Analisis Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Keuntungan Usaha Industri Kecil So’on

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Usaha Industri Kecil So’on di Kabupaten Klaten (Studi Kasus di Desa Manjung Kecamatan Ngawen)

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam perkembangan usaha ekonomi industri kecil khususnya pada sektor industri aneka secara umum masih mengalami kendala, hambatan, dan permasalahan yang dihadapi. Sektor ini telah memberikan nilai tambah yang besar bagi pembangunan masyarakat, jadi kedudukan dan peran masyarakat ekonomi lemah atau masyarakat pelaku usaha industri kecil perlu terus diperkuat agar lebih berkembang secara mandiri.Perkembangan industri kecil di Kabupaten Klaten cukup mempunyai peranan yang strategis, baik dalam aspek pemerataan kesempatan berusaha, penyebaran lokasi usaha, maupun pemerataan kesempatan kerja, sehingga mampu mendukung pembangunan ekonomi daerah. Industri kecil harus terus diberdayakan agar dapat menjadi usaha yang tangguh dan mandiri serta dapat berkembang menjadi usaha menengah dan pada saatnya dapat memperkokoh struktur ekonomi nasional.

Penelitian ini akan mencari, menemukan, mengklasifikasikan dan menganalisis secara mendalam mengenai keberadaan industri kecil diKabupaten Klaten dan selain itu juga akan dicari tentang peran, prospek dan masalah serta manfaatnya bagi kehidupan para pengusaha industri kecil khususnya dan masyarakat pada umumnya. Penelitian ini juga bertujuan untuk mencari solusi yang riil bagi industri kecil dalam rangka pengembangan usahanya. Untuk itu, perlu diketemukan dan dirumuskan alternatif-alternatif cara mengatasinya.

 

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan pembatasan masalah serta untuk mengarah kepada tujuan penelitian, maka penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Bagaimanakah pengaruh tenaga kerja terhadap keuntungan usaha industri kecil So’on di Desa Manjung
  2. Bagaimanakah pengaruh modal usaha terhadap keuntungan usaha industri kecil So’on di Desa Manjung

 

C. Tujuan Penelitian

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan fakta empiris mengenai perkembangan industri kecil yang produktif dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat. Penelitian ini juga ingin mengeketahui sebarapa besar kesuksesan dari usaha industri kecil sebagai salah satu usaha yang tetap produktif dan padat karya dapat tumbuh dan berkembang.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan menunjukkan hal-hal sebagai berikut :

  1. Upah tenaga kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keuntungan bersih industri kecil so’on. Pengaruh variabel ini terhadap keuntungan bersih adalah signifikan. Setiap ada penambahan upah tenaga kerja sebesar Rp.1,- akan mengurangi keuntungan bersih industri kecil sebesar Rp.0,956120,-
  2. Biaya pemasaran berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap keuntungan bersih industri kecil so’on di Desa Manjung Kecamatan Ngawen Kabupaten Klaten. Jadi setiap ada penambahan biaya pemasaran sebesar Rp.1,- maka keuntungan bersih industri kecil so’on akan berkurang sebesar Rp…0,950885,-.

 

E. Saran

1. Pengusaha Industri Kecil So’on :

Sesuai dengan kesimpulan di atas, maka upaya yang harus dilakukan oleh pengusaha industri kecil so’on di Desa Manjung ialah untuk tetap menjalankan produksinya dan pemasarannya sesuai dengan sekarang ini, akan tetapi perlu untuk diperhatikan beberapa hal yang dapat memberikan nilai tambah industrinya yaitu seperti penambahan modal usaha.

2. Pemerintah atau instansi terkait:

Hendaknya selalu berusaha untuk memberdayakan usaha industria kecil agar dapat memperkuat struktur ekonomi nasional khususnya masyarakat Kabupaten Klaten, perbanyaklah turun kelapangan memonitoring agar benar-benar mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi di masyarakat bawah.

Analisis Faktor yg Mempengaruhi Kebijakan Pendanaan

Judul Skripsi : Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Pendanaan (Studi pada Perusahaan yang Masuk Indeks LQ45)

 

A. Latar Belakang Masalah

Dalam penelitian Seftianne dan Handayani (2011) struktur aktiva tidak berpengaruh terhadap struktur modal. Hasil penelitian tersebut juga didukung oleh penelitian dari Wijaya dan Hadianto (2008), Wardani (2010), Miawan dan Seventi (2010), Nurrohim (2008), serta Susyanti (2008). Tetapi hasil penelitian dari Joni dan Lina (2010) menunjukan hasil yang berbeda yang menyatakan bahwa struktur aktiva berpengaruh terhadap struktur modal. Hasil tersebut juga di dukung oleh penenlitian dari Al-Najjar dan Taylor (2008) dan di dukung juga oleh penelitian Abor dan Biekpe (2007).

Penelitian ini akan mencoba mempelajari kebijakan pendanaan pada perusahaan yang masuk dalam indeks LQ45. Pemilihan indeks LQ45 tersebut mewakili perusahaan besar yang memiliki prospek cerah dan selalu masuk dalam peringkat teratas dalam perdagangan di BEI. Indeks LQ45 sendiri memiliki beberapa kriteria untuk menyeleksi semua perusahaan yang terdaftar dalam bursa menjadi 45 perusahaan, kriteria tersebut antara lain (Factbook, 2011):

1) Masuk dalam top 60 dari total transaksi saham di pasar reguler (rata-rata nilai transaksi selama 12 bulan terakhir)

2) Masuk dalam ranking yang didasarkan pada nilai kapitalisasi pasar (rata-rata kapitalisasi pasar selama 12 bulan terakhir)

3) Telah tercatat di BEJ sekurang-kurangnya 3 bulan

4) Kondisi keuangan perusahaan, prospek pertumbuhan perusahaan, frekuensi dan jumlah transaksi di pasar reguler.

 

B. Perumusan Masalah

Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, maka masalah yang akan dianalisis dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Apakah profitabilitas, ukuran perusahaan, risiko bisnis, pertumbuhan, kepemilikan manajerial, dan struktur aktiva berpengaruh terhadap struktur modal pada perusahaan yang masuk dalam indeks LQ45?

 

C. Tujuan Penelitian

Sejalan dengan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini menurunkan tujuan sebagai berikut: Untuk mengetahui pengaruh variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, risiko bisnis, pertumbuhan, kepemilikan manajerial, dan struktur aktiva terhadap struktur modal pada perusahaan yang masuk dalam indeks LQ45.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan pada Bab IV, maka dapat ditarikbeberapa kesimpulan sebagai berikut:

  1. Berdasar pada pengujian hipotesis H1 menunjukan bahwa secara pasial variabel profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap variabel struktur modal. Hal itu dibuktikan dengan tingkat signifikansi variabel profitabilitas yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,000, dan nilai koefisien profitabilitas sebesar -0,766.
  2. Berdasarkan pengujian H2 menunjukan secara parsial variabel ukuran perusahaan pada indeks LQ45 berpengaruh postif signifikan terhadap struktur modal. Hal tersebut dibuktikan dengan tingkat signifikansi variabel ukuran perusahaan sebesar 0,000 yang kurang dari 0,05 dan koefisien ukuran perusahaan sebesar 0,102.
  3. Berdasar pada pengujian hipotesis H3 , H4, dan H5 menunjukan bahwa secara parsial variabel risiko bisnis, pertumbuhan, dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel struktur modal.Hal itu dibuktikan dengan tingkat signifikansi variabel risiko bisnis,pertumbuhan, dan kepemilikan manajerial yang lebih besar dari 0,05 yaitu secara berurutan 0,859; 0,612; dan 0,416.

Analisis Faktor-Faktor yg Mempengaruhi Keuntungan Industri Keripik Tempe

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keuntungan Industri Keripik Tempe di Kabupaten Ngawi

 

A. Latar Belakang Masalah

Keripik tempe dari Kabupaten Ngawi merupakan produk UMKM yang sangat potensial untuk dikembangkan, sehingga mutlak diperlukan berbagai perbaikan mulai dari proses produksi hingga pemasaran. Dengan adanya perbaikan tersebut, diharapkan produksi kripik tempe Kabupaten Ngawi dapatmenjangkau seluruh daerah di tanah air bahkan luar negeri. Kuncinya adalah pemasaran dan pengembangannya harus ditangani dengan lebih baik lagi agar masalah dalam menghadapi persaingan perdagangan bebas dapat dipecahkan. Salah satunya dengan cara tetap mencari daerah pasar terlebih dahulu sebelum memproduksi serta perbaikan teknik pengolahan sehingga dapat mempunyai suatu citarasa yang khas.

Pembuat keripik tempe di Kabupaten Ngawi dapat dijumpai di Desa Karangtengah Prandon. Masih banyak UMKM keripik tempe di Ngawi yang masih belum menerapkan manajemen pengelolaan perusahaan yang baik sehingga pendapatan atau keuntungan yang didapatkan kurang optimal. Adanya perbedaan besarnya modal pada masing-masing UMKM menyebabkan adanya skala produksi yang berbeda pula. menjangkau seluruh daerah di tanah air bahkan luar negeri. Kuncinya adalah pemasaran dan pengembangannya harus ditangani dengan lebih baik lagi agar masalah dalam menghadapi persaingan perdagangan bebas dapat dipecahkan. Salah satunya dengan cara tetap mencari daerah pasar terlebih dahulu sebelum memproduksi serta perbaikan teknik pengolahan sehingga dapat mempunyai suatu citarasa yang khas. Peneliti merasa tertarik melakukan penelitian terhadap faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi Propinsi Jawa Timur.

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yang akan dibahas sebagai berikut:

  1. Berapa besar pengaruh modal terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi?
  2. Berapa besar pengaruh jumlah tenaga kerja terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi?
  3. Berapa besar pengaruh lama usaha terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi?

 

C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Menganalisis pengaruh modal terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi.
  2. Menganalisis pengaruh tenaga kerja terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi.
  3. Menganalisis pengaruh lama usaha terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi

 

D. Kesimpulan

  1. Modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi. Setiap modal usaha keripik tempe bertambah maka keuntungan juga akan bertambah.
  2. Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi. Setiap jumlah tenaga keripik tempe bertambah maka keuntungan juga akan bertambah.
  3. Lama berusaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap keuntungan Industri keripik tempe di Kabupaten Ngawi .Setiap lama usaha keripik tempe bertambah maka keuntungan juga akan bertambah.

 

E. Saran

1. Bagi Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi

Pemerintah Kabupaten Ngawi sebaiknya segera melakukan upaya seperti, Perlakuan khusus bagi pengusaha tempe dalam penambahan modal yang mampu menyerap tenaga kerja yang lebih besar sehingga dapatmembantu pemerintah dalam mengurangi tingkat pengangguran.

2. Bagi Pengusaha Keripik Tempe

Bagi pengusaha tempe melakukan hal-hal sebagai berikut:

  • Mengajukan proposal penambahan modal kerja melalui Usaha Kecil Menengah (UKM) sesuai skala usahanya.
  • Memberikan nama/ brand/ merk khusus produk tempe kripik cirikhasKabupaten Ngawi.
  • Memperluas pangsa pasar penjual.

Incoming search terms:

Analisis Faktor yg Mempengaruhi Usahatani Padi Organik

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Usahatani Padi Organik di Kabupaten Sragen

 

A. Latar Belakang Masalah

Bupati Sragen mencanangkan gerakan bertani padi organik pada tahun 2001 dan didukung penuh oleh pemerintah Kabupaten. Alasan memilih padi organik sebagai kebijakan unggulan, karena pertimbangan pengendalian lingkungan, kesehatan masyarakat dan pasar. Harga padi organik juga lebih tinggi dari pada padi non-organik.

Dari tahun ke tahun perkembangan luas panen dan produksi padi organik di Kabupaten Sragen sangat menggembirakan. Total luas lahan pertanian padi organik di Kababupaten Sragen adalah 4.305 ha, dengan total kapasitas produksi 27.721,55 ton pada tahun 2008. Menurut data Bapelluh Kabupaten Sragen, pada MT 2008/2009 jenis padi organik yang dikembangkan antara lain varietas IR-64 (70,72%), Mentik wangi (3,77%), Ciherang (22,12%) dan lainnya (3,39%). Harga padi organik bervariasi tergantung kualitas dan varietas (Sumber Bapelluh Kabupaten Sragen). Penelitian faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani padi organik di Kabupaten Sragen, dilakukan untuk mengetahui faktorfaktor yang mempengaruhi produksi padi organik. Ke depan dengan penelitian ini diharapkan, produktivitas usahatani padi organik dapat ditingkatkan melalui pengetahuan tentang faktor-faktor yangmempengaruhi produksi padi organik. Karena dalam usahatani berlaku hukim kenaikkan hasil yang semakin berkurang, dimana penambahan faktor produksi secara terus menerus pada suatu titik akan menyebabkan output yang akan semakin berkurang (Soekartawi, 1994).

 

B. Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini masalah-masalah yang akan di teliti:

  1. Adakah pengaruh luas lahan terhadap pendapatan petani ?
  2. Adakah pengaruh modal terhadap pendapatan petani ?
  3. Adakah pengaruh biaya tenaga terhadap pendapatan petani ?
  4. Adakah pengaruh biaya bibit terhadap pendapatan petani ?
  5. Adakah pengaruh biaya pupuk terhadap pendapatan petani ?
  6. Adakah pengaruh biaya pestisida terhadap pendapatan petani ?
  7. Adakah pengaruh penyuluhan terhadap pendapatan petani ?
  8. Faktor apakah yang paling dominan antara luas lahan, modal, biaya tenaga, biaya bibit, biaya pupuk, biaya pestisida dan penyuluhan terhadap pendapatan petani?

 

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui hasil pendapatan petani padi organik di Kabupaten Sragen.

2. Untuk mengetahui pengaruh:

  1. Luas lahan terhadap pendapatan petani.
  2. Modal terhadap pendapatan petani.
  3. Biaya tenaga terhadap pendapatan petani.
  4. Biaya bibit terhadap pendapatan petani.
  5. Biaya pupuk terhadap pendapatan petani.
  6. Biaya pestisida terhadap pendapatan petani.
  7. Penyuluhan terhadap pendapatan petani.

 

D. Kesimpulan

  1. Secara bersama-sama atau simultan pengujian penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, modal, biaya tenaga, biaya pupuk,biaya bibit, biaya pestisida dan penyuluhan mempengaruhi pendapatan petani.
  2. Secara individu pengujian terhadap hipotesis penelitian menunjukkan bahwa:
  3. Variabel luas lahan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  4. Variabel modal mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  5. Variabel biaya tenaga tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  6. Variabel biaya bibit tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  7. Variabel biaya pupuk mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  8. Variabel biaya pestisida tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  9. Variabel penyuluhan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani.
  10. Variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap pendapatan petani adalah luas lahan.

 

Incoming search terms:

Analisis Faktor yg Mempengaruh Permintaan Keuangan Syariah

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Pembiayaan Lembaga Keuangan Syariah (Studi Kasus pada BMT Muamalah Mandiri Baturetno Wonogiri)

 

A. Latar Belakang Masalah

Upaya memperoleh pendapatan yang semaksimal mungkin,aktivitas pembiayaan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) juga menganut azas syariah, yakni dapat berupa bagi hasil, keuntungan maupun jasa manajemen. Upaya ini harus dikendalikan sedemikian rupa sehingga kebutuhan likuiditas dapat terjamin dan tidak banyak dana yang menganggur (Ridwan, 2004: 163-164).

Berawal dari kondisi tersebut, merupakan suatu hal yang menarik untuk diteliti dan dicermati faktor apa saja yang mempengaruhi para anggota dalam meminta pembiayaan pada BMT Muamalah Mandiri Baturetno di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan dari latar belakang yang telah dipaparkan di atas, penelitian ini merupakan suatu ”analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan lembaga keuangan syariah (Studi Kasus Pada BMT Muamalah Mandiri Baturetno, Wonogiri)”. Mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan, maka dalam penelitian ini faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan dibatasi pada variabel pendapatan, pendidikan dan persepsi anggota terhadap pelayanan  Baitul Maal wa Tamwil (BMT), sedangkan untuk variabel lain seperti : umur, jenis kelamin, maupun jenis pekerjaan akan dijelaskan dalam sebuah analisis deskriptif terkait pembiayaan yang responden minta.

 

B. Perumusan Masalah

Apakah variabel pendapatan, tingkat pendidikan dan persepsi pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap permintaan pembiayaan pada  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Muamalah Mandiri Baturetno Wonogiri?

 

C. Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh variabel pendapatan, tingkat pendidikan dan persepsi pelayanan terhadap permintaan pembiayaan pada  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Muamalah Mandiri Baturetno Wonogiri.

 

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dengan permasalahan dan tujuan serta hipotesis dalam penelitian ini, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Variabel pendapatan berpengaruh signifikan positif terhadap permintaan pembiayaan.
  2. Variabel pendidikan berpengaruh signifikan positif terhadap permintaan pembiayaan.
  3. Variabel persepsi pelayanan berpengaruh signifikan positif terhadap permintaan pembiayaan.

 

E. Saran

  1. Bagi para anggota yang ingin mengambil pembiayaan perlu memperhitungkan kemampuan untuk membayar angsuran hingga pelunasannya terlebih dahulu. Setidaknya pendapatan yang sudah dikurangi dengan angsuran masih dapat digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
  2. Bagi Pemerintah dan masyarakat pada umumnya kualitas pendidikan perlu lebih ditingkatkan. Seseorang yang memiliki pengetahuan lebih tinggiakan semakin memiliki wawasan yang lebih luas dan semakin mudah membuat satu keputusan sehingga diharapkan keikutsertaan masyarakat sebagai anggota lembaga keuangan syariah akan semakin meningkat.
  3. Bagi BMT terkait internal BMT itu sendiri disarankan untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan mengingat semakin banyaknya persaingan dari Perbankan Konvensional, Perbankan Syariah, Koperasi dan  Baitul Maal wa Tamwil (BMT) lainnya.
  4. Bagi para akademisi yang lain, perlu adanya penelitian sejenis dengan variabel yang berbeda dan alat analisis yang berbeda pula sehingga hasil penelitian bervariatif.