Orientasi Pasca Lulus dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi Pasca Lulus dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan SK MenDikBud RI No. 239/U/1999 tentang kurikulum nasional untuk D III Keperawatan yang berlaku secara nasional bahwa Tujuan Program Diploma III Keperawatan adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijaksanaanumum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan, Mampu menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan, Mampu berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan / asuhan keperawatan, Mampu berperan serta secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien, Mampu mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesinya. Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat diatas. penyelenggara program Diploma III keperawatan berpedoman pada : tujuan pendidikan nasional , kaidah moral dan etika ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat, serta memperhatikan minat, kemampuan dan prakarsa pribadi.

Dari hasil studi pendahuluan terhadap mahasiswa tingkat II dan III Prodi D III keperawatan STIKes An Nur Purwodadi yang berjumlah total 119, ditemukan bahwa sebagian besar motivasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh orientasi mahasiswa setalah lulus D III keperawatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sejauhmana orientasi mahasiswa ini dapat mempengaruhi hasil belajar atau prestasi belajar pada mahasiswa D III keperawatan STIKes An Nur Purwodadi.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan secara bersama – sama antara Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa D III Keperawatan STIKes An Nur Purwodadi ?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui hubungan secara bersama – sama antara motivasi dan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi D III Keperawatan STIKes An Nur Purwodadi

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa yang ingin bekerja dan melanjutkan pendidikan pada mahasiswa tingkat III Prodi D III Keperawatan
  2. Mengetahui hubungan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa yang ingin bekerja dan melanjutkan pendidikan pada mahasiswa tingkat III Prodi D III Keperawatan

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan antara motivasi belejar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III Keperawatan Stikes An – Nur Purwodadi, ditunjukkan dengan nilai r hitung> r tabel yaitu 0,297>0,02 (ρ= 0.000).

2. Ada hubungan antara orientasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III keperawtan Stikes An – Nur Purwodadi,ditunjukkan dengan nilai r hitung > r tabel yaitu 0,264 > 0,02 ( p = 0.000 ),

3. Ada hubungan yang erat antara motivasi belajar mahasiswa dan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III keperawatan Stikes An – Nur Purwodadi, ditunjukkan dengan nilai F hitung > F tabel ( 77,60 > 3,09 )

Incoming search terms:

Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dgn Prestasi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil study pendahuluan pada 22 orang mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan indeks prestasi (IP) pada semester III dibandingkan semester sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu bertolak belakang dengan harapan institusi yang menginginkan mahasiswanya mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif akan menurunkan motivasi mahasiswa untuk belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajarnya (Mudjiman, 2007:41).

Merujuk pada pendapat beberapa ahli dalam kajian teoritis, prestasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya motivasi belajar,  tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  2. Adakah hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  3. Adakah hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  4. Adakah hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

Tujuan khusus

  1. Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.
  2. Menganalisis hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

 

D. Simpulan

1. Motivasi belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

2. Pemanfaatan fasilitas belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin baik tingkat pemanfaatan fasilitas belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

3. Lingkungan belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

4. Motivasi belajar, pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama mempunyai hubungan regresi (pengaruh) positif yang signifikan secara statistik terhadap IPK. Semakin tinggi motivasi belajar, semakin baik pemanfaatan fasilitas belajar dan semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

Implementasi Aqidah Tauhid Dalam Pembelajaran IPA Fisika Dengan Metode Kooperatif Jigsaw Dan Stad Ditinjau Dari Motivasi Belajar Dan Karakter Siswa

Latar Belakang Karakter Anak Dalam Belajar

SMP Al-Islam 1 Surakarta telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada tahun 2008 sebagai angkatan ke-3. Sebagai sebuah instansi sekolah menengah pertama yang berdasarkan Islam, ditetapkanlah visi RSBI SMP Al-Islam 1 Surakarta, yaitu Excellent in Imtaq & Strengh in Iptek. Visi ini memberikan pengertian bahwa diharapkan siswa SMP Al-Islam 1 Surakarta dapat menjadi generasi Islam yang unggul dalam keimanan dan  ketaqwaan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan penghujaman aqidah tauhid yang kuat dalam hati sehingga terbentuk karakter akhlak yang mulia baik berupa perkataan yang bagus maupun perbuatan atau perilaku yang mulia tanpa mengabaikan usaha meraih motivasi belajar yang optimal.

Selain itu juga diharapkan menjadi generasi Islam yang kuat dalam ilmu pengetahuan alam (sains), luas wawasan keilmuan dan dapat mengembangkan teknologi berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki.

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh implementasi aqidah tauhid dalam pembelajaran IPA Fisika dengan metode kooperatif Jigsaw dan STAD terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh karakter tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  4. Apakah ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa?
  5. Apakah ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan karakter siswa terhadap prestasi belajar siswa?

Landasan Teori

  1. Belajar

Belajar dalam kamus bahasa Indonesia secara etimologis memiliki arti ”berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”.

  1. Aqidah Tauhid

sebuah istilah aqidah tauhid, maksudnya adalah pembahasan tentang aqidah yang dibatasi hanya pada sisi keimanan kepada Allah Yang Maha Esa dan mentauhidkan ibadah hanya kepadaNya saja tanpa membahas rukun iman lainnya.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dan studi literatur. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak 8 kelas.

Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Kelas eksperimen 1 dengan metode kooperatif Jigsaw dan kelas eksperimen 2 menggunakan metode kooperatif STAD.

Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif siswa dan angket untuk mendapatkan data motivasi belajar dan karakter siswa.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang dikemukakan pada bab IV, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Ada pengaruh implementasi aqidah tauhid dalam pembelajaran IPA Fisika dengan metode kooperatif Jigsaw dan STAD terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  2. Ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  3. Ada pengaruh karakter tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  4. Ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  5. Tidak ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan karakter siswa terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.

Incoming search terms:

Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar dgn Kedisiplinan Siswa

Judul Skripsi : Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar dengan Kedisiplinan Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2008/2009.

 

A. Latar Belakang Masalah

Kedisiplinan di kalangan pelajar pada sebagian pelajar cenderung kurang. Hal ini dapat kita lihat adanya siswa yang datang terlambat di sekolah, tidak masuk tanpa ijin, membolos dari sekolah, tidak mengerjakan tugas sekolah dsb. Timbul pertanyaan dalam benak kita, bagaimana motivasi belajar bagi siswa-siswa yang melakukan tindak indisipliner tersebut.

Tertarik pada permasalahan tersebut dan sesuai dengan bidang tugas penulis bsebagai Guru Pembimbing (konselor) penulis memberanikan diri untuk mencoba bmengadakan penelitian dengan tema kedisiplinan. Adapun judul yang penulis pilih adalah : HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

 

B. Perumusan Masalah

Dari beberapa pertanyaan dalam identifikasi masalah di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kedisiplinan siswa?
  2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan kedisiplinan siswa?
  3. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan kedisiplinan siswa?

 

C. Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah tersebut maka dalam penelitian ini bertujuan sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kedisiplinan siswa.
  2. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan kedisiplinan siswa
  3. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan kedisiplinan siswa.

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan di depan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut

  1. Ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kedisiplinan siswa. Siswa yang sehat mentalnya akan dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri dan lingkungan sekolah sehingga dapat membentuk sikap yang disiplin terhadap tata tertib dan peraturan yang ada.
  2. Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kedisiplinan siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan mempunyai dorongan untuk berlaku tertib dalam mencapai cita-citanya. Sikap tersebut akan diimplementasikan dalam perilaku disiplin di sekolah.
  3. Ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan kedisiplinan siswa Kesehatan mental adalah kemampuan jiwa untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dan lingkungan, kemampuan ini juga akan dimiliki seseorang yang mempunyai disiplin yang tinggi yaitu berupa kepatuhan terhadap tata tertib dan peraturan yang ada. Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu, dorongan ini juga termasuk untuk berlaku disiplin atau tidak terhadap tata tertib dan peraturan yang ada.

E. Saran

Dari hasil analisis penelitian, pembahasan dan kesimpulan di depan, penulis memberanikan diri untuk menyampaikan saran kepada beberapa pihak sebagai berikut :

1. Kepada Siswa

Siswa harus mampu menemukan motivasi baik yang berasal dari dalam dirinya maupun yang berasal dari luar dirinya.

2. Kepada Guru

Untuk dapat menumbuhkan motivasi belajar kepada para siswa dengan berbagai cara.

Incoming search terms:

Prestasi Belajar Kebutuhan Dasar Manusia pada Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Persepsi Mahasiswa tentang Kinerja Dosen dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Kebutuhan Dasar Manusia pada Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Dari data diperoleh nilai UAS tahun 2009 yang mengacu pada PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia pada mahasiswa tingkat I dengan jumlah 60 orang yang mendapat nilai A (5%), B (15%), C (40%), D (25%), E (15%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sementara bahwa nilai mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia pada mahasiswa tingkat I tahun 2009 adalah kurang memuaskan. Sebagai altematif solusi permasalahan diatas adalah memodifikasi proses belajar mengajar, yaitu meningkatkan kinerja dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan, menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Diharapkan aiternatif solusi ini membawa dampak positif dalam kerberhasilan proses belajar mengajar di Institusi Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.

Berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Kinerja Dosen Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Kebutuhan Dasar Manusia Pada Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso?
  2. Apakah ada hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso?
  3. Apakah ada hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum :

Menganalisis hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.

 

Tujuan Khusus :

  1. Mengidentifikasi hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.
  2. Mengidentifikasi hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.
  3. Mengidentifikasi hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dengan prestasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,534 (kekuatan korelasi cukup) dan signifikansi 0,02 lebih kecil dari a=0,05 yang bermakna korelasi antara kedua variabel signifikan dengan arah korelasi positif.

2. Terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Kebutuhan Dasar Manusia dengan koefisien korelasi sebesar 0,617 (kekuatan korelasi cukup) dan signifikansi 0,00 lebih kecil dari a=0,05 yang bermakna korelasi antara kedua variabel signifikan dengan arah korelasi positif.

3. Terdapat hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi prestasi belajar kebutuhan dasar manusia dengan nilai F 8.611 dengan signifikansi 0,01 yang bermakna dimana variabel persepsi dan motivasi secara bersama-sama (serempak) mempengaruhi prestasi belajar kebutuhan dasar manusia.

Persepsi Anak terhadap Keharmonisan Keluarga

Judul Skripsi : Hubungan Persepsi Anak Terhadap Keharmonisan Keluarga dan Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar (Studi Di Prodi D-III Kebidanan Fik Unipdu Jombang)

 

A. Latar Belakang Masalah

Ketidakharmonisan keluarga dan tidak sesuainya pola asuh yang diterapkan oleh orang tua berakibat anak yang menjadi korban. Anak, cenderung mengalami konflik-konflik internal, pemikiran kritis, perasaan mudah tersinggung, cita-cita dan kemauan yang tinggi sukar dikerjakan sehingga menjadi frustasi, motivasi belajar menjadi menurun, bahkan bisa mengalami pergaulan yang tidak sehat (Dheky, 2010).

Fenomena yang terjadi di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang, berdasarkan data yang ada, terlihat bahwa sebagian mahasiswa kurang termotivasi dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari 129 mahasiswa yang ikut UAS pada tahun pembelajaran 2009/ 2010, ada 3 mahasiswa (2,3 %) yang tidak bisa mengikuti ujian dikarenakan tidak memenuhi syarat lebih dari 75 % kehadiran, dan ada 47 mahasiswa (36,4 %) bisa mengikuti ujian dengan menyerahkan tugas pra-ujian, karena presentasi kehadiran kurang dari 90 %. Untuk itulah penulis tertarik untuk meneliti hubungan keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah ada hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar?
  2. Apakah ada hubungan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan motivasi belajar?
  3. Apakah ada hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar.
  2. Mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan motivasi belajar.
  3. Mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang.

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar.

2. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan motivasi belajar.

3. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar. Setiap peningkatan 1 skor persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.921 dan setiap peningkatan 1 skor persepsi anak terhadap pola asuh orang tua akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.878.

 

Pemahaman Basic Cardiac Life Support dgn Prestasi Belajar Mahasiswa Praktek CPR

Judul Skripsi : Hubungan Motivasi Belajar dan Pemahaman tentang BCLS dengan Prestasi Belajar Praktek CPR Mata Kuliah Keperawatan Gawat Darurat di Akper Kosgoro Kota Mojokerto

 

A. Latar Belakang Masalah

Pemahaman yang dicapai sebagian mahasiswa program diploma tiga keperawatan dalam pembelajaran praktek CPR dilaboratorium cukup baik, namun bila dilihat dari nilai hasil evaluasi perilakunya sebagian besar mahasiswa dengan nilai kurang baik. Hal ini kemungkinan beberapa mahasiswa kurang tertarik dengan pembelajaran CPR di laboratorium sehingga mahasiswa kurang perhatian, kurang berperan aktif serta kurang berminat dalam mengikuti praktek CPR dilaboratorium. Perilaku mahasiswa dalam praktek CPR dilaboratorium sangat banyak factor yang mempengaruhinya diantaranya ketertarikan mahasiswa pada materi yang diajarkan atau adanya motivasi belajar CPR dari mahasiswa tersebut dan dari pemahaman mahasiswa tentang teori yang diperolehnya.

Serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh masing–masing pihak itu sebenarnya dilatar belakangi oleh sesuatu yang dinamakan motivasi. Motivasi inilah yang mendorong mereka untuk melakukan suatu kegiatan atau pekerjaan, sehingga dapat disimpulkan hasil belajar akan menjadi optimal kalau ada motivasi. Dengan motivasi, konsentrasi dan reaksi, subjek belajar dapat mengembangkan fakta–fakta, ide atau skill (Sardiman, 2010: 43, 84). Berdasarkan dari gambaran diatas, untuk mengetahui apakah motivasi belajar dan pemahaman berhuhungan dengan prestasi belajar mahasiswa dalam praktek CPR, maka peneliti perlu membuktikan secara ilmiah melalui penelitian ini dengan judul “Hubungan Motivasi Belajar dan Pemahaman tentang BCLS dengan Prestasi belajar praktek CPR mata kuliah Keperawatan gawat darurat di Akper Kosgoro Kota Mojokerto”

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan antara pemahaman tentang BCLS dengan prestasi belajar mahasiswa pada praktek CPR mata kuliah Gawat Darurat di AKPER Kosgoro Kota Mojokerto?
  2. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dan pemahaman tentang BCLS secara bersama – sama terhadap prestasi belajar mahasiswa pada praktek CPR mata kuliah Gawat Darurat di AKPER Kosgoro Kota Mojokerto?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan pemahaman BCLS terhadap prestasi belajar mahasiswa pada praktek CPR mata kuliah Gawat Darurat di AKPER Kosgoro Kota Mojokerto.

 

Tujuan Khusus

  1. Ruang Lingkup Bidang ILmu
  2. Penelitian ini dalam lingkup ilmu pendidikan keperawatan khususnya kajian tentang penelitian Hubungan Motivasi Belajar dan Pemahaman tentang BCLS dengan Prestasi Praktek CPR para mahasiswa di Akper Kosgoro Kota Mojokerto

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan yang signifikan antara pemahaman dengan prestasi belajar praktek CPR dengan nilai signifikan uji product moment ẞ = 0,001 dengan kekuatan hubungan sedang

2. Terdapat hubungan motivasi dan pemahaman dengan prestasi belajar praktek CPR pada mata kuliah keperawatan gawat darurat di Akper Kosgoro Kota Mojokerto. Setiap peningkatan 1 skore motivasi akan meningkatkan sebesar 0,530 skore prestasi belajar (ẞ = 1,330 interval kepercayaan 95 % -0,318 sampai 1,671.). Setiap peningkatan 1 skore pemahaman akan meningkatkan sebesar 0,571 skore prestasi belajar (ẞ = 1,379 interval kepercayaan 95 % 0,364 sampai 0,476). Koefisien determinasi sebesar 0,368 dengan sumbangan efektif variabel motivasi dengan prestasi 85,741% sedangan variabel pemahaman dengan prestasi 14,259 %. Sedangkan hasil dari sumbangan efektif untuk variabel motivasi 31,55% dan untuk variabel pemahaman 5,25 %.

Kepuasan Mahasiswa dlm Proses Belajar Mengajar dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Motivasi Belajar dan Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Belajar Mengajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun

 

A. Latar Belakang Masalah

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa-siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku. Hal ini mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Dengan demikian motivasi belajar merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa (Uno, 2011). Tingginya motivasi belajar berhubungan dengan tingginya prestasi belajar. Motivasi dapat menumbuhkan minat belajar. Bagi mahasiswa yang memiliki motivasi yang kuat akan mempunyai keinginan untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (Imran, 2006). Keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan akan menghasilkan kepuasan.

Dari latar belakang masalah diatas penulis merasa perlu melakukan penelitian lebih lanjut karena belum pernah dilakukan penelitian yang serupa sebelumnya agar dapat diketahui bagaimana hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan masalah yaitu “Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa?”

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun.

Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menganalisis:

  1. Hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa
  2. Hubungan antara kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa
  3. Hubungan antara motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar mahasiswa di Akademi Kebidanan Muhammadiyah Madiun.

 

D. Simpulan

1. Terdapat hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar. Mahasiswa dengan motivasi belajar tinggi berpotensi memiliki prestasi belajar 0,01 kali lebih tinggi daripada mahasiswa dengan motivasi belajar rendah (b = 0,01; CI = 95% 0,01 hingga 0,02; p < 0,001).

2. Terdapat hubungan positif antara kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar dengan prestasi belajar. Mahasiswa dengan tingkat kepuasan dalam proses belajar mengajar tinggi berpotensi memiliki prestasi belajar 0,01 kali lebih tinggi daripada mahasiswa dengan tingkat kepuasan dalam proses belajar mengajar rendah (b = 0,01; CI = 95% 0,00 hingga 0,01; p = 0,064).

3. Motivasi belajar dan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar mampu mempengaruhi prestasi belajar sebesar 55,4%, sedangkan 44,6% sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti (R2 sebesar 55,4%).

 

E. Saran Skripsi

Saran yang dapat dikemukakan terkait dengan penelitian yang telah dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Bagi Institusi Pendidikan

Institusi pendidikan sebaiknya memberikan pelayanan pendidikan yang memuaskan, yaitu dengan memenuhi semua komponen yang terkait dengan pengajaran meliputi: tujuan pendidikan dan pengajaran, siswa, tenaga kependidikan, kurikulum, strategi pembelajaran, media, dan evaluasi pengajaran. Dengan demikian dapat meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

2. Bagi Mahasiswa

Timbulnya motivasi belajar dari diri mahasiswa terutama motivasi yang muncul dari dalam mahasiswa itu sendiri. Adanya motivasi belajarditunjang dengan kualitas pelayanan pendidikan yang bermutu diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar.

3. Bagi Peneliti Selanjutnya

Peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa.

Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Tes Intelegensi dgn Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Tes Intelegensi dengan Prestasi Belajar

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Banyak siswa dan atau mahasiswa gagal atau tidak mendapat hasil yang baik dalam pengajarannya karena mereka tidak mengetahui cara-cara belajar yang efektif. Mereka kebanyakan hanya mencoba menghafal pelajaran. Seperti diketahui belajar itu snagat kompleks. Belum diketahui segala seluk beluknya. Hasil belajar dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kecakapan dan ketangkasan belajar berbeda secara individual. Ini tidak berarti bahwa mengenal petunjuk-petunjuk itu dengan sendirinya akan menjamin sukses siswa. Sukses hanya tercapai berkat usaha keras. Tanpa usaha tak akan tercapai sesuatu. Pandangan seseorang tentang belajar akan mempengaruhi tindakan–tindakan yang berhubungan dengan belajar, dan setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda tentang belajar (Slameto, 2003: 2). Di Prodi Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, ada beberapa anak yang masuk ke jurusan ini bukan karena inisiatif sendiri. Ada berbagai alasan kenapa mereka mengambil jurusan tersebut, salah satunya karena permintaan dari orang tua siswa. Mahasiswa yang masuk dijurusan analis kesehatan beberapa adalah siswa dari SMU negeri, yang nilai prestasinya lumayan bagus, dan nilai bagus identik dengan cerdas tapi waktu menjadi mahasiswa analis kesehatan FIKUM Surabaya nilai prestasi mereka menurun.

Dari beberapa pernyataan diatas maka penulis tertarik untuk mengambil judul “ Hubungan Motivasi Belajar dan Hasil Tes Intelegensi dengan Prestasi Belajar”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah hubungan positif motivasi belajar dan hasil tes intelegensi dengan prestasi belajar siswa prodi analis kesehatan FIK UMSurabaya?
  2. Adakah hubungan positif motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa prodi analis kesehatan FIK UMSurabaya?
  3. Adakah hubungan positif hasil tes intelegensi dengan prestasi belajar siswa prodi analis kesehaan FIK UMSurabaya?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif motivasi belajar dan hasil tes intelegensi dengan prestasi belajar siswa prodi analis kesehatan FIK UMSurabaya?
  2. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif motivasi belajar dengan prestasi belajar siswa prodi analis kesehatan FIK UMSurabaya?
  3. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif hasil tes intelegensi dengan prestasi belajar siswa prodi analis kesehatan FIK UMSurabaya?

 

D. Kesimpulan

Penelitian ini menyimpulkan ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan prestasi belajar artinya semakin tinggi hasil motivasi belajar semakin baik pula prestasi belajar yang dicapai (p= 0,012 dengan taraf signifikansi 5%). Demikian pula dengan hubungan antara hasil tes intelegensi dengan prestasi belajar artinya semakin tinggi tes intelegensi semakin baik pula hasil prestasi belajar (p= 0,000 dengan taraf signifikansi 5%). Hasil statistik juga menunjukkan jika kedua variabel bebas yaitu motivasi dan hasil tes intelegensi dilakukan bersamaan memberikan sumbangan sebesar 43,3% (R Square) terhadap prestasi belajar.

Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam

Judul Skripsi : Hubungan Kecerdasan Spiritual dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabupaten Sukoharjo

 

A. Latar Belakang Masalah

Dari pengamatan kami sebagai guru di Madrasah Tsanawiyah, rata-rata murid yang menjadikan Madrasah Tsanawiyah sebagai pilihan kedua untuk sekolah, mereka cenderung memiliki motivasi belajar yang rendah serta cenderung tidak menyukai pelajaran Ilmu Agama. Hal ini bisa dilihat dari minimnya minat siswa tersebut dalam kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah, seperti kegiatan BTA (Baca Tulis Al-Qur’an), banyak siswa yang enggan ikut kegiatan ekstrakurikuler baca tulis Al-qur’an ini, meskipun sebagian dari mereka (hampir sepertiga dari jumlah siswa kelas VIII) belum bisa membaca Al-Qur’an. Kemudian kegiatan muhadhoroh (kultum) sehabis sholat dhuhur, yang sudah menjadi agenda sekolah, juga seringkali diabaikan oleh sebagian siswa yang memang memilki motivasi belajar yang rendah, kususnya pada materi pelajaran Pendidikan Agama Islam. Disamping kurangnya motivasi belajar siswa dalam belajar ilmu agama, tingkat kenakalan siswa di Madrasah Tsanawiyah juga bisa dikatakan cukup memprihatinkan, hal ini bisa dilihat dari banyaknya kasus yang seringkali dilaporkan guru Bimbingan Konseling dalam setiap rapat dinas yang diadakan di sekolah.

Dari latar belakang masalah tersebut diatas, maka perlu untuk melakukan kajian secara lebih mendalam mengenai hubungan Kecerdasan Spiritual dan Motivasi Belajar, dengan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri kabupaten Sukoharjo.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan yang signifikan antara Kecerdasan Spiritual siswa dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri kabupaten Sukoharjo?
  2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Belajar siswa dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri kabupaten Sukoharjo?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Hubungan Kecerdasan Spiritual dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabupaten Sukoharjo.
  2. Hubungan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam di Madrasah Tsanawiyah Negeri kabupaten Sukoharjo.

 

D. Kesimpulan

1. Adanya hubungan positif yang signifikan, kecerdasan spiritual siswa dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa pada kelas VIII MTs Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung sebesar 133,05 yang lebih besar dari Ftabel(0.05,1:196) sebesar 3,89 atau nilai Sig sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat α yang digunakan yaitu 0,05. Hubungan ini juga ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,636 atau koefisien determinasi 0,4045. Untuk itu penelitian ini juga menunjukkan bahwa prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa pada kelas VIII MTs Negeri di Kabupaten Sukoharjo dapat dijelaskan atau dipengaruhi oleh 40,45% faktor kecerdasan spiritual siswa.

2. Ada hubungan positif yang signifikan, motivasi belajar siswa dengan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam pada kelas VIII MTs Negeri di Kabupaten Sukoharjo. Hal ini ditunjukkan oleh Fhitung sebesar 238,27 yang lebih besar dari Ftabel(0.05,1:196) sebesar 3,89 atau nilai Sig sebesar 0,000 lebih kecil dari tingkat α yang digunakan yaitu 0,05. Hubungan ini juga ditunjukkan oleh koefisien korelasi sebesar 0,741 atau koefisien determinasi 0,5491. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa pada kelas VIII MTs Negeri di Kabupaten Sukoharjo dapat dijelaskan oleh 54,91% motivasi belajar siswa.