Skripsi Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dlm Novel Rumah di Seribu Ombak Karya Erwin Arnada

Judul Skripsi : Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Rumah di Seribu Ombak Karya Erwin Arnada

 

A. Latar Belakang Masalah 

Erwin Arnada melalui riset yang telah dilakukan pada tahun 2008, menemukan bahwa terdapat anak-anak yang kehilangan hak pendidikannya dan perlindungan keselamatannya karena faktor ekonomi berupa kemiskinan. Selain itu, banyak anak yang menjadi korban pedofilia dari pria dewasa. Selama ini hanya diomong-omongin saja dan tidak diungkap secara jelas.Melalui novel ini, Erwin Arnada telah mengungkap faktor penyebab kasus tersebut. Novel Rumah di Seribu Ombak telahdibuat film layar lebar yang disutradarai dan diproduseri oleh Erwin Arnada serta masuk beberapa nominasi di Malam Puncak Anugrah Festival Film Indonesia 2012, yang di selenggarakan di Beteng Vredeburg Jogjakarta Sabtu 8 Desember 2012. Dua kategori film terbaik yang masuk nominasi di Festival Film Indonesia 2012 adalah Rumah di Seribu Ombak dan Tanah Surga. Katanya. Nominasi yang disandang film Rumah di Seribu Ombak yaitu, penata suara terbaik, penyuting gambar terbaik, dan penghargaan khusus yang diraih oleh Dedey Rusma sebagai pemeran tokoh Wayan Manik dalam film Rumah di Seribu Ombak. Peneliti juga sudah bisa wawancara dengan pengarang.

Dari alasan-alasan tersebut peneliti memilih novel Rumah di Seribu Ombak sebagai objek penelitian dengan judul “Kajian Sosiologi Sastra dan Nilai Pendidikan dalam Novel Rumah di Seribu Ombak Karya Erwin Arnada”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimanakah unsur intrinsik dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada?
  2. Bagaimanakah sikap toleransi antarumat beragama (masyarakat) dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada?
  3. Bagaimanakah nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada?

 

C. Tujuan Penelitian

  1. Mendeskripsikan dan menjelaskan unsur intrinsik dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada.
  2. Mendeskripsikan dan menjelaskan sikap toleransi antarumat beragama (masyarakat) dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada.
  3. Mendeskripsikan dan menjelaskan nilai pendidikan yang terkandung dalam novel Rumah di Seribu Ombak karya Erwin Arnada.

 

D. Simpulan

1. Unsur-unsur intrinsik dalam novel Rumah di Seribu Ombak meliputi, tema yaitu persahabatan bocah Muslim dan bocah Hindu. Alur/Plot yang digunakan yaitu sorot balik (flashback). Penokohan dan perwatakan meliputi tokoh protagonis, tokoh antagonis. Latar/ setting yang digunakan yaitu di kawasan Singaraja, kabupaten Buleleng. Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang persona pertama “aku” tokoh utama atau “first-person participant” yaitu tokoh Samihi. Dan teknik penceritaan “aku” tokoh tambahan yaitu tokoh Wayan Manik.

2. Sikap toleransi antarumat beragama (masyarakat) dalam novel Rumah di Seribu Ombak yaitu masyarakat Singaraja di desa Kalidukuh dan Kaliasem saling bertoleransi antarumat beragama. Toleransi adalah satu peristiwa yang kasat mata dalam kehidupan sehari-hari di dua desa tersebut. Harmoni antara masyarakat Muslim yang minoritas dan Hindu yang mayoritas merupakan salah satu sikap toleransi antarumat beragama di Singaraja. 3. Sosiokultural masyarakat dalam novel Rumah di Seribu Ombak meliputi, pendidikan, pekerjaan, bahasa (menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Bali, dan bahasa Inggris), tempat tinggal, adat dan kebiasaan, agama (Hindu dan Muslim), kepercayaan dan keyakinan, dan Suku (suku Bali, suku Sumatra, dan suku Jawa).

3. Nilai-nilai pendidikan dalam novel Rumah di Seribu Ombak meliputi nilai pendidikan adat-istiadat/budaya, pendidikan pluralisme, pendidikan agama, pendidikan sosial, dan pendidikan moral.