Aspek Sosial Budaya Belitung dalam Novel Dwilogi Padang Bulan

Judul Tesis : Aspek Sosial Budaya Belitung dalam Novel Dwilogi Padang Bulan Karya Andrea Hirata (Pendekatan Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan)

 

A. Latar Belakang

Kultur masyarakat Melayu sebagai salah satu fenomena sosial yang dipaparkan secara jujur dalam novel Cinta di dalam Gelas merupakan hal yang menarik yang diungkapkan dalam novel kedua Dwilogi Padang Bulan ini, kisah perjuangan hidup Enong lebih lengkap dituangkan dalam novel Cinta di Dalam Gelas yang merupakan kelanjutan dari kisah perjuangan Enong dalam Novel Padang Bulan.

Novel Cinta di dalam Gelas menampilkan kisah catur dan kebiasaan-kebiasaan unik orang Melayu kampung yakni gemar berkumpul, berinteraksi, dan bersosialisasi sambil minum kopi di warung. Salah satunya adalah warung kopi, berbagai kebiasaan, sifat, dan gaya hidup orang Melayu di sekitarnya dituturkan lewat secangkir kopi. Melalui riset sosial dan cultural, serta watak manusia dalam hubungannya yang dilakukan sendiri oleh Andrea Hirata. Riset tentang catur. Namun, novel ini sesungguhnya bukanlah tentang catur melainkan bagaimana seorang perempuan menegakkan martabatnya dengan cara yang elegan, tentang perspektif politik kaum marginal, dan tentang falsafah pendidikan yang dianut perempuan itu (Enong). “Berikan aku sesuatu yang paling sulit, aku akan belajar,” kata perempuan yang bahkan tidak tamat SD itu.Belajar adalah sikap berani menantang segala ketidakmungkinan.Oleh karena itu, fokus pengkajian dalam penelitian ini adalah sosiologi sastra, yakni kajian ilmiah tentang sejauh mana novel Dwilogi Padang Bulan dapat mengungkapkan kebenaran latar sosial budaya masyarakatnya yang menjadi fokus dalam peneilitian ini.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah aspek sosial budaya Belitung yang terungkap dalam novel Dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata?
  2. Apa sajakah nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata.

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menjelaskan :

  1. Aspek sosial budaya masyarakat Belitung yang terungkap dalam novel Dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata.
  2. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Dwilogi Padang Bulan karya Andrea Hirata.

 

D. Simpulan

1. Sistem religi Islam merupakan agama yang paling dominan dianut oleh masyarakat Belitung, yakni suatu kepercayaan hanya kepada satu tuhan adalah Allah SWT.

2. Sistem pengetahuan masyarakat Belitung meliputi

  • pengetahuan tentang musim
  • pengetahuan tentang pendidikan formal
  • pengetahuan tentang kesehatan
  • sistem bahasa masyarakat yang terungkap dalam novel adalah bahasa Melayu, yang sekarang menjadi bahasa persatuan yakni bahasa Indonesia.
  • sistem kesenian meliputi seni

3. Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Dwilogi Padang Bulan

  • Nilai spiritual yang mencakup nilai:nilai agama yang mengatur penganutnya
  • Nilai ajaran hidup yang terungkap

4. Nilai sosial dalam novel dapat pula dijadikan media pembelajaran sosiologi.

 

E. Saran-saran

Bagi Guru

Guru mampu menjadi agen informasi sosial budaya kepada anak didik melalui memberikan bacaan yang berlatar Belitung.

Bagi Siswa

Diharapkan dapat memilih bahan bacaan yang bermutu dan dapat memberikan informasi budaya secara tepat, cepat, dan detail.

Bagi Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Bangka Belitung Dengan cara melakukan lomba-lomba menulis cerpen atau novel yang berlatar Belitung.

 

 

Incoming search terms:

Pendekatan Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan Novel Karya A. Fuadi dan Andrea Hirata

Judul Skripsi : Kajian Novel Negeri Lima Menara Karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata (Pendekatan Intertekstualitas dan Nilai Pendidikan)

 

A. Latar Belakang Masalah

Novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi menggambarkan secara detail proses pendidikan yang begitu menantang dan menyenangkan di dalam sebuah pondok pesantran modern yang ada di Ponorogo Jawa Timur. Sedangkan novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata menggambarkan keadaan pendidikan yang dialami seorang anak dan sekelompok anak yang ada di Pulau Belitong, yang menggambarkan bagaimana kenyatan pendidikan di daerah pedesaan dan jauh dari pusat pemerintahan yang terkendala keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.

Penelitian ini akan mengkaji novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata dengan pendekatan intertekstualitas. Pengkajian terhadap dua novel tersebut dengan menganalisis struktur yang ada di dalam kedua novel tersebut kemudian menemukan benang merah berupa hubungan persamaan dan perbedaan dari novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana hubungan intertekstualitas antara novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?
  2. Bagaimana novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata memberikan nilai pendidikan?

 

C. Tujuan

  1. Menjelaskan hubungan intertekstualitas antara novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.
  2. Menjelaskan nilai pendidikan yang diberikan novel Negeri Lima Menara karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

 

D. Simpulan Skripsi

1. Hubungan Intertekstualitas antara Novel Negeri Lima Menara Karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

Beberapa bagian yang menjadi point dalam kedua novel tersebut antara lain metode pendidikan yang ada di sekolah, pidato dari guru yang membangkitkan semangat dan memberikan motivasi para siswanya, tata tertib yang harus dipatuhi oleh siswa, cara mempelajari bahasa asing, sepeda sebagai sarana transportasi, kegiatan perlombaan atau pertandingan, bulutangkis, cita-cita dan impian, liburan sekolah atau liburan kelas, kisah cinta atau suka terhadap wanita, pengabdian seorang pendidik terhadap tugas dan profesinya sebagai seorang guru atau pendidik, jiwa kepemimpinan, pertunujukan seni, keputusan untuk keluar dari sekolah, suasana perpisahan dengan kawan yang sangat pandai dan disayangi.

2. Nilai Pendidikan yang Diberikan Novel Negeri Lima Menara Karya A. Fuadi dan Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

  • Negeri Lima Menara

Nilai pendidikan yang ada di dalam novel Negeri Lima Menara antara lain nilai religius (agama) berkaitan dengan pondok pesantren dan ajaran yang ada di dalmnya. Nilai moral (etika) menyangkut baik dan buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, dan kewajiban. Nilai sosial , kepedulain terhadap lingkungan sekitar. Nilai budaya, menghormati dan menghargai orang tua, budaya khas Tanah Minang, Budaya berkaitan pemberian nama pada setiap nama orang-orang Minang, serta budaya yang ada di Pondok Madani.

  • Laskar Pelangi

Nilai pendidikan yang berkaitan dengan nilai agama sangat kental sekali di novel Laskar Pelangi. Novel ini memiliki latar belakang sekolah Islam, yaitu perguruan Muhammadiyah. Nilai moral yang ada di dalam novel Laskar Pelangi berkaitan dengan bagaimana memberikan pemahaman akan adanya sikap yang rendah hati dan tidak sombong, menggapai cita-cita dan perjuangan untuk menggapai harapan. Nilai sosial tersebut diajarkan guru kepada muridnya.

Kajian Intertekstual dan Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi dan Novel Ranah 3 Warna

Judul Skripsi : Kajian Intertekstual dan Nilai Pendidikan Novel Sang Pemimpi Karya Andrea Hirata dan Novel Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi

A. Latar Belakang Masalah

Peristiwa yang dialami tokoh-tokoh dalam kedua novel tersebut dapat membuka pandangan bahwa pendidikan sangatlah penting. Untuk bisa mendapatkan pendidikan yang layak harus berjuang dengan keras agar keberhasilan dapat dicapai.  Novel tersebut berisi perjuangan anak remaja untuk mendapatkan pendidikan agar dapat meraih cita-cita dan keberhasilan.  Penulis tertarik mengkaji novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dengan menggunakan pendekatan intertekstual.

Pengkajian yang akan dilakukan adalah dengan menganalisis struktur yang ada dalam kedua novel kemudian menemukan benang merah berupa hubungan persamaan dan perbedaan dari novel tersebut serta menemukan nilainilai pendidikan yang terkandung dalam novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna, sehingga dapat memberikan jawaban atas permasalahan dan mempermudah dalam memahami kedua novel tersebut sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya sastra.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana persamaan dan perbedaan unsur-unsur struktur novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dengan pendekatan intertekstualitas?
  2. Bagaimana nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan persamaan dan perbedaan unsur-unsur struktur novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi dengan pendekatan intertekstualitas.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalam novel novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan Ranah 3 Warna karya Ahmad Fuadi.

 

D. Simpulan

  • Hubungan Intertekstual Novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warnaberkaitan dengan Struktur Novel
  1. Tema yang terdapat dalam kedua novel memiliki persamaan yaitu perjuangan dalam mengarungi kehidupan serta kepercayaan terhadap kekuatan sebuah mimpi, cita-cita atau pengharapan .
  2. Plot atau alur dalam kedua memiliki persamaan. Novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna sama-sama memiliki plot atau alur campuran (perpaduan antara alur maju dan alur mundur)
  3. Tokoh utama kedua novel memiliki karakter yang pantang menyerah, rela berjuang untuk meraih semua keinginan dan cita-citanya, dapat dikatakan terkait dengan penokohan novel Sang Pemimpi merupakan hipogram dan novel Ranah 3 Warna sebagai transformasinya.
  • Nilai-nilai Pendidikan dalam Novel Sang Pemimpi dan Ranah 3 Warna
  • Nilai Pendidikan Moral
  1. Nilai Pendidikan Moral dalam Novel Sang Pemimpi: Dalam novel Sang Pemimpi pengarang menulis melalui gaya bahasa sarkasme yaitu gaya bahasa sindiran yang paling kasar dalam pengungkapannnya supaya manusia memahami dan menghayati etika ketika berinteraksi dan berkomunikasi dengan masyarakat.
  2. Nilai Pendidikan Moral dalam Novel Ranah 3 Warna: Setiap manusia memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan. Dalam setiap kesempatan dan kondisi tertentu, tetaplah menjadi diri sendiri dan berlaku baik dalam segala hal, termasuk bersikap jujur.
  • Nilai Pendidikan Religius (Agama)
  1. Nilai Pendidikan Religius (Agama) dalam Novel Sang Pemimpi Tokoh-tokoh dalam novel Sang Pemimpi mencerminkan tokoh yang taat beragama dengan mengaji setiap hari.
  2. Nilai Pendidikan Religius (Agama) dalam Novel Ranah 3 Warn Taat dan patuh selalu kepada orang tua, saat orang tua masih hidup hingga meninggal. Ketika sudah meninggalpun anak harus mengirim doa untuknya.

Analisis Stilistika Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

Judul Skripsi : Analisis Stilistika Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata

 

A. Latar Belakang Masalah

Telah linguistik pada sebuah karya maksudnya bukanlah melakukan telaah sastra secara menyeluruh seperti halnya kajian sastra, tetapi penelitian ini lebih difokuskan pada telaah linguistik terhadap karya sastra dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penelitian ini akan mengkaji aspek kebahasaan yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Penelitian ini terutama diprioritaskan pada segi-segi kebahasaan yang paling penting peranannya yang ikut menentukan wujud ekspresivitas daya pengungkapan. Juga dipusatkan pada pemerian keunikan-keunikan dan kekhasan pengungkapan kebahasaan oleh seorang pengarang.

Pemerian terhadap keunikan dan kekhasan itu juga dalam rangka pemahaman dan penafsiran makna yang terdapat dalam karya tersebut. Analisis stilistika dalam penelitian ini dimaksudkan sebagai bagian studi linguistik. Pada prinsipnya pusat perhatian stilistika adalah gaya bahasa, yaitu cara yang digunakan oleh seseorang untuk mengutarakan maksudnya dengan menggunakan bahasa sebagai sarananya. Hal ini cukup beralasan jika penulis melakukan telaah linguistik dalam rangka menemukan dan memerikan keunikankeunikan dan kekhasan pemakaian bahasa novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Selain itu, telaah linguistik di sini juga untuk mengetahui kekhususan aspek morfologis dan sintaksis yang digunakan Andrea Hirata dalam karyanya serta mengetahui pemakaian gaya bahasa figuratif yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi. Bertolak dari pemaparan di atas maka penulis melakukan penelitian dengan judul Analisis Stilistika Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

 

B. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?

2. Bagaimanakah kekhususan aspek morfologis dan sintaksis dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?

3. Bagaimanakah pemakaian gaya bahasa figuratuif yang meliputi:

(1) idiom

(2) arti kiasan

(3) konotasi

(4) metafora

(5) metonimia

(6) simile

(7) personifikasi

(8) hiperbola

yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata?

 

C. Tujuan Penelitian Skripsi

1. Mendeskripsikan keunikan pemilihan dan pemakaian kosakata dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

2. Mendeskripsikan kekhususan aspek morfologis dan sintaksis dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

3. Mendeskripsikan pemakaian gaya bahasa figuratuif yang meliputi:

(1) idiom

(2) arti kiasan

(3) konotasi

(4) metafora

(5) metonimia

(6) simile

(7) personifikasi

(8) hiperbola

yang terdapat dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata.

 

D. Simpulan

1. Keunikan atau kekhasan pemakaian bahasa pada novel Laskar Pelangi dilatarbelakangi oleh faktor sosial budaya dan pendidikan penulis yang diungkapkan melalui deskripsi ceritanya.

2. Kekhususan aspek morfologis dalam novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata yaitu pada penggunaan afiksasi pada leksikon bahasa Jawa dan bahasa Inggris, dan reduplikasi dalam leksikon bahasa Jawa.

3. Pemakaian gaya bahasa figuratif pada novel Laskar Pelangi membuat pengungkapan maksud menjadi lebih mengesankan, lebih hidup, lebih jelas dan lebih menarik.

 

E. Saran

Kajian stilistika terhadap novel sangat penting peranannya pada kemajuan studi stilistika di Indonesia khususnya di Program Pascasarjana. Studi stilistika ini mampu menemukan perihal kebahasaan, dan kesusastraan sebagai objeknya. Terkait dengan kajian stilistika ini maka ada beberapa saran untuk pembaca dan penelitian selanjutnya sebagai berikut.

Incoming search terms: