Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together

Masalah Model Pembelajaran Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi

Motivasi merupakan landasan yang kuat untuk belajar, anak yang mempunyai motivasi besar terhadap kegiatan belajar akan tekun dan berusaha keras untuk belajar, sedang anak yang kurang memiliki motivasi dalam belajar tidak akan antusias dalam belajar, sering membuat  kegaduhan dalam kelas, pesimis, dan bisa sering membolos. Hal ini akan teraplikasikan pada pencapaian tujuan pembelajaran yang menurun atau prestasi yang rendah. Sering terjadi, siswa tidak dapat berprestasi dengan maksimal bukan disebabkan kemampuan yang rendah tetapi karena tidak adanya motivasi, sehingga ia tidak menggunakan segala kemampuan yang dimilikinya.

Hasil penelitian terdahulu di SMA Negeri 1 Ponorogo oleh A’yun (2010) membuktikan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) lebih efektif dibandingkan dengan tipe Make A Match (MAM), motivasi berprestasi tinggi lebih baik dari pada motivasi berprestasi rendah. Untuk mengembangkan penelitian, maka penulis ingin meneliti tentang pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe lain terhadap prestasi belajar dengan menetapkan judul “Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Prestasi belajar Ekonomi Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Ponorogo Tahun Pelajaran 2011/2012”.

Perumusan Masalah

  1. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi model pembelajaran ceramah?
  2. Apakah terdapat perbedaan prestasi belajar ekonomi antara siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan siswa yang mempunyai motivasi rendah?
  3. Apakah terdapat perbedaan peningkatan nilai pretest dan postest antara siswa yang diberi model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan siswa yang diberi model pembelajaran ceramah?

Landasan Teori Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

  1. Pembelajaran Kooperatif

Slavin (2005:8) berpendapat bahwa “Pembelajaran kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang beranggotakan 4-5 orang dengan struktur kelompok heterogen untuk menguasai materi yang disampaikan oleh guru”.

  1. Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

Menurut Spencer Kagan dalam Chotimah & Dwitasri (2009:191) “Numbered Heads Together merupakan suatu strategi pembelajaran dengan cara setiap peserta didik diberi nomor, kemudian dibuat kelompok.

  1. Motivasi Belajar

Menurut Ngalim Purwanto (2010:71) “Motivasi adalah ‘pendorongan’ suatu usaha yang disadari untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang agar ia tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan tertentu”.

Metode Penelitian

  • Jenis Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen.
  • Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMAN 1 Ponorogo tahun pelajaran 2011/2012.
  • Dari populasi tersebut diambil 64 siswa sebagai sampel, yang terdiri dari 32 siswa sebagi kelompok eksperimen diberi pembelajaran model kooperatif Numbered Heads Together dan 32 siswa sebagai kelompok kontrol diberi pembelajaran model ceramah.
  • Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling.
  • Teknik pengumpulan data dengan metode tes untuk data prestasi belajar, dan metode angket untuk motivasi belajar.
  • Uji hipotesis menggunakan Analis varian dua jalan sel tidak sama dengan bantuan software SPSS.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dikemukakan, maka dapat dibuat kesimpulan untukModel Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) sebagai berikut :

  1. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga P-value = 0,000 karena P-value < 0,05 maka keputusan ujinya H01 di tolak dan H11 di terima sehingga ada pengaruh yang signifikan antara penggunaan metode kooperatif tipe NHT dan metode ceramah terhadap prestasi belajar ekonomi pada materi Konsumsi dan Investasi, di mana siswa yang di beri perlakuan menggunakan metode kooperatif tipe NHT memiliki rerata prestasi belajar yang lebih baik daripada siswa yang di beri perlakuan menggunakan metode ceramah dengan rerata 7,90 untuk metode kooperatif tipe NHT dan 6,86 untuk metode Ceramah
  2. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga P-value = 0,000, karena P-value < 0,05 maka keputusan ujinya H02 di tolak dan H12 di terima sehingga ada pengaruh motivasi belajar (tinggi dan rendah) terhadap prestasi belajar ekonomi pada materi konsumsi pada Model Pembelajaran Kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT).

Hubungan Harga Diri Dan Kecerdasan Emosi Dengan Prestasi Belajar

Latar Belakang Masalah Hubungan Harga Diri Dan Kecerdasan Emosi Dengan Prestasi Belajar 

Prestasi belajar pada sebagian mahasiswa yang kurang memuaskan kemungkinan dipengaruhi oleh harga diri dan kemampuan mengatur emosi. Hasil wawancara yang dilakukan oleh penulis terhadap beberapa dosen menyatakan bahwa pada mata kuliah asuhan kebidanan IV masih ada mahasiswa yang menampakkan perhatian yang kurang terhadap perkuliahan karena kurangnya semangat, motivasi, keuletan untuk belajar, hal ini mencerminkan kurangnya harga diri dan kecerdasan emosi mahasiswa. Ini didukung oleh pernyataan beberapa mahasiswa bahwa kurangnya kesiapan dalam belajar sehingga banyak diantaranya yang dalam mengikuti perkuliahan belum maksimal.

Kecerdasan Emosi
Kecerdasan Emosi

Berdasarkan uraian di Hubungan Harga Diri dan Kecerdasan Emosi dengan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan IV Mahasiswa Semester VII Prodi DIV Kebidanan UNS..

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara harga diri dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan IV Pathologi mahasiswa semester VII di Prodi DIV Kebidanan UNS Tahun 2011?
  2. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosi dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan IV Pathologi mahasiswa semester VII di Prodi DIV Kebidanan UNS Tahun 2011?
  3. Apakah ada hubungan antara harga diri dan kecerdasan emosi dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan IV Pathologi mahasiswa semester VII di Prodi DIV Kebidanan UNS Tahun 2011?

Landasan Teori Harga Diri dan Kecerdasan Emosi

  1. Pengertian Harga Diri

Harga diri merupakan evaluasi diri yang ditegakkan dan dipertahankan oleh individu, yang berasal dari interaksi individu dengan orang-orang yang terdekat dengan lingkungannya, dan dari jumlah penghargaan, penerimaan, dan perlakuan orang lain yang diterima

  1. Kecerdasan Emosional

Kecerdasan sebagai suatu kemampuan untuk memecahkan masalah, kemampuan untuk menciptakan masalah baru untuk dipecahkan dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan suatu pelayanan yang berharga dalam suatu kebudayaan masyarakat (Gunawan 2011).

Komponen ini penting untuk kepemimpinan medis dan melibatkan hasil nyata dalam pendidikan kedokteran, hubungan profesional dan pengembangan, dan perawatan pasien.

Metode Penelitian Tesis

Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan Retrospektif.

Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah dengan rumus Isaac dan Michael diperoleh jumlah sampel 48 responden dari 55 mahasiswa semester VII tahun akademik 2011/2012 di Prodi DIV Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Teknik analisis data adalah teknik korelasi

Kesimpulan untuk Meningkatkan Prestasi Belajar

  1. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara harga diri dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Askeb IV Phatologi mahasiswa semester VII Prodi DIV Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta harga R=0.730 (p 0.001). Hal ini berarti mahasiswa yang mempunyai harga diri yang baik maka akan semakin baik juga prestasi belajarnya.
  2. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Askeb IV Phatologi mahasiswa semester VII Prodi DIV Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta harga R=0.648 (p 0.001). Hal ini berarti mahasiswa yang mempunyai kecerdasan emosi yang baik maka akan semakin baik juga prestasi belajarnya.
  3. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara harga diri dan kecerdasan emosi dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Askeb IV Phatologi mahasiswa semester VII Prodi DIV Kebidanan Universitas Sebelas Maret Surakarta harga R=0.811 (p 0.001). Hal ini berarti mahasiswa yang mempunyai harga diri dan kecerdasan emosi yang baik maka akan semakin baik juga prestasi belajarnya. individu.

Skripsi Pendidikan: Pengaruh Motivasi dan Disiplin trhdp Prestasi Belajar Siswa

Judul Skripsi : Pengaruh Motivasi dan Disiplin terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006

 

A. Latar Belakang

Seorang siswa perlu memiliki sikap disiplin dengan melakukan latihan yang memperkuat dirinya sendiri untuk selalu terbiasa patuh dan mempertinggi daya kendali diri. Sikap disiplin yang timbul dari kesadarannya sendiri akan dapat lebih memacu dan tahan lama dibandingkan dengan sikap disiplin yang timbul karena adanya pengawasan dari orang lain.

Disiplin dapat tumbuh dan dibina melalui latihan, pendidikan atau penanaman kebiasaan yang harus dimulai sejak dalam lingkungan keluarga, mulai pada masa kanak-kanak dan terus tumbuh berkembang sehingga menjadi disiplin yang semakin kuat. Seperti halnya disebutkan oleh Tulus Tu’u (2004 : 37) bahwa dengan disiplin yang muncul karena kesadaran diri, siswa berhasil dalam belajarnya, tanpa disiplin yang baik suasana sekolah dan juga kelas menjadi kurang kondusif bagi kegiatan pembelajaran secara positif displin memberi dukungan lingkungan yang tenang dan tertib bagi proses pembelajaran, disiplin merupakan jalan bagi siswa untuk sukses dalam belajar dan kelak ketika bekerja karena kesadaran pentingnya norma, aturan, kepatuhan dan ketaatan merupakan kesuksesan seseorang.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 12 Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006 ?
  2. Adakah pengaruh disiplin terhadap prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 12 Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006 ?
  3. Seberapa besar pengaruh motivasi dan disiplin terhadap prestasi belajar secara bersama-sama siswa kelas XI SMA Negeri 12 Semarang Tahun Pelajaran 2005/2006 ?

 

C. Landasan Teori

Motivasi

Motivasi berasal dari kata Latin “movere” yang berarti dorongan atau menggerakkan. “Motivasi sangat diperlukan dalam pelaksanaan aktivitas manusia karena motivasi merupakan hal yang dapat menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia supaya mau bekerja giat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal” (Malayu S.P Hasibuan, 2001:141)

Disiplin

Menurut Ekosiswoyo dan Rachman (2000:97), disiplin hakikatnya adalah pernyataan sikap mental individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.

Prestasi Belajar

Prestasi merupakan hasil yang dicapai seseorang ketika mengerjakan tugas atau kegiatan tertentu.” Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka nilai yang diberikan guru” (Tulus Tu`u, 2004:75).

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 12 Semarang berjumlah 298 siswa dari 7 kelas.

Teknik yang digunakan dalam pengambilan sample penelitian ini adalah dengan menggunakan proporsioanl random sampling.

Untuk mengetahui jumlah sampel yang akan diambil dalam penelitian ini, peneliti menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 75 siswa yang akan digunakan sebagai sample penelitian.

Variabel dalam penelitian ini adalah motivasi dan disiplin siswa sebagai variabel bebas serta pretasi belajar sebagai variabel terikat.

Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik kuesioner (angket) dan dokumentasi.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil pengujian dengan menggunakan program SPSS diketahui nilai signifikansi sebesar 0.014 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa di SMA Negeri 12 Semarang, atau Ha diterima. Untuk variabel disiplin belajar diketahui nilai signifikansi sebesar 0.019 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh antara disiplin belajar terhadap prestasi siswa di SMA Negeri 12 Semarang, atau Ha
  2. Hasil pengujian secara simultan diketahui nilai signifikansi sebesar 0.000 sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh antara motivasi belajar dan disiplin belajar terhadap prestasi siswa di SMA Negeri 12 Semarang, atau Ha

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Pembelajaran PS-Ekonomi Pokok Bahasan Pasar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007
  2. Pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Komputer Siswa Kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta
  3. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 13 Semarang
  4. Pengaruh Motivasi dan Disiplin terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Semarang

Incoming search terms:

Efektivitas Pembelajaran Ekonomi dgn Multimedia Terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA

Judul Skripsi : Efektivitas Pembelajaran Ekonomi dengan Multimedia Terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas X Program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional di SMA Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal

 

A. Latar Belakang

Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk memotivasi siswa agar lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran adalah dengan penggunaan media pembelajaran multimedia. Selain berfungsi untuk memacu kreatifitas dan keaktifan peserta didik, pembelajaran multimedia juga berperan sebagai pengenalan teknologi terkini di dunia pendidikan. Sehingga dalam segi ilmu, peserta didik lebih bisa menyerap nya dengan lebih baik. Begitu pula dari  keahlian penggunaan multimedia, pengalaman peserta didik juga tidak tertinggal dengan perkembangan teknologi di dunia internasional.

SMA Negeri 1 Slawi Kabupaten Tegal sebagai salah satu sekolah yang berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sudah seharusnya mampu menyelenggarakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran multimedia. Hal ini didasarkan pada ketentuan khusus untuk penyelenggaraan pendidikan sekolah bertaraf internasional, dimana dalam salah satu indikator proses pembelajaran pada program RSBI disebutkan bahwa pihak sekolah menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi  (TIK) pada semua mata pelajaran. Pertimbangan lain yang menjadikan dasar pentingnya penggunaan multimedia di dunia pendidikan adalah karena pesatnya perkembangan dan penggunaan teknologi saat ini, baik di dunia pendidikan maupun dunia kerja serta seluruh segmen kehidupan, termasuk didalamnya adalah perekonomian Indonesia. Untuk itu pengenalan multimedia serta penggunaan multimedia pada proses pembelajaran kepada peserta didik, dalam hal ini lebih khususnya adalah mata pelajaran ekonomi, perlu dilaksanakan dengan baik. Tidak hanya itu, peserta didik juga harus mampu memanfaatkan multimedia dalam pembelajarannya untuk meningkatkan kemampuannya dalam menguasai dan meningkatkan prestasi belajar ekonomi.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran ekonomi dengan multimedia dan pembelajaran ekonomi dengan buku teks?
  2. Apakah pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih efektif dari pada pembelajaran ekonomi dengan buku teks?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui apakah ada perbedaan prestasi belajar antara pembelajaran ekonomi dengan multimedia dan pembelajaran ekonomi dengan buku teks?
  2. Untuk mengetahui apakah pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih efektif dari pada pembelajaran ekonomi dengan buku teks?

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Ada perbedaan prestasi belajar ekonomi antara pembelajaran ekonomi dengan multimedia dan pembelajaran ekonomi dengan media buku teks. Pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih baik daripada dengan media buku teks terhadap kemampuan kognitif yang dimiliki siswa pada pokok bahasan permintaan, penawaran dan keseimbangan pasar.

2. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari nilai rata-rata kelas kontrol. Hal ini dapat menjadi salah satu indikator untuk mengatakan bahwa pembelajaran ekonomi dengan multimedia lebih efektif dari pada pembelajaran ekonomi dengan media buku teks.

 

E. Saran–saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas, maka terdapat beberapa hal yang peneliti anjurkan demi perbaikan kualitas mutu pendidikan di sekolah, yaitu :

1. Guru hendaknya terlebih dahulu mengetahui karakteristik kompetensi dasar yang akan diajarkan sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

2. Penggunaan media pembelajaran multimedia sebaiknya dapat diterapkan pada pelajaran ekonomi di setiap kelas. Karena penggunaan media pembelajaran multimedia sangat membantu siswa didalam memahami materi yang diajarkan.