Kemandirian Belajar dan Bimbingan Akademik terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Kemandirian Belajar dan Bimbingan Akademik terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Dari studi awal di lapangan didapatkan suatu pengalaman menarik, hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa Program Diploma III Kebidanan, yaitu ada sebagian mahasiswa yang tidak mempunyai catatan kuliah sendiri karena mahasiswa tersebut cukup puas dengan belajar dari fotokopi catatan temannya, ada sebagian mahasiswa tidak mempersiapkan diri terhadap materi kuliah yang akan diajarkan dosen sehingga terkesan sangat asing karena mahasiswa belum pernah mempelajari sebelumnya, ada sebagian mahasiswa yang tidak mengulang kembali materi kuliah yang telah diberikan dosen sesegera mungkin dengan alasan masih banyak kesempatan di waktu lain untuk mengulang materi tersebut, ada sebagian mahasiswa yang belajar bila menjelang ujian semesteran atau bila ada tugas dari dosen yang memerlukan pemahaman.

Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti kurang lebih 1,5 tahun juga didapatkan data bahwa motivasi dan kemandirian belajar pada mahasiswa dalam mendapatkan ilmu melalui proses belajar dan mengajar masih kurang, hal ini dibuktikan dengan ketika proses belajar mengajar ada mahasiswa yang kurang responsive dan bersikap cuek, ketika diberikan tugas, mereka selalu memberikan alasan sudah terlalu banyak tugas yang diberikan, ketika diberikan kisi-kisi ujian, mahasiswa bukannya termotivasi untuk belajar melainkan digunakan untuk bahan membuat contekan, ketika praktek skills lab mahasiswa kurang antusias untuk berusaha mencoba, ketika diberikan waktu untuk mandiri hanya beberapa mahasiswa yang menggunakan kesempatan tersebut akibatnya mereka mendapatkan nilai ujian yang kurang bagus dan banyak yang mengikuti ujian remedial skills lab.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka perumusan masalah yang diambil oleh penulis adalah : “Apakah ada hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik dengan prestasi belajar mahasiswa di STIKES A.Yani Yogyakarta ?”

 

C. Tujuan

Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di STIKES A.Yani Yogyakarta.

Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui tingkat motivasi mahasiswa dalam menjalankan proses pembelajaran
  2. Untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa dalam menjalankan proses pembelajaran
  3. Untuk mengetahui bimbingan akademik yang efektif bagi mahasiswa
  4. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di STIKES A.Yani Yogyakarta.

 

D. Kesimpulan

  1. Hasil korelasi Product Moment hubugan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar 0,304 dengan taraf signifikansi 0,05 (5 %). Koefisien korelasi yang bertanda positif menggambarkan arah hubungan positif, sedangkan keeratan hubungan antara antara motivasi belajar dengan prestasi belajar termasuk dalam kategori rendah yaitu r = 0,304 (r terletak antara 0,200–0,399)
  2. Hasil korelasi Product Moment hubugan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar 0,335 dengan taraf signifikansi 0,05 (5 %). Koefisien korelasi yang bertanda positif menggambarkan arah hubungan positif, sedangkan keeratan hubungan antara antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar termasuk dalam kategori rendah yaitu r = 0,335 (r terletak antara 0,200–0,399).

Konsep Diri, Efikasi Diri, dan Sikap Ilmiah dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Antara Konsep Diri, Efikasi Diri, dan Sikap Ilmiah dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

A. Latar Belakang Masalah

Ketiadaan konsep diri positif dan keyakinan akan kemampuan diri, serta ketiadaan sikap ilmiah adalah disebabkan oleh banyak faktor . Faktor-faktor penyebab antara lain lemahnya kemampuan ekonomi, beban akademik yang terlalu berat, terbatasnya kemampuan dan ketrampilan untuk menggunakan fasilitas dan sumber belajar yang tersedia, keinginan meraih nilai tinggi dengan cara yang mudah, program studi yang ditekuni dianggap tidak prospektif karena terbatasnya lapangan pekerjaan yang tersedia. Kondisi yang tidak ideal ini menimbulkan ketegangan psikologis dalam diri mahasiswa. Mereka mengalami disequilibrium kognitif dan afektif. Sebagai organisme yang sangat membutuhkan keseimbangan atau kondisi equilibrium, mahasiswa berusaha meredahkan ketegangan dengan cara mencari kompensasi.

Perilaku kompensasi yang diperlihatkan antara lain menerima materi perkuliahan secara pasif, ketiadaan arousal dan motivasi, menghilangnya sikap kritis dan rasa ingin tahu, enggan mencatat dan mengorganisasikan catatan kuliah, tidak ada inisiatif memperluas materi secara mandiri melalui studi pustaka, sedikit sekali yang terlibat dalam kegiatan penelitian. Dalam menyelesaikan tugas terstruktur dan mandiri  bergantung pada teman. Gejala yang paling memprihatinkan adalah tidak jujur dalam mengerjakan tugas-tugas dan ujian.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan yang positif dan siginfikan antara konsep diri dengan prestasi belajar?
  2. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dengan prestasi belajar?
  3. Apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap ilmiah dan prestasi belajar?
  4. Apakah konsep diri, efikasi diri dan sikap ilmiah secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan prestasi belajar?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri dengan prestasi belajar mahasiswa.
  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri dengan prestasi belajar mahasiswa.
  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan yang positif dan signifikan antara sikap ilmiah dengan prestasi belajar mahasiswa.
  4. Untuk mengetahui tingkat hubungan secara bersama antara konsep diri, efikasi diri dan sikap ilmiah dengan prestasi belajar mahasiswa.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan terhadap mahasiswa semester VI program studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Slamet Riyadi Surakarta tahun akademik 2009/2010 dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Konsp Diri dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa terbukti dari hasil uji hipotesis yang memperlihatkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara konsep diri mahasiswa dengan prestasi belajar atau indeks prestasi kumulatif (IPK). Hal ini dapat diterima karena r hitung > r tabel ( 0,607 > 0,244 ) pada taraf signifikansi 0,05 dengan N sejumlah 67.
  2. Efikasi Diri dapat meningkatkan presasi belajar mahasiswa terbukti dari hasil uji hipotesis yang memperlihatkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara efikasi diri mahasiswa dengan prestasi belajar atau indeks prestasi kumulatif (IPK). Hal ini dapat diterima karena r hitung > r tabel ( 0,652 > 0,244 ) pada taraf signifikansi 0,05 dengan N sejumlah 67.

Hubungan Antara Motivasi, Persepsi tentang Kompetensi Dosen dan Pemanfaatan Sumber Belajar

Judul Skripsi : Hubungan antara Motivasi, Persepsi Siswa tentang Kompetensi Dosen dan Pemanfaatan Sumber Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa D III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo

 

A. Latar Belakang Masalah

Program Studi Diploma III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo sebagai salah satu perguruan tinggi di bidang kesehatan memiliki visi menjadi pusat pendidikan tenaga kesehatan yang profesional dan mengintegrasikan nilai islam serta memiliki wawasan global. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti tentang Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa semester III dan V Program Studi Diploma III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo tahun akademik 2010-2011 dapat diketahui bahwa dari 71 mahasiswa 30 (42%) mahasiswa diantaranya mempunyai Indeks Prestasi Semester (IPS) < 2, 75. Mahasiswa yang memiliki IPK kurang dari 2,75 masih dapat diragukan kualitas dan kompetensinya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman untuk menurunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi.

Atas dasar pemikiran diatas, penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul: “Hubungan antara Motivasi, Persepsi Siswa Tentang Kompetensi Dosen dan Pemanfaatan Sumber Belajar Dengan Prestasi Belajar Mahasiswa D III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo”.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah pada penelitian ini adalah : Apakah ada hubungan antara motivasi belajar, persepsi tentang kompetensi dosen dan pemanfaatan sumber belajar dengan Prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan di Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara motivasi, persepsi tentang kompetensi dosen dan pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo

Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan Prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan di Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara persepsi mahasiswa tentang kompetensi dosen dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan di Stikes Nurul Jadid Paton Probolinggo.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan di Stikes nurul Jadid Paiton Probolinggo.
  4. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi, persepsi tentang kompetensi dosen, dan pemanfaatan sumber belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan di Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo.

 

D. Kesimpulan

Secara rinci kesimpulannya sebagai berikut:

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, yang ditunjukkan dari hasil uji statistik r = 0,551 dan p = 0,000 (p<0,05)

2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi tentang kompetensi dosen dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, yang ditunjukkan dari hasil uji statistik r = 0,561 dan p = 0,000 (p<0,05)

3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa D III Kebidanan Stikes Nurul Jadid Paiton Probolinggo, yang ditunjukkan dari hasil uji statistik r = 0,563 dan p = 0,000 (p<0,05)

Minat ,Motivasi dan Intensitas Penggunaan Sumber Belajar dgn Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Hubungan Antara Minat, Motivasi dan Intensitas Penggunaan Sumber Belajar dengan Prestasi Belajar

A. Latar Belakang Masalah

Sumber dan sarana belajar dapat mempengaruhi kualitas proses dan hasil belajar pesreta didik, atau dengan kata lain dapat mempengaruhi kualitas pengajaran”. Pemanfaatan sumber belajar memiliki arti yang sangat penting. Selain dapat melengkapi, memelihara dan memperkaya pengetahuan, sumber belajar juga dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas belajar yang sangat menguntungkan baik bagi guru maupun bagi siswa. Dengan dimanfaatkannya sumber belajar secara maksimal, dimungkinkan siswa dapat menggali berbagai jenis ilmu pengetahuan, serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Keberadaan sumber belajar mampu menunjang siswa untuk belajar secara mandiri. Namun tidak semua siswa memiliki sumber belajar yang lengkap.

Kadang ada siswa yang hanya mengandalkan buku catatan saja, tetapi itu tidak mengahalangi dia untuk rajin belajar, sehingga prestasinya bagus. Namun sebaliknya kadang ada pula siswa yang mempunyai sumber belajar lengkap, tetapi prestasinya masih rendah. Tetapi secara umum, siswa yang mempunyai sumber belajar lengkap dan mampu memanfaatkannya dengan optimal prestasinya cenderung akan baik, sebab dengan sumber belajar yang lengkap memungkinkan siswa mempelajari suatu materi dengan lebih mendalam, tidak sekedar yang disampaikan oleh guru di dalam kelas saja. Akan tetapi siswa dapat bereksplorasi dengan sumber-sumber belajar lainnya melalui membaca buku, surat kabar, internet, dan lain-lain (Rohani, 2004).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara minat dengan prestasi belajar?
  2. Apakah ada hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar?
  3. Apakah ada hubungan antara intensitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar?
  4. Apakah ada hubungan antara minat, motivasi dan intensitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar? pada mahasiswa STIKes ICME Jombang

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Untuk menganalisis hubungan antara minat, motivasi dan intensitas penggunaan sumber belajar secara bersama dengan prestasi belajar pada mahasiswa STIKes ICME Jombang.

 

Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui hubungan antara minat dengan prestasi belajar.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara intensitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar.
  4. Untuk mengetahui hubungan antara minat, motivasi dan intensitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa STIKes ICME Jombang.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan minat, motivasi dan intensitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa ICME Jombang, dapat disimpulkan bahwa:

1. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara minat dengan prestasi belajar mahasiswa ICME Jombang

2. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa ICME Jombang

3. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara intensitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa ICME Jombang

4. Ada hubungan yang positif dan signifikan secara bersama-sama antara minat, motivasi, dan intesitas penggunaan sumber belajar dengan prestasi belajar mahasiswa ICME Jombang

Orientasi Pasca Lulus dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi Pasca Lulus dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan SK MenDikBud RI No. 239/U/1999 tentang kurikulum nasional untuk D III Keperawatan yang berlaku secara nasional bahwa Tujuan Program Diploma III Keperawatan adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijaksanaanumum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan, Mampu menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan, Mampu berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan / asuhan keperawatan, Mampu berperan serta secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien, Mampu mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesinya. Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat diatas. penyelenggara program Diploma III keperawatan berpedoman pada : tujuan pendidikan nasional , kaidah moral dan etika ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat, serta memperhatikan minat, kemampuan dan prakarsa pribadi.

Dari hasil studi pendahuluan terhadap mahasiswa tingkat II dan III Prodi D III keperawatan STIKes An Nur Purwodadi yang berjumlah total 119, ditemukan bahwa sebagian besar motivasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh orientasi mahasiswa setalah lulus D III keperawatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sejauhmana orientasi mahasiswa ini dapat mempengaruhi hasil belajar atau prestasi belajar pada mahasiswa D III keperawatan STIKes An Nur Purwodadi.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan secara bersama – sama antara Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa D III Keperawatan STIKes An Nur Purwodadi ?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui hubungan secara bersama – sama antara motivasi dan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi D III Keperawatan STIKes An Nur Purwodadi

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa yang ingin bekerja dan melanjutkan pendidikan pada mahasiswa tingkat III Prodi D III Keperawatan
  2. Mengetahui hubungan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa yang ingin bekerja dan melanjutkan pendidikan pada mahasiswa tingkat III Prodi D III Keperawatan

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan antara motivasi belejar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III Keperawatan Stikes An – Nur Purwodadi, ditunjukkan dengan nilai r hitung> r tabel yaitu 0,297>0,02 (ρ= 0.000).

2. Ada hubungan antara orientasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III keperawtan Stikes An – Nur Purwodadi,ditunjukkan dengan nilai r hitung > r tabel yaitu 0,264 > 0,02 ( p = 0.000 ),

3. Ada hubungan yang erat antara motivasi belajar mahasiswa dan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III keperawatan Stikes An – Nur Purwodadi, ditunjukkan dengan nilai F hitung > F tabel ( 77,60 > 3,09 )

Incoming search terms:

Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dgn Prestasi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil study pendahuluan pada 22 orang mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan indeks prestasi (IP) pada semester III dibandingkan semester sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu bertolak belakang dengan harapan institusi yang menginginkan mahasiswanya mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif akan menurunkan motivasi mahasiswa untuk belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajarnya (Mudjiman, 2007:41).

Merujuk pada pendapat beberapa ahli dalam kajian teoritis, prestasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya motivasi belajar,  tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  2. Adakah hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  3. Adakah hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  4. Adakah hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

Tujuan khusus

  1. Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.
  2. Menganalisis hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

 

D. Simpulan

1. Motivasi belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

2. Pemanfaatan fasilitas belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin baik tingkat pemanfaatan fasilitas belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

3. Lingkungan belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

4. Motivasi belajar, pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama mempunyai hubungan regresi (pengaruh) positif yang signifikan secara statistik terhadap IPK. Semakin tinggi motivasi belajar, semakin baik pemanfaatan fasilitas belajar dan semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

Hubungan Antara Kepribadian Dosen, Motivasi dan Minat dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Antara Kepribadian Dosen, Motivasi dan Minat dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah 

Dari segi motivasi dan minat belajar mahasiswa dalam mencapai tujuan belajar, peneliti melakukan penyebaran kuesioner terhadap mahasiswa sebanyak 45 mahasiswa tentang pernyataan mahasiswa mendapatkan motivasi atau dorongan pada saat proses belajar mengajar di STIKES ICME Jombang didapatkan bahwa mahasiswa yang menyatakan mendapatkan motivasi atau dorongan dari dosen pengajar sebanyak 80,5%, dan yang tidak merasa mendapatkan motivasi atau dorongan dari dosen pengajar dalam proses belajar mengajar sebanyak 19,5%.

Dari hasil pernyataan mahasiswa yang mendapatkan motivasi atau dorongan dari dosen dalam proses belajar mengajar sebanyak 80,5%, hal ini menunjukkan secara langsung bahwa minat mahasiswa dalam proses belajar mengajar di STIKES ICME Jombang sangatlah besar, yaitu sebanyak 80,5%, dimana menurut Sardiman (2011) menyatakan bahwa motivasi sangat erat hubungannya dengan minat, sehingga tepatlah kalau minat merupakan alat motivasi yang pokok.

 

B. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini dapat dirinci, sebagai berikut:

  1. Adakah hubungan antara kepribadian dosen dengan prestasi belajar mahasiswa?
  2. Adakah hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa?
  3. Adakah hubungan antara minat dengan prestasi belajar mahasiswa?
  4. Adakah hubungan antara kepribadian dosen, motivasi dan minat dengan prestasi belajar mahasiswa di Prodi D-III Kebidanan Stikes ICME Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

Tujuan Umum

Untuk menganalisis hubungan antara kepribadian dosen, motivasi dan minat dengan prestasi belajar mahasiswa di Prodi D-III Kebidanan Stikes ICME Jombang.

Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui hubungan antara kepribadian dosen dengan prestasi belajar mahasiswa.
  2. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi dengan prestasi belajar mahasiswa.
  3. Untuk mengetahui hubungan antara minat dengan prestasi belajar.
  4. Untuk mengetahui hubungan antara kepribadian dosen, motivasi dan minat dengan prestasi belajar mahasiswa.

 

D. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Terdapat hubungan yang positif dan bermakna dengan antara kepribadian dosen dengan prestasi belajar mahasiswa.
  2. Terdapat hubungan yang positif dan bermakna dengan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.
  3. Terdapat hubungan yang positif dan bermakna dengan antara minat belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.
  4. Terdapat hubungan yang positif dan bermakna dengan antara kepribadian dosen, motivasi, dan minat belajar dengan prestasi belajar mahasiswa.

 

E. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi tersebut, maka peneliti menyarankan sebagai berikut :

1. Bagi Direksi Prodi D III Kebidanan dan Ketua Stikes Icme Jombang

Meningkatkan standar pendidikan dosen sesuai peraturan perundang undangan yang berlaku yaitu minimal strata 2 diutamakan pendidikan in line, dan mencari dosen tidak tetap yang memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan.

2. Bagi Mahasiswa

Mahasiswa diharapkan dapat mengikuti kegiatan proses belajar mengajar sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dari institusi pendidikan.

Minat Belajar dgn Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Ibu III

Judul Skripsi : Hubungan Persepsi tentang Kualitas Proses Pembelajaran dan Minat Belajar dengan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Asuhan Kebidanan Ibu III/ Ibu Nifas pada Mahasiswa Reguler Semester III di Akademi Kebidanan Harapan Mulya

A. Latar Belakang Masalah

Mata kuliah asuhan kebidanan ibu III/Nifas merupakan salah satu mata kuliah yang paling pokok dan dominan untuk menjadi seorang Bidan disamping mata kuliah yang lainnya. Mata kuliah ini memberikan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa nifas dengan pendekatan managemen kebidanan didasari konsep-konsep, sikap dan ketrampilan serta hasil evidence based dengan pokok bahasan konsep dasar nifas, beberapa faktor yang mempengaruhi masa nifas, proses adaptasi psikologi dalam masa nifas, kebutuhan dasar pada ibu dalam masa nifas. Asuhan dalam masa nifas, deteksi dini, komplikasi dalam masa nifas dan penanganannya, dan cara pendokumentasian asuhan masa nifas (Depkes RI, 2002;14).

Penelitian mengenai hubungan persepsi tentang kwalitas proses pembelajaran dan minat belajar terhadap prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Ibu Masa nifas perlu dilakukan, terlebih pada Akademi Kebidanan yang merupakan suatu aset dalam mewujutkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada umumnya dan pelayanan pada khususnya. Akademi Kebidanan perlu mematangkan proses kegiatan belajar mengajar di ruang kelas tanpa mengabaikan praktek klinik di lapangan. Peningkatan kwalitas belajar mengajar di kelas sangat menunjang peningkatan kemampuan mahasiswa Akademi Kebidanan untuk praktek klinik di lapangan maupun di masyarakat.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah hubungan persepsi tentang kwalitas proses pembelajaran dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan kebidanan Ibu III/Ibu Nifas pada mahasiswa reguler semester III di Akademi kebidanan Harapan Mulya Ponorogo?
  2. Adakah hubungan minat dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan kebidanan Ibu III/ Ibu Nifas pada mahasiswa reguler semester III di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo?
  3. Adakah hubungan persepsi tentang kualitas proses pembelajaran dan minat belajar Dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan kebidanan Ibu III/ Ibu Nifas pada mahasiswa reguler semester III di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo?

C. Tujuan Penelitian 

Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan persepsi tentang kualitas proses pembelajaran dan minat dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan kebidanan Ibu III/ Nifas pada mahasiswa reguler semester III di Akademi Kebidanan Harapan Mulia tahun 2010.

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan persepsi tentang kualitas proses pembelajaran dengan prestasi belajar pada mata kuliah Asuhan Kebidanan Ibu III/ Nifas di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo tahun 2010.
  2. Mengetahui hubungan Minat dengan prestasi belajar pada mata kuliah asuhan kebidanan ibu III/nifas pada mahasiswa reguler semester III di Akademi Kebidanan Harapan Mulya tahun 2010.

 

D. Simpulan Skripsi

1. Terdapat hubungan positif dan signifikan persepsi tentang kualitas proses pembelajaran dengan prestasi belajar mahasiswa pada mata kuliah Askeb ibu III/Nifas di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo.

2. Terdapat hubungan positif dan signifikan minat belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo.

3. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara persepsi tentang kualitas proses pembelajaran dan minat belajar mahasiswa dengan prestasi belajar di Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo.

Incoming search terms:

Kepuasan Mahasiswa dlm Proses Belajar Mengajar dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Motivasi Belajar dan Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Belajar Mengajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun

 

A. Latar Belakang Masalah

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan demikian motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa (Uno, 2011). Tingginya motivasi belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Motivasi dapat menumbuhkan minat belajar. Bagi mahasiswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai keinginan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (Imran, 2006). Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan.

Dari latar belakang masalah diatas penulis merasa perlu melakukan penelitian lebih lanjut karena belum pernah dilakukan penelitian yang serupa sebelumnya agar dapat diketahui bagaimana hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah yaitu “Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa?”

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun.

Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menganalisis:

  1. Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa
  2. Hubungan antara kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa
  3. Hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun.

 

D. Simpulan

1. Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Mahasiswa dengan motivasi belajar tinggi berpotensi memiliki prestasi belajar 0,01 kali lebih tinggi daripada mahasiswa dengan motivasi belajar rendah (b = 0,01; CI = 95% 0,01 hingga 0,02; p < 0,001).

2. Terdapat hubungan positif antara kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar. Mahasiswa dengan tingkat kepuasan dalam proses belajar mengajar tinggi berpotensi memiliki prestasi belajar 0,01 kali lebih tinggi daripada mahasiswa dengan tingkat kepuasan dalam proses belajar mengajar rendah (b = 0,01; CI = 95% 0,00 hingga 0,01; p = 0,064).

3. Motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar mampu mempengaruhi prestasi belajar sebesar 55,4%, sedangkan 44,6% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti (R2 sebesar 55,4%).

 

E. Saran Skripsi

Saran yang dapat dikemukakan terkait dengan penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Institusi Pendidikan

Institusi pendidikan sebaiknya memberikan pelayanan pendidikan yang memuaskan, yaitu dengan memenuhi semua komponen yang terkait dengan pengajaran meliputi: tujuan pendidikan dan pengajaran, siswa, tenaga kependidikan, kurikulum, strategi pembelajaran, media, dan evaluasi pengajaran. Dengan demikian dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

2. Bagi Mahasiswa

Timbulnya motivasi belajar dari diri mahasiswa terutama motivasi yang muncul dari dalam mahasiswa itu sendiri. Adanya motivasi belajarditunjang dengan kualitas pelayanan pendidikan yang bermutu diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa.

Hubungan Minat dan Motivasi dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Minat dan Motivasi dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Motivasi timbul karena adanya suatu minat. Minat sebagai sumber motivasi yang akan mengarahkan seseorang pada apa yang akan mereka lakukan bila diberi kebebasan untuk memilihnya. Bila mereka melihat sesuatu itu mempunyai arti bagi dirinya, maka mereka akan tertarik terhadap sesuatu itu yang pada akhirnya nanti akan menimbulkan kepuasan bagi dirinya. Minat mahasiswa terhadap mata kuliah Sistem Manajemen K3 akan menjadi sumber motivasi bagi mahasiswa untuk belajar (Hurlock, 1986)

Dari kenyataan tersebut membuktikan betapa pentingnya motivasi belajar. Motivasi merupakan faktor penting yang bersifat non intelektual, yang dapat mendorong mahasiswa mengekspresikan kemampuan dirinya untuk melakukan sesuatu kegiatan belajar sehingga terjadi perubahan perilaku untuk mencapai suatu tujuan berupa prestasi belajar yang tinggi. Seorang mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi cenderung untuk mencurahkan segala kemampuan atau potensinya untuk mencapai suatu tujuan yang diharapkan yaitu berupa prestasi belajar yang tinggi. Sebaliknya mahasiswa yang memiliki motivasi belajar rendah dapat diduga prestasi belajarnya akan rendah (Dimyati dan Mudjiono 2002).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara minat belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mata kuliah Sistem Manajemen K3?
  2. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Sistem Manajemen K3?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Untuk menganalisis dan mengamati hubungan antara minat dan motivasi mata kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan prestasi belajar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Tujuan Khusus:

  1. Menganalisis dan mengamati hubungan antara minat belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  2. Mengetahui dan mengamati hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Sistem Manajemen K3 pada mahasiswa semester II Program D.III Hiperkes dan Keselamatan Kerja FK UNS Surakarta, yang ditunjukkan dari hasil uji statistik r = 0,263 dan p = 0,014 (p < 0,05).

2. Ada hubungan antara minat belajar dan motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Sistem Manajemen K3 pada mahasiswa semester II Program D.III Hiperkes dan Keselamatan Kerja FK UNS Surakarta, yang ditunjukkan dari hasil uji statistik F = 6,889 dan p = 0,002 (p < 0,05).Besarnya pengaruh Minat belajar dan motivasi belajar secara secara bersama-sama adalah 14,2% terhadap prestasi belajar, dengan perincian SE% minat belajar = 7,384%, sedangkan SE% motivasi belajar = 6,816%. Dengan demikian minat belajar mempunyai pengaruh lebih besar dibandingkan motivasi belajar, karena untuk menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa harus mempunyai minat terlebih dahulu baru akan muncul motivasi belajar.