Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Pendidikan: Kepramukaan sbg Sarana Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa

Judul Skripsi :  Kegiatan Kepramukaan Sebagai Sarana Menumbuhkan Kedisiplinan Siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal

 

A. Latar Belakang

Tata tertib adalah aturan yang lazim dimiliki oleh sebuah sekolah. Tata tertib sekolah merupakan peraturan tertulis yang telah dirancang dan disahkan oleh pihak sekolah sebagai acuan untuk mengatur perilaku dan tingkah laku agar dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah tata tertib harus ditaati. Dengan ditaatinya tata tertib sekolah, maka tujuan umum pendidikan akan dapat tercapai. Agar tata tertib tersebut ditaati diperlukan adanya suatu sikap yang dapat menunjang pentaatan tersebut, salah satunya yaitu sikap disiplin. Karena dengan disiplin tata tertib dapat dilaksanakan tanpa paksaan. Idealnya sikap disiplin itu dimiliki oleh semua komponen sekolah. Tidak hanya milik siswa semata, namun juga harus dimiliki oleh kepala sekolah, guru, serta karyawan tata usaha. Bagi siswa disiplin dapat menumbuhkan perilaku antara lain: mengerjakan tugas dengan baik, tepat waktu, belajar dengan rutin tanpa paksaan, dan tentunya dapat mematuhi tata tertib sekolah dengan tanpa paksaan.

Masalah-masalah kedisiplinan dewasa ini dapat diatasi apabila kita meninggalkan metode lama yang otoriter, yang secara paksa menuntut kepatuhan, dan mengambil alih garis-garis dasar baru yang berlandaskan prinsip-prinsip kebebasan dan tanggung jawab.

 

B. Perumusan Masalah

  1. Bagaimana kegiatan kepramukaan di SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal?
  2. Adakah hubungan antara kegiatan kepramukaan dengan kedisiplinan siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal?

 

C. Landasan Teori

Terbentuknya Disiplin

Dalam buku Disiplin Nasional yang disusun oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas,1997:15) disebutkan bahwa disiplin tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan harus ditumbuhkan, dikembangkan, dan diterapkan dalam semua aspek menerapkan sanksi serta dengan bentuk ganjaran dan hukuman sesuai dengan amal perbuatan para pelaku. Disiplin seseorang adalah produk sosialisasi sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya, terutama lingkungan sosial. Oleh karena itu pembentukan disiplin tunduk pada kaidah-kaidah proses belajar. Dalam membentuk disiplin harus ada pihak yang memiliki kekuasaan yang lebih tinggi sehingga mampu mempengaruhi tingkah laku pihak lain ke arah tingkah laku yang diinginkan.

Hakikat Disiplin

Dalam buku Disiplin Nasional yang disusun oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas, 1995:11). Istilah disiplin dalam Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Belanda yang kemudian dipengaruhi juga oleh Bahasa Inggris. Istilah disiplin menurut pengertian kedua bahasa tersebut berasal dari bahasa latin “ diciplina” .

Bentuk-bentuk Disiplin

Bentuk-bentuk disiplin antara lain:

  1. Datang dan pulang tepat waktu dari jadwal yang telah ditentukan
  2. Berpakaian sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah
  3. Melaksanakan tugas-tugas sekolah dengan baik dan tepat waktu.
  4. Mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan oleh sekolah dengan tertib dan

 

 

D. Metode Penelitian Skripsi

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif.

Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tahum 2005/2006 yang menjadi anggota pramuka atau yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka sejumlah 145 orang.

ampel diambil dengan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Dengan mengacu pada Nomogram Harry King, besarnya prosentase yang diambil adalah sebesar 65% dari populasi. Sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 94 orang..

Data mengenai variabel kuantitatif yaitu mengikuti kegiatan pramuka dan tingkat kedisiplinan dikumpulkan melalui metode angket dan dokumentasi. Metode analisis data digunakan analisis statistik, karena data yang diperoleh berupa angka-angka dan bersifat kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan adalah korelasi product moment.

 

E. Kesimpulan

  1. Tingkat aktivitas kepramukaan siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tergolong sangat tinggi dengan prosentase 73,40% atau sebanyak 69 orang, sedangkan pada kategori tinggi prosentasenya 26,60% atau sebanyak 25
  2. Tingkat kedisiplinan siswa SMP N 1 Dukuhturi Kabupaten Tegal tergolong sangat tinggi dengan prosentase 77,66% atau sebanyak 73 orang, sedangkan pada kategori tinggi prosentasenya 22,34% atau sebanyak 21 orang.
  3. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas kepramukaan dengan tingkat kedisiplinan siswa yang ditunjukan dengan harga XY r sebesar 0,5492.

 

Contoh Skripsi Pendidikan

  1. Kegiatan Kepramukaan Sebagai Sarana Menumbuhkan Kedisiplinan
  2. Pelaksanaan Pembelajaran Kontekstual Oleh Guru Pkn Di Sma Negeri I Banjarnegara
  3. Pelaksanaan Penilaian Portofolio Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
  4. Pembinaan Moral Anak Di Panti Pamardi Putra Mandiri Sendangguwo Kecamatan
  5. Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan Bahu Dan Daya Ledak Otot Lengan Bahu Terhadap Hasil Servis

Incoming search terms: