Analisis Teknik, Metode-Ideologi Penerjemahan Subtitle Film Beckham Unwrapped

Judul Skripsi : Analisis Teknik, Metode, dan Ideologi Penerjemahan Subtitle Film Beckham Unwrapped dan Dampaknya pada Kualitas Terjemahan

 

A. Latar Belakang Masalah Skripsi

Penelitian penerjemahan terkait yang mengambil teks subtitle sebagai sumber datanya pernah dilakukan oleh Kholifah (2010) dalam tesis yang berjudul Analisis Teknik dan Kualitas Subtitle Film My Mom’s New Boyfriend (MMNB). Kholifah (2010) memfokuskan penelitiannya pada pemilihan teknik yang diaplikasikan subtitler dalam menerjemahkan subtitle film MMNB dan penilaian kualitas terjemahannya berdasarkan tiga aspek yaitu keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan. Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah dari aspek yang dibahas serta karakteristik data yang digunakan sebagai objek penelitian. Meskipun data yang diambil sama sama berupa teks subtitle, namun film yang dikaji kali ini bergenre film dokumenter dimana mayoritas datanya berupa narasi; berbeda dengan yang dikaji pada penelitian sebelumnya dimana film yang dikaji bergenre film drama yang datanya mayoritas berupa dialog.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Teknik penerjemahan apa yang diterapkan dalam menerjemahkan kata, frasa, klausa dan kalimat dalam teks subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia?
  2. Metode penerjemahan apa yang diterapkan dalam menerjemahkan kata, frasa, klausa dan kalimat dalam teks subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia?
  3. Ideologi penerjemahan yang bagaimana yang dianut oleh penerjemah dalam menerjemahkan kata, frasa, klausa dan kalimat dalam teks subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia?
  4. Bagaimana dampak dari teknik, metode dan ideologi penerjemahan terhadap kualitas terjemahan subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Teknik penerjemahan yang diterapkan penerjemah dalam menerjemahkan kata, frasa, klausa dan kalimat dalam teks subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia.
  2. Metode penerjemahan yang diterapkan penerjemah dalam menerjemahkan kata, frasa, klausa dan kalimat dalam teks subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia.
  3. Ideologi penerjemahan yang dianut penerjemah dalam menerjemahkan kata, frasa, klausa dan kalimat dalam teks subtitle film Beckham Unwrapped dalam bahasa Indonesia.
  4. Dampak dari teknik, metode dan ideologi penerjemahan terhadap kualitas terjemahan teks subtitle film Beckham Unwrapped ke dalam bahasa Indonesia dilihat dari aspek keakuratan, keberterimaan, dan keterbacaannya.

 

D. Kesimpulan

1. Dalam menerjemahkan teks terjemahan subtitle film Beckham Unwrapped, penerjemah menggunakan 12 teknik dengan rincian 4 teknik berorientasi ke bahasa sumber dan 8 teknik berorientasi ke bahasa sasaran.

2. Metode yang digunakan penerjemah berorientasi pada bahasa sasaran karena teknik-teknik yang digunakan memiliki kecenderungan yang sama.

3. Ideologi yang diterapakan penerjemah dalam menerjemahkan teks subtitle film Beckham Unwrapped ini adalah ideologi Domestikasi.

4. Secara keseluruhan teknik, metode dan ideologi yang diterapkan mampu menghasilkan terjemahan yang akurat, berterima dan alamiah di bahasa  sasaran serta mudah dipahami oleh penonton.

 

E. Saran

1. Dalam menerjemahkan teks subtitle film Beckham Unwrapped, penerjemah harus lebih jeli dan berhati-hati karena terjadi banyak kesalahan pembacaan ejaan kata bahasa sumber yang berakibat fatal pada hasil terjemahan bahasa sasarannya yang maknanya menjadi terdistorsi atau bahkan tak tersampaikan

2. Penerjemah hendaknya lebih memperhatikan kaidah bahasa sasaran dan tidak terlalu sering melakukan peminjaman murni terhadap istilah asing

Incoming search terms:

Analisis Teknik, Metode, dan Ideologi Penerjemahan dlm Subtitle Film Jane Eyre

Judul Skripsi : Analisis Teknik, Metode, dan Ideologi Penerjemahan dalam Subtitle Film Jane Eyre Versi Serial Tv BBC

 

A. Latar Belakang Skripsi

Obyek penelitian ini berupa serial televisi, sedangkan obyek penelitian kedua penelitian di atas berupa film layar lebar atau film bioskop. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui jenis-jenis teknik penerjemahan, metode dan ideologi yang diterapkan dalam subtitle Jane Eyre serta dampak penggunaan teknik teknik, metode, dan ideologi penerjemahan tersebut terhadap kualitas terjemahannya. Permasalahan ini berbeda dengan yang dikemukakan oleh Putrianti (2007), yaitu kajian terjemahan tindak ilokusi ekspresif. Tindak ilokusi merupakan salah satu kategori Tindak Tutur atau Speech Act, selain tindak lokusi dan perlokusi, yang pertama kali diungkapkan oleh Austin (1962) dalam bukunya How to Do Things with Words. Tindak Tutur merupakan salah satu teori dalam kajian Pragmatik sedangkan penelitian ini murni mengkaji subtitling atau penerjemahan film. Dalam penelitiannya, dikaji pula tingkat kesepadanan makna dan bentuk tindak ilokusi ekspresif dalam bahasa sumber (Bahasa Inggris) kedalam bahasa sasaran (Bahasa Indonesia) namun tidak mengkaji serta teknik penerjemahan yang digunakan. Meskipun sama-sama mengkaji teknik penerjemahan serta dampak penerapannya terhadap kualitas subtitle, merujuk pada penelitian kedua yang dilakukan oleh Kholifah (2010), penelitian ini dapat disebut berbeda karena mengkaji metode serta ideologi yang digunakan oleh penerjemah. Secara ringkas, gap yang ada antara penelitian ini dengan penelitian-penelitian terdahulu dapat dirumuskan sebagai berikut:

  1. jenis-jenis teknik, metode, dan ideologi penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam subtitle film.
  2. dampak teknik, metode, dan ideologi penerjemahan tersebut terhadap kualitas subtitle yang dihasilkan.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Teknik, metode, dan ideologi penerjemahan apa yang digunakan oleh penerjemah dalam subtitle film Jane Eyre versi serial televisi BBC?
  2. Bagaimana dampak teknik, metode, dan ideologi penerjemahan tersebut terhadap kualitas hasil terjemahan atau subtitle film Jane Eyre versi serial televisi BBC?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan teknik-teknik, metode, dan ideologi penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam membuat subtitle film Jane Eyre versi serial televisi BBC.
  2. Mendeskripsikan dampak penggunaan teknik, metode dan ideologi penerjemahan terhadap kualitas subtitle film Jane Eyre versi serial televisi BBC.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat 12 jenis teknik penerjemahan yang diterapkan dalam menerjemahkan unsur-unsur dalam film Jane Eyre berupa audio atau trek suara yang tersaji dalam bentuk dialog dan unsur-unsur yang berwujud visual.

2. Teknik-teknik penerjemahan yang memberikan kontribusi paling besar untuk kualitas subtitle film Jane Eyre adalah teknik partikularisasi, peminjaman murni, kalke, dan generalisasi.

3. Metode dan ideologi penerjemahan yang cenderung digunakan penerjemah adalah metode penerjemahan komunikatif dan ideologi domestikasi karena teknik-teknik yang diterapkan cenderung lebih dekat kepada bahasa sasaran.

4. Nilai overall quality untuk subtitle film Jane Eyre yang didapatkan adalah 2, 82 sehingga subtitle dapat dinilai sebagai terjemahan yang akurat, berterima, dan mudah dipahami oleh pemirsa karena pesan dalam subtitle film Jane Eyre telah tersampaikan secara akurat ke dalam bahasa sasaran dan tidak terjadi distorsi makna. Terjemahan-terjemahannya alamiah dan sesuai dengan kaidah dan budaya bahasa sasaran. Selain itu, terjemahan teks audio dan visual film Jane Eyre ini juga dapat dengan mudah dipahami oleh pemirsa.

 

Ideologi Penerjemahan dan Dampaknya pada Buku A Kiss Goodnight – Me and My Dad!

Judul Skripsi : Analisis Teknik, Metode dan Ideologi Penerjemahan dan Dampaknya pada Buku A Kiss Goodnight – Me and My Dad!

 

A. Latar Belakang Masalah

Kualitas terjemahan ditentukan berdasarkan tiga aspek, yaitu keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan. Keakuratan terkait dengan kesepadanan pesan dalam teks sumber dan teks sasaran, keberterimaan berkaitan dengan kesesuaian terjemahan dengan norma-norma kebahasaan dan budaya bahasa sasaran dan keterbacaan tekait dengan seberapa mudah terjemahan dipahami oleh pembaca.

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan sebelumnya, penulis melakukan penelitian ini, yang terfokus pada teknik, metode dan ideologi penerjemah dalam terjemahan kalimat-kalimat bahasa Inggris dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahku)! ke dalam bahasa Indonesia serta pengaruhnya terhadap reproduksi rima dalam teks bahasa sasaran serta kualitas terjemahannya.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Teknik, metode dan ideologi penerjemahan apa yang digunakan penerjemah dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!)?
  2. Bagaimanakah dampak teknik, metode dan ideologi penerjemahan dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!) terhadap reproduksi rima dalam teks bahasa sasaran?
  3. Bagaimanakah dampak teknik, metode dan ideologi penerjemahan dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!) terhadap kualitas terjemahannya?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. mendeskripsikan teknik, metode dan ideologi penerjemahan yang digunakan penerjemah dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan (Me and My Dad!) Aku dan Ayahku!.
  2. mengetahui dampak teknik, metode dan ideologi penerjemahan dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahk)! terhadap reproduksi rima dalam teks bahasa sasaran.
  3. mengevaluasi dampak teknik, metode dan ideologi penerjemahan dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!) terhadap kualitas terjemahannya.

 

D. Kesimpulan

1. Terdapat 15 teknik yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan buku dwibahasa A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam). Teknik-teknik tersebut yaitu penerjemahan harfiah, padanan lazim, amplifikasi linguistik, kompensasi, transposisi, reduksi, modulasi, adaptasi, kreasi diskursif, kompresi linguistik, amplifikasi, partikularisasi, generalisasi, peminjaman dan kalke. Metode yang dipilih oleh penerjemah ialah penerjemahan komunikatif dan ideologi yang digunakan ialah domestikasi. Terdapat 9 teknik penerjemahan dalam buku dwibahasa Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!), yaitu penerjemahan harfiah, kompensasi, padanan lazim, amplifikasi, amplifikasi linguistik, modulasi, reduksi, transposisi dan kreasi diskursif. Sama seperti dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam), metode yang digunakan ialah penerjemahan komunikatif dan ideologi yang digunakan ialah domestikasi.

2. Teknik, metode dan ideologi penerjemahan yang digunakan dalam buku dwibahasa A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) dan Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!) dapat menghasilkan rima dalam bahasa sasaran. seluruh bait dalam kedua teks.

3. Teknik, metode dan ideologi penerjemahan yang digunakan dalam buku A Kiss Goodnight (Kecupan Selamat Malam) menghasilkan terjemahan yang akurat, kurang berterima dan mudah dipahami. Sementara itu, dalam buku Me and My Dad! (Aku dan Ayahku!), teknik,metode dan ideologi penerjemahan menghasilkan terjemahan yang akurat, berterima dan mudah

Analisis Teknik Terjemahan Pre-Modifier dlm Novel The Da Vinci Code

Judul Skripsi : Analisis Teknik dan Kualitas Terjemahan Unsur Pre-Modifier dalam Kelompok Nomina dalam Novel The Da Vinci Code

 

A. Latar Belakang Skripsi

Dalam suatu novel, sering kali dijumpai kalimat-kalimat deskriptif yang mendeskripsikan suatu objek hidup maupun mati. Dalam bahasa Inggris, keadaan atau penampilan suatu objek dideskripsikan dalam sebuah struktur kelompok nomina yang merupakan bagian dari sebuah klausa. Dalam kelompok nomina tersebut terdapat unsur pre-modifier yang merupakan unsur penjelas sebuah Thing (sesuatu yang merupakan inti dalam kelompok nomina tersebut). Unsure pre-modifier dibagi ke dalam dua fungsi yaitu describing (mendeskripsikan Thing) dan classifying (mengklasifikasikan Thing). Unsur pre-modifier dapat direalisasikan salah satunya ke dalam kata sifat. Dalam bahasa Indonesia kita juga mengenal pre-modifier yang berfungsi sebagau unsure penjelas atau untuk mendeskripsikan sebuah objek. Dalam novel TDVC, pre-modifier diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan berbagai teknik penerjemahan.

Karena penelitian ini berorientasi pada produk, maka peneliti tidak menelusuri lebih jauh alasan penghilangan tersebut. Penghilangan frasa cream-colored dalam Bsa bagaimanapun memengaruhi deskripsi objek, dalam hal ini sebuah sweter yang dikenakan oleh tokoh dalam novel tersebut. Jika dalam Bsa frasa cream-colored dipertahankan, sehingga menjadi ―sweter Irlandia sepanjang lutut yang berwarna krem…maka deskripsi penampilan tokoh tersebut menjadi lebih lengkap dan pembaca dapat membayangkan bahwa pakaiann yang dikenakan oleh wanita tersebut menambah kesan menarik dan cantik tokohn wanita tersebut. Analisis lebih mendalam tentang terjemahan pre-modifier dalam novel TDVC akan diulas dalam bab IV tesis ini.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apa saja fungsi pre-modifier dalam kelompok nomina dalam novel TDVC?
  2. Teknik-teknik penerjemahan apa saja yang diterapkan dalam terjemahan pre-modifier dalam novel TDVC karya Dan Brown?
  3. Bagaimana tingkat keakuratan terjemahan pre-modifier dalam novel TDVC?
  4. Bagaimana tingkat keberterimaan terjemahan pre-modifier dalam novel tersebut?

 

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. Mengklasifikasikan unsur pre-modifier dalam kelompok nomina berdasarkan fungsinya,
  2. Mengidentifikasi dan mendeskripsikan teknik-teknik yang diterapkan oleh penerjemah dalam menerjemahkan pre-modifier pada kalimatkalimat dalam novel TDVC,
  3. Menilai tingkat keakuratan terjemahan pre-modifier dalam novel TDVC
  4. menilai tingkat keberterimaan pre-modifier tersebut dalam novel.

 

D. Simpulan

1. Unsur Pre-modifier dalam sebuah kelompok nomina terdiri dari dua fungsi, yaitu describing (mendeskripsikan) dan classifying (mengklasifikasikan) Thing yang menjadi inti dalam struktur kelompok nomina tersebut. Dari 152 data, sebanyak 129 data tergolong ke dalam describing pre-modifier dan 23 data tergolong dalam classifying premodifier.

2. Terdapat delapan teknik penerjemahan yang ditemukan pada terjemahan pre-modifier dalam novel TDVC, yaitu :

a) established equivalent (96 data atau 63%)

b) transposition (13 data atau 8%)

c) reduction/ omission (23 data atau 15%)

d) amplification (16 data atau 10%)

e) modulation (1 data atau 0,1%)

f) borrowing (3 data atau 2%)

g) literal (7 data atau 5%)

h) calque (2 data atau 1%)

 

E. Saran

1. Bagi Akademisi atau Peneliti Lain

Penelitian ini terfokus pada teknik dan kualitas terjemahan pre-modifier dalam kelompok nomina dalam novel TDVC. Setalah dilakukan analisis ditemukan beberapa masalah dalam hal keakuratan dan keberterimaan terjemahan tersebut.

2. Bagi Praktisi Penerjemahan

Berdasarkan pengalaman peneliti dalam kegiatan penerjemahan, kegiatan penerjemhan merupakan kegiatan yang menantang. Ketika menerjemahkan selalu saja muncul masalah yang memerlukan strategi kritis untuk memecahkannya.

Incoming search terms: