Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Pendidikan: Komparasi Hasil Belajar Antara Pendekatan Kontekstual

Judul Skripsi : Studi Komparasi Hasil Belajar Antara Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning) dengan Pendekatan Konvensional dalam Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri I Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/ 2007

 

A. Latar Belakang

Pembelajaran kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan melibatkan 7 (tujuh) komponen utama pembelajaran efektif yaitu konstruktivisme (constructivisme), bertanya (Questioning), menemukan (inquiry), masyarakat belajar (learning community), pemodelan (modelling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut diatas maka peneliti ingin mengadakan penelitian dengan judul “ Studi Komparasi Hasil Belajar Antara Pendekatan Kontekstual (Contextual Teaching And Learning) Dengan Pendekatan Konvensional Dalam Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas X Semester Genap SMA Negeri I Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/2007”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Adakah perbedaan hasil belajar sejarah yang signifikan antara pendekatan kontekstual dengan konvensional pada siswa kelas X semester genap SMA Negeri I Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/2007?
  2. Hasil belajar manakah yang lebih baik antara yang menggunakan pendekatan kontekstual atau konvensional pada siswa kelas X semester genap SMA Negeri I Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/2007?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Belajar

Belajar merupakan proses internal yang kompleks. Hal ini karena melibatkan seluruh mental, seperti ranah kognitif, afektif, dam psikomotorik. Dari segi guru, proses belajar tersebut dapat diamati secara langsung, artinya proses belajar yang merupakan proses internal siswa yang dapat diamati dan dipahami oleh guru. Proses belajar tersebut terlihat banyak melalui perilaku siswa ketika mempelajari bahan belajar. Perilaku belajar tersebut merupakan respon siswa terhadap tindak mengajar atau tindak pembelajaran dari guru (Dimyati dan Mudjiono, 1994:16).

Pengertian pendekatan kontekstual

Adalah konsep belajar yang membantu guru dalam mengkaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen pembelajaran efektif (Nurhadi, 2002:5).

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X semester genap SMA Negeri I Pejagoan Kabupeten Kebumen tahun pelajaran 2006/2007 yang terdiri dari 5 kelas dan berjumlah 205 siswa.

Pada penelitian ini diambil 2 (dua) kelas sebagai sampel. Satu kelas sebagai kelas kontrol, satu kelas yang lain sebagai kelas eksperimen. Ada 2 (dua) variabel yang dikaji dalam penelitian ini, yaitu : (1) pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual dengan pendekatan konvensional, (2) hasil belajar siswa berupa nilai tes.

Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi, tes, dan observasi/ pengamatan.

Pada analisis hipotesis uji perbedaan dua rata-rata peningkatan hasil belajar kelas kontrol dan kelas eksperimen menggunakan uji t, diperoleh thitung = 11, 160 dan ttabel = 2, 020 karena thitung > ttabel , maka Ho ditolak. Artinya ada perbedaan rata-rata hasil belajar sejarah siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata postes kelas eksperimen yang menggunakan pendekatan kontekstual lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan konvensional yaitu nilai rata-rata postes dengan pendekatan kontekstual sebesar 6,79 sedangkan dengan pendekatan konvensional diperoleh nilai rata-rata postes sebesar 4,67. Sedangkan berdasarkan hasil pretest, pada kelas eksperimen diperoleh rata-rata sebesar 5,71 dan pada kelas kontrol diperoleh rata-rata sebesar 5,46.

Berdasarkan hasil observasi keaktifan siswa dengan menggunakan lembar pengamatan, keaktifan siswa pada kelas eksperimen dengan menggunakan pendekatan kontekstual untuk kategori keaktifan tinggi sebesar 50% sedangkan pada kelas kontrol dengan menggunakan pendekatan konvensional sebesar 30 %.

 

E. Kesimpulan

  1. Ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sejarah siswa kelas X semester genap SMA Negeri 1 Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/2007 yang menggunakan pendekatan kontekstual dibandingkan dengan yang menggunakan pendekatan konvensinal. Hasil uji t diperoleh harga thitung = 11,160 > ttabel = 2,020 sehingga terjadi perbedaan hasil belajar yang signifikan.
  2. Hasil belajar Sejarah siswa kelas X semester genap SMA Negeri I Pejagoan Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2006/2007 dengan menggunakan pendekatan konstektual lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar sejarah dengan pendekatan konvensional. Hasil rata-rata post test dengan pendekatan kontekstual sebesar 6,79 sedangkan dengan pendekatan konvensional diperoleh hasil post test rata-rata sebesar 4,67.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Bimbingan Belajar Pada Siswa SD Kelas III yang Mengalami Kesulitan Belajar Berhitung dalam Operasi Penjumlahan Matematika di SD Negeri Kembang Arum 04 Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang
  2. Desain Web E-Learning Sebagai Alternatif Pembelajaran di Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan
  3. Meningkatkan Motivasi Belajar Melalui Pemberian Pujian dan Peraga
  4. Penerapan Metode Quantum Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA
  5. Pemahaman Guru IPS terhadap Penilaian Kelas berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan