Tesis Pendidikan: Tes Uraian Terbatas dgn Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dlm Mengukur Hasil Belajar

Judul: Perbandingan Bentuk Tes Uraian Terbatas dengan Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dalam Mengukur Skor Hasil Belajar Siswa di Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Kimia Blok 2 Semester Gasal SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2005/2006

A. Latar Belakang

Dalam kurikulum 2004, yaitu kurikulum berbasis kompetensi, hasil belajar yang diharapkan mencakup tiga ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, maka evaluasi yang digunakan juga harus dapat mengukur ketiga aspek kemampuan tersebut. Pada penelitian ini, sengaja penelitian dikhususkan hanya pada ranah kognitif saja dengan pertimbangan bahwa:

  1. hampir pada semua mata pelajaran berkaitan dengan kemampuan kognitif, karena di dalamnya diperlukan kemampuan berfikir untuk memahaminya ;
  2. evaluasi yang penulis teliti adalah teknik tes. Pada teknik tes yang dinilai hanyalah terbatas pada aspek koqnitif berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya ;
  3. Ujian Akhir Nasional (UAN) dan Ujian Akhir Sekolah (UAS) yang diselenggarakan saat ini hanyalah untuk mengukur kemampuan kognitif saja ;
  4. indikator-indikator yang ada pada silabus hanyalah indikator untuk aspek kognitif ;
  5. ujian masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebagian besar hanya memperhatikan ranah kognitif saja, kecuali pada sekolah kejuruan.

Dalam rangka pemilihan alat evaluasi yang tepat tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian tentang perbandingan beberapa alat evaluasi tes tertulis, yaitu; tes uraian dan tes objektif, dalam mengukur hasil belajar Kimia di ranah kognitif.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Apakah pada evaluasi belajar di ranah kognitif tingkat pengetahuan (C1), pengukuran dengan tes objektif melengkapi pilihan memberikan skor hasil belajar kimia lebih tinggi daripada uraian terbatas ?
  2. Apakah terdapat perbedaan skor hasil belajar Kimia di ranah kognitif tingkat pemahaman (C2) yang diukur menggunakan tes uraian terbatas dan tes objektif melengkapi pilihan ?
  3. Apakah terdapat perbedaan skor hasil belajar Kimia di ranah kognitif tingkat penerapan (C3) yang diukur menggunakan tes uraian terbatas dan tes objektif melengkapi pilihan ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Evaluasi

Suharsimi Arikunto (2001: 3) mengemukakan beberapa istilah yang berkaitan dengan istilah evaluasi, sebagai berikut:

  • Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran atau standar, pengukuran bersifat kuantitatif.
  • Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk, penilaian bersifat kualitatif.
  • Mengevaluasi adalah tindakan yang meliputi kedua lamgkah di atas yaitu mengukur dan menilai.

 

Pengertian Tes

Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengerian dalam bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia. Ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang dibuat dari tanah. (Suharsimi Arikunto, 2001: 52).

 

Pengertian Tes Uraian

Menurut Suharsimi Arikunto (2001: 162), “Tes bentuk uraian adalah sejenis tes kemajuan belajar yang memerlukan jawaban yang bersifat pembahasan atau uraian kata-kata”. Kelebihan dan Kelemahan Tes Bentuk Uraian Suke Silverius (1991: 63-65) mengemukakan beberapa keunggulan dan kelemahan tes bentuk uraian.

Kelebihan:

  • Memungkinkan siswa menjawab pertanyaantes secara bebas.
  • Memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam hal menulis, mengutarakan ide-ide atau jalan pikirannya secara terorganisir, berpikir kreatif dan kritis.

Kelemahannya:

  • Sukar diskor secara benar-benar objektif, walaupun itu tes yang dikualifikasi sebagai tes uraian objektif sekalipun.
  • Membutuhkan waktu yang lama untuk menjawab satu pertanyaan.

 

Pengertian Tes Objektif

Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing item atau dengan menuliskan jawabannya berupa kata-kata atau simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masingmasing butir item yang bersangkutan. (Anas sudjiono, 1995 : 106).

Kebaikan dan Kelemahan tes Objektif

Suharsimi Arikunto (2001 : 164-165) mengemukakan beberapa kebaikan dan kelemahan tes objektif.

Kebaikan-kebaikannnya:

  • Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa.
  • Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi.

Kelemahan-kelemahannya :

  • Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan-kelemahan yang lain.
  • Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja, dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi.

Pengertian Ranah Kognitif

Adapun pengertian ranah kognitif adalah suatu hasil belajar intelektual dikemukakan oleh Benyamin Bloom yang dikemukakan oleh Nana Sudjana (1991 : 22) ”Hasil belajar terdiri dari enam aspek yaitu : pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi”

 

D. Metode Penelitian

Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Posttest Only Design.

Pengambilan sampel dilakukan secara acak (Random Sampling). Pelaksanaan try-out dan pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2005.

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua bentuk tes tertulis yaitu uraian terbatas dan objektif melengkapi pilihan.

Analisis data menggunakan uji t pihak kanan dan uji t dua pihak dengan taraf signifikan 0,05.

 

E. Kesimpulan

  1. Pada evaluasi di ranah kognitif tingkat pengetahuan (C1), penggunaan tes objektif melengkapi pilihan memberikan rata-rata nilai yang lebih tinggi daripada tes uraian terbatas.
  2. Terdapat perbedaan skor hasil belajar kimia pada ranah pemahaman (C2) bila diukur menggunakan tes objektif melengkapi pilihan dan tes uraian terbatas.
  3. Terdapat perbedaan skor hasil belajar kimia pada ranah penerapan (C3) bila diukur menggunakan tes objektif melengkapi pilihan dan tes uraian terbatas.

 

Contoh Tesis Pendidikan

  1. Peningkatan Keterampilan Berbicara Melalui Penerapan Metode Bermain Peran pada Siswa Kelas V SD Negeri Kopen I Teras Boyolali Tahun Ajaran 2008/2009 (Penelitian Tindakan Kelas)
  2. Peningkatan Motivasi Belajar Matematika dengan Menggunakan Model Pakem di Kelas IV SD Sibela Timur Jebres Kota Surakarta Tahun 2008 – 2009
  3. Perbandingan Bentuk Tes Uraian Terbatas dengan Bentuk Tes Objektif Melengkapi Pilihan dalam Mengukur Skor Hasil Belajar Siswa di Ranah Kognitif pada Mata Pelajaran Kimia Blok 2 Semester Gasal SMA Negeri 6 Surakarta Tahun Ajaran 2005/2006
  4. Studi Tentang Prasarana dan Sarana Pendidikan Jasmani pada SMP Negeri Se Kabupaten Karanganyar Tahun 2008
  5. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Metode SQ3R pada Siswa Kelas X.3 SMA Negeri 1 Sumberlawang

 

 

 

 

 

Tesis Akutansi: Komparasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw & Metode Konvensional

Judul Tesis : Studi Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas II MAN Suruh

 

A. Latar Belakang

Dalam dunia pendidikan pada saat ini sudah banyak berubah dengan adanya penerapan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) sebagai upaya meningkatkan kualitas belajar siswa, agar sesuai dengan tuntutan zaman. Dengan kurikulum berbasis kompetensi ( KBK ) diharapkan dapat membawa perubahan dari paradigma lama kearah paradigma baru yang lebih baik. Paradigma lama tersebut tidak bisa lagi dipergunakan. Teori, penelitian, dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar membuktikan bahwa guru sudah harus mengubah paradigma pengajaran.

Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran akuntansi adalah pembentukan sifat yaitu pola yang berfikir kritis dan kreatif. Untuk itu suasana kelas perlu didesain sedemikian rupa sehingga siswa mendapat kesempatan untuk saling berinteraksi.dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka mencintai proses dan mencintai satu sama lain. Suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan pengisolasian akan membentuk hubungan yang negatif dan mematikan semangat siswa. Hal ini akan menghambat pembentukan pengetahuan secara aktif. Oleh karena itu, pengajar perlu menciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga siswa perlu bekerjasama secara gotong-royong.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Diantara metode kooperatif tipe jigsaw dan metode konvensional manakah yang lebih efektif dan tepat diterapkan dalam pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II semester II Man Suruh Tahun pelajaran 2006/2007
  2. Apakah ada perbedaan hasil belajar akuntansi pada siswa, poko bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas II semester II MAN Suruh Tahun pelajaran 2006/2007

 

C. Landasan Teori

Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan. Tingkah laku yang baru secara keseluruhan , sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto:2003:2).

Metode Konvensional

Metode konvensional merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru.jadi guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar termasuk dalam menilai kemajuan siswa ( Oemar hamalik, 1991 )

 

Tinjauan Pembelajaran kooperatif

Suatu model pengajaran dimana siswa belajar dalam kelompokkelompok kecil yang mempunyai tingkat kemampuan bebeda-beda. Pengajaran ini dikembangkan berdasarkan teori belajar kognitif – kontruktivisme. Salah satu teori Vigotsky, penekanan pada hakekat sosiokultural pembelajaran. Vygotsky yakin bahwa fungsi-funsi mental yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan atau kerja sama antar individu sebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu terserap kedalam individu tersebut. Pnerapan ini berimplikasi dikehendakinya susunan kelas berbentuk pembelajaran kooperatif.

 

D. Metode Peneltian

Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas II semeter II MAN Suruh yang terdiri dari 3 kelas.

Sampel yang digunakan adalah kelas 2 IPS 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas kelas 2 IPS I sebagai kelompok kontrol.

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran konvensional sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.

Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes dan wawancara.

Analisis data menggunakan t test.

 

E. Kesimpulan

  1. Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran yang digunakan yaitu pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006.
  2. Metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif daripada metode pembelajaran konvensional karena mampu meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006 mengarah pada ketercapaian belajar tuntas.

 

Contoh Tesis Akutansi

  1. Analisis Tingkat Kepuasan Siswa Dalam Mempelajari Akuntansi
  2. Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Terhadap Hasil Belajar Pokok Bahasan Laporan Keuangan
  3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Akuntansi
  4. Kemadirian Belajar Akuntansi Dalam Implementasi Kurikulum 2004 Pada Siswa Kelas XI-IPS
  5. Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal

 

 

Skripsi Pendidikan: Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal

Judul Skripsi : Studi Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas II MAN Suruh

 

A. Latar Belakang

Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran akuntansi adalah pembentukan sifat yaitu pola yang berfikir kritis dan kreatif. Untuk itu suasana kelas perlu didesain sedemikian rupa sehingga siswa mendapat kesempatan untuk saling berinteraksi.dalam interaksi ini siswa akan membentuk komunitas yang memungkinkan mereka mencintai proses dan mencintai satu sama lain.Suasana belajar yang penuh dengan persaingan dan pengisolasian akan membentuk hubungan yang negatif dan mematikan semangat siswa. Hal ini akan menghambat pembentukan pengetahuan secara aktif. Oleh karena itu, pengajar perlu menciptakan suasana belajar sedemikian rupa sehingga siswa perlu bekerjasama secara gotong-royong.

Melalui metode pembelajaran jigsaw diharapkan dapat memberikan solusi dan suasana baru yang menarik dalam pengajaran sehingga memberikan dengan konsep baru. Pembelajaran jigsaw membawa konsep pemahaman inovatif, dan menekankan keaktifan siswa, diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Siswa bekerja dengan sesama siswa dalam suasan gotong-royong dan memiliki banyak kesempatan untuk mengolah informasi dan meningkatkan ketrampilan berkomunikasi.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Diantara metode kooperatif tipe jigsaw dan metode konvensional manakah yang lebih efektif dan tepat diterapkan dalam pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II semester II Man Suruh Tahun pelajaran 2006/2007.
  2. Apakah ada perbedaan hasil belajar akuntansi pada siswa, poko bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran kooperatif tipe JIGSAW dan metode pembelajaran konvensional pada siswa kelas II semester II MAN Suruh Tahun pelajaran 2006/2007.

 

C. Landasan Teori

Pengertian Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan. Tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto:2003:2).

Tinjauan tentang Metode Pengajaran

Metode adalah Suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang dipergunakan untk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dan penggunaannya bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Seorang guru tidak akan dapat melaksanakan tugasnya bila dia tidak menguasai satu pun metode mengajar yang telah dirumuskan yang telah dirumuskan dan dikemukakan para ahli psikologi dan pendidikan (Djamarah, 2002:53) Metode mengajar ialah cara yang digunakan guru dalam mengadakan hubungan dengan siswa pada saat berlangsungnya pengajaran. (Sudjana, 2000: 76)

 

Metode Konvensional

Metode konvensional merupakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru dimana hampir seluruh kegiatan pembelajaran dikendalikan oleh guru.jadi guru memegang peranan utama dalam menentukan isi dan proses belajar termasuk dalam menilai kemajuan siswa ( Oemar hamalik, 1991 )

 

D. Metode Penelitian

Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas II semeter II MAN Suruh yang terdiri dari 3 kelas.

Sampel yang digunakan adalah kelas 2 IPS 2 sebagai kelompok eksperimen dan kelas kelas 2 IPS I sebagai kelompok kontrol.

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan model pembelajaran konvensional sebagai variabel bebas dan hasil belajar siswa sebagai variabel terikat.

Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, tes dan wawancara.

Analisis data menggunakan t test.

 

E. Kesimpulan

  1. Ada perbedaan yang signifikan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus antara metode pembelajaran yang digunakan yaitu pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dengan pembelajaran konvensional pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006.
  2. Metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw lebih efektif daripada metode pembelajaran konvensional karena mampu meningkatkan hasil belajar akuntansi pokok bahasan jurnal khusus pada siswa kelas II MAN Suruh tahun pelajaran 2005/2006 mengarah pada ketercapaian belajar tuntas.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Studi Komparasi Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dan Metode Konvensional Pokok Bahasan Jurnal Khusus Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar pada Siswa Kelas II MAN Suruh
  2. Apresiasi Mahasiswa Sendratasik terhadap Permainan Drum dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya
  3. Korelasi Antara Persepsi Guru terhadap Mata Pelajaran Bahasa Prancis dengan Pelaksanaan Pengajaran Bahasa Prancis di SMA Se-Kota Semarang
  4. Metode Pembelajaran Lagu Daerah Jawa Tengah di SMP Negeri 2 Semarang
  5. Pelaksanaan Pembelajaran Vokal dengan Metode Solfegio Di Kelas Iv Unggulan

Incoming search terms:

Skripsi Pendidikan: Pengaruh Fasilitas Belajar trhdp Hasil Belajar Komputer Siswa

Judul Skripsi : Pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Komputer Siswa Kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta

 

A. Latar Belakang

Sistem pendidikan perlu disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan di segala bidang yang memerlukan berbagai jenis keahlian dan ketrampilan serta dapat sekaligus meningkatkan produktivitas, mentalitas, mutu dan efisiensi kerja. Dalam hal ini beberapa jenis dan tingkat pendidikan serta latihan kejuruan perlu lebih diperluas dan ditingkatkan mutunya dalam rangka mempercepat dipenuhinya kebutuhan tenaga-tenaga yang cakap dan terampil untuk pembangunan di segala bidang.

Salah satu tujuan Pendidikan Nasional adalah meningkatkan ketrampilan dan mempertinggi budi pekerti, titik berat pembangunan pendidikan diletakkan pada peningkatan mutu dan perluasan pendidikan dalam rangka mewujudkan dan menetapkan pelaksanaan wajib belajar serta meningkatkan mutu pendidikan sehingga perlu dilakukan usaha penyediaan fasilitas pendidikan agar tujuan pendidikan tercapai.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar komputer siswa kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta?
  2. Seberapa besar pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar computer siswa kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta?

 

C. Landasan Teori Skripsi

Pengertian Fasilitas

Menurut The Liang Gie, fasilitas adalah persyaratan yang meliputi keadaan sekeliling tempat belajar dan keadaan jasmani siswa atau anak. Meliputi ruang tempat belajar, penerangan cukup, buku-buku pegangan dan peralatan lain dalam hal ini kelengkapan peralatan komputer. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fasilitas adalah segala hal yang dapat memudah perkara (kelancaran tugas dan sebagainya) atau kemudahan.

Pengertian Keterampilan Komputer

Keterampilan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah kecekatan, kecakapan atau kemampuan untuk melakukan sesuatu dengan baik dan cermat (dengan keahlian). (Poerwodarminto, 2001: 1180 ).

 

Hasil belajar

Hasil belajar merupakan tolok ukur yang utama untuk mengetahui keberhasilan belajar seseorang. Seseorang yang hasil belajarnya tinggi dapat dikatakan, bahwa dia telah berhasil dalam belajar. Demikian pula sebaliknya. Sedangkan dalam usaha untuk mencapai suatu hasil belajar dari proses belajar mengajar, seorang siswa dipengaruhi oleh berbagai faktor baik faktor internal maupun faktor eksternal.

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas II Program Keahlian Sekretaris tahun Diklat 2004/2005 yang terdiri dari 3 kelas dengan banyaknya siswa 115.

Sampel penelitian sebanyak 86 siswa yang tersebar di kelas II Program Keahlian Sekretaris 1,2, dan 3 dengan teknik Nomogram Harry King yaitu 75% dari total populasi.

Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi, kuesioner, dan tes. Data yang diperoleh di analisis menggunakan korelasi product moment dan analisis regresi.

 

E. Kesimpulan

  1. Ada pengaruh antara fasilitas belajar dengan hasil belajar komputer siswa kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta Tahun Diklat 2004/2005 dengan koefisien korelasi sebesar 0,79.
  2. Fasilitas belajar memberikan sumbangan efektif terhadap hasil belajar komputer siswa kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta Tahun Diklat 2004/2005” sebesar 70,83%, sedangkan 29,17% disebabkan oleh faktor lain di luar penelitian ini.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Pembelajaran PS-Ekonomi Pokok Bahasan Pasar dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair Share Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 22 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007
  2. Pengaruh Fasilitas Belajar terhadap Hasil Belajar Komputer Siswa Kelas II Program Keahlian Sekretaris di SMK Batik 1 Surakarta
  3. Pengaruh Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMPN 13 Semarang
  4. Pengaruh Motivasi dan Disiplin terhadap Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 12 Semarang

 

Hasil Belajar Praktik Klinik Asuhan Kebidanan

Judul Skripsi : Hubungan Kecerdasan Emosional dan Motivasi dengan Hasil Belajar Praktik Klinik Asuhan Kebidanan III Mahasiswa D III STIKes Patria Husada Blitar

A. Latar Belakang Masalah  Skripsi

Melalui studi pendahuluan yang dilakukan, dari hasil wawancara pada beberapa bidan praktik swasta yang pernah menjadi pembimbing praktik mahasiswi kebidanan STIKes Patria Husada Blitar didapatkan informasi bahwa beberapa mahasiswi praktikan kurang mampu memberikan konseling kesehatan yang bersifat persuasif kepada pasien serta kurang memiliki keinginan untuk terampil melakukan target – target kompetensi mereka, selain itu mereka juga kurang peka terhadap perasaan pasien serta mereka kurang mampu bersosialisasi dengan masyarakat sekitar tempat praktik. Dari informasi tersebut, dapat disimpukan bahwa sebagian besar mahasiswi kebidanan kurang mempunyai kemampuan memotivasi, berempati serta kemampuan membangun hubungan sosial dengan baik. Padahal ketiga hal tersebut merupakan hal terpenting yang harus dimiliki oleh mahasiswi kebidanan sebagai calon bidan, karena mereka nantinya akan menjadi pelayan kesehatan masyarakat khususnya wanita. Kemampuan memotivasi, berempati serta membangun hubungan sosial dengan baik merupakan bagian dari kecerdasan emosional selain kemampuan mengenali dan mengendalikan emosi diri. Sedangkan dalam lingkup perkuliahan sendiri, sangat dibutuhkan motivasi belajar yang dapat ditimbulkan oleh kecerdasan emosi dari masing – masing mahasiswi. Seperti yang diungkapkan oleh Walgito (2004 : 55), bahwa emosi itu menimbulkan energi untuk motivasi. Dan berkaitan dengan dorongan (drive) ini adalah emosi, yang menimbulkan energi untuk dorongan, sehingga adanya motivational power.

Dalam kaitan pentingnya kecerdasan emosional dan motivasi belajar guna meningkatkan hasil belajar praktik klinik serta belum pernah dilakukannya penelitian tersebut pada pragram studi D III Kebidanan STIKes Patria Husada Blitar maka penulis tertarik untuk meneliti “Hubungan kecerdasan emosional dan motivasi dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III mahasiswa D III STIKes Patria Husada Blitar”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah hubungan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III?
  2. Adakah hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III?
  3. Adakah hubungan kecerdasan emosional dan motivasi belajar dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Mengetahui hubungan kecerdasan emosional dan motivasi belajar dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III

Tujuan Khusus

  1. Untuk menganalisis hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III
  2. Untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan III

 

D. Simpulan

1. Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara kecerdasan emosional dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan (b = 0,27; p = 0,010)

2. Terdapat hubungan positif dan secara statistik signifikan antara motivasi dengan hasil belajar praktik klinik asuhan kebidanan (b = 0,69; p = 0,001)

3. Variabel kecerdasan emosional dan motivasi mampu menjelaskan variasi hasil belajar sebesar 88,7 % ( R2 = 0, 887; p < 0,001).

 

E. Saran

1. Bagi Pendidikan

Untuk mengelola kecerdasan emosional dalam rangka meningkatkan motivasi belajar peserta didik, dengan melaksanakan tes kecerdasan emosional dan motivasi untuk mengetahui sejauh mana kesiapan mahasiswa dalam melaksanakan praktik klinik asuhan kebidanan.

2. Bagi Mahasiswa

Untuk mengembangkan kecerdasan emosional dan motivasi serta berperan aktif dalam pencapaian hasil belajar praktik klinik mahasiswa serta mengembangkan strategi praktik klinik asuhan kebidanan.