Efektivitas Model Pembelajaran Accelerated Teaching dgn Setting Cooperative Learning

Judul Skripsi : Efektivitas Model Pembelajaran Accelerated Teaching dengan Setting Cooperative Learning Terhadap Prestasi Belajar Matematika Ditinjau dari Respon Siswa pada Pembelajaran Kelas X SMA Negeri Kabupaten Boyolali

 

A. Latar Belakang Masalah

Respon dapat diartikan sebagai tanggapan seseorang terhadap pengaruh atau reaksi dari luar sehingga mempengaruhi sikap dan tingkah laku. Respon siswa terhadap proses pembelajaran merupakan tanggapan siswa selama mengikuti proses pembelajaran, sehingga mempengaruhi sikap dan tingkah laku siswa dapat diungkapkan ke dalam bentuk pernyataan dari siswa tersebut. Dalam pembelajaran dengan metode Accelerated Teaching siswa dalam mengikuti proses pembelajaran akan banyak dihadapkan komponen-komponen pembelajaran, sehingga sangat dimungkinkan bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi oleh respon siswa terhadap proses pembelajaran.

Mengingat pentingnya prestasi belajar matematika bagi siswa dalam proses belajar selanjutnya maka masalah rendahnya prestasi belajar matematika siswa, dan respon siswa terhadap proses pembelajaran matematika yang cenderung negatif perlu diupayakan pemecahannya.Berdasarkan uraian di atas, maka perlu adanya kajian tentang penerapan Model Accelerated Teaching di sekolah-sekolah lain di Boyolali dan sebagai alternatif model pembelajaran dalam pembelajaran matematika di SMA.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah model pembelajaran Accelerated Teaching dengan setting Cooperative Learning menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dari pada model pembelajaran Accelerated Teaching tanpa setting Cooperative Learning pada materi pokok Trigonometri
  2. Apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai respon tinggi lebih baik daripada siswa yang mempunyai respon sedang, dan apakah prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai respon sedang lebih baik daripada siswa yang mempunyai respon rendah pada materi pokok Trigonometri?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah cara penyajian materi dengan model Accelerated Teaching dengan setting Cooperative Learning dalam pembelajaran akan memberikan prestasi yang lebih baik pada materi pokok Trigonometri daripada cara penyajian materi dengan model Accelerated Teaching tanpa setting Cooperative Learning.
  2. Untuk mengetahui apakah prestasi balajar matematika siswa yang mempunyai respon tinggi lebih baik dari pada siswa yang mempunyai respon sedang dan siswa yang mempunyai respon sedang mempunyai prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai respon rendah dalam mempelajari materi pokok Trigonometri.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Accelerated Teaching dengan setting Cooperative Learning pada materi pokok Trigonometri menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan model pembelajaran Accelerated Teaching tanpa setting Cooperative Learning.

2. Respon siswa pada pembelajaran berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika pada materi pokok Trigonometri. Prestasi belajar siswa yang mempunyai respon tinggi sama baiknya dengan siswa yang mempunyai respon sedang, prestasi belajar siswa yang mempunyai respon tinggi lebih baik daripada yang memiliki respon rendah dan prestasi belajar matematika siswa yang mempunyai respon sedang sama dengan prestasi belajar siswa yang mempunyai respon rendah.

 

E. Saran

1. Kepada guru mata pelajaran matematika

Dalam melakukan kegiatan pembelajaran matematika, hendaknya guru lebih banyak melibatkan keaktifan siswa, guru hanya sebagai fasilitator dan motivator saja. Misalnya dengan memilih dan menggunakan cara penyajian materi yang lebih banyak melibatkan aktivitas siswa, seperti pembelajaran yang menggunakan model Accelerated Teaching dengan setting Cooperative Learning.

2. Kepada siswa

Sebaiknya siswa selalu memperhatikan dengan sungguh-sungguh penjelasan guru tentang materi yang disampaikan dan memahami dengan baik ringkasan materi pembelajaran model Accelerated Teaching dengan setting Cooperative Learning.

Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Prestasi Belajar IPS Siswa

Judul Skripsi : Keefektifan Penerapan Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Ditinjau dari Minat Siswa

 

A. Latar Belakang

Kalangan pendidik dan praktisi pendidikan menyadari bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan siswa di dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah. Faktor-faktor yang berpengaruh tersebut adalah faktor internal dan faktor eksternal dari diri siswa itu sendiri. Faktor internal yang mempengaruhi prestasi belajar siswa salah satu di antaranya adalah minat belajar siswa. Sedangkan faktor eksternal yang berpengaruh di antaranya model pendekatan pembelajaran yang digunakan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya yaitu melakukan proses belajar mengajar di kelas.

Selain berbagai unsur pembelajaran diatas keberhasilan suatu proses pembelajaran juga ditentukan oleh dua faktor yaitu faktor yang berasal dari dalam diri siswa yang meliputi minat maupun motivasi dan faktor yang berasal dari luar siswa yang meliputi strategi pembelajaran, lingkungan belajar, dan keberadaan media pembelajaran. Minat adalah merupakan satu hal yang harus terpenuhi dalam keberlangsungan serta keberhasilan suatu proses pembelajaran . Faktor minat perlu dimunculkan pada diri siswa atau pebelajar pada saat akan melakukan proses pembelajaran sehingga siswa akan lebih siap dan mampu untuk melaksanakan belajarnya dengan baik. Untuk menumbuhkan suatu minat maupun motivasi pada diri siswa merupakan pekerjaan yang tidak mudah karena guru setidak-tidaknya harus mampu mengenali siswa-siswanya secara lebih mendalam tentang latar belakang kehidupannya sampai permasalahan yang dihadapi masing-masing siswa.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap prestasi belajar IPS siswa?
  2. Apakah terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa?
  3. Apakah terdapat interaksi pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dengan minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :

  1. Perbedaan pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran kontekstual terhadap prestasi belajar IPS siswa.
  2. Perbedaan pengaruh yang signifikan antara minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa.
  3. Interaksi pengaruh yang signifikan antara pendekatan pembelajaran dengan minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Terdapat pengaruh pendekatan pembelajaran kontekstual dan konvensional terhadap prestasi belajar IPS siswa . Dalam penerapan pembelajaran kontekstual materi pelajaran selalu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari, dan siswa dituntut selalu aktif dalam kegiatan pembelajaran, sehingga akan mempermudah sisiwa mendalami suatu matei eplajaran, hal tesebut pada gilirannya akan mampu meningkatkan prestasi siswa.

2. Terdapat pengaruh minat belajar terhadap prestasi belajar IPS siswa. Minat belajar merupakan dorongan belajar dari siswa. Siswa yang memiiki minat belajar yang tinggi akan merasa senang dan antusias dalam melaksanakan kegiatan belajar. Sedangkan siswa yang minat belajarnya rendah, dalam belajar kurang antusias dan tidak berusaha untuk selalu meningkatkan prestasinya.

 

E. Saran

1. Dalam melaksanakan pembelajaran guru hendaknya mampu memilih pendekatan pembelajarn yang efektif, yang selalu melibatkan siswa secara aktif sehingga materi pelajaran akan mudah diterima oleh siswa.

2. Guru IPS di SD dalam pembelajaranya dapat menggunakan pendekatankontekstual sebagai pendekatan pembelajaranya, karena dari hasil peneltian ini penggunaan pedekatan kontektual mampu memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan pendekatan konvensional.

Efektivitas Pembelajaran Ekonomi dgn Multimedia Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA

Judul Skripsi : Efektivitas Pembelajaran Ekonomi dengan Multimedia Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di SMA Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal

 

A. Latar Belakang

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran adalah dengan penggunaan media pembelajaran multimedia. Selain berfungsi untuk memacu kreatifitas dan keaktifan peserta didik, pembelajaran multimedia juga berperan sebagai pengenalan teknologi terkini di dunia pendidikan. Sehingga dalam segi ilmu, peserta didik lebih bisa menyerap nya dengan lebih baik. Begitu pula dari  keahlian penggunaan multimedia, pengalaman peserta didik juga tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi di dunia internasional.

SMA Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal sebagai salah satu sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sudah seharusnya mampu menyelenggarakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran multimedia. Hal ini didasarkan pada ketentuan khusus untuk penyelenggaraan pendidikan sekolah bertaraf internasional, dimana dalam salah satu indikator proses pembelajaran pada program RSBI disebutkan bahwa pihak sekolah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi  (TIK) pada semua mata pelajaran. Pertimbangan lain yang menjadikan dasar pentingnya penggunaan multimedia di dunia pendidikan adalah karena pesatnya perkembangan dan penggunaan teknologi saat ini, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja serta seluruh segmen kehidupan, termasuk didalamnya adalah perekonomian Indonesia. Untuk itu pengenalan multimedia serta penggunaan multimedia pada proses pembelajaran kepada peserta didik, dalam hal ini lebih khususnya adalah mata pelajaran ekonomi, perlu dilaksanakan dengan baik. Tidak hanya itu, peserta didik juga harus mampu memanfaatkan multimedia dalam pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguasai dan meningkatkan prestasi belajar ekonomi.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran ekonomi dengan multimedia dan pembelajaran ekonomi dengan buku teks?
  2. Apakah pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih efektif dari pada pembelajaran ekonomi dengan buku teks?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran ekonomi dengan multimedia dan pembelajaran ekonomi dengan buku teks?
  2. Untuk mengetahui apakah pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih efektif dari pada pembelajaran ekonomi dengan buku teks?

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Ada perbedaan prestasi belajar ekonomi antara pembelajaran ekonomi dengan multimedia dan pembelajaran ekonomi dengan media buku teks. Pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih baik daripada dengan media buku teks terhadap kemampuan kognitif yang dimiliki siswa pada pokok bahasan permintaan, penawaran dan keseimbangan pasar.

2. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari nilai rata-rata kelas kontrol. Hal ini dapat menjadi salah satu indikator untuk mengatakan bahwa pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih efektif dari pada pembelajaran ekonomi dengan media buku teks.

 

E. Saran–saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas, maka terdapat beberapa hal yang peneliti anjurkan demi perbaikan kualitas mutu pendidikan di sekolah, yaitu :

1. Guru hendaknya terlebih dahulu mengetahui karakteristik kompetensi dasar yang akan diajarkan sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

2. Penggunaan media pembelajaran multimedia sebaiknya dapat diterapkan pada pelajaran ekonomi di setiap kelas. Karena penggunaan media pembelajaran multimedia sangat membantu siswa didalam memahami materi yang diajarkan.

Prestasi Belajar dgn Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik

Judul Skripsi : Prestasi Belajar dengan Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik

 

A. Latar Belakang Masalah

Penilaian dalam pendidikan tinggi menggunakan indeks prestasi (IP) N sebagai indikator dari prestasi belajar mahasiswa dalam satu atau lebih semester yang diperoleh dengan jalan membagi jumlah nilai tersebut dengan jumlah SKS (sistem kredit semester) yang ditempuh oleh mahasiswa (Depkes RI, 2002).

Hasil studi pendahuluan di Akademi Bhakti Nusantara Salatiga dengan melakukan wawancara dan studi dokumentasi pada 10 mahasiswa semester 2 yang telah mendapatkan materi dan ketrampilan KDPK dengan motivasi belajar tinggi 50%, motivasi sedang 30% dan motivasi rendah 20%. Berdasarkan prestasi belajar KDPK adalah 20% sangat memuaskan, 50% memuaskan dan 30% cukup memuaskan. Sedangkan berdasarkan kompetensi praktik klinik KDPK adalah 40% sangat memuaskan, 50% memuaskan dan 10% cukup memuaskan.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Adakah Hubungan Antara Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Dengan Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) Mahasiswa Tingkat I Akademi Kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui Hubungan Antara Motivasi Belajar Dan Prestasi Belajar Dengan Kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) Mahasiswa Tingkat I Akademi Kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

 

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan kompetensi Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa Tingkat I akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.
  2. Mengetahui hubungan antara prestasi belajar dengan kompetensi praktik Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa Tingkat I akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dengan kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa tingkat I Akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

2. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara prestasi belajar dengan kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa tingkat I Akademi Kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

3. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara motivasi belajar dan prestasi belajar dengan kompetensi Ketrampilan Dasar Praktik Klinik (KDPK) mahasiswa tingkat I Akademi kebidanan Bhakti Nusantara Salatiga.

E. Saran

1. Bagi Pendidikan

Untuk mengembangkan strategi belajar dalam rangka meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dengan melaksanakan tes motivasi untuk mengetahui sejauh mana motivasi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran. Adanya nilai minimal sebagai syarat untuk melaksanakan praktek klinik  baik dilaboratorium klinik maupun dilahan praktek. Nilai minimal 3.00 dapat dijadikan nilai minimal mahasiswa untuk bisa melaksanakan praktek. klinik. Dengan prestasi yang baik, diharapkan kompetensi praktek mahasiswa juga semakin baik seperti hasil dalam penelitian ini.

2. Bagi Mahasiswa

Untuk mengembangkan prestasi dan motivasi serta berperan aktif dalam pencapaian kompetensi prakek klinik mahasiswa serta mengembangkan strategi praktek klinik khususnya praktek klinik KDPK.

Hubungan Antara Minat, Motivasi dan Kecerdasan Emosi dgn Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Hubungan Antara Minat, Motivasi dan Kecerdasan Emosi dengan Prestasi Belajar

A. Latar Belakang Masalah

Prosedur masuk pendidikan D III keperawatan tidak berdasar pada nilai Ujian Akhir Nasional (UAN) tetapi melaluai prosedur yang telah ditetapkan dalam buku pedoman penerimaan mahasiswa baru yang diterbitkan dari Pusat Pendidikan Tenaga Kesehatan (Pusdiknakes) departemen kesehatan RI. Yaitu melalui tes administrasi, tes tertulis yang meliputi Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) terpadu, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia serta tes kesehatan. Oleh karena animo yang terbatas maka fungsi tes seleksi tersebut seolah-olah hanya formalitas saja karena pada akhirnya seluruh peserta tes dapat diterima.

Dari kenyataan tersebut maka dimungkinkan banyak peserta didik yang masuk tidak disertai dengan minat dan motivasi yang tinggi, hal ini tentu sedikit banyak akan berpengaruh terhadap proses belajar mengajar seperti rendahnya semangat untuk belajar, tidak aktif, tidak disiplin atau bahkan putus ditengah jalan yang pada akhirnya prestasi yang diperoleh kurang memuaskan.

 

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah ada tiga :

  1. Apakah ada hubungan antara minat dengan prestasi belajar?
  2. Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar?
  3. Apakah ada hubungan antara minat dan miotivasi dengan prestasi belajar?

 

C. Tujuan Penelitian

Umum :

Untuk mengetahui hubungan antara minat dan motivasi belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Akper PKU Muhammadiyah Surakarta.

 

Khusus :

  1. Mengetahui hubungan antara minat dengan prestasi belajar
  2. Mengetahui hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar
  3. Mengetahui hubungan antara minat dan miotivasi dengan prestasi belajar.
  4. Diperoleh kelompok minat, motivasi dan prestasi belajar peserta didik.

D. Simpulan

Berdasar analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara minat dengan prestasi belajar pada mahasiswa akper PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2007 dinyatakan hipotesis diterima atau teruji kebenarannya. Hal tersebut terbukti dengan diperolehnya nilai rhitung > rtabel atau 0.416 > 0.254 pada taraf signifikasi 5%.

2. Hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar pada mahasiswa akper PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2007 dinyatakan hipotesis diterima atau teruji kebenarannya. Hal tersebut terbukti dengan diperolehnya nilai rhitung > rtabel atau 0.469 > 0.254 pada taraf signifikasi 5%.

3. Hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif dan signifikan antara minat dan motivasi dengan prestasi belajar pada mahasiswa akper PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2007 dinyatakan hipotesis diterima atau teruji kebenarannya. Hal tersebut terbukti dengan uji keberartian korelasi ganda diperolehnya nilai Fhitung > Ftabel atau 12.98 > 3.13

4. Kelompok minat , motivasi dan prestasi belajar mahasiswa sebagai berikut: variabel minat mahasiswa tergolong memiliki minat yang tinggi yaitu 78.3%, variabel motivasi 73.3% tergolong tinggi dan prestasi belajar 81.7% memiliki prestasi yang baik.

Incoming search terms:

Interaksi Sosial dlm Keluarga dgn Prestasi Belajar Geografi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Berprestasi dan Interaksi Sosial dalam Keluarga dengan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010

 

A. Latar Belakang Masalah

Di sekolah, kita bisa menemukan motivasi berprestasi yang berbeda antara satu siswa dengan siswa yang lain. Ada dari mereka motivasi berprestasinya tinggi dan ada pula yang rendah. Siswa yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi segala hambatan dalam belajar, memelihara kualitas belajar yang tinggi dan berkompetensi untuk meraih prestasi bahkan melebihi prestasi yang telah dicapainya sendiri maupun prestasi teman-temannya. Jika ia merasa gagal, maka kegagalan tersebut ia anggap karena kekurangan dalam berusaha sehingga ia akan merasa lebih bangga jika menghadapi tugas yang lebih berat dan bisa mengatasinya, sebaliknya ia akan malu jika gagal dalam menyelesaikan tugas yang mudah.

Akan tetapi, pada kenyataannya ada siswa yang motivasi berprestasinya rendah mempunyai prestasi belajar yang tinggi. Berdasarkan latar belakang masalah di atas, penulis akan melakukan penelitian dengan judul “Hubungan Motivasi Berprestasi dan Interaksi Sosial dalam Keluarga dengan Prestasi Belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010.”

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat hubungan antara interaksi sosial dalam keluarga dengan prestasi belajar Geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010?
  2. Apakah terdapat hubungan antara motivasi berprestasi dan interaksi sosial dalam keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar Geografi siswa kelas X SMA Negeri 1 Pati Tahun Pelajaran 2009/2010?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dengan prestasi belajar Geografi.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara interaksi sosial dalam keluarga dengan prestasi belajar Geografi.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi berprestasi dan interaksi sosial dalam keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar Geografi.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara interaksi sosial dalam keluarga dengan prestasi belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Pati Tahun Pelajaran 2009/2010, yaitu dengan nilai F = 12,921 dan p = 0,001; koefisien korelasi r = 0,388 dan koefisien determinasi R2 = 0,150 serta persamaan regresi Y = 70,851 + 0,156 X2.

2. Terdapat hubungan positif antara motivasi berprestasi dan interaksi sosial dalam keluarga secara bersama-sama dengan prestasi belajar Geografi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri I Pati Tahun Pelajaran 2009/2010 yaitu dengan nilai F = 12,454 dan p = 0,000; koefisien korelasi r = 0,507 dan koefisien determinasi R2 = 0,257 serta persamaan garis regresi Y = 58,381 + 0,152 X1 + 0,132 X2.

Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dgn Prestasi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil study pendahuluan pada 22 orang mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan indeks prestasi (IP) pada semester III dibandingkan semester sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu bertolak belakang dengan harapan institusi yang menginginkan mahasiswanya mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif akan menurunkan motivasi mahasiswa untuk belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajarnya (Mudjiman, 2007:41).

Merujuk pada pendapat beberapa ahli dalam kajian teoritis, prestasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya motivasi belajar,  tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  2. Adakah hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  3. Adakah hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  4. Adakah hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

Tujuan khusus

  1. Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.
  2. Menganalisis hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

 

D. Simpulan

1. Motivasi belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

2. Pemanfaatan fasilitas belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin baik tingkat pemanfaatan fasilitas belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

3. Lingkungan belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

4. Motivasi belajar, pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama mempunyai hubungan regresi (pengaruh) positif yang signifikan secara statistik terhadap IPK. Semakin tinggi motivasi belajar, semakin baik pemanfaatan fasilitas belajar dan semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together

Masalah Model Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi

Motivasi merupakan landasan yang kuat untuk belajar, anak yang mempunyai motivasi besar terhadap kegiatan belajar akan tekun dan berusaha keras untuk belajar, sedang anak yang kurang memiliki motivasi dalam belajar tidak akan antusias dalam belajar, sering membuat  kegaduhan dalam kelas, pesimis, dan bisa sering membolos. Hal ini akan teraplikasikan pada pencapaian tujuan pembelajaran yang menurun atau prestasi yang rendah. Sering terjadi, siswa tidak dapat berprestasi dengan maksimal bukan disebabkan kemampuan yang rendah tetapi karena tidak adanya motivasi, sehingga ia tidak menggunakan segala kemampuan yang dimilikinya.

Hasil penelitian terdahulu di SMA Negeri 1 Ponorogo oleh A’yun (2010) membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibandingkan dengan tipe Make A Match (MAM), motivasi berprestasi tinggi lebih baik dari pada motivasi berprestasi rendah. Untuk mengembangkan penelitian, maka penulis ingin meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe lain terhadap prestasi belajar dengan menetapkan judul “Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi belajar Ekonomi Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Ponorogo Tahun Pelajaran 2011/2012”.

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi model pembelajaran ceramah?
  2. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan siswa yang mempunyai motivasi rendah?
  3. Apakah terdapat perbedaan peningkatan nilai pretest dan postest antara siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi model pembelajaran ceramah?

Landasan Teori Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

  1. Pembelajaran Kooperatif

Slavin (2005:8) berpendapat bahwa “Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang beranggotakan 4-5 orang dengan struktur kelompok heterogen untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru”.

  1. Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

Menurut Spencer Kagan dalam Chotimah & Dwitasri (2009:191) “Numbered Heads Together merupakan suatu strategi pembelajaran dengan cara setiap peserta didik diberi nomor, kemudian dibuat kelompok.

  1. Motivasi Belajar

Menurut Ngalim Purwanto (2010:71) “Motivasi adalah ‘pendorongan’ suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu”.

Metode Penelitian

  • Jenis Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
  • Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2011/2012.
  • Dari populasi tersebut diambil 64 siswa sebagai sampel, yang terdiri dari 32 siswa sebagi kelompok eksperimen diberi pembelajaran model kooperatif Numbered Heads Together dan 32 siswa sebagai kelompok kontrol diberi pembelajaran model ceramah.
  • Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling.
  • Teknik pengumpulan data dengan metode tes untuk data prestasi belajar, dan metode angket untuk motivasi belajar.
  • Uji hipotesis menggunakan Analis varian dua jalan sel tidak sama dengan bantuan software SPSS.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan, maka dapat dibuat kesimpulan untukModel Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) sebagai berikut :

  1. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga P-value = 0,000 karena P-value < 0,05 maka keputusan ujinya H01 di tolak dan H11 di terima sehingga ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode kooperatif tipe NHT dan metode ceramah terhadap prestasi belajar ekonomi pada materi Konsumsi dan Investasi, di mana siswa yang di beri perlakuan menggunakan metode kooperatif tipe NHT memiliki rerata prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang di beri perlakuan menggunakan metode ceramah dengan rerata 7,90 untuk metode kooperatif tipe NHT dan 6,86 untuk metode Ceramah
  2. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga P-value = 0,000, karena P-value < 0,05 maka keputusan ujinya H02 di tolak dan H12 di terima sehingga ada pengaruh motivasi belajar (tinggi dan rendah) terhadap prestasi belajar ekonomi pada materi konsumsi pada Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).

Self-Efficacy, Prestasi dan Lingkungan Belajar dengan Kinerja Praktek

Latar Belakang Masalah Pembelajaran Dengan Praktek MahasiswaDi Lapangan Kerja

Kemampuan akademik seorang mahasiswa dapat dilihat dari prestasi akademik mahasiswa yang bersangkutan. Individu yang dapat mencapai prestasi tinggi, cenderung mempunyai wawasan luas, terutama mata kuliah di akademi. Pretasi belajar yang tinggi dapat diartikan bahwa mahasiswa tersebut sudah memiliki dasar ilmu yang baik, sehingga dimungkinkan kinerja praktek mahasiswa yang baik dipengaruhi oleh prestasi belajar atau hasil belajar ketika proses pembelajaran yang sering disebut dengan istilah kapabilitas (Briggs, et al, 2006).

Kinerja Praktek
Kinerja Praktek

Berdasarkan uraian tersebut dengan adanya self-efficacy yang tinggi, prestasi belajar yang tinggi dan lingkungan belajar klinik yang kondusif dapat memberikan energi yang positif sehingga mahasiswa dapat menunjukan kinerja praktek klinik kebidanan I secara optimal dan baik sesuai dengan potensi yang individu miliki, sehingga mereka mampu bersaing di dalam kehidupan global. Yang pada kenyataannya kwalitas sumber daya manusia sangat penting dan menduduki posisi sentral, baik sebagai sarana maupun tujuan pembangunan itu sendiri.

Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara self-efficacy dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I?
  2. Apakah ada hubungan antara prestasi belajar dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I?
  3. Apakah ada hubungan antara lingkungan belajar klinik dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I?
  4. Apakah ada hubungan self-efficacy, prestasi belajar, dan lingkungan belajar klinik dengan kinerja praktek klinik kebidanan I mahasiswa Akademi Kebidanan Mitra Husada Karanganyar?

Tinjauan Pustaka

  1. Pengertian Self-efficacy

Self-efficacy adalah pertimbangan subjektif individu terhadap kemampuannya untuk menyusun tindakan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas khusus yang dihadapi.

  1. Pengertian Prestasi Belajar

Prestasi belajar terdiri dari kata “Prestasi” dan “Belajar”. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses, sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.

  1. Lingkungan Belajar Klinik

Pembelajaran klinik sangat penting untuk mahasiswa kebidanan. Keberhasilan pembelajaran klinik atau prakek klinik kebidanan dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah lingkungan belajar klinik (clinical learning environment). Lingkungan belajar klinik merupakan salah satu bentuk iklim pembelajaran pada pembelajaran medis (Boor et al, 2008).

Metodelogi

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan penelitian cross sectional. Sampel terdiri atas 60 mahasiswa semester III Akademi Kebidanan Mitra Husada Karanganyar, yang melaksanakan praktek klinik kebidanan I, dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh dari bagian akademik untuk indeks prestasi mahasiswa, sedangkan untuk variabel self-efficacy, lingkungan belajar klinik dan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I dilakukan pengumpulan data dengan memberi kuesioner pertanyaan yang telah di uji validitas dan realibilitasnya. Analisis data diolah dengan uji regresi berganda.

Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara self-efficacy dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I di Akbid Mitra Husada Karanganyar.
  2. Ada hubungan yang postif dan signifikan antara prestasi belajar dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I di Akbid Mitra Husada Karanganyar.
  3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara lingkungan belajar klinik dengan kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I di Akbid Mitra Husada Karanganyar.
  4. Ada hubungan bersama-sama yang positif dan signifikan antara variabel bebas (self-efficacy, prestasi belajar dan lingkungan belajar klinik) dengan variabel terikat (kinerja mahasiswa praktek klinik kebidanan I ).

Tesis Pendidikan: Membaca Permulaan dgn Media Pembelajaran Kartu Kata u/ Anak Tunagrahita Ringan

Judul: Peningkatan Prestasi Belajar Membaca Permulaan dengan Media Pembelajaran Kartu Kata untuk Anak Tunagrahita Ringan Kelas II SLB Negeri Kotagajah Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2008/2009

A. Latar Belakang

Media pembelajaran kartu atau Flash Cards merupakan salah satu media pembelajaran visual yang sederhana untuk mempermudah cara belajar peserta didik, media ini dibuat dengan biaya yang relatif murah, mudah dipahami dan dimengerti, namun sangat diperlukan sebagai alat bantu yang dapat merangsang motivasi belajar dalam membaca permulaan. Menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti (2001 :30) ”media kartu atau flash cards biasanya berisi kata-kata, gambar atau kombinasi dan dapat digunakan mengembangkan perbendaharaan kata-kata dalam mata pelajaran bahasa pada umumnya dan pada bahasa asing pada khususnya”.

Kenyataan di lapangan pada beberapa Sekolah Luar Biasa, masih banyak ditemukan siswa-siswa baik yang masih sekolah maupun yang telah lulus, namun tetap belum dapat membaca dengan baik dan benar, meskipun hanya membaca kata-kata sederhana. Hal tersebut juga menjadi permasalahan serius di SLB Negeri Kotagajah Kabupeten Lampung Tengah. Dan apabila hal ini dibiarkan, maka tujuan institusional sekolah luar biasa akan semakin jauh dari kenyataan Dengan melihat pentingnya kemampuan membaca, khususnya membacam permulaan, inilah siswa kelas II Tunagrahita Ringan SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah mengalami permasalahan,

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : Apakah penggunaan media pembelajaran kartu kata dapat meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan anak tunagrahita ringan kelas II SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Anak Tunagrahita Ringan

Menurut Astati dan Euis Nani, (2001:36) anak tunagrahita ringan adalah : Anak tunagrahita ringan miskin dalam menyelesaikan tugas-tugasnya bila dibandingkan dengan usianya. Mereka mengalami kesulitan secara menyeluruh, dan berpengaruh dalam penampilannya di sekolah, rumah, tetangga, dan di masyarakat. Walaupun demikian mereka masih mampu belajar sampai dengan kelas V dan dapat menggunakan kemampuan itu bila mereka dewasa

 

Karakteristik Anak Tunagrahita Ringan

Menurut Astati, (2001:5-7) adalah sebagai berikut :

1. Ciri fisik dan motorik

Ketrampilan motorik anak tunagrahita ringan lebih rendah dari anak normal, sedangkan tinggi dan berat badan adalah sama

2. Bahasa dan penggunannya

Anak tunagrahita ringan banyak yang lancar berbahasa tetapi kurang dalam perbendaharaan kata serta kurang mampu menarik kesimpulan mengenai apa yang dibicarakan

3. Kecerdasan

Anak tunagrahita ringan mengalami kesulitan dalam berpikir abstrak, tetapi masih mampu mempelajari hal-hal yang bersifat akademik walaupun terbatas. Sebagian dari mereka mencapai usia kecerdasan yang sama dengan anak normal usia 12 tahun ketika mencapai usia dewasa.

4. Sosial

Anak tunagrahita cenderung menarik diri, acuh tak acuh, mudah bingung. Mereka cenderung bergaul dengan anak normal yang lebih muda dari usianya.

5. Kepribadian

Ciri-ciri pribadi anak tunagrahita ringan antara lain kurang percaya diri, merasa rendah diri dan mudah frustasi

6. Pekerjaan

Anak tuna grahita ringan dapat melakukan pekerjaan yang sifatnya semiskilled dan pekerjaan itu sifatnya sederhana.

 

Tujuan Pembelajaran Membaca Permulaan

Ada beberapa tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam membaca permulaan Supraptiningsih, (2005: 1, 2), yaitu :

  1. Memupuk dan mengembangkan kemampuan siswa untuk memahami dan melaksanakan cara membaca permulaan dengan baik dan benar.
  2. Melatih mengembangkan kemampuan siswa untuk mengenal huruf-huruf sebagai tanda bunyi dan suara
  3. Melatih dan mengembangkan kemampuan siswa agar terampil mengubah tulisan menjadi bersuara.
  4. Mengenal dan melatih siswa untuk dapat memahami kata-kata yang dibaca dan mengingat artinya dengan baik.
  5. Melatih keterampilan siswa untuk dapat memahami kata-kata yang dibaca dan mengingat artinya dengan baik.
  6. Melatih keterampilan siswa untuk dapat menentukan arti kata tertentu dari sebuah kata dalam konteks kalimat.

Pengertian Media Pembelajaran Kartu

Media Pembelajaran Kartu atau flash cards menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti (2001:30) adalah ”biasanya berisi kata-kata, gambar atau kombinasi dan dapat digunakan mengembangkan perbendaharaan kata-kata dalam mata pelajaran bahasa pada umumnya dan pada bahasa asing pada khususnya”.

 

Kelebihan Media Pembelajaran Kartu

Kelebihan penggunaan media pembelajaran kartu menurut Arief S. Sadiman, Raharjo, Raharjito dan Anung Hariyono (2006:29), adalah :

  1. Sifatnya konkrit, gambar lebih realitas menunjukkan pokok masalah dibanding dengan media verbal
  2. Dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda obyek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, tetapi gambar dapat selalu dibawa ke mana-mana.
  3. Dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
  4. Dapat memperjelas suatu masalah dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah/ membetulkan kesalah pahaman.
  5. Murah harganya dan gampang didapat dan digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini disebut penelitian populatif dengan subyek penelitian adalah semua siswa kelas II Tunagrahita Ringan SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun pelajaran 2008/2009, sejumlah 3 siswa.

Teknik prngumpulan data yang digunakan adalah Observasi langsung yang dilakukan peneliti selama proses pembelajaran berlangsung adalah observasi partisipatif agar hasilnya obyektif, selain itu observasi juga dilakukan untuk mengamati siswa dalam mengikuti pembelajaran dan Tes yang dilaksanakan pada awal penelitian untuk mengetahui sejauh mana kemampuan membaca anak dan pada akhir setiap siklus untuk mengetahui prestasi belajar membaca anak.

Teknik analisis data adalah deskriptif komparatif.

 

E. Kesimpulan

Berdasarkan analisis penelitian, diketahui bahwa nilai rata-rata pada siklus I sebesar 58,3, sebesar 61,6 pada siklus II. dan sebesar 65 pada siklus III. maka dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan media pembelajaran kartu dengan nyata efektif dapat meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan anak Tunagrahita Ringan kelas II SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah semester II tahun pelajaran 2008/2009. Temuan hasil penelitian tersebut sekaligus dapat menjawab perumusan masalah yang diajukan dan mencapai tujuan penelitian yang dirumuskan yaitu untuk mengetahui efektifitas penggunaan media pembelajaran kartu dalam meningkatkan prestasi belajar membaca permulaan anak tunagrahita ringan kelas II SLB Negeri Kotagajah Kabupaten Lampung Tengah tahun pelajaran 2008/2009.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Upaya Meningkatkan Keterampilan Bermain Drama dengan Penggunaan Media Video Drama Siswa Kelas V Tahun 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas SD N 2 Sawahan Kabupaten Boyolali)
  2. Analisis Bahan Jerami Padi dalam Bentuk Block atau Kotak sebagai Bahan Pengisi Batako Tidak Berlubang
  3. Peningkatan Prestasi Belajar Membaca Permulaan dengan Media Pembelajaran Kartu Kata untuk Anak Tunagrahita Ringan Kelas II SLB Negeri Kotagajah Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2008/2009
  4. Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Metode Karyawisata pada Anak Tuna Grahita Kelas Dasar III SLB – C Ypaalb Prambanan Klaten
  5. Efektifitas Penggunaan Media Trigonal Pencil dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Menulis Siswa Berkesulitan Menulis Kelas III SD Islam Bakti I Joyotakan Kecamatan Serengan Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009

 

 

 

 

 

Incoming search terms: