Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Sunan Kudus sebagai Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah

Judul Skripsi : Folklor Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus sebagai Pengayaan Materi Pembelajaran Sejarah

 

A. Latar Belakang Masalah

Folklor yang digali dari masyarakat setempat berfungsi untuk mengungkapkan jati diri dan kepribadian masyarakat setempat, membangun solidaritas sosial, memberikan informasi tentang kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa, asal usul suatu daerah sehingga dapat membangkitkan semangat untuk berkreasi mengembangkan, mempertahankan dan melestarikan folklor yang ada. Pengayaan materi pembelajaran sejarah Madrasah Aliyah dengan memanfaatkan cerita folklor tersebut akan memberikan makna yang mendalam kepada siswa tentang asal-usul dan jati dirinya. Nilai yang terkandung dalam folklor perlu diberikan kepada siswa dengan jalan memasukkan folklor Menara, Masjid,dan Makam Sunan Kudus dalam materi pembelajaran.

MA NU Banat Kudus sebagai bagian dari sekolah/madrasah yang berada di wilayah kecamatan Kota perlu berupaya memanfaatkan folklor sebagai pengayaan materi pembelajaran sejarah. Alasan yang mendasari folklor dijadikan sebagai pengayaan materi sejarah karena MA NU Banat Kudus sebagai bagian dari lembaga pendidikan Islam yang memiliki kepedulian untuk turut menggali folklor yang ada di wilayah Kecamatan Kota karena situs-situs tersebut sebagian besar adalah peninggalan jaman Indonesia Madya yang bercorakkan Islam. Melalui pengayaan materi sejarah inilah dapat dijadikan sebagai salah satu tujuan untuk melindungi, melestarikan dan memanfaatkannya untuk memajukan kebudayaan daerah dan memperkaya kebudayaan nasional.

 

B. Rumusan Masalah Skripsi

  1. Bagaimanakah folklor Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus yang berkembang di masyarakat Kudus?
  2. Makna filosofis apa sajakah yang terkandung dalam folklor tentang Menara, Masjid,dan Makam Sunan Kudus?
  3. Apakah folklor tentang Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus dapat dimanfaatkan sebagai pengayaan materi sejarah di Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Banat Kudus?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Folklor Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus yang berkembang di masyarakat Kudus.
  2. Makna filosofis yang terkandung dalam folklor tentang Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus.
  3. Kriteria kelayakan yang digunakan untuk menetukan folklor Menara, Masjid, dan Makam Sunan Kudus sebagai pengayaan materi sejarah di Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama (NU) Banat Kudus.

 

D. Simpulan

Folklor Menara, Masjid dan Makam Sunan Kudus yang berkembang di masyarakat memiliki berbagai versi. Folklor tersebut adalah folklor tentang Sunan Kudus, folklor tentang pembangunan Menara Kudus, folklor tentang pembangunan Masjid Al-Aqsa, dan folklor yang berkaitan dengan pembangunan kompleks Makam Sunan Kudus. Folklor tentang Sunan Kudus berkaitan dengan asal-usul Sunan Kudus, perjalanan Sunan Kudus sehingga mendapatkan batu dari Baitulmaqdis Palestina yang kemudian menginspirasi Sunan Kudus untuk menamakan daerah di sekitar penyebaran Islam yang dipegangnya dengan nama Kudus, bagaimana Sunan Kudus dalam menyebarkan agama Islam dan sebagainya. Folklor tentang pembangunan Menara Kudus adalah alasan pendirian Menara Kudus, bagaimana pendirian Menara Kudus tersebut dan sebagainya. Folklor tentang Masjid Al-Aqsa Sunan Kudus meliputi bagaimana Masjid ini dibangun, kegunaan dan bahan pembangunan Masjid ini bagi penyebaran agama Islam saat itu. Folklor tentang Makam Sunan Kudus berkaitan dengan tata letak dan bagaimana Makam tersebut dibangun untuk tetap memberikan pendidikan bagi peziarah dan masyarakat sekitarnya.