti (2001:30) adalah ”biasanya berisi kata-kata, gambar atau kombinasi dan dapat digunakan mengembangkan perbendaharaan kata-kata dalam mata pelajaran bahasa pada umumnya dan pada bahasa asing pada khususnya”.

 

Kelebihan Media Pembelajaran Kartu

Kelebihan penggunaan media pembelajaran kartu menurut Arief S. Sadiman, Raharjo, Raharjito dan Anung Hariyono (2006:29), adalah :

  1. Sifatnya konkrit, gambar lebih realitas menunjukkan pokok masalah dibanding dengan media verbal
  2. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda obyek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, tetapi gambar dapat selalu dibawa ke mana-mana.
  3. Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
  4. Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah/ membetulkan kesalah pahaman.
  5. Murah harganya dan gampang didapat dan digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini disebut penelitian populatif dengan subyek penelitian adalah semua siswa kelas II Tunagrahita Ringan SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 3 siswa.

Teknik prngumpulan data yang digunakan adalah Observasi langsung yang dilakukan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung adalah observasi partisipatif agar hasilnya obyektif, selain itu observasi juga dilakukan untuk mengamati siswa dalam mengikuti pembelajaran dan Tes yang dilaksanakan pada awal penelitian untuk mengetahui sejauh mana kemampuan membaca anak dan pada akhir setiap siklus untuk mengetahui prestasi belajar membaca anak.

Teknik analisis data adalah deskriptif komparatif.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan analisis penelitian, diketahui bahwa nilai rata-rata pada siklus I sebesar 58,3, sebesar 61,6 pada siklus II. dan sebesar 65 pada siklus III. maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran kartu dengan nyata efektif dapat meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan anak Tunagrahita Ringan kelas II SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah semester II tahun pelajaran 2008/2009. Temuan hasil penelitian tersebut sekaligus dapat menjawab perumusan masalah yang diajukan dan mencapai tujuan penelitian yang dirumuskan yaitu untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran kartu dalam meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan anak tunagrahita ringan kelas II SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun pelajaran 2008/2009.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Upaya Meningkatkan Keterampilan Bermain Drama dengan Penggunaan Media Video Drama Siswa Kelas V Tahun 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas SD N 2 Sawahan Kabupaten Boyolali)
  2. Analisis Bahan Jerami Padi dalam Bentuk Block atau Kotak sebagai Bahan Pengisi Batako Tidak Berlubang
  3. Peningkatan Prestasi Belajar Membaca Permulaan dengan Media Pembelajaran Kartu Kata untuk Anak Tunagrahita Ringan Kelas II SLB Negeri Kotagajah Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2008/2009
  4. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Metode Karyawisata pada Anak Tuna Grahita Kelas Dasar III SLB – C Ypaalb Prambanan Klaten
  5. Efektifitas Penggunaan Media Trigonal Pencil dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Menulis Siswa Berkesulitan Menulis Kelas III SD Islam Bakti I Joyotakan Kecamatan Serengan Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009

 

 

 

 

 

Incoming search terms:

Prestasi Belajar

Prestasi Belajar ~ Terdapat beberapa pengertian dari Prestasi Belajar diantaranya sebagai berikut:

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefinisikan prestasi belajar sebagai penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Sedangkan Sutratinah Tirtonegoro mengartikan prestasi belajar sebagai suatu penilaian hasil usaha kegiatan maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak dalam periode tertentu. Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar adalah penilaian dari usaha belajar yang telah dilakukan oleh siswa dan biasanya dinyatakan dalam bentuk angka ataupun huruf.

Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa dalam suatu mata pelajaran tertentu berarti merupakan hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam mata pelajaran tersebut yaitu mata pelajaran yang dijalani dan diikuti oleh siswa.

Tesis Akutansi: Belajar Akuntansi Keuangan & Lingkungan Belajar trhdp Prestasi Belajar

Judul Tesis : Pengaruh Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan, Minat, dan Lingkungan Belajar Terhadap Prestasi Belajar Analisis Laporan Keuangan Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang Tahun 2001

 

A. Latar Belakang

Program studi pendidikan akuntansi merupakan program pendidikan yang ada di Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial UNNES. Program studi ini bertujuan untuk menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi calon pendidik atau guru akuntansi yang profesional dan berkompeten. Mahasiswa di program studi pendidikan Akuntansi menerima matakuliah-matakuliah sesuai dengan Kurikulum Inti dan Kurikulum Institusional.

Salah satu kelompok mata kuliah yang ada di program studi pendidikan akuntansi adalah Kelompok Mata kuliah Keahlian Berkarya (MKB). Kelompok Mata kuliah Keahliah Berkarya (MKB) adalah mata kuliah yang bersifat matakuliah khusus yang diberikan pada program studi tertentu, terdiri atas beberapa mata kuliah yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang dibutuhkan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan keterampilan yang dikuasai (Pedoman Akademik UNNES 2003-2004). MKB dalam program studi pendidikan akuntansi merupakan kelompok mata kuliah yang terdiri dari mata kuliah-mata kuliah yang berhubungan dengan ilmu akuntansi. Kelompok mata kuliah ini diberikan agar mahasiswa menguasai semua ilmu tentang akuntansi. Sehingga mahasiswa mempunyai bekal ilmu akuntanasi yang cukup untuk memjadi seorang guru karena seorang guru harus mempunyai cukup modal penguasaan bahan agar dapat menyampaikan materi pelajaran dengan baik.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana gambaran umum lokasi penelitian di Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang ?
  2. Bagaimana prestasi belajar Akuntansi Keuangan, minat belajar, lingkungan belajar dan prestasi belajar Analisis Laporan Keuangan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang angkatan tahun 2001?

 

C. Landasan Teori

Pengertian belajar

Menurut W.S. Winkel dalam Darsono (2001:4) belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap. Menurut Sardiman (2005:19) belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga, psiko-fisik untuk menuju ke perkembangan pribadi manusia seutuhnya, yang berarti menyangkut unsur cipta, rasa dan karsa, ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.

Pengertian prestasi belajar

Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang diberikan oleh guru (Tu’u 2004 : 75).

Minat Belajar

Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. (Slameto 2003:180) Lebih lanjut Winkel (1983:30) menyatakan minat merupakan yang agak menetap dalam subyek merasa tertarik pada hal/bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung dalam bidang itu. Perasaan senang akan menimbulkan minat.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan Akuntansi tahun 2001 sebanyak 74 mahasiswa.

Populasi ini sekaligus sebagai sempel. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah prestasi belajar Akuntansi Keuangan, minat belajar dan lingkungan belajar, sedangkan variabel terikatnya adalah prestasi belajar Analisis Laporan Keuangan.

Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner dan dokumentasi.

Metode analisis data yang digunakan adalah deskriptif persentase, metode analisis regresi linier berganda, uji simultan, uji parsial, koefisien determinasi, evaluasi ekonometrika yang terdiri dari uji normalitas data, uji multikolinieritas, dan uji heteroskedastisitas.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada Jurusan Ekonomi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang terdapat lima program studi yaitu Program Studi Pendidikan Ekonomi yang berkonsentrasi pada Akuntansi, Administrasi Perkantoran, dan Koperasi, Akuntansi S1, Akuntansi D3, Manajemen S1, Manajemen Perkantoran D3 dan Ekonomi Pembangunan.
  2. Sebanyak 50 mahasiswa Pendidikan Akuntansi memiliki prestasi Belajar Akuntansi Keuangan baik, 58 mahasiswa memiliki minat belajar yang tinggi, 61 mahasiswa memiliki lingkungan belajar yang baik dan 23 mahaiswa memiliki prestasi belajar Analisis Laporan Keuangan yang baik sekali.
  3. Secara parsial tidak ada pengaruh prestasi belajar akuntansi keuangan terhadap prestasi belajar analisis laporan keuangan mahasiswa program studi pendidikan akuntansi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang tahun 2001.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Pengaruh Efisiensi Modal Kerja terhadap Rentabilitas pada Pusat Koperasi Pegawai Republik Indonesia
  2. Pengaruh Efisiensi Pengendalian Biaya dan Tingkat Perputaran Modal Kerja terhadap Rentabilitas Ekonomi
  3. Pengaruh Modal Sendiri dan Modal Pinjaman Terhadap Sisa Hasil Usaha (SHU) pada Koperasi
  4. Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap Prestasi Belajar Akuntansi
  5. Pengaruh Prestasi Belajar Akuntansi Keuangan, Minat dan Lingkungan Belajar terhadap Prestasi Belajar

 

Skripsi Pendidikan: Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Pengaruh trhdp Hasil Belajar

Judul Skripsi : Analisis Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Pengaruhnya terhadap Upaya Peningkatan Hasil Belajar Akuntansi dalam Pokok Bahasan Pencatatan Transaksi Perusahaan Dagang Mata Pelajaran Akuntansi pada Siswa Kelas II Semester I SMU Negeri 7 Purworejo

 

A. Latar Belakang

Mengingat begitu pentingnya pendidikan, tidak heran jika banyak pihak yang mulai menaruh perhatiannya pada dunia pendidikan. Sampai saat ini, mutu pendidikan di Indonesia jika dibandingkan dengan mutu pendidikan di negara-negara ASEAN lainnya masih relatif rendah. Padahal dalam kenyataanya, mutu pendidikan sangat mempengaruhi mutu siswa yang dikeluarkannya. Indikator tinggi rendahnya mutu pendidikan yang ada dilihat dari prestasi belajar siswa ( Arifin 1991 :4).

Menurut Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No.053/U/2001 Tanggal 19 April 2001 tentang Pedoman Penyusunan Standar Pendidikan Dasar Menengah, ialah setiap tamatan SMU diharapkan untuk mampu:

  1. Menguasai materi pembelajaran sebagaimana yang tercantum dalam program pembelajaran SMU.
  2. Memiliki pengetahuan dan ketrampilan dasar untuk hidup dalam
  3. Memiliki ahklak dan budi pekerti yang luhur.
  4. Memiliki kemampuan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Depdiknas 2003:63)

Sehingga salah satu cara meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan meningkatkan prestasi belajar siswa.

 

B. Rumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: adakah perbedaan yang signifikan dari prestasi belajar Akuntansi mengunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode pembelajaran konvensional dalam pokok bahasan pencatatan transaksi perusahaan dagang mata pelajaran Akuntansi pada siswa kelas II semester I SMU Negeri 7 Purworejo.

 

C. Landasan Teori

Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu kegiatan yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Dengan belajar manusia mampu mengembangkan potensipotensi yang dibawanya sejak lahir sehingga nantinya mampu menyesuaikan diri demi pemenuhan kebutuhan. Pengertian belajar menurut Marris L Bigge dalam bukunya Darsono (2000:3) adalah suatu perubahan yang menetap dalam kehidupan seseorang yang tidak diwariskan secara genetis. Dalam hal ini perubahan yang dimaksud terjadi pada pemahaman, perilaku, persepsi, motivasi atau campuran dari semuanya secara sistematis sebagai akibat pengalaman dalam situasi-situasi tertentu.

 

Prestasi Belajar

Prestasi belajar merupakan hasil yang tercapai seseorang setelah melakukan suatu proses belajar. Prestasi belajar merupakan perubahan tingkah laku kognitif, tingkah laku afektif dan tingkah laku psikomotorik. Menurut Zaenal Arifin (1991:3) prestasi adalah kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan sesuatu hal. Sedangkan menurut Poerwadarminto (1995:787) yang dimaksud dengan prestasi adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya (1995:787). Dalam hal ini, prestasi hanya dibatasi dalam bidang pendidikan khususnya pengajaran.

 

Pengertian Pembelajaran Kooperatif

Konsep pembelajaran kooperatif merupakan ide pembelajaran yang telah lama di pikirkan. Ide ini bermula pada awal abad pertama, seseorang filosof berpendapat bahwa untuk dapat belajar seseorang harus memiliki pasangan atau teman.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II semester I SMU Negeri 7 Purworejo, yang berjumlah 320 siswa yang berasal dari kelas II.1 sampai dengan kelas II.8.

Sampel dalam penelitian ini berjumlah 2 kelas, dimana kelas II.3 untuk kelompok eksperimen dan kelas II.2 untuk kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel adalah mengunakan teknik One Stage Cluster Random Sampling.

Variabel penelitian ada dua yaitu variabel pembelajaran kooperatif tipe STAD (X1) dan metode Pembelajaran konvensional (X2) Data diambil, melalui teknik dokumentasi dan tes.

Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis uji t.

 

E. Kesimpulan Skripsi

  1. Adanya perbedaan prestasi belajar Akuntansi antara siswa yang diajar mengunakan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan metode pembelajaran ceramah dalam pokok bahasan pencatatan transaksi perusahaan dagang pada siswa kelas II semester I SMU Negeri 7 Hal ini dapat dilihat dari hasil perolehan t hitung = 4,944 sedangkan t tabel =1,99 sehingga Ha diterima. Terjadinya perbedaan prestas belajar Akuntansi ini dikarenakan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, siswa dikondonsikan untuk berperan aktif menyumbangkan prestasi belajarnya untuk kemajuan kelompoknya.
  2. Metode pembelajaran kooperatif tipe STAD terbukti lebih meningkatkan prestasi belajar siswa dibandingkan dengan pembelajaran yang mengunakan metode ceramah. Hal ini didukung adanya kondisi dimana siswa lebih cepat memahami materi yang diajarkan dengan cara berdiskusi dengan teman sebayanya dalam satu kelompok.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Penilaian Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kurikulum Berbasis Kompetensi ( KBK )
  2. Analisis Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Stad dan Pengaruhnya Terhadap Upaya Peningkatan Hasil Belajar Akuntansi Dalam Pokok Bahasan Pencatatan Transaksi Perusahaan Dagang Mata Pelajaran Akuntansi pada Siswa Kelas II Semester I SMU Negeri 7 Purworejo
  3. Analisis Motivasi Belajar Akuntansi dan Orientasi Pasca Lulus Serta Pengaruhnya Terhadap Prestasi Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas III Jurusan Akuntansi SMK Bisnis dan Manajemen Se-Kota Tegal Tahun Ajaran 2004/2005
  4. Penerapan Student Team Achievement Division (STAD) Sebagai Metode Pembelajaran pada Mata Pelajaran Ekonomi Pokok Bahasan Kebijakan Fiskal dan Moneter pada Siswa Kelas XI IPS 3 SMA Negeri 1 Boja Tahun Pengajaran 2006/2007
  5. Pengaruh Penggunaan Metode Belajar Aktif Tipe Quiz Team terhadap Minat Belajar dan Hasil Belajar