Eksperimentasi Pembelajaran dgn Metode Cooperative Learning pada Materi Trigonometri

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran dengan Metode Cooperative Learning pada Materi Trigonometri Ditinjau dari Motivasi Belajar

 

A. Latar Belakang Masalah

Pada umumnya metode yang digunakan dalam menyusun pengajaran matematika di sekolah-sekolah adalah metode konvensional, yang cenderung masuk dalam golongan otoriter yang tidak memberi kebebasan bagi siswa untuk menerima pelajaran, yang menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan dengan baik, karena siswa merasa tertekan. Untuk itu alternatif yang dapat ditempuh untuk meningkatkan prestasi belajar siswa adalah melalui kreativitas yang dimiliki guru dalam memilih metode mengajar. Melalui kreativitas yang dimiliki oleh para guru dan keinginan untuk selalu mencari metode yang tepat agar selalu menarik minat dan motivasi siswa dalam belajar maka tujuan yang diharapkan akan tercapai.

Motivasi mempunyai fungsi sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi dan motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik. Dengan kata lain bahwa adanya usaha yang tekun yang didasari adanya motivasi maka seseorang yang belajar itu akan dapat melahirkan prestasi yang baik. Intensitas motivasi seseorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasi belajar.Pengajaran matematika pada pokok bahasan “trigonometri dan rumus-rumus segitiga” selama ini kurang memuaskan, hal tersebut terlihat dari hasil ulangan siswa pada pokok bahasan ini. Hal ini kurangnya pemahaman siswa dalam menggunakan metode belajar yang tidak tepat. Oleh karena itu penggunaan metode cooperative learning sangat dimungkinkan dapat memberi suntikan keterarahan belajar siswa. Dengan model seperti ini dimungkunkan motivasi akan dapat berperan seperti dalam teorinya.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah pembelajaran dengan menggunakan metode cooperative learning akan menghasilkan prestasi belajar lebih baik dari pembelajaran dengan metode konvensional pada pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga?
  2. Apakah siswa dengan motivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik dari pada siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah pada pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga?
  3. Apakah ada interaksi antara pemakaian metode cooperative learning pada pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga dengan motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Ingin mengetahui pengajaran dengan menggunakan metode cooperative learning akan menghasilkan prestasi belajar lebih baik dari pada pengajaran dengan menggunakan metode konvensional pada pokok bahasan trigonometri dan rumusrumus segitiga.
  2. Ingin mengetahui siswa dengan motivasi belajar tinggi menghasilkan prestasi belajar lebih baik dari pada siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah pada pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga.
  3. Ingin mengetahui interaksi antara pemakaian metode cooperative learning pada pada pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga dengan motivasi siswa terhadap prestasi belajar siswa.

 

D. Kesimpulan Skripsi

1. Pembelajaran matematika pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga dengan metode cooperative learning menghasilkan prestasi belajar matematika siswa yang lebih baik dari pada dengan menggunakan metode konvensional.

2. Siswa dengan tingkat motivasi belajar tinggi mempunyai prestasi belajar matematika pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga yang lebih baik dari pada pada siswa dengan tingkat motivasi sedang dan rendah.

3. Terdapat interaksi yang signifikan antara penggunaan metode pembelajaran dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar matematika pokok bahasan trigonometri dan rumus-rumus segitiga.

 

Eksperimentasi Pembelajaran Tipe Jigsaw II pada Materi Bangun Ruang

Judul Skripsi : Eksperimentasi Pembelajaran  Tipe Jigsaw II pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau dari Motivasi Belajar

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

 Pembelajaran kooperatif adalah strategi pengajaran yang sukses di tim-tim yang kecil, masing-masing dengan siswa dari berbagai tingkat kemampuan, menggunakan berbagai kegiatan belajar untuk meningkatkan pemahaman tentang subjek (www.Kagan Online.com). Antara peserta didik satu dengan peserta didik lain tidak sama, baik dalam sifat-sifatnya maupun dalam kemampuan mengatasi persoalan. Ada peserta didik yang mampu mengatasi persoalan sendiri tanpa bantuan orang lain , tetapi tidak sedikit peserta didik yang tidak mampu mengatasi persoalannya tanpa adanya bantuan orang lain. Menurut Anita Lie (1999: 12), pembelajaran kooperatif adalah sistem pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk bekerjasama dengan sesama peserta didik dalam menyelesaikan tugas.

Tugas pendidik adalah mendesain pelaksanaan kegiatan belajar mengajar agar efektif, efisien, menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu serta memotivasi untuk terus belajar. Sehingga paradigma pendidik biasanya sebagai knowledge transformator bergeser menjadi knowledge fasilitator. Menurut E.Mulyasa (2007: 21), bahwa tugas pendidik dalam pembelajaran tidak terbatas pada penyampaian informasi kepada peserta didik, akan tetapi pendidik harus memiliki kemampuan untuk memahami peserta didik dengan berbagai keunikannya dengan membantu mereka mengatasi kesulitan belajar, dan tidak pernah lupa untuk memberikan motivasi belajar.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah penerapan model pembelajaran tipe Jigsaw II memberikan prestasi belajar lebih baik daripada Direct Instruction?
  2. Apakah peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi lebih baik dari pada peserta didik yang motivasi belajarnya sedang atau rendah, dan apakah peserta didik yang motivasi belajarnya sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan peserta didik yang motivasi belajarnya rendah?
  3. Apakah perbedaan prestasi belajar bangun ruang sisi datar dari masing-masing model pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori motivasi belajar dan apakah perbedaan prestasi belajar bangun ruang sisi datar dari masing-masing kategori motivasi belajar konsisten pada masing-masing model pembelajaran?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui peserta didik yang diberi pembelajaran matematika dengan model Jigsaw II lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan peserta didik yang diberi pembelajaran matematika dengan menggunakan Direct Instruction pada materi pokok bangun ruang sisi datar
  2. Mengetahui peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi lebih baik prestasi belajarnya dari pada peserta didik yang motivasi belajarnya sedang atau rendah, dan peserta didik yang motivasi belajarnya sedang lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan peserta didik yang motivasi belajarnya rendah pada materi pokok bangun ruang sisi datar.

 

D. Kesimpulan

1. Prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan model Jigsaw II lebih baik dibandingkan dengan prestasi belajar peserta didik yang diajar dengan Direct Instruction.

2. Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi prestasi belajarnya lebih baik daripada peserta didik yang motivasi belajarnya sedang atau rendah. Peserta didik yang motivasi belajarnya sedang lebih baik prestasi belajarnya daripada peserta didik yang motivasi belajarnya rendah. Dan Peserta didik yang motivasi belajarnya tinggi lebih baik prestasi belajarnya daripada peserta didik yang motivasi belajarnya rendah.

3. Perbedaan prestasi belajar masing- masing model pembelajaran konsisten pada masing-masing kategori motivasi dan perbedaan prestasi belajar dari masingmasing kategori motivasi konsisten pada masing-masing model pembelajaran.

 

Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Keaktifan Belajar

Judul Skripsi : Hubungan Antara Motivasi Belajar dan Keaktifan Belajar

A. Latar Belakang Masalah 

Proses pembelajaran pada dasarnya merupakan transformasi pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan melibatkan aktivitas fisik dan mental siswa. Keterlibatan siswa baik secara fisik maupun mental merupakan bentuk pengalaman belajar siswa yang dapat memperkuat pemahaman siswa terhadap konsep pembelajaran (Djamarah, 2002). Keaktifan siswa dalam proses belajar dapat dilihat dari keikutsertaannya dalam melaksanakan tugas belajarnya. Keaktifan siswa dalam belajar dapat berwujud perilaku-perilaku  yang muncul dalam proses pembelajaran, seperti perhatian terhadap ulasan materi pelajaran, respon terhadap suatu masalah dalam pembelajaran, dan kedisiplinan dalam mengikuti pembelajaran. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa, karena di dalam proses Kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa, maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal.

Hal yang menimbulkan masalah dalam proses pembelajaran mata kuliah Asuhan Kebidanan II adalah keaktifan mahasiswa. Hasil studi pendahuluan diperoleh bahwa selama proses pembelajaran berlangsung, mahasiswa semester III Universitas Respati Yogyakarta 2011/2012 dalam mengikuti  pembelajaran mata kuliah Asuhan Kebidanan II berlangsung dengan baik. Tetapi masih ada beberapa permasalahan yang mungkin dapat menghambat dalam pencapaian hasil belajar. Berdasarkan informasi dari dosen mata Kuliah Asuhan Kebidanan II, permasalahan yang sering timbul dalam proses pembelajaran mata kuliah tersebut diantaranya adalah mahasiswa masih kurang aktif, terutama ketika pelaksanaan praktik.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan:

  1. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II?
  2. Apakah ada hubungan antara keaktifan belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II?
  3. Apakah ada hubungan antara motivasi belajar dan keaktifan belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada MahasiswaSemester III Universitas Respati Yogyakarta?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara motivasi belajar dan keaktifan belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada Mahasiswa Semester III Universitas Respati Yogyakarta.
  2. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menganalisis:
  3. Hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II
  4. Hubungan keaktifan belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II
  5. Hubungan motivasi belajar dan keaktifan belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada Mahasiswa Semester III Universitas Respati Yogyakarta

 

D. Simpulan

Penelitian bertujuan mengetahui hubungan antara motivasi belajar dan keaktifan belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada Mahasiswa Semester III Universitas Respati Yogyakarta. Hasil analisis data survei terhadap 92 sampel mahasiswa semester III Universitas Respati Yogyakarta menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II.

2. Ada hubungan yang signifikan antara Hubungan keaktifan belajar mahasiswa dengan p restasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II

3. Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dan keaktifan belajar dengan prestasi belajar mata kuliah Asuhan Kebidanan II pada Mahasiswa Semester III Universitas Respati Yogyakarta.

 

Media Pembelajaran dan Motivasi Belajar Terhadap Pencapaian Kompetensi Senam Nifas

Judul Skripsi : Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran (Video dan Flipchart) dan Motivasi Belajar Terhadap Pencapaian Kompetensi Senam Nifas pada Mahasiswa Semester III Akes Karya Husada

 

A. Latar Belakang Skripsi

Menurut pendapat Mulyana dan Leong (2009) dalam pengembangan media pembelajaran, baik untuk pendidikan formal atau pendidikan non formal, kurikulum yang berlaku merupakan acuan utama yang harus diperhatikan. Namun kurikulum tidak menyatakan dengan tegas atau belum mencantumkan jenis media pembelajaran pendukung yang boleh maupun yang tidak boleh digunakan dalam proses pembelajaran. Padahal media pembelajaran diyakini sebagai salah satu bagian yang sangat penting dalam proses pembelajaran itu sendiri.

Oleh karena itu dosen harus pandai memilih media pembelajaran yang sesuai, sehingga dapat menumbuhkan motivasi mahasiswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Kondisi saat ini masih banyak dosen yang menggunakan media pembelajaran sederhana yang kurang menarik motivasi mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga akan mempengaruhi prestasi terutama pencapaian kompetensi mahasiswa. Dengan adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang, penggunaan media pembelajaran yang baik dan sesuai sangat diharapkan untuk meningkatkan prestasi belajar, karena penggunaan media pembelajaran akan sangat membantu efektifitas proses pembelajaran dalam penyampaian pesan dan isi pembelajaran sehingga meningkatkan pemahaman mahasiswa. Meskipun sudah ada Prosedur Operasional Standar ketrampilan mahasiswa dalam praktik senam nifas masih rendah oleh karena itu didalam penelitian ini akan diujicobakan media pembelajaran berupa video dan flipchart senam nifas sesuai dengan buku teks dan sesuai dengan prosedur senam nifas.

 

B. Rumusan Masalah

  1. pencapaian kompetensi senam nifas pada mahasiswa semester III di Prodi DIII Kebidanan Akademi Kesehatan Karya Husada?
  2. Adakah perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap kompetensi senam nifas pada mahasiswa semester III di Prodi DIII Kebidanan Akademi Kesehatan Karya Husada?
  3. Adakah interaksi pengaruh penggunaan media pembelajaran dan motivasi belajar terhadap kompetensi senam nifas pada mahasiswa semester III di Prodi DIII Kebidanan Akademi Kesehatan Karya Husada?

 

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum

Mengukur pengaruh penggunaan media pembelajaran (video dan flipchart) dan motivasi belajar terhadap pencapaian kompetensi senam nifas pada mahasiswa semester III di Prodi D III Kebidanan Akademi Kesehatan Karya Husada.

2. Tujuan Khusus

  • Mengukur perbedaan pengaruh penggunaan video dan flipchart terhadap pencapaian kompetensi senam nifas.
  • Mengukur perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap pencapaian kompetensi senam nifas.
  • Mengukur interaksi pengaruh penggunaaan media pembelaran dan motivasi belajar senam nifas terhadap pencapaian kompetensi senam nifas .

 

D. Kesimpulan

1. Tidak terdapat perbedaan pengaruh penggunaan video dan flipchart terhadap pencapaian kompetensi senam nifas.

2. Tidak terdapat perbedaan pengaruh motivasi belajar tinggi dan motivasi belajar rendah terhadap pencapaian kompetensi senam nifas.

3. Tidak terdapat interaksi antara media dan motivasi terhadap pencapaian kompetensi senam nifas.

 

E. Saran

1. Bagi institusi

Diharapkan dapat menjadi wacana atau bahan masukan untuk terus memperbaiki proses pembelajaran terutama adalah pembelajaran dalam aspek psikomotor. Dalam aspek psikomotor diperlukan adanya sarana penunjang pembelajaran yang dapat digunakan mahasiswa sehingga dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Dapat digunakan sebagai acuan pelaksanaan penelitian yang akan datang dengan jangka waktu yang cukup lama serta memasukkan variabel-variabel yang dalam penelitian ini masih belum dikendalikan sehingga akan melengkapi segala kekurangan dalam penelitian ini.

Incoming search terms:

Orientasi Pasca Lulus dgn Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi Pasca Lulus dengan Prestasi Belajar Mahasiswa

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan SK MenDikBud RI No. 239/U/1999 tentang kurikulum nasional untuk D III Keperawatan yang berlaku secara nasional bahwa Tujuan Program Diploma III Keperawatan adalah untuk menghasilkan lulusan yang Mampu melaksanakan pelayanan keperawatan profesional dalam suatu sistem pelayanan kesehatan sesuai kebijaksanaanumum pemerintah yang berlandaskan Pancasila, khususnya pelayanan dan/atau asuhan keperawatan kepada individu, keluarga dan komunitas berdasarkan kaidah-kaidah keperawatan, Mampu menunjukkan sikap kepemimpinan dan bertanggung jawab dalam mengelola asuhan keperawatan, Mampu berperan serta dalam kegiatan penelitian dalam bidang keperawatan dan menggunakan hasil penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan mutu dan jangkauan pelayanan / asuhan keperawatan, Mampu berperan serta secara aktif dalam mendidik dan melatih pasien, Mampu mengembangkan diri secara terus menerus untuk meningkatkan kemampuan profesinya. Untuk mencapai tujuan sebagaimana dimaksud dalam ayat diatas. penyelenggara program Diploma III keperawatan berpedoman pada : tujuan pendidikan nasional , kaidah moral dan etika ilmu pengetahuan, kepentingan masyarakat, serta memperhatikan minat, kemampuan dan prakarsa pribadi.

Dari hasil studi pendahuluan terhadap mahasiswa tingkat II dan III Prodi D III keperawatan STIKes An Nur Purwodadi yang berjumlah total 119, ditemukan bahwa sebagian besar motivasi belajar mahasiswa dipengaruhi oleh orientasi mahasiswa setalah lulus D III keperawatan. Untuk itu perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui sejauhmana orientasi mahasiswa ini dapat mempengaruhi hasil belajar atau prestasi belajar pada mahasiswa D III keperawatan STIKes An Nur Purwodadi.

 

B. Rumusan Masalah

Apakah ada hubungan secara bersama – sama antara Motivasi Belajar Mahasiswa dan Orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa D III Keperawatan STIKes An Nur Purwodadi ?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui hubungan secara bersama – sama antara motivasi dan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi D III Keperawatan STIKes An Nur Purwodadi

Tujuan Khusus

  1. Mengetahui hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa yang ingin bekerja dan melanjutkan pendidikan pada mahasiswa tingkat III Prodi D III Keperawatan
  2. Mengetahui hubungan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa yang ingin bekerja dan melanjutkan pendidikan pada mahasiswa tingkat III Prodi D III Keperawatan

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan antara motivasi belejar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III Keperawatan Stikes An – Nur Purwodadi, ditunjukkan dengan nilai r hitung> r tabel yaitu 0,297>0,02 (ρ= 0.000).

2. Ada hubungan antara orientasi belajar mahasiswa dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III keperawtan Stikes An – Nur Purwodadi,ditunjukkan dengan nilai r hitung > r tabel yaitu 0,264 > 0,02 ( p = 0.000 ),

3. Ada hubungan yang erat antara motivasi belajar mahasiswa dan orientasi pasca lulus dengan prestasi belajar mahasiswa prodi D – III keperawatan Stikes An – Nur Purwodadi, ditunjukkan dengan nilai F hitung > F tabel ( 77,60 > 3,09 )

Incoming search terms:

Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dgn Prestasi

Judul Tesis : Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan hasil study pendahuluan pada 22 orang mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang, diperoleh informasi bahwa terdapat penurunan indeks prestasi (IP) pada semester III dibandingkan semester sebelumnya. Kondisi seperti ini tentu bertolak belakang dengan harapan institusi yang menginginkan mahasiswanya mempunyai prestasi belajar yang tinggi sebaliknya lingkungan yang tidak kondusif akan menurunkan motivasi mahasiswa untuk belajar sehingga dapat menurunkan prestasi belajarnya (Mudjiman, 2007:41).

Merujuk pada pendapat beberapa ahli dalam kajian teoritis, prestasi belajar mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya motivasi belajar,  tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul “Hubungan Motivasi Belajar, Pemanfaatan Fasilitas Belajar dan Lingkungan Belajar dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES Insan Cendekia Medika Jombang”.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  2. Adakah hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  3. Adakah hubungan antara lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?
  4. Adakah hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan antara motivasi belajar, tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

Tujuan khusus

  1. Menganalisis hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.
  2. Menganalisis hubungan antara tingkat pemanfaatan fasilitas belajar dengan prestasi belajar mahasiswa Tingkat II DIII Kebidanan STIKES ICME Jombang.

 

D. Simpulan

1. Motivasi belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin tinggi motivasi belajar mahasiswa maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

2. Pemanfaatan fasilitas belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin baik tingkat pemanfaatan fasilitas belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

3. Lingkungan belajar mempunyai hubungan korelasi positif yang sangat kuat dan signifikan secara statistik dengan IPK. Semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

4. Motivasi belajar, pemanfaatan fasilitas belajar dan lingkungan belajar secara bersama-sama mempunyai hubungan regresi (pengaruh) positif yang signifikan secara statistik terhadap IPK. Semakin tinggi motivasi belajar, semakin baik pemanfaatan fasilitas belajar dan semakin positif lingkungan belajar maka akan berdampak pada IPK yang semakin tinggi.

Implementasi Aqidah Tauhid Dalam Pembelajaran IPA Fisika Dengan Metode Kooperatif Jigsaw Dan Stad Ditinjau Dari Motivasi Belajar Dan Karakter Siswa

Latar Belakang Karakter Anak Dalam Belajar

SMP Al-Islam 1 Surakarta telah ditetapkan sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) pada tahun 2008 sebagai angkatan ke-3. Sebagai sebuah instansi sekolah menengah pertama yang berdasarkan Islam, ditetapkanlah visi RSBI SMP Al-Islam 1 Surakarta, yaitu Excellent in Imtaq & Strengh in Iptek. Visi ini memberikan pengertian bahwa diharapkan siswa SMP Al-Islam 1 Surakarta dapat menjadi generasi Islam yang unggul dalam keimanan dan  ketaqwaan kepada Allah ‘Azza Wa Jalla dengan penghujaman aqidah tauhid yang kuat dalam hati sehingga terbentuk karakter akhlak yang mulia baik berupa perkataan yang bagus maupun perbuatan atau perilaku yang mulia tanpa mengabaikan usaha meraih motivasi belajar yang optimal.

Selain itu juga diharapkan menjadi generasi Islam yang kuat dalam ilmu pengetahuan alam (sains), luas wawasan keilmuan dan dapat mengembangkan teknologi berdasarkan pengetahuan dan pemahaman yang dimiliki.

Perumusan Masalah

  1. Apakah ada pengaruh implementasi aqidah tauhid dalam pembelajaran IPA Fisika dengan metode kooperatif Jigsaw dan STAD terhadap prestasi belajar siswa?
  2. Apakah ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  3. Apakah ada pengaruh karakter tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar siswa?
  4. Apakah ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa?
  5. Apakah ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan karakter siswa terhadap prestasi belajar siswa?

Landasan Teori

  1. Belajar

Belajar dalam kamus bahasa Indonesia secara etimologis memiliki arti ”berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu”.

  1. Aqidah Tauhid

sebuah istilah aqidah tauhid, maksudnya adalah pembahasan tentang aqidah yang dibatasi hanya pada sisi keimanan kepada Allah Yang Maha Esa dan mentauhidkan ibadah hanya kepadaNya saja tanpa membahas rukun iman lainnya.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode ekperimen dan studi literatur. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Al Islam 1 Surakarta tahun pelajaran 2011/2012 sebanyak 8 kelas.

Sampel penelitian ditentukan secara acak dengan teknik cluster random sampling sebanyak dua kelas. Kelas eksperimen 1 dengan metode kooperatif Jigsaw dan kelas eksperimen 2 menggunakan metode kooperatif STAD.

Teknik pengumpulan data menggunakan metode tes untuk mendapatkan data prestasi belajar kognitif siswa dan angket untuk mendapatkan data motivasi belajar dan karakter siswa.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang dikemukakan pada bab IV, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Ada pengaruh implementasi aqidah tauhid dalam pembelajaran IPA Fisika dengan metode kooperatif Jigsaw dan STAD terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  2. Ada pengaruh motivasi belajar tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  3. Ada pengaruh karakter tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  4. Ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan motivasi belajar terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.
  5. Tidak ada interaksi antara metode kooperatif Jigsaw dan STAD dengan karakter siswa terhadap prestasi belajar kognitif siswa pada Materi Fisika Bab Gaya dan Hukum Newton Kelas VIII di SMP Al-Islam 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2011/2012.

Incoming search terms:

Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar dgn Kedisiplinan Siswa

Judul Skripsi : Hubungan Antara Kesehatan Mental dan Motivasi Belajar dengan Kedisiplinan Siswa Kelas XI SMA Negeri di Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga Tahun Pelajaran 2008/2009.

 

A. Latar Belakang Masalah

Kedisiplinan di kalangan pelajar pada sebagian pelajar cenderung kurang. Hal ini dapat kita lihat adanya siswa yang datang terlambat di sekolah, tidak masuk tanpa ijin, membolos dari sekolah, tidak mengerjakan tugas sekolah dsb. Timbul pertanyaan dalam benak kita, bagaimana motivasi belajar bagi siswa-siswa yang melakukan tindak indisipliner tersebut.

Tertarik pada permasalahan tersebut dan sesuai dengan bidang tugas penulis bsebagai Guru Pembimbing (konselor) penulis memberanikan diri untuk mencoba bmengadakan penelitian dengan tema kedisiplinan. Adapun judul yang penulis pilih adalah : HUBUNGAN ANTARA KESEHATAN MENTAL DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI DI KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2008/2009.

 

B. Perumusan Masalah

Dari beberapa pertanyaan dalam identifikasi masalah di atas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :

  1. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kedisiplinan siswa?
  2. Apakah ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan kedisiplinan siswa?
  3. Apakah ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan kedisiplinan siswa?

 

C. Tujuan Penelitian

Dari perumusan masalah tersebut maka dalam penelitian ini bertujuan sebagai berikut :

  1. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kedisiplinan siswa.
  2. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara motivasi belajar siswa dengan kedisiplinan siswa
  3. Untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan motivasi belajar siswa secara bersama-sama dengan kedisiplinan siswa.

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan hasil penelitian yang telah diuraikan di depan dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut

  1. Ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dengan kedisiplinan siswa. Siswa yang sehat mentalnya akan dapat menyesuaikan diri dengan diri sendiri dan lingkungan sekolah sehingga dapat membentuk sikap yang disiplin terhadap tata tertib dan peraturan yang ada.
  2. Ada hubungan yang signifikan antara motivasi belajar dengan kedisiplinan siswa. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan mempunyai dorongan untuk berlaku tertib dalam mencapai cita-citanya. Sikap tersebut akan diimplementasikan dalam perilaku disiplin di sekolah.
  3. Ada hubungan yang signifikan antara kesehatan mental dan motivasi belajar secara bersama-sama dengan kedisiplinan siswa Kesehatan mental adalah kemampuan jiwa untuk menyesuaikan diri dengan diri sendiri dan lingkungan, kemampuan ini juga akan dimiliki seseorang yang mempunyai disiplin yang tinggi yaitu berupa kepatuhan terhadap tata tertib dan peraturan yang ada. Motivasi adalah dorongan untuk melakukan sesuatu, dorongan ini juga termasuk untuk berlaku disiplin atau tidak terhadap tata tertib dan peraturan yang ada.

E. Saran

Dari hasil analisis penelitian, pembahasan dan kesimpulan di depan, penulis memberanikan diri untuk menyampaikan saran kepada beberapa pihak sebagai berikut :

1. Kepada Siswa

Siswa harus mampu menemukan motivasi baik yang berasal dari dalam dirinya maupun yang berasal dari luar dirinya.

2. Kepada Guru

Untuk dapat menumbuhkan motivasi belajar kepada para siswa dengan berbagai cara.

Incoming search terms:

Prestasi Belajar Kebutuhan Dasar Manusia pada Mahasiswa

Judul Skripsi : Hubungan Persepsi Mahasiswa tentang Kinerja Dosen dan Motivasi Belajar dengan Prestasi Belajar Kebutuhan Dasar Manusia pada Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Dari data diperoleh nilai UAS tahun 2009 yang mengacu pada PAP (Penilaian Acuan Patokan) dengan mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia pada mahasiswa tingkat I dengan jumlah 60 orang yang mendapat nilai A (5%), B (15%), C (40%), D (25%), E (15%). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan sementara bahwa nilai mata kuliah Kebutuhan Dasar Manusia pada mahasiswa tingkat I tahun 2009 adalah kurang memuaskan. Sebagai altematif solusi permasalahan diatas adalah memodifikasi proses belajar mengajar, yaitu meningkatkan kinerja dosen dalam menyampaikan materi perkuliahan, menumbuhkan motivasi belajar mahasiswa dalam meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Diharapkan aiternatif solusi ini membawa dampak positif dalam kerberhasilan proses belajar mengajar di Institusi Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.

Berdasarkan permasalahan di atas peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Hubungan Persepsi Mahasiswa Tentang Kinerja Dosen Dan Motivasi Belajar Dengan Prestasi Belajar Kebutuhan Dasar Manusia Pada Mahasiswa Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah ada hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso?
  2. Apakah ada hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso?
  3. Apakah ada hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum :

Menganalisis hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.

 

Tujuan Khusus :

  1. Mengidentifikasi hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.
  2. Mengidentifikasi hubungan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.
  3. Mengidentifikasi hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi belajar kebutuhan dasar manusia pada mahasiswa di Program Studi Diploma III Keperawatan Universitas Bondowoso.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dengan prestasi belajar dengan koefisien korelasi sebesar 0,534 (kekuatan korelasi cukup) dan signifikansi 0,02 lebih kecil dari a=0,05 yang bermakna korelasi antara kedua variabel signifikan dengan arah korelasi positif.

2. Terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar Kebutuhan Dasar Manusia dengan koefisien korelasi sebesar 0,617 (kekuatan korelasi cukup) dan signifikansi 0,00 lebih kecil dari a=0,05 yang bermakna korelasi antara kedua variabel signifikan dengan arah korelasi positif.

3. Terdapat hubungan persepsi mahasiswa tentang kinerja dosen dan motivasi belajar dengan prestasi prestasi belajar kebutuhan dasar manusia dengan nilai F 8.611 dengan signifikansi 0,01 yang bermakna dimana variabel persepsi dan motivasi secara bersama-sama (serempak) mempengaruhi prestasi belajar kebutuhan dasar manusia.

Persepsi Anak terhadap Keharmonisan Keluarga

Judul Skripsi : Hubungan Persepsi Anak Terhadap Keharmonisan Keluarga dan Pola Asuh Orang Tua dengan Motivasi Belajar (Studi Di Prodi D-III Kebidanan Fik Unipdu Jombang)

 

A. Latar Belakang Masalah

Ketidakharmonisan keluarga dan tidak sesuainya pola asuh yang diterapkan oleh orang tua berakibat anak yang menjadi korban. Anak, cenderung mengalami konflik-konflik internal, pemikiran kritis, perasaan mudah tersinggung, cita-cita dan kemauan yang tinggi sukar dikerjakan sehingga menjadi frustasi, motivasi belajar menjadi menurun, bahkan bisa mengalami pergaulan yang tidak sehat (Dheky, 2010).

Fenomena yang terjadi di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang, berdasarkan data yang ada, terlihat bahwa sebagian mahasiswa kurang termotivasi dalam belajar. Hal ini ditunjukkan dari 129 mahasiswa yang ikut UAS pada tahun pembelajaran 2009/ 2010, ada 3 mahasiswa (2,3 %) yang tidak bisa mengikuti ujian dikarenakan tidak memenuhi syarat lebih dari 75 % kehadiran, dan ada 47 mahasiswa (36,4 %) bisa mengikuti ujian dengan menyerahkan tugas pra-ujian, karena presentasi kehadiran kurang dari 90 %. Untuk itulah penulis tertarik untuk meneliti hubungan keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah ada hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar?
  2. Apakah ada hubungan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan motivasi belajar?
  3. Apakah ada hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar.
  2. Mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan motivasi belajar.
  3. Mengetahui hubungan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar di D-III Kebidanan FIK UNIPDU Jombang.

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dengan motivasi belajar.

2. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap pola asuh orang tua dengan motivasi belajar.

3. Ada hubungan yang signifikan antara persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga dan pola asuh orang tua dengan motivasi belajar. Setiap peningkatan 1 skor persepsi anak terhadap keharmonisan keluarga akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.921 dan setiap peningkatan 1 skor persepsi anak terhadap pola asuh orang tua akan meningkatkan motivasi belajar sebesar 0.878.