Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD yg Dimodifikasi dari Kemandirian Belajar Peserta Didik

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD yang Dimodifikasi Ditinjau dari Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X SMK di Kabupaten Grobogan Tahun 2010/2011

 

A. Latar Belakang Skripsi

Proses pembelajaran yang baik perlu didukung adanya media atau sarana yang sesuai. Sehingga antara penggunaan media dan tujuan pembelajaran dapat berkolaborasi. Dalam proses pembelajaran matematika, materi tertentu seringkali menuntut penggunaan media. Namun pemilihan media sebaiknya yang telahdikenal peserta didik sehingga materi yang akan dipelajari akan lebih mudah untuk dipahami. Kreatifitas dan keaktifan peserta didik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman materi yang dipelajari. Hal ini tidak mudah dilakukan peserta didik jika tidak ditunjang kemampuan guru dalam mengajar, sumber belajar yang tersedia, serta media pembelajaran yang ada. Keterbatasan sumber belajar, baik referensi maupun media pembelajaran matematika di sekolah menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Keterbatasan itu dikarenakan adanya anggapan bahwa mahalnya sumber belajar matematika khususnya media pembelajaran. Namun dengan keterbatasan media pembelajaran jangan dijadikan alasan untuk tidak menggunakan media. Disamping itu, terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan belajar matematika, diantaranya kemandirian dalam belajar matematika. Perkembangan dalam bidang teknologi pembelajaran menekankan pada pentingnya kemandirian dalam belajar. Penerapan sistem pembelajaran tuntas, pengajaran perorangan, sistem modul, cara belajar peserta didik aktif dan pendekatan keterampilan proses, semuanya menekankan pada kemandirian belajar peserta didik yang tinggi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD atau konvensional pada materi program linier?
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah pada materi program linier?
  3. Pada masing-masing kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah,manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD, atau konvensional pada materi program linier?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD atau konvensional pada materi program linier.
  2. Untuk mengetahui manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah pada materi program linier.
  3. Untuk mengetahui pada masing-masing kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah, manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD, atau konvensional pada materi program linier.

 

D. Kesimpulan

1. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi dan tipe STAD menghasilkan prestasi belajar yang sama, tetapi keduanya dapat menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi program linier.

2. Peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada peserta didik dengan kemandirian belajar sedang atau rendah, dan peserta didik dengan kemandirian belajar sedang mempunyai prestasi belajar sama dengan peserta didik yang mempunyai kemandirian belajar rendah pada materi program linier.

3. Peserta didik pada masing-masing kategori kemandirian belajar yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi dan tipe STAD mempunyai prestasi belajar yang sama tetapi keduanya lebih baik daripada menggunakan pembelajaran konvensional pada materi program linier.

 

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD – Model Pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara hiterogen. Diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

Slavin (dalam Nur, 2000: 26) menyatakan bahwa pada STAD siswa ditempatkan dalam tim belajar beranggotakan 4-5 orang yang merupakan campuran menurut tingkat prestasi, jenis kelamin, dan suku. Guru menyajikan pelajaran, dan kemudian siswa bekerja dalam tim mereka memastikan bahwa seluruh anggota tim telah menguasai pelajaran tersebut. Kemudian, seluruh siswa diberikan tes tentang materi tersebut, pada saat tes ini mereka tidak diperbolehkan saling membantu.

Langkah-langkah dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD ini didasarkan pada langkah-langkah kooperatif yang terdiri atas enam langkah atau fase. Fase-fase dalam pembelajaran ini seperti tersajikan dalam tabel berikut ini.

 

Screen Shot 2013-04-02 at 04.39.18

 

Incoming search terms: