Kemandirian Belajar dan Bimbingan Akademik terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

Judul Skripsi : Kemandirian Belajar dan Bimbingan Akademik terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa

 

A. Latar Belakang Masalah

Dari studi awal di lapangan didapatkan suatu pengalaman menarik, hasil wawancara dengan beberapa mahasiswa Program Diploma III Kebidanan, yaitu ada sebagian mahasiswa yang tidak mempunyai catatan kuliah sendiri karena mahasiswa tersebut cukup puas dengan belajar dari fotokopi catatan temannya, ada sebagian mahasiswa tidak mempersiapkan diri terhadap materi kuliah yang akan diajarkan dosen sehingga terkesan sangat asing karena mahasiswa belum pernah mempelajari sebelumnya, ada sebagian mahasiswa yang tidak mengulang kembali materi kuliah yang telah diberikan dosen sesegera mungkin dengan alasan masih banyak kesempatan di waktu lain untuk mengulang materi tersebut, ada sebagian mahasiswa yang belajar bila menjelang ujian semesteran atau bila ada tugas dari dosen yang memerlukan pemahaman.

Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti kurang lebih 1,5 tahun juga didapatkan data bahwa motivasi dan kemandirian belajar pada mahasiswa dalam mendapatkan ilmu melalui proses belajar dan mengajar masih kurang, hal ini dibuktikan dengan ketika proses belajar mengajar ada mahasiswa yang kurang responsive dan bersikap cuek, ketika diberikan tugas, mereka selalu memberikan alasan sudah terlalu banyak tugas yang diberikan, ketika diberikan kisi-kisi ujian, mahasiswa bukannya termotivasi untuk belajar melainkan digunakan untuk bahan membuat contekan, ketika praktek skills lab mahasiswa kurang antusias untuk berusaha mencoba, ketika diberikan waktu untuk mandiri hanya beberapa mahasiswa yang menggunakan kesempatan tersebut akibatnya mereka mendapatkan nilai ujian yang kurang bagus dan banyak yang mengikuti ujian remedial skills lab.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka perumusan masalah yang diambil oleh penulis adalah : “Apakah ada hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik dengan prestasi belajar mahasiswa di STIKES A.Yani Yogyakarta ?”

 

C. Tujuan

Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di STIKES A.Yani Yogyakarta.

Tujuan Khusus

  1. Untuk mengetahui tingkat motivasi mahasiswa dalam menjalankan proses pembelajaran
  2. Untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa dalam menjalankan proses pembelajaran
  3. Untuk mengetahui bimbingan akademik yang efektif bagi mahasiswa
  4. Untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa di STIKES A.Yani Yogyakarta.

 

D. Kesimpulan

  1. Hasil korelasi Product Moment hubugan antara motivasi belajar dengan prestasi belajar 0,304 dengan taraf signifikansi 0,05 (5 %). Koefisien korelasi yang bertanda positif menggambarkan arah hubungan positif, sedangkan keeratan hubungan antara antara motivasi belajar dengan prestasi belajar termasuk dalam kategori rendah yaitu r = 0,304 (r terletak antara 0,200–0,399)
  2. Hasil korelasi Product Moment hubugan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar 0,335 dengan taraf signifikansi 0,05 (5 %). Koefisien korelasi yang bertanda positif menggambarkan arah hubungan positif, sedangkan keeratan hubungan antara antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar termasuk dalam kategori rendah yaitu r = 0,335 (r terletak antara 0,200–0,399).

Hubungan Partisipasi Siswa dlm PAKEM dan Kemandirian Belajar dgn Ketuntasan Belajar IPS

Judul Skripsi : Hubungan Partisipasi Siswa dalam PAKEM dan Kemandirian Belajar dengan Ketuntasan Belajar IPS

 

A. Latar Belakang Masalah

Ketuntasan belajar merupakan acuan dimana seorang guru mengadakan penilaian untuk mengetahui apakah materi yang sudah disampaikan dikuasai oleh anak. Untuk mencapai ketuntasan belajar, guru membandingkan materi pokok bahasan, standar kompetensi/kompetensi dasar tiap semester dengan materi yang sudah dikuasai anak lewat kegiatan penilaian. Pada pelaksanaan Kurikulum Tingkst Satuan Pendidikan (KTSP) tahun 2006, ketuntasan belajar yang dikenal dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) dibuat oleh masing-masing lembaga pendidikan.

Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini akan mengungkap partisipasi siswa dalam pembelajaran PAKEM, kemandirian belajar dengan ketuntasan belajar IPS, peneliti ingin lebih lanjut dan mendalam untuk mencari hubungan ketiga variabel, arah dan kuatnya hubungan tersebut. Penelitian ini mengambil judul “ Hubungan Partisipasi Siswa Dalam PAKEM dan Kemandirian belajar dengan ketuntasan belajar IPS ” (Studi Korelasi pada SD N 1 Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2010/2011).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara partisipasi siswa dalam PAKEM dengan ketuntasan belajar mata pelajaran IPS? apabila ada, bagaimana bentuk dan kuatnya hubungan?
  2. Apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian belajar dengan ketuntasan belajar mata pelajaran IPS ? apabila ada, bagaimana bentuk dan kuatnya hubungan?
  3. Apakah terdapat hubungan antara partisipasi siswa dalam PAKEM dan kemandirian belajar secara bersama-sama dengan ketuntasan belajar mata pelajaran IPS ? apabila ada, bagaimana bentuk dan kuatnya hubungan?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Ingin mengetahui bentuk dan kuatnya sumbangan partisipasi siswa dalam PAKEM dengan ketuntasan belajar mata pelajaran IPS.
  2. Ingin mengetahui bentuk dan kuatnya sumbangan kemandirian belajar siswa dengan ketuntasan belajar mata pelajaran IPS.

 

D. Kesimpulan

1. Ada hubungan positif yang signifikan antara partisipasi siswa dalam PAKEM dengan ketuntasan belajar IPS. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi, menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Hal ini berarti bahwa hubungan yang positif antara partisipasi siswa dalam PAKEM dengan ketuntasan belajar IPS bermakna bagi pembelajaran. Berdasarkan arah dan kuatnya hubungan, hal ini berarti proses pembelajaran dengan pendekatan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM) dapat mempengaruhi secara positif ketuntasan hasil belajar siswa.

2. Ada hubungan positif yang signifikan antara kemandirian belajar siswa dengan ketuntasan belajar IPS. Berdasarkan hasil perhitungan analisis korelasi, menunjukkan hubungan positif yang signifikan. Hal ini berarti bahwa hubungan yang positif antara kemandirian belajar siswa dengan ketuntasan belajar IPS bermakna bagi pembelajaran. Berdasarkan arah dan kuatnya hubungan, hal ini berarti proses pembelajaran dengan mengembangkan kemandirian belajar dapat mempengaruhi secara positif ketuntasan hasil belajar siswa.

3. Ketuntasan belajar IPS Ada hubungan yang signifikan antara partisipasi siswa dalam PAKEM dan kemandirian belajar bersama-sama dengan ketuntasan belajar IPS. Berdasarkan hasil analisis reregresi ganda menunjukkan adanya sumbangan yang signifikan dengan ketuntasan belajar IPS. Hal ini berarti bahwa hubungan yang positif antara partisipasi siswa dalam PAKEM dan kemandirian belajar dengan ketuntasan belajar IPS bermakna bagi pembelajaran. Berdasarkan arah dan kuatnya hubungan, hal ini berarti proses pembelajaran dengan menggunakan PAKEM dan mengambangkan kemandirian belajar siswa dapat mengoptimalkan ketuntasan hasil belajar IPS.

Hubungan Kemandirian Belajar dan Perhatian Orang Tua

Judul Skripsi : Hubungan Kemandirian Belajar dengan Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah KDPK Mahasiswi Semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo

 

A. Latar Belakang Masalah

Proses pendidikan tidak hanya dapat dilakukan di lingkungan sekolah yang sekaligus merupakan lembaga pendidikan formal, tetapi pendidikan juga dapat dilakukan di lingkungan keluarga. Pendidikan dalam keluarga merupakan basis pendidikan yang pertama dan utama. Situasi keluarga yang harmonis dan bahagia akan melahirkan anak atau generasi-generasi penerus yang baik dan bertanggung jawab. Peran orang tua yang seharusnya adalah sebagai orang pertama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan terhadap anak-anaknya. Orang tua juga harus bisa menciptakan situasi pengaruh perhatian orang tua dengan menanamkan norma-norma untuk di kembangkan dengan penuh keserasian, sehingga tercipta iklim atau suasana keakraban antara orang tua dan anak (Surachmad, 2001)

Study pendahuluan berdasarkan evaluasi proses pembelajaran di akhir semester I, nilai akademis mata kuliah KDPK terdapat 30% peserta didik yang mempunyai nilai kurang, 55% cukup dan 15% baik. Dari fenomena tersebut, penulis tertarik untuk melakukan kajian terhadap cara belajar mahasiswa untuk mata kuliah KDPK (Konsep Dasar Praktik Klinik) dikaitkan dengan kemandirian belajar dan perhatian orang tua.  Berdasarkan asumsi di atas maka penulis dalam penelitian ini menentukan kajian dalam judul : ”Hubungan Kemandirian Belajar dengan Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah KDPK Mahasiswi Semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo”.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

”Apakah ada hubungan antara kemandirian belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK pada mahasiswa semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo?”

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Untuk mengetahui hubungan antara kemandirian belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Keterampilan Dasarr Praktik Klinik) mahasiswi Semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo.

Tujuan Khusus

  1. Untuk menganalisis hubungan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Keterampilan Dasarr Praktik Klinik) mahasiswi Semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo.
  2. Untuk menganalisis perhatian orang tua dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Keterampilan Dasarr Praktik Klinik) mahasiswi Semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo
  3. Untuk menganalisis hubungan kemandirian belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Keterampilan Dasarr Praktik Klinik) mahasiswi Semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo.

 

D. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan pada Bab IV, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan positif dan signifikan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Konsep Dasar Praktik Klinik) mahasiswa semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo dengan nilai r sebesar 0,763.

2. Tidak terdapat hubungan positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Konsep Dasar Praktik Klinik) mahasiswa semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo dengan nilai r sebesar 0,124.

3. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kemandirian belajar dan perhatian orang tua dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK (Konsep Dasar Praktik Klinik) mahasiswa semester II Akademi Kebidanan Harapan Mulya Ponorogo dengan nilai r sebesar 0,588

 

Hubungan Kemandirian Belajar dan Pemanfaatan Sumber Belajar dgn Prestasi Belajar

Judul Skripsi : Hubungan Kemandirian Belajar dan Pemanfaatan Sumber Belajar dengan Prestasi Belajar pada Mata Kuliah Askeb II Mahasiswa Semester III di Stikes Dian Husada Mojokerto

 

A. Latar Belakang Masalah

Berdasarkan studi dokumentasi yang telah di lakukan di STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO pada mahasiswa semester III tahun akademik 2010/2011 ada 120 mahasiswa, dari hasil evaluasi mahasiswa semester III di dapatkan mahasiswa yang mempunyai Indeks Prestasi (IP) untuk mata kuliah Asuhan Kebidanan III (persalinan) antara 3,51-4,00 ada 6 mahasiswa (5%), IP antara 2,76-3,50 ada 44 mahasiswa (36,66%), IP antara 2,00-2,75ada 70 mahasiswa (58,33%). Berdasarkan data di atas dapat di simpulkan prestasi yang di capai mahasiswa sebagian besar masih kurang maksimal. Prestasi belajar yang kurang maksimal pada sebagian mahasiswa untuk mata kuliah Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin (ASKEB II) ini antara lain di pengaruhi kurang maksimalnya belajar mandiri dan pemanfaatan sumber belajar.

Oleh karena itu penting kiranya untuk mengetahui hubungan belajar mandiri dan pemanfaatan sumber belajar terhadap prestasi belajar pada mahasiswa, khususnya pada mata kuliah Asuhan Kebidanan pada ibu bersalin (ASKEB II).

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah ada hubungan antara belajar mandiri dengar prestasi belajar pada mata kuliah asuhan kebidanan pada ibu bersalin (ASKEB II) mahasiswa semester III STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO?
  2. Apakah ada hubungan ada hubungan antara pemanfaatan suber belajar dengan prestasi belajar pada mata kuliah asuhan kebidanan pada ibu bersalin (ASKEB II) mahasiswa semester III STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO?
  3. Apakah ada hubungan antara belajar mandiri dan pemanfaatan sumber belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar pada mata kuliah asuhan kebidanan pada ibu bersalin (ASKEB II) mahasiswa semester III STIKES DIAN HUSADA MOJOKERTO?

 

C. Tujuan Penelitian

Umum

Menganalisa hubungan belajar mandiri dan pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar

Khusus

  1. Menganalisa hubungan belajar mandiri dengan prestasi belajar.
  2. Menganalisa hubungan pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar
  3. Menganalisa hubungan belajar mandiri dan pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar

 

D. Kesimpulan

  1. Ada hubungan yang positif antara belajar mandiri dengan prestasi belajar pada mahasiswa Semester III di Program Studi DIII Kebidanan Stikes Dian Husada Mojokerto (p=0,000 dan r = 0,921)
  2. Ada hubungan yang positif antara pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Semester III di Program Studi DIII Kebidanan Stikes Dian Husada Mojokerto (p=0,000 dan r = 0,617)
  3. Ada hubungan secara simultan antara belajar mandiri dan pemanfaatan sumber belajar dengan prestasi belajar pada mahasiswa Semester III di Program Studi DIII Kebidanan Stikes Dian Husada Mojokerto sebesar 86,2%
  4. Setiap mahasiswa hendaknya mampu memelihara dan memupuk serta mengembangkan metode belajarnya sendiri sesuai dengan kemampuan dirinya serta menghindari pergaulan yang tidak berguna yang dapat mengganggu proses belajar untuk dapat meningkatkan prestasinya.
  5. Dosen dan orang tua hendaknya dapat membantu mahasiswa dan anaknya untuk tetap aktif dan konsisten dalam belajar sehingga belajarnya kian meningkat sesuai dengan yang diharapkan
  6. Kepada pimpinan dan jajaran manajemen kampus untuk senantiasa memperhatikan lingkungan, baik fisik maupun non fisik kampus termasuk penyediaan fasilitas sumber belajar, sehingga mahasiswa merasa nyaman damakin giat dalam bekerja

Prestasi Belajar Mata Kuliah KDPK di Prodi D-III Kebidanan

Judul Skripsi : Hubungan Kecerdasan Emosional dan Kemandirian Belajar dengan Prestasi Belajar Mata Kuliah KDPK pada Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

A. Latar Belakang 

Fenomena yang terjadi pada Prodi D-III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan  pada tahun ajaran 2009 / 2010, dari hasil evaluasi mahasiswa semester I sebanyak 77 mahasiswa didapatkan 40 mahasiswa (51,9%) yang tidak lulus pada ujian utama dengan indeks prestasi di bawah 2,00 sehingga harus mengikuti uji perbaikan. Setelah uji perbaikan barulah bisa dinyatakan lulus dengan hasil Indeks Prestasi antara 2,00 – 2,75.

Berdasarkan data diatas menunjukkan Prestasi belajar mahasiswa yang masih kurang maksimal. Hal ini mendorong peneliti ingin mengetahui lebih lanjut mengenai hubungan kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar belajar mata kuliah KDPK pada mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK?
  2. Apaka ada hubungan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK?
  3. Apakah ada hubungan antara kecerdasan emosional dan kemandirian belajar secara bersama – sama dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK pada Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Menganalisis hubungan kecerdasan emosional dan kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK pada Mahasiswa Prodi D-III Kebidanan.

Tujuan Khusus

  • Menganalisis hubungan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK.
  • Menganalisis hubungan antara kemandirian belajar dengan prestasi belajar mata kuliah KDPK.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan prestasi belajar mata kuliah ketrampilan dasar praktek klinik kebidanan pada mahasisawa semester I Prodi D-III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Jombang tahun 2011. Hal ini berarti mahasiswa yamg mempunyai kecerdasan emosional yang tinggi maka akan semakin tinggi juga prestasi belajarnya.

2. Terdapat hubungan positif yang signifikan antara kemandirian belajar dan prestasi belajar mata kuliah ketrampilan dasar praktek klinik kebidanan pada mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Jombang tahun 2011. Hal ini berarti mahasiswa yang mempunyai kemandirian belajar tinggi maka akan semakin tinggi juga prestasi belajarnya.

3. Terdapat hubungan positif yang signifikan kecerdasan emosional dan kemandirian belajar secara bersama – sama dengan prestasi belajar mata kuliah ketrampilan dasar praktek klinik kebidanan pada mahasiswa Prodi D-III Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Jombang tahun 2011. Hal ini berarti mahasiswa yang mempunyai kecerdasan emosional dan kemandirian belajar yang tinggi maka akan semakin tinggi juga prestasi belajarnya.

Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD yg Dimodifikasi dari Kemandirian Belajar Peserta Didik

Judul Skripsi : Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD yang Dimodifikasi Ditinjau dari Kemandirian Belajar Peserta Didik Kelas X SMK di Kabupaten Grobogan Tahun 2010/2011

 

A. Latar Belakang Skripsi

Proses pembelajaran yang baik perlu didukung adanya media atau sarana yang sesuai. Sehingga antara penggunaan media dan tujuan pembelajaran dapat berkolaborasi. Dalam proses pembelajaran matematika, materi tertentu seringkali menuntut penggunaan media. Namun pemilihan media sebaiknya yang telahdikenal peserta didik sehingga materi yang akan dipelajari akan lebih mudah untuk dipahami. Kreatifitas dan keaktifan peserta didik sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pemahaman materi yang dipelajari. Hal ini tidak mudah dilakukan peserta didik jika tidak ditunjang kemampuan guru dalam mengajar, sumber belajar yang tersedia, serta media pembelajaran yang ada. Keterbatasan sumber belajar, baik referensi maupun media pembelajaran matematika di sekolah menjadi kendala dalam proses pembelajaran. Keterbatasan itu dikarenakan adanya anggapan bahwa mahalnya sumber belajar matematika khususnya media pembelajaran. Namun dengan keterbatasan media pembelajaran jangan dijadikan alasan untuk tidak menggunakan media. Disamping itu, terdapat faktor-faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan belajar matematika, diantaranya kemandirian dalam belajar matematika. Perkembangan dalam bidang teknologi pembelajaran menekankan pada pentingnya kemandirian dalam belajar. Penerapan sistem pembelajaran tuntas, pengajaran perorangan, sistem modul, cara belajar peserta didik aktif dan pendekatan keterampilan proses, semuanya menekankan pada kemandirian belajar peserta didik yang tinggi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD atau konvensional pada materi program linier?
  2. Manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah pada materi program linier?
  3. Pada masing-masing kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah,manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD, atau konvensional pada materi program linier?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD atau konvensional pada materi program linier.
  2. Untuk mengetahui manakah yang mempunyai prestasi belajar yang lebih baik, peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi, sedang, atau rendah pada materi program linier.
  3. Untuk mengetahui pada masing-masing kategori kemandirian belajar tinggi, sedang, dan rendah, manakah yang memberikan prestasi belajar yang lebih baik antara model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi, tipe STAD, atau konvensional pada materi program linier.

 

D. Kesimpulan

1. Pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi dan tipe STAD menghasilkan prestasi belajar yang sama, tetapi keduanya dapat menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik dibandingkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional pada materi program linier.

2. Peserta didik dengan kemandirian belajar tinggi mempunyai prestasi belajar lebih baik daripada peserta didik dengan kemandirian belajar sedang atau rendah, dan peserta didik dengan kemandirian belajar sedang mempunyai prestasi belajar sama dengan peserta didik yang mempunyai kemandirian belajar rendah pada materi program linier.

3. Peserta didik pada masing-masing kategori kemandirian belajar yang diberikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dimodifikasi dan tipe STAD mempunyai prestasi belajar yang sama tetapi keduanya lebih baik daripada menggunakan pembelajaran konvensional pada materi program linier.

 

Incoming search terms: