Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Strategi produk pada Bank Syariah

Strategi produk  adalah strategi yang diarahkan untuk dapat memodifikasi produk yang sudah ada menjadi lebih menarik atau menciptakan produk baru. Strategi produk biasanya dimulai dari penciptaan logo dan moto yang dibuat semenarik mungkin, disertai dengan penciptaan merek terhadap produk yang ditawarkan. Kotler seperti yang dikutip dalam Kasmir mendefinisikan produk sebagai sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, untuk dibeli, untuk digunakan atau dikonsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.

Produk dikaitkan dengan fisik dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu produk berwujud dan produk tidak berwujud. Produk berwujud merupakan produk yang dapat dilihat, diraba dan dirasakan. Sedangkan produk tidak berwujud biasanya disebut jasa, yang dapat disediakan dalam berbagai wahana seperti pribadi, tempat, kegiatan, organisasi, dan ide-ide.

Ciri-ciri dan karakteristik produk jasa sebagai berikut:

  1. Tidak berwujud (intangibility), artinya tidak dapat dirasakan atau dinikmati sebelum jasa tersebut dibeli.
  2. Tidak terpisahkan (inseparability), artinya antara si pembeli jasa dengan si penjual jasa saling berkaitan. Hal ini disebabkan jasa dihasilkan dan dikonsumsi pada saat yang sama.
  3. Beraneka ragam (variability), artinya jasa dapat diperjualbelikan dalam berbagai bentuk. Hal ini begantung pada siapa yang memberikan, kapan, di mana dan kepada siapa jasa akan diberikan.
  4. Tidak tahan lama (perishability), artinya jasa tidak dapat disimpan, begitu jasa dibeli maka akan segera dikonsumsi.

Produk yang diinginkan pelanggan, baik berwujud maupun yang tidak berwujud adalah produk yang berkualitas tinggi. Dikaitkan dengan perbankan, hal ini mengandung pengertian bahwa produk yang ditawarkan oleh bank kepada nasabahnya harus memiliki nilai yang lebih baik atau unggul dibandingkan dengan produk bank pesaing. Produk berkualitas tinggi ini sering disebut dengan produk plus.

Incoming search terms: