Tesis Manajemen: Pengaruh Sistem Bagi Hasil trhdp Keputusan Nasabah Membeli Produk

Judul Tesis : Pengaruh Sistem Bagi Hasil terhadap Keputusan Nasabah Membeli Produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo Tahun 2006

 

A. Latar Belakang

Perubahan dan perkembangan berbagai aspek kehidupan telah membawa implikasi pada perkembangan sistem perbankan yang ada, yaitu munculnya bank Islam atau yang lebih populer dengan istilah bank syariah. Bank syariah dapat diartikan sebagai bank yang kinerjanya berdasarkan pada syariah Islam. Perbedaan antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada prinsip, sistem operasional dan karakteristik produknya. Secara singkat dapat dikatakan bahwa bank konvensional menerapkan sistem bunga, sedangkan bank syariah tidak menggunakan bunga tetapi berdasarkan prinsip bagi hasil (profit and sharing principles) karena dalam pandangan Islam praktek bunga termasuk dalam riba. Oleh karena itu bank syariah merupakan alternatif bagi masyarakat yang tidak puas dengan sistem konvensional yang ada.

Perkembangan bank syariah di Indonesia merupakan suatu fenomena baru dalam industri perbankan di tanah air. Setelah diberlakukannnya undang-undang nomor 10 tahun 1998 sebagai perubahan atas undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan, bank syariah telah mendapat kesempatan yang lebih luas untuk menyelenggarakan kegiatan usaha, termasuk pemberian kesempatan kepada bank umum konvensional untuk membuka kantor cabang yang khusus melaksanakan kegiatan berdasarkan prinsip syariah atau bahkan mengkonversi secara penuh menjadi bank syariah. Pemberian kesempatan pembukaan kantor cabang syariah ini adalah upaya untuk meningkatkan jaringan perbankan syariah.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah indikator variabel sistem bagi hasil berpengaruh secara parsial terhadap keputusan nasabah membeli produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo?
  2. Apakah indikator variabel sistem bagi hasil berpengaruh secara simultan terhadap keputusan nasabah membeli produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Bank

Menurut kasmir (2000: 11) “Bank dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya”. Sedangkan dalam Undang-undang No.10 tahun 1998 tanggal 10 november 1998 tentang perbankan, disebutkan bahwa, “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak”. Undang-undang tersebut sebagai perubahan atas Undang-undang No. 7 tahun 1992 yang menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan bank adalah badan usaha yang manghimpun dana dari masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Pengertian Bank Syariah

Menurut Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono (2002: 593) “Bank syariah adalah bank yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsip syariah islam yaitu mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang ada dalam Al-Qur’an dan hadist”. Sedangkan pengertian Bank Syariah menurut Muhammad (2002: 13) adalah “Bank yang beroperasi dengan tidak mengandalkan pada bunga.”

 

Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian konsumen. Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang karena berbagai alasan berhasrat mempengaruhi atau mengubah perilaku itu, termasuk mereka yang kepentingan utamanya adalah pemasaran dan perlindungan konsumen serta kebijakan umum.

 

D. Metode Penelitian

Tempat yang digunakan sebagai tempat penelitian adalah Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo yang berlokasi di jalan Kapten Mulyadi no.87 F, lojiwetan Pasar kliwon solo.

Dalam penelitian ini, waktu penelitian yang direncanakan adalah bulan Juli 2006 sampai dengan bulan Desember tahun 2006 yang meliputi persiapan penelitian sampai penyusunan laporan penelitian.

Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan alasan bahwa metode deskriptif.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh nasabah Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo yang masih aktif menabung atau membeli produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo tahun 2006.

Teknik Pengambilan Sampel merupakan cara yang digunakan untuk mengambil sampel dari anggota populasi yang ada.

Dalam penelitian ini digunakan data primer.

 

E. Kesimpulan

  1. Variabel-variabel yang ada dalam sistem bagi hasil (investment rate, nisbah, jumlah dana yang diinvestasikan, revenue Sharing dan kebijakan akunting) secara parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan nasabah dalam membeli produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo tahun 2006. Hal ini dibuktikan dengan masing-masing variabel diperoleh nilai t hitung > t tabel.
  2. Variabel-variabel yang ada dalam sistem bagi hasil (investment rate, nisbah, jumlah dana yang diinvestasikan, revenue sharing dan kebijakan akunting) secara simultan berpengaruh signifikan dan positif terhadap keputusan nasabah dalam membeli produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo tahun 2006. Hal ini dibuktikan dengan nilai F hitung > F tabel atau 13,047 > 2,30.
  3. Variabel investment rate memberikan kontribusi yang paling besar terhadap keputusan nasabah dalam membeli produk Bank Muamalat Indonesia Cabang Solo tahun 2006. Hal ini dibuktikan dengan nilai sumbangan efektif sebesar 9,23 %.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Pengaruh Sistem Bagi Hasil terhadap Keputusan Nasabah Membeli Produk Bank
  2. Analisis Anggaran Biaya sebagai Alat Pengendalian Manajemen pada Kantor
  3. Analisis Hubungan Kondisi Kerja dan Persepsi Upah terhadap Persepsi Produktivitas
  4. Pengaruh Kebijakan Moneter terhadap Pertumbuhan Ekonomi Pasca Krisis Di Indonesia
  5. Analisis Hubungan Gaya Kepemimpinan Transformasional, Fungsi Mentoring, dan Stres Kerja (Studi Pada Pt. Danliris Sukoharjo)

Tesis Manajemen : Pengaruh VPR, PQ, Reliability, Warranty dan RRP trhdp Kepuasan Konsumen

Judul Tesis : Pengaruh Value to Price Relationship, Product Quality, Reliability, Warranty dan Response To and Remedy of Problem terhadap Kepuasan Konsumen pada Percetakan Citra Mandiri Surakarta

 

A. Latar Belakang

Keadaan ini membuat persaingan diantara bisnis usaha percetakan untuk saling berlomba meningkatkan kinerjanya. Hal ini dialami oleh percetakan Citra Mandiri Surakarta, dimana ketatnya persaingan justru membuat perusahaan menjadi lebih dikenal, berkembang dan mampu mencapai tingkat penjualan yang cukup tinggi. Keberhasilan tersebut tentunya didasari oleh komitmen perusahaan untuk lebih mengorientasikan pada kepuasan konsumen.

Disamping kualitas produk, pertimbangan mengenai kesesuaian harga dengan kinerja produk yang dihasilkan perusahaan merupakan nilai tambah yang dapat meningkatkan kepuasan konsumen. Dan tidak kalah pentingnya, kecepatan dalam memberikan tanggapan akan keluhan konsumen serta pemberian ganti rugi atau perbaikan terhadap produk yang rusak juga merupakan aspek pembentuk kepuasan pada diri konsumen, karena dengan demikian konsumen akan merasa diperhatikan dan merasa tidak dirugikan oleh pihak perusahaan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah Value to Price Relationship, Product Quality, Reliability, Warranty, dan Response to and Remedy of Problems berpengaruh terhadap kepuasan konsumen pada percetakan Citra Mandiri Surakarta ?
  2. Apakah Value to Price Relationship, Product Quality, Reliability, Warranty, dan Response to and Remedy of Problems tersebut berpengaruh secara serentak terhadap kepuasan konsumen pada percetakan Citra Mandiri Surakarta ?

 

C. Landasan Teori

Pemasaran

Adapun definisi dari pemasaran menurut Philip Kotler (1997 : 8) adalah “Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan baik”

Pengertian perilaku konsumen

Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan barang-barang dan jasa, tersebut didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan-kegiatan tersebut (Basu Swasta DH dan T Hani Handoko, 2000:10).

Pengertian Produk

Adalah segala sesuatu yang ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan (Philip Kotler, Gary Armstrong 1997:274).

 

D. Metode Penelitian Tesis

Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey dengan menggunakan instrumen penelitian berupa quesioner atau angket yang disebarkan kepada responden.

Dengan demikian populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah keseluruhan objek yang akan diteliti yaitu konsumen CV. Citra Mandiri Surakarta.

Sampel dalam penelitian ini diambil dari konsumen CV. Citra Mandiri Surakarta yang telah memenuhi criteria sebagai sampel yang telah ditetapkan peneliti.

Teknik sampling yang digunakan adalah teknik pengambilan sampel purposive yaitu teknik non probability sampling.

Sumber data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan data primer dan data sekunder.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, quesioner dan Studi Pustaka.

 

E. Kesimpulan

Semua item pertanyaan yang diajukan kepada responden yang berjumlah 100 responden dinyatakan valid dan reliabel. Semuanya dianggap valid karena mempunyai nilai hitung lebih besar daripada 0,196, sedangkan untuk reliabilitas didapatkan untuk variabel Value to price Relationship sebesar 0.6795, Product Quality sebesar 0.6368, Reliability sebesar 0.6815, Warranty sebesar 0.7051 dan untuk Response to and remedy of problem sebesar 0.7170, dinyatakan reliabel karena nilai hitung > 0.6.

 

Berdasarkan pada nilai t hitung dengan menggunakan uji t untuk menyatakan apakah ada pengaruh dari masing-masing elemen variabenindependen terhadap kepuasan konsumen dapat ditarik kesimpulan yang sesuai dengan hipotesis yaitu :

  • Besarnya nilai t hitung untuk variabel Value to price Relationship adalah sebesar 2.641 yang lebih besar dari t tabel sebesar 1.980 dengan significant 0.010 sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh yang signifikan antara variabel Value to price Relationship terhadap kepuasan konsumen pada percetakan Citra Mandiri dengan taraf significant < 0.05.
  • Besarnya nilai t hitung untuk variabel Product Quality adalah sebesar 2.107 yang lebih besar dari t tabel sebesar 1.980 dengan sig 0.038 sehingga dapat dinyatakan ada pengaruh yang signifikan antara variabel Product Quality terhadap kepuasan konsumen pada percetakan Citra Mandiri dengan taraf sig < 0.05.

 

Berdasarkan pada analisis regresi berganda antara pengaruh variabel Value to price Relationship, Product Quality, Reliability, Warranty dan Response to and remedy of problem terhadap kepuasan konsumen pada percetakan Citra Mandiri Surakarta maka didapatkan hasil F hitung adalah sebesar 53.443 dengan taraf sig 0.000 dan dinyatakan signifikan karena < 0.05 dan dinyatakan adanya hubungan antara variabel Value to price Relationship, Product Quality, Reliability, Warranty dan Response to and remedy of problem terhadap kepuasan konsumen.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Keputusan Pembelian Kain pada Toko Textile MAC Mohan Surakarta
  2. Analisis Pengaruh Pergerakan Pesawat Komersial terhadap Pergerakan Penumpang
  3. Analisis Pengaruh Return On Assets, Volume Perdagangan, Earning Per Share
  4. Analisis Perencanaan dan Penentuan Kombinasi Produk Optimal Untuk Memaksimalkan Laba dalam Pembangunan Perumahan Puri Pudak Payung Asri (P4a) di Semarang
  5. Analisis Pert dan CPM untuk Pesanan Khusus pada Cv. Batik Surya Kencana

 

Tesis Pelayanan : Stimuli Pemasaran dan Psikologi Pasien dlm Membeli Pelayanan Rawat Inap

Judul Tesis : Pengaruh Stimuli Pemasaran, Keluarga dan Psikologi Pasien terhadap Keputusan Pasien dalam Membeli Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Tahun 2012

 

A. Latar Belakang

Era globalisasi dan perdagangan bebas (AFTA) sejak tahun 2010 memberikan dampak pada sektor kesehatan. Bidang kesehatan yang paling terpengaruh oleh dampak globalisasi, yakni antara lain bidang perumahsakitan, tenaga kesehatan, industri farmasi, alat kesehatan dan asuransi kesehatan. Dari segi pelayanan dan infrastruktur perumahsakitan, harus bisa memberikan pelayanan yang berkualitas dan efisien. Upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan adalah langkah terpenting untuk meningkatkan daya saing di sektor rumah sakit (KastratFKUI, 2010). Tujuan Pembangunan Nasional Indonesia mencakup unsur kesejahteraan umum yaitu untuk menyehatkan masyarakat sehingga derajat kesehatan yang lebih baik dapat tercapai secara optimal dalam Sistem Kesehatan Nasional (Ilyas, 2011).

Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang jasa dimana terjadi hubungan yang kuat antara pasien sebagai konsumen dengan tenaga medis atau non medis sebagai pemberi pelayanan. Rumah sakit sebagai salah satu sarana kesehatan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masayarakat. Oleh karena itu rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang bermutu sesuai dengan standar yang ditetapkan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat menurut Azwar (1996). Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakai jasa layanan yang sesuai dengan tingkat kepuasan rata-rata penduduk serta penyelenggaraannya sesuai dengan standar dan kode etik profesi yang telah ditetapkan (Azwar, 1996).

 

B. Pertanyaan Penelitian

Bagaimana pengaruh stimuli pemasaran, keluarga dan psikologi pasien terhadap keputusan pasien dalam membeli pelayanan rawat inap di RS Anna Medika ?

 

C. Tinjauan Pustaka

Rumah Sakit

American Hospital Association (1974) dalam Azwar (1996) mendefinisikan rumah sakit sebagai suatu organisasi yang melalui tenaga medis professional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang permanen menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karateristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau oleh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Rumah Sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat (UU No.44 Tahun 2009).

Pemasaran

Pemasaran didefinisikan sebagai suatu proses managerial dengan mana seseorang atau sekelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan dan pertukaran produk dan nilai dengan orang lain (Kotler, 2005). Pemasaran mencakup kegiatan analisa, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program- program yang diformulasikan secara cermat dan dirancang untuk menghasilkan pertukaran nilai- nilai secara sukarela dengan pasar yang disasar dengan tujuan untuk mencapai tujuan organisasi. Selain itu, pemasaran sebagai suatu proses sosial dan manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan penukaran produk-produk yang bernilai (Kotler & Armstrong, 2003).

Perilaku Konsumen

Tujuan pemasaran adalah memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan konsumen sasaran. Mengenal konsumen dan memahami perilakunya bukanlah hal yang mudah dan sederhana. Konsumen mungkin saja mengutarakan apa yang menjadi kebutuhan dan keinginannya, namun mereka justru bertindak sebaliknya. Mempelajari perilaku konsumen, berarti memahami cara individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, memakai, serta memanfaatkan barang, jasa, gagasan, atau pengalaman dalam rangka memuaskan kebutuhan dan hasrat mereka. Perilaku konsumen merupakan hal tidak teratur. Pengertian perilaku konsumen menurut Engel, Blackwell, Miniard (1994) adalah tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.

 

D. Metode Penelitian Tesis

Desain penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode cross sectional.

Lokasi penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Anna Medika yang berlokasi di Jalan Raya Perjuangan no 45, Harapan Baru, Bekasi Utara. Penelitian ini dilakukan mulai bulan Oktober sampai dengan Desember 2012.

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan objek atau dalam hal ini individu yang sesuai dengan tujuan penelitian. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh pasien Rumah Sakit Anna Medika.

Sampel adalah objek yang akan diteliti yang dianggap mewakili seluruh populasi penelitian.

 

E. Kesimpulan

1. Secara konseptual penelitian tentang keputusan pasien dalam membeli ini hanya dibatasi oleh empat variabel baik yang berpengaruh langsung maupun tidak langsung. Variabel-variabel tersebut adalah stimuli pemasaran, keluarga dan psikologi pasien sebagai variabel eksogen dan keputusan pasien dalam membeli sebaga variabel endogen. Sebenarnya masih banyak variabel lain yang berpengaruh dalam keputusan pasien dalam membeli.

2. Dalam penelitian ini hanya menggunakan indikator yang terdiri dari 1 sampai dengan 5 indikator. Indikator tersebut masih terbatas dan perlu dikembangkan lebih lanjut untuk penelitian selanjutnya.

3. Rancangan penelitian ini dilakukan secara cross sectional dengan jenis penelitian kuantitatif, di mana hasil yang didapatkan hanya memberikan gambaran keadaan pada waktu tertentu saja, karena variabel bebas dan variabel terikat diambil pada waktu yang bersamaan. Selain itu, tidak dapat memberikan penjelasan tentang hubungan sebab akibat, tetapi hubungan yang ada hanya menunjukan keterkaitan saja dan bukan hubungan yang bersifat kausal.

Contoh Tesis Pelayanan

  1. Esensi Partisipasi Publik dalam Pelayanan Publik Melalui Standar Pelayanan Berdasarkan Pasal 20 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik
  2. Evaluasi Penerapan Customs Advance Trade System (Cats) pada Kawasan Pelayanan Pabean Terpadu (KPPT) Cikarang Dry Port Bekasi
  3. Evaluasi Program Pelayanan Anak Jalanan (Studi Kasus Dampak Individu (Individualized Outcome) pada Klien Di Pusat Pengembangan Pelayanan Sosial Anak Jalanan Social Development Center For Children)
  4. Hubungan Dimensi Kepuasan Pelayanan dengan Minat Pemanfaatan Ulang Pelayanan Rawat Inap di Rs. Hermina Depok Tahun 2012
  5. Implementasi Kebijakan Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (Paten) Di Kabupaten Siak
  6. Kualitas Pelayanan Jasa Kereta Api Commuter Line Jabodetabek = Service Quality Of Jabodetabek Commuter Line Train
  7. Kualitas Pelayanan Pasien Rawat Inap Kelas Iii Di Rsud Pasar Rebo Jakarta Timur _ Studi Kasus Ketahanan Lembaga Rsud Pasar Rebo
  8. Manajemen Pelayanan Publik Pada Program Layanan Rakyat Untuk Sertifikasi Tanah (Larasita) di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok dan Jakarta Barat
  9. Menciptakan Aparatur yang Professional dalam Penyelenggaraan Birokrasi Berdasarkan Undang-Undang Nomor Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
  10. Penerapan Model Antrean di Kantor Pelayanan Pajak Jakarta Setiabudi Dua dalam Rangka Kelancaran Pelayanan Kepada Wajib Pajak
  11. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Komitmen Organisasi Pegawai Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta
  12. Pengaruh Servant Leadership terhadap Kepuasan Kerja Karyawan Kantor Pelayanan Pajak di Jakarta
  13. Pengaruh Stimuli Pemasaran, Keluarga dan Psikologi Pasien Terhadap Keputusan Pasien dalam Membeli Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Anna Medika Bekasi Tahun 2012
  14. Perlindungan Hukum Terhadap Pasien Atas Jasa Pelayanan yang Diberikan oleh Rumah Sakit (Studi Kasus Putusan Mahkamah Agung No. 300 K Pdt 2010)

 

Tesis Perilaku Konsumen

Tesis Perilaku Konsumen – Dalam strategi pemasaran suatu perusahaan terdapat tiga keputusan penting yang menjadi sasaran dari strategi pemasaran itu sendiri, yaitu mengenai konsumen mana yang akan dituju, bauran pemasaran yang bagaimanakah yang dapat memenuhi kepuasan konsumen, serta berapa biaya pemasaran yang harus dikeluarkan. Selain itu faktor penentu keberhasilan pemasaran juga dipengaruhi oleh minat konsumen dalam keputusannya membeli suatu produk, karena keputusan akhir untuk membeli produk yang terdiri dari berbagai macam merk tersebut terletak pada sikap konsumen yang akan membelinya.

 Sikap, keyakinan, evaluasi, norma subjektif, referen spesifik, motivasi dan minat konsumen merupakan hasil dari faktor genetis dan proses belajar serta selalu berhubungan dengan suatu obyek atau produk. Sikap biasanya memberikan penilaian (menerima atau menolak) terhadap obyek atau produk yang dihadapinya. Untuk menganalisis sikap konsumen dalam pembelian produk, dibutuhkan informasi yang berupa sikap, keyakinan, evaluasi, norma subjektif, referen spesifik, motivasi dan minat konsumen serta faktor yang membentuk dan mempengaruhinya.

Faktor-faktor tersebut adalah sikap dan norma subjektif terhadap atribut produk. Atribut tersebut adalah harga beli, harga jual, kualitas mesin, kualitas bahan, keiritan, desain, warna, ruang bagasi, suku cadang, layanan purna jual, kemudahan penggunaan, dan bobot. Selain itu sikap juga mempunyai peranan penting dalam pembentukan perilaku sehingga dengan menganalisa sikap, keyakinan, evaluasi, norma subjektif, referen spesifik, motivasi dan minat konsumen, maka perusahaan dapat mengetahui sejauh mana sikap dan norma subjektif konsumen berpengaruh terhadap minat membeli produk serta perbedaan sikap dan norma subjektif konsumen berdasarkan karakteristik konsumen yaitu gender, usia, penghasilan.

Pengertian Perilaku Konsumen 

Menurut Loudon dan Della Bitta (1988:8), ”Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik yang dilakukan oleh individu-individu dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau menghabiskan barang dan jasa”.

Sementara menurut Dharmmesta dan Hani Handoko (1997:3), ”Perilaku konsumen adalah kegiatan-kegiatan individu yang secara langsung terikat dalam mendapatkan dan menggunakan barang-barang dan jasa-jasa, termasuk didalamnya proses pengambilan keputusan pada persiapan dan penentuan kegiatan tersebut”.

Selain itu ”Perilaku konsumen dapat didefinisikan sebagai tindakan langsung yang terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan itu” (Engel, Blackwell dan Miniard, 1994:3).

Penelitian Tentang Perilaku Konsumen

  1. Penelitian yang dilakukan oleh Sheng Chiou (1998) berjudul ”The Effects Of Attitude, Subjective Norm, and Perceived Behavioral Control On Consumers – Purchase Intentions : The Moderating Effects of Product Knowledge and Attention to Social Comparison Information” hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepentingan relatif dari sikap, norma subjektif, dan control perilaku dalam memperkirakan minat bervariasi saat konsumen memiliki tingkatan- tingkatan yang berbeda terhadap pengetahuan produk yang subjektif dan Attention to Social Comparison Information (ATSCI). Pengetahuan subjektif adalah variabel moderating untuk hubungan antara sikap dan minat pembelian serta untuk hubungan antara norma subjektif dan minat pembelian.
  2. Penelitian terdahulu tentang sikap, kepercayaan, dan norma subjektif telah dilakukan, antara lain oleh Ramayah, Nasarudin, Nasser & Boon Sin (2004) berjudul “The Relationships Between Belief, Attitude, Subjective Norm, and Behavior Towards Infant Food Formula Selection” yang mengungkapkan bahwa TRA (Theory of Reasoned Action) atau teori tindakan beralasan tentang keyakinan berperilaku, keyakinan normatif, evaluasi akibat, dan kemauan ikut orang lain dengan tujuan untuk memahami bahwa bagaimana respon mengevaluasi suatu sikap tertentu atau persepsi konsumen akan keyakinan referen.
  3. Penelitian lain juga dilakukan oleh Honkanen, Olsen and Verplanken (2005) yang berjudul “Intention To Consume Seafood – The Importance Of Habit” mengungkapkan adanya indikasi bahwa pengalaman masa lalu dan kebiasaan digunakan untuk menjelaskan perbedaan dalam niatan serta mengindindikasikan bahwa pembentukan niatan tidak harus memerlukan penjelasan.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas menunjukkan bahwa hasil ini sesuai dengan Theory of Reasoned Action yang dikemukakan oleh Ajzen yang intinya  mengemukakan bahwa perilaku dipengaruhi oleh minat berperilaku. Sedangkan minat berperilaku dipengaruhi oleh variabel sikap dan norma subjektif. Dengan demikian hasil penelitian ini semakin menguatkan kebenaran dari teori tersebut dan dapat digunakan sebagai dasar untuk penyusunan Tesis Perilaku Konsumen.

Incoming search terms:

Tesis Manajemen: Pengaruh Sport Sponsorship trhdp Respon Sponsorship dan Corporate Image

Judul Tesis : Pengaruh Sport Sponsorship terhadap Respon Sponsorship dan Corporate Image (Studi Kasus Sponsorship Djarum dalam Liga Indonesia 2006)

 

A. Latar Belakang

Perkembangan sponsorship cukup pesat. IEG (International Events Group) mengestimasi sebesar $8.7 milyar yang telah dikeluarkan oleh perusahaan untuk mensponsori even khusus pada tahun 2000. Dari jumlah tersebut kira-kira 67% telah dikeluarkan untuk mensponsori even olah raga. Pertumbuhan sponsorship telah melebihi bentuk promosi tradisional. Sebagai contoh, pada tahun 1997, pertumbuhan periklanan sebesar 6% sedangkan pertumbuhan sponsorship 9%. Estimasi yang meyakinkan bahwa industri sponsorship yang telah dinilai kurang bersungguh-sungguh di masa lalu dan mungkin bernilai naik menjadi 22 milyar di tahun 2000. Jumlah ini akan mencapai 50 milyar di tahun 2010 menurut Sponsorship Research International. Pemasaran sponsorship telah tumbuh 613% pada 16 tahun belakangan ini di sisi lain 103% untuk periklanan dan 127% untuk promosi penjualan.

Perkembangan sponsorship yang pesat itu disebabkan oleh tiga alasan utama yaitu biaya periklanan yang semakin mahal, peningkatan aktivitas waktu luang, dan legalitas tentang periklanan tembakau dan alkohol (Pelsmacker, 2001). Sebagai contoh di Indonesia terdapat PP No 38/2000 pasal 17 : 2 telah membatasi jam tayang iklan rokok di media televisi pukul 21.30 sampai dengan 05.00 waktu setempat. Serta pasal 46 : 3c UU No 32/2002 tentang penyiaran menyebutkan ” siaran iklan niaga dilarang melakukan promosi rokok yang memperagakan wujud rokok.” Selain itu kesukaan akan sport pada sekelompok konsumen yang terus berkembang. Sehingga dari keterbatasan iklan rokok dan meningkatnya sekelompok konsumen akan sport menjadi peluang yang baik bagi sponsorship ( Hatanto, 2003 ).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah attitude toward the event berpengaruh pada respon sponsorship?
  2. Apakah attitude toward the sponsor berpengaruh pada respon sponsorship?
  3. Apakah perception of congruence between sponsor and event berpengaruh pada respon sponsorship?

 

C. Landasan Teori

Definisi Sponsorship

Menurut Anggoro ( 2002 ) sponsor termasuk salah satu media public relation eksternal. Sponsor adalah penyediaan dukungan finansial untuk suatu acara, subjek, kegiatan, lembaga atau individu yang dianggap memang pantas menerimanya Sponsorship adalah penanggungan even khusus untuk mendukung tujuan perusahaan, meninggikan image perusahaan, meningkatan kesadaran merek atau stimulasi penjualan produk dan jasa secara langsung ( Javalgi, 1996 ).

Definisi Perilaku Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk ( 1994 ) dalam Sumarwan ( 2003 ) perilaku konsumen didefinisikan sebagai perilaku yang diperlihatkan konsumen dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi dan menghabiskan produk dan jasa yang mereka harapkan akan memuaskan kebutuhan mereka.

 

Pengertian Corporate Image

Image menurut Kotler ( 1997 ) adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap objek. Sikap dan tindakan orang terhadap suatu objek sangat ditentukan oleh suatu image objek tersebut. Sedangkan image perusahaan adalah citra dari organisasi secara keseluruhan, jadi citra atas produk dan pelayanannya.

 

D. Metode Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dilakukan dengan desain survei yang bersifat explanatory dengan analisis hubungan antara variabel independen dan variabel dependen.

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah non probability sampling.

Instrumen penelitian untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner.

 

E. Kesimpulan

  1. Faktor-faktor sponsorship yang mempengaruhi respon sponsorship dan citra perusahaan adalah kesukaan pribadi terhadap even, persepsi status even, sikap terhadap sponsor, ketulusan sponspor, penyebaran sponsor dan kesesuaian sponsor even.
  2. Sikap terhadap even meliputi kesukaan pribadi terhadap even dan persepsi status even. Variabel kesukaan pribadi terhadap even berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) dan citra perusaahaan, artinya apabila responden memiliki tingkat kesukaan secara pribadi terhadap Liga Indonesia 2006 semakin tinggi ( semakin suka ) maka respon sponsorship ( perharian, kesukaan dan penggunaan ) produk Djarum dan citra perusahaan Djarum juga akan semakin meningkat. Sedangkan variabel status even yang dirasakan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon sponsorship ( perhatian, kesukaan, dan penggunaan ) dan citra perusahaan, artinya apabila status Liga Indonesia 2006 yang dirasakan responden semakin tinggi maka respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) produk Djarum dan citra perusahaan Djarum juga akan meningkat.
  3. Sikap terhadap sponsor meliputi sikap pada sponsor, ketulusaan sponsor, daan penyebaran sponsor. Variabel sikap terhadap sponsor berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) dan citra perusahaan, artinya apabila sikap terhadap Djarum semakin baik maka respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) produk Djarum dan citra perusahaan Djarum juga akan baik. Variabel ketulusan sponsor berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) dan citra perusahaan, artinya apabila ketulusan Djarum dalam menyeponsori Liga Indonesia 2006 semakin tulus ( benar-benar tulus ) maka respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) produk Djarum dan citra perusahaan Djarum akan semakin meningkat. Variabel penyebaran sponsor berpengaruh positif dan signifikan terhadap respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) dan citra perusahaan, artinya apabila sponsorship Djarum semakin beragam maka respon sponsorship ( perhatian, kesukaan dan penggunaan ) produk Djarum dan citra perusahaan Djarum akan semakin meningkat.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen GSM Prabayar di Surakarta (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret)
  2. Analisis Pengaruh Kepercayaan Atas Merek terhadap Ekuitas Merek
  3. Pengaruh Paparan Iklan dan Keyakinan Akan Merek Produk pada Pembentukan Sikap
  4. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Akhir dengan Metode Statistical
  5. Pengaruh Sport Sponsorship terhadap Respon Sponsorship dan Corporate Image

 

Tesis Manajemen: Paparan Iklan & Keyakinan Akan Merek Produk pd Pembentukan Sikap

Judul Tesis : Pengaruh Paparan Iklan dan Keyakinan Akan Merek Produk pada Pembentukan Sikap Konsumen terhadap Merek Produk (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta)

 

A. Latar Belakang

Dalam hal keterlibatan konsumen dengan produk, penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasikan apakah ada perbedaan pengaruh sikap terhadap iklan (attitude toward the advertisement), dan keyakinan akan merek (brand belief), pada pembentukan sikap terhadap merek produk (attitude toward the brand). Penelitian ini mengambil consumer goods menurut Strahilevitz dan Myers (Utami dan Suryandari, 2003) dengan jenis utilitarian goods yang menekankan keyakinan akan manfaat produk (utilitarian brand belief) dan hedonic goods yang menekankan keyakinan akan image produk (image brand belief). Keduanya, menggunakan iklan di televisi sebagai sarana promosi. Pada penelitian ini, digunakan produk sabun mandi merek DOVE yang mewakili utilitarian goods dan produk pakaian jeans merek LEE COOPER yang mewakili hedonic goods, yaitu dengan menggunakan paparan (exposure) iklan produk sabun mandi merek DOVE dan produk pakaian jeans merek LEE COOPER.

Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, penelitian ini mencoba meneliti hal tersebut dengan mengambil topik yang berkaitan dengan Pengaruh Paparan Iklan dan Keyakinan Akan Merek Produk Pada Pembentukan Sikap Konsumen Terhadap Merek Produk (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret Surakarta)

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh keyakinan akan merek produk dan sikap terhadap iklan secara bersama-sama pada pembentukan sikap konsumen terhadap merek produk (attitude toward to the brand)?
  2. Bagaimana pengaruh keyakinan akan merek produk dan sikap terhadap iklan secara parsial pada pembentukan sikap konsumen terhadap merek produk (attitude toward to the brand)?
  3. Bagaimana pengaruh keyakinan akan manfaat merek produk (utilitarian brand belief) dan keyakinan akan image merek produk (image brand belief) dalam pembentukan sikap konsumen terhadap merek produk (attitude toward to the brand) pada utilitarian goods?

 

C. Landasan Teori Tesis

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen (consumer behaviour) menurut Schiffman dan Kanuk (1994 : 7) didefinisikan sebagai Consumer behaviour is the study of how individuals make decision to spend their available resources (time, money, effort on consumption related items.

Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran merupakan salah satu elemen yang paling cepat berubah dalam marketing mix karena perusahaan dalam kegiatan pemasarannya selalu dituntut untuk bisa mengenalkan produk-produk yang ditawarkan secara lebih gencar dan menarik untuk mendapatkan perhatian konsumen.

Persepsi Konsumen

Menurut Schiffman dan Kanuk (1994:162) persepsi didefinisikan sebagai : “the proses by which an individual select, organizines, and interprets stimuli into a meaningful and coherent picture of I he world

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian yang bersifat hipotesis testing study.

Responden penelitian ini adalah mahasiswa-mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret.

Sumber data pada penelitian ini yaitu dengan menggunaka data primer dan data sekunder.

Teknik Pengumpulan Data pada penelitian ini yaitu dengan kuesioner, observasi dan studi Pustaka.

 

E. Kesimpulan

  1. Keyakinan akan manfaat merek produk, keyakinan akan image merek produk dan sikap terhadap iklan secara bersama-sama mempunyai pengaruh pada pembentukan sikap terhadap merek produk.
  2. Masing-masing variabel keyakinan akan manfaat merek produk, keyakinan akan image merek produk dan sikap terhadap iklan mempunyai pengaruh pada pembentukan sikap konsumen terhadap merek produk baik pada utilitarian goods maupun hedonic goods.
  3. Keyakinan akan manfaat merek produk mempunyai pengaruh yang lebih besar daripada keyakinan akan image merek produk dalam pembentukan sikap konsumen terhadap merek produk pada utilitarian goods.

 

Contoh Tesis Manajemen

  1. Analisis Anteseden Loyalitas Konsumen GSM Prabayar di Surakarta (Studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret)
  2. Analisis Pengaruh Kepercayaan Atas Merek terhadap Ekuitas Merek
  3. Pengaruh Paparan Iklan dan Keyakinan Akan Merek Produk pada Pembentukan Sikap
  4. Analisis Pengendalian Kualitas Produk Akhir dengan Metode Statistical
  5. Pengaruh Sport Sponsorship terhadap Respon Sponsorship dan Corporate Image

 

Incoming search terms:

Tesis Manajemen: Peranan Persepsi sbg Faktor Psikologis yg Mempengaruhi Perilaku Konsumen

Judul Tesis : Peranan Persepsi Sebagai Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen terhadap Kualitas Layanan di PT. Royal Express Indonesia (REX)

 

A. Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan tekonologi, rupanya telah membuat arus perekonomian di dunia semakin ramai. Keadaan yang demikian ini rupanya telah menunjang para pelaku bisnis untuk terus menciptakan peluang-peluang bisnis yang kompetitif. Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan dengan mempertahankan dan meningkatkan pelanggan. Mempertahankan pelanggan berarti perusahaan harus mampu mengerti dan memuaskan apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pelanggannya melebihi apa yang diberikan pesaing. Menurut tinjauan dalam strategi pemasaran, siapa yang lebih mampu memahami keinginan konsumennya dan menerjemahkan keinginan tersebut dalam wujud produk atau jasa yang unggul dialah yang akan memenangkan pemasaran.

Dalam hal pemenuhan kebutuhan, karakteristik dan selera dari tiap-tiap konsumen memang jelas berbeda satu sama lain. Terkadang apa yang menurut kita sesuai dan tepat, belum tentu sesuai dan tepat untuk orang lain. Apa yang dibutuhkan dan diharapkan oleh konsumen yang lain belum tentu itu yang dibutuhkan dan diharapkan oleh konsumen lainnya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Faktor – faktor apa sajakah yang akan mempengaruhi perilaku konsumen sehingga mereka mau menggunakan jasa ekspedisi di Royal Express Indonesia?
  2. Dimensi apa sajakah yang digunakan oleh pelanggan dalam mengevaluasi kualitas jasa ekspedisi di PT. Royal Express Indonesia?

 

C. Landasan Teori

Pemasaran

Pemasaran adalah proses sosial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan melalui penciptaan, penawaran, dan pertukaran secara bebas atas produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain (Kotler, 2000).

Definisi Jasa

Jasa menurut Kotler (1997, 476) dapat diartikan sebagai : Setiap tindakan atau unjuk kerja yang ditawarkan oleh salah satu pihak ke pihak lain yang secara prinsip intangibel dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan apapun. Produknya bisa terkait dan bisa juga tidak terikat pada suatu produk fisik.

Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku Konsumen adalah proses pelanggan dalam membuat keputusan membeli, juga untuk menggunakan dan membuang barang-barang dan jasa yang dibeli juga termasuk faktor-faktor pembelian dan penggunaan produk (Lamb, Hair, Mc Daniel, 2001:188).

 

D. Metode Penelitian

Desain penelitian yang digunakan oleh penulis dalam melakukan risetnya ialah berupa desain kasus, melalui studi deskriptif.

Objek yang digunakan oleh penulis dalam melakukan riset ialah perusahaan jasa yang bergerak dibidang jasa ekspedisi. PT. Royal Express Indonesia (REX), yang beralamatkan di Jl. Veteran No. 291 Tipes, Solo.

Jenis dan dumber data pada penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah para pemakai jasa layanan ekspedisi yang ada di wilayah kota Solo.

Teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan Nonprobability sampling yakni dengan metode purposive sampling.

Dalam teknik pengumpulan data, penulis memilih menggunakan dua cara yakni melalui kuesioner dan wawancara.

Teknik pembahasan atau analisis data ditujukan untuk menginterprestasikan dan menyimpulkan sejumlah data yang telah terkumpul.

 

E. Kesimpulan Tesis

  • Karakteristik Konsumen

Dilihat dari karakteristik konsumen berdasarkan jenis kelamin, maka pelanggan terbanyak adalah Laki-laki (L) sebanyak 54 orang (54%), dan Perempuan sebanyak 46 orang (46%). Untuk karakteristik konsumen berdasarkan usia terbanyak berada pada usia 25-34 tahun yaitu 37 orang (37%), kemudian yang paling rendah pada usia 55-64 tahun yaitu 3 orang (3%). Sedangkan berdasarkan dari pendidikan terakhir terbanyak berasal dari lulusan SLTA sebanyak 43 orang (43%) dan terendah dari lulusan Pasca Sarjana (S2) yaitu 9 orang (9%).

  • Dimensi Kualitas Layanan

Dimensi Bukti Fisik

Dari lima point pertanyaan yang terkait dengan bukti fisik, empat point diantaranya sebagian besar responden memilih jawaban Tidak Setuju (TS), sedangkan satu point pertanyaan dijawab dengan alternatif jawaban Setuju (S). Hal ini menggambarkan bahwa PT. REX kurang memperhatikan bukti fisik tersebut.

 

Dimensi Keandalan

Dari empat point pertanyaan yang diajukan kepada responden terkait dengan dimensi keandalan, tiga pertanyaan sebagian besar responden memilih jawaban Setuju (S) dan satu point dijawab dengan alternatif jawaban Netral (N). Hal ini berarti bahwa PT. REX telah memberikan pelayanan yang cukup memuaskan bagi pelanggan.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Pengaruh Dorongan Organisasional Pada Kinerja Tugas Dengan Kontrak Psikologis Sebagai Variabel Pemediasi ( Studi Pada Karyawan Pt. Danliris Sukoharjo, Jawa Tengah )
  2. Analisis Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pembuatan Lembar Kerja Siswa
  3. Peranan Persepsi Sebagai Faktor Psikologis Yang Mempengaruhi Perilaku
  4. Penerapan Strategi Harga Pada Flexi Di Pt. Telkom Kandatel Solo
  5. Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Initial Return Setelah Ipo Di Bursa Efek Indonesia

 

Skripsi Ekonomi: Faktor-faktor yg Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di JATENG

Judul Skripsi: Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2003 – 2007 ( Studi Kasus Kota Semarang, Solo, Purwokerto dan Tegal )

 

A. Latar Belakang

Konsumsi merupakan pengeluaran total untuk memperolah barang dan jasa dalam suatu perekonomian dalam jangka waktu tertentu. Pengeluaran konsumsi menjadi komponen utama dari Produk Nasional Bruto, karena itu perhatian utama perlu diperhatikan dan dipusatkan pada analisis faktor yang menentukan pengeluaran konsumsi. Khusus untuk pengeluaran konsumsi rumah tangga, ada faktor yang paling menentukan diantaranya yaitu tingkat pendapatan rumah tangga. Semakin tinggi pendapatan rumah tangga atau masyarakat secara keseluruhan maka akan semakin tinggi pula tingkat konsumsi. ( Suyuti dalam Masagus, 2007:5).

Keynes berpendapat bahwa pengeluaran konsumsi rumah tangga sangat dipengaruhi oleh besarnya Pendapatan Nasional yang maknanya bahwa pengeluaran konsu msi rumah tangga akan naik secara profesional bila terjadi peningkatan pendapatan nasional . Kenaikan pengeluaran konsumsi rumah tangga tersebut selalu lebih kecil dari kenaikan pendapatan. Besarnya kenaikan pengeluaran konsumsi itu tergantung dari hasrat keinginan masyarakat tersebut dalam berbagai konsumsi yang disebut Propensity to consume. (Guritno, 1984:19).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah variabel jumlah pendapatan riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 2007 ?
  2. Apakah variabel tingkat suku bunga riil berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 2007?
  3. Apakah variabel tingkat inflasi berpengaruh terhadap tingkat konsumsi masyarakat di jawa tengah pada tahun 2003 2007?

 

C. Landasan Teori

Konsep Konsumsi

Dalam ilmu makroekonomi (Samuelson, 1995:123) konsumsi adalah jumlah seluruh pengeluaran perorangan atau negara untuk barangbarang konsumsi selama suatu periode tertentu. Konsumsi berarti perbelanjaan yang dilakukan oleh rumah tangga ke atas barangbarang akhir dan jasajasa dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dari orang yang melakukan perbelanjaan tersebut. Pengertian konsumsi dibedakan menjadi dua yaitu konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah, golongan dari konsumsi rumah tangga yaitu apabila suatu rumah tangga membeli peralatan rumah seperti meja makan dan tempat tidur. Sedangkan yang termasuk golongan dari konsumsi pemerintah, apabila pemerintah membeli kertas, alatalat tulis dan peralatan kantor (Sukirno, 2000:337).

Perilaku Konsumen

Kebutuhan manusia relatif tidak terbatas sementara sumber daya yang tersedia sangat terbatas mengakibatkan manusia dalam memenuhi kebutuhannya akan berusaha memilih alternatif yang paling menguntungkan bagi dirinya. Perilaku konsumen timbul karena adanya keinginan memperoleh kepuasan yang maksimal dengan berusaha mengkonsumsi barang dan jasa sebanyakbanyaknya tetapi mempunyai keterbatasan pendapatan. Terdapat 3 pendekatan yang digunakan dalam menganalisis penentuan pilihan konsumen, antara lain pendekatan utilitas, pendekatan kurva indeferens, dan pendekatan atribut (Arsyad dalam Dian , 2007:22).

  1. Pendekatan utilitas (utility approach)
  2. Pendekatan kurva indiferens (indifference curve)
  3. Pendekatan Atribut (attribute approach)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Konsumsi

Tingkat pendapatan bukanlah satu-satunya faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat, terdapat beberapa faktor lain diluar pendapatan yang juga menentukan jumlah pengeluaran yang digunakan untuk konsumsi masyarakat. Sobri dalam Andrianni dalam Dian (2007) mengemukakan beberapa faktor yang juga berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi masyarakat antara lain:

  1. Distribusi Penghasilan
  2. Jumlah Penduduk
  3. Banyaknya Kekayaan Masyarakat yang berwujud (Asset Liquid)
  4. Banyaknya Barangbarang tahan lama dalam masyarakat
  5. Sikap masyarakat terhadap kehematan

 

D. Metode Penelitian

Penelitian mengenai factor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat ini mengambil lokasi di Jawa Tengah, yang akan diwakili oleh empat kota besar yang ada di wilayah tersebut, dimana kota tersebut meliputi Surakarta, Semarang, Purwokerto dan Tegal.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari lembagalembaga atau instansiinstansi antara lain Bank Indonesia (BI) Kota Surakarta dan Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Jawa Tengah.

Dalam menguji hipotesa, penelitian ini akan menggunakan teknik analisis regresi pooling regression, yang merupakan gabungan antara data runtut waktu (time series) dan antar wilayah ( cross section) atau disebut panel data.

Untuk mengestimasi data panel ada tiga teknik yang dapat digunakan yaitu model dengan metode OLS (common), model Fixed Effect dan model Random Effect.

 

E. Kesimpulan

  1. Pengaruh Pendapatan Riil Terhadap Konsumsi Riil Masyarakat di Provinsi Jawa

Pada persamaan konsumsi riil masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan positif dan signifikan antara Pendapatan riil dengan konsumsi riil ternyata terbukti kebenarannya. Pendekatan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Pendapatan riil berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5% ,yaitu pada tingkat koefisien sebesar 0.068135, yang berarti pendapatan riil masyarakat menyumbang perubahan atau kenaikan konsumsi riil sebesar 0,068% Hasil ini juga mendukung temuan tiga penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan faktor penting yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di negara berkembang. Pendapat ini didukung dengan bukti bahwa pendapatan riil berpengaruh signifikan terhadap variabel konsumsi Indonesia dan wilayah eksKaresidenan Surakarta.

  1. Pengaruh Tingkat Suku Bunga Riil Terhadap Konsumsi Rill Masyarakat

Pada persamaan konsumsi masyarakat, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negative dan signifikan antara Tingkat Suku Bunga dengan konsumsi ternyata terbukti kebenarannya. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil yang sama yakni Tingkat Suku Bunga berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi riil pada derajat signifikansi 5%, dengan tingkat koefisien sebesar 0,00000037 Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung masih menghiraukan suku bunga tabungan yang ditawarkan perbankan. Suku bunga tabungan selama periode penelitian cenderung naik, jadi nasabah akan mendapatkan keuntungan dari suku bunga yang ditawarkan karena inflasi yang lebih tinggi. Suku bunga masih efektif dalam meningkatkan konsumsi.

  1. Pengaruh Tingkat Inflasi Terhadap Konsumsi Masyarakat.

Pada persamaan simpanan masyarakat di perbankan, hipotesis yang menyatakan adanya hubungan negatif dan signifikan antara Tingkat Inflasi dengan konsumsi ternyata tidak sesuai. Pendekatan data panel menggunakan GLS menunjukkan hasil, yakni Tingkat Inflasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap konsumsi pada derajat signifikansi 5%. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat cenderung tidak menghiraukan inflasi yang terjadi dalam hal menabung. Secara umum ini dapat berarti bahwa masyarakat di Provinsi Jawa Tengah masih fokus pada nilai nominal uang dibandingkan dengan nilai riilnya. Hasil tidak signifikan dapat disebabkan oleh adanya bantuan subsidi dari pemerintah, baik berupa potongan harga/ harga subsidi maupun bantuaan langsung berupa uang (BLT), juga telah tersedianya barang substitusi yang lebih hemat.

 

Contoh Skripsi Ekonomi

  1. Analisis Faktorfaktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah
  2. Reaksi Pasar Modal Terhadap Peristiwa Peledakan Bom di Hotel J.W. Marriot pada Tanggal 5 Agustus 2003
  3. Peran Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi dalam Mengembangkan Produktifitas
  4. Analisis Permintaan Jepang terhadap Komoditas Udang Indonesia Tahun 1978-2003
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Impor Gula Pripinsi Jawa Tengah Periode 1984-2003

Incoming search terms:

Skripsi Manajemen: Analyse The Brand Loyalty At Custumers Service PT. International Astra

Judul Skripsi : Analyse The Brand Loyalty At Custumers Service PT. International Astra Tbk Daihatsu Solo

 

A. Latar Belakang

Astra Internasional Tbk – Daihatsu merupakan salah satu perusahaan besar di bidang otomotif khususnya mobil yang salah satu anak cabangnya ada di Surakarta. PT. Astra Internasional Tbk. Daihatsu membagi penjualannya ke dalam 3 kelompok yaitu Sales Satisfaction, parts, dan service. Sales Satisfaction merupakan penjualan mobil Daihatsu, parts adalah penjualan pada suku cadang sedangkan service menyediakan jasa perbaikan mobil. Saya akan menganalisis di bagian servicenya. Menurut saya jasa service ini sangat penting bagi citra perusahaan, maka perusahaan harus mengetahui seberapa besar basis pelanggan yang mempunyai loyalitas terhadap jasa service Daihatsu.

Berdasarkan pemaparan latar belakang tersebut, untuk mengetahui tingkat loyalitas terhadap jasa sevice Daihatsu, dengan ini saya mencoba menganalisis kegiatan perusahaan dengan judul “Analisis Brand Loyalty Pada Pelanggan Service PT. Astra Internasional Tbk. Daihatsu Solo”.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah posisi brand loyalty pada pelanggan service PT. Astra Internasional Tbk. Daihatsu berkaitan langsung terhadap keuntungan perusahaan ?

 

C. Landasan Teori

Pengukuran Kesukaan Terhadap Merek (measuring liking the brand)

Kesukaan terhadap merek, kepercayaan, perasaan-perasan hormat atau bersahabat dengan suatu merek membangkitkan kehangatan dalam perasaan pelanggan. Akan sangat sulit bagi pesaing untuk dapat menarik pelanggan yang sudah mencintai merek hingga pada tahapan ini. Ukuran dari rasa suka tersebut dapat tercermin pada kesediana para pelanggan untuk menggunakan jasa service dengan merek kesukaannya, meskipun dengan harga yang lebih tinggi disbandingkan yang lain.

Brand Loyalty (loyalitas merek)

Menurut Durianto, Sugiarto, dan Sitinjak (2001:126), brand loyalty (loyalitas merek) merupakan suatu ukuran keterkaitan pelanggan kepada sebuah merek. Brand loyalty merupakan salah satu indicator inti dari brand equity yang jelas terkait dengan peluang penjualan, yang berarti pula jaminan perolehan laba perusahaan di masa mendatang.

Perilaku Konsumen

Menurut Assael (1992) dalam Setiadi (2003, 201), mengemukakan empat hal yang menunjukkan kecenderungan konsumen yang loyal, sebagai berikut :

  1. Konsumen yang loyal terhadap merek cenderung lebih percaya diri terhadap pilihannya.
  2. Konsumen yang loyak lebih memungkinkan merasakan tingkat resiko yang lebih tinggi dalam pembeliannya.
  3. Konsumen yang loyal terhadap merek juga lebih mungkin loyal terhadap toko.
  4. Kelompok konsumen yang minoritas cenderung untuk lebih loyal terhadap merek.

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Penelitian dilakukan di PT ASTRA Internasional Tbk. Daihatsu yang beralamat di Jl. Raya Permai Solo Baru, Sukoharjo.

Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian dengan menggunakan survei.

Populasi dalam penelitian ini dibagi dua yaitu populasi sasaran target dan sampel.

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, kuesioner dan peneliti kepustakaan.

Dalam penelitian ini digunakan teknik analisis data dekriptif.

 

E. Kesimpulan

  1. Analisis terhadap identitas responden pelanggan service Daihatsu menunjukkan rata-rata responden yang diambil dalam penelitian mengenai loyalitas konsumen terhadap service Daihatsu adalah laki-laki sebesar 86%, usia responden antara 32-40 tahun sebesar 35%, pendidikan terakhir yaitu tamat Sarjana sebesar 51%, pekerjaan yaitu karyawan sebesar 39%, penghasilan tiap bulan adalah > Rp 2 juta sebesar 58%, pengeluaran tiap bulan yaitu antara Rp 500.000 – 1 juta dan Rp > 2 juta dengan persentase yang sama sebesar 29%, tujuan mereka ke bengkel adalah perawatan berkala sebesar 79%, dan jenis kendaraan yang dimiliki responden kebanyakan Xenia sebesar 50%.
  2. Pada tingkat loyalitas merek swicher (sensitive terhadap perubahan harga), sebagian kecil konsumen yang menyatakan tidak setuju, jika mereka suka berpindah service dari merek satu ke merek yang lain sebanyak 12%. Sedangkan yang tidak pernah pindah ke service lain sebesar 59%. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen pada tingkat ini adalah konsumen yang loyal terhadap Daihatsu. Konsumen menggunakan jasa bukan karena dilihat dari faktor harga semata tetapi konsumen juga melihat dari sisi kualitas dan kepercayaan yang telah dibina selama ini oleh Daihatsu.
  3. Pada tingkat loyalitas merek Habitual Buyer (pembeli yang bersifat kebiasaan), separo dari 100 responden dalam penelitian ini menyatakan tidak setuju jika mereka menggunakan jasa sebuah merek tertentu hanya karena kebiasaan yaitu sebesar 50%. Tetapi menurut konsumen, mereka menggunakan jasa service Daihatsu ini karena Daihatsu memiliki standart pelayanan yang bagus dan konsumen sudah memiliki service berkala setiap bulannya.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analyse The Brand Loyalty At Custumers Service Pt. International Astra Tbk Daihatsu Solo
  2. Hubungan Strategi Promosi Terhadap Volume Penjualan Di Toko Buku Gramedia Solo Square
  3. Pengaruh Biaya Bauran Promosi Pada Pt. Danliris, Sukoharjo Dalam Peningkatan Volume Penjualan Produk Kain Printing Batik
  4. Prosedur Pemasaran Iklan Pt. Radio Swara Prima Pesona Surakarta
  5. Penerapan Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Pada Perusahaan Kusuma Mulia Textile