Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Prosedur Pendirian Perizinan Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum

Judul Skripsi : Prosedur Pendirian Perizinan Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU) oleh Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Boyolali

 

A. Latar Belakang Skripsi

Dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah yang pada intinya adalah penyerahan kewenangan kepada daerah Kabupaten / Kota dengan tujuan untuk mengurus sendiri segala kebutuhannya maka setiap Pemerintah Kabupaten / Pemerintah Kotamadya berusaha keras untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerahnya. Salah satu hal diantaranya melalui pemberlakuan perizinan usaha. Sejak ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum maka kepengurusan perizinan yang selama ini ditangani Pemerintah Pusat untuk selanjutnya kewenangan tersebut dapat dikelola Pemerintah Daerah.

Izin usaha sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah terus saja dibina untuk bisa turut serta meningkatkan pemasukan. Apalagi jika melihat keberadaan bisnis usaha yang ada di Kabupaten Boyolali ini terbilang cukup banyak. Dalam hal pendirian sebuah tempat usaha maka setiap pengusaha perlu mendaftarkan tempat usahanya. Tidak sebatas memiliki modal yang cukup, tempat usaha, dan jenis usaha tak lepas dari itu maka sebuah izin usaha harus mereka kantongi.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana prosedur pendirian perizinan Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU) yang selama ini ditangani oleh Diparbud Boyolali ?
  2. Bagaimana usaha Diparbud Boyolali dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk aktif sendiri mendaftarkan usahanya ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Prosedur

Pengamatan yang mengambil judul tentang Prosedur Pendirian Perizinan Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum Oleh Kantor Diparbud Boyolali ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana prosedur-prosedur yang harus dijalani dalam kepengurusannya. Diharapkan dengan mengetahui tata cara dan prosedurprosedur yang benar maka para pembaca yang memiliki kepentingan sehubungan dengan kegiatan ini bisa memiliki referensi yang mencukupi jika hendak berizin.

Hubungan Sistem dan Prosedur

Sistem dan prosedur merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan dalam usaha-usaha untuk mencapai tujuan organisasi. Dapat dikatakan bahwa dimana ada sistem disitu pasti ada prosedur dan dimana ada prosedur disitu pasti ada sistem. Sistem tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya prosedur, begitusebaliknya. Sistem dan prosedur merupakan faktor yang sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan, tidak hanya dalam bidang pekerjaan kantor tetapi juga dalam bidang kegiatan operasional. Secara sederhana dapat diartikan bahwa sistem adalah cara yang ditempuh oleh suatu organisasi untuk mencapai salah satu sasaran baik didalam maupun diluar kegiatan kantor.

Pengertian Prosedur Perizinan URHU

Perizinan berasal dari kata dasar “izin” yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa 1989 : 341) berarti “pernyataan mengabulkan / tiada melarang” dan arti lainnya adalah “persetujuan memperbolehkan”, sedangkan kata “izin” dari rangkaian kata Perizinan URHU mengandung arti : perizinan dibidang Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum berupa surat yang diberikan oleh Bupati kepada Pengusaha, meliputi Izin Prinsip, Izin Usaha, Daftar Ulang, Perubahan, dan Penggantian Izin Usaha. Pengertian Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum menurut Peraturan Daerah Kab. Boyolali Nomor 18 Tahun 2003 adalah “Setiap usaha komersial yang ruang lingkup kegiatannya memberikan jasa pelayanan rekreasi dan hiburan umum”. Dari beberapa pengertian diatas dapat kita simpulkan pengertian dari prosedur perizinan URHU adalah suatu pedoman / tata cara yang harus dilalui oleh seorang pengusaha URHU agar bisa mendapatkan izin dari Kepala daerah setempat untuk mengoperasikan usahanya secara resmi.

 

D. Metode Penelitian

Metode yang digunakan adalah metode pengamatan deskriptif kualitatif.

Sifat daripada metode pengamatan ini adalah untuk menggambarkan, memaparkan serta menganalisis data secara mendalam.

Data yang penulis peroleh berasal dari observasi dan wawancara secara langsung. Penarikan sampel dalam pengamatan ini menggunakan teknik purpose sampling yaitu didalam mencari informasi didasarkan kepada orang-orang yang dianggap tahu dan paham betul tentang prosedur pendirian perizinan URHU, selain itu pengamatan ini juga didukung dengan studi pustaka untuk mendapatkan teori dan konsep yang mendalam berhubungan dengan pengamatan ini.

 

E. Kesimpulan

  1. Pengurusan perizinan mendirikan usaha tempat hiburan di Kantor Diparbud Boyolali tidaklah rumit seperti yang kita bayangkan selama ini karena prosedur pengurusan izinnya sudah diatur secara jelas dan rinci dalam Perda Kabupaten Boyolali No 18 Tahun 2003, yaitu sebagai berikut:
  2. Pertama-tama pengusaha URHU wajib mengajukan permohonan Izin Prinsip membangun sebagai persiapan untuk kegiatan usahanya nanti. Dalam permohonan ini ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi pengusaha.
  3. Setelah lewat 1 tahun permohonan Prinsip Usaha langkah berikutnya adalah pengajuan permohonan Izin Usaha. Sama seperti pengajuan Izin Prinsip dalam permohonan Izin Usaha juga harus melampirkan tambahan persyaratan yang harus dipenuhi, tidak hanya kelengkapan administrasi namun juga kelengkapan Izin Usaha keluar dan bisa dijadikan dasar dalam mengoperasikan usahanya, dimana izin ini akan aktif dalam jangka waktu 3 tahun. Apabila habis dapat diperbaharui kembali.
  4. Didalam Perda Kabupaten Boyolali No 18 Tahun 2003 sudah memuat secara rinci mengenai tata cara dan syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pengurusan Izin Usaha.
  5. Besarnya biaya retribusi yang harus dikeluarkan pengusaha juga sudah diatur secara jelas dalam Perda Kabupaten Boyolali No 19 Tahun 2003, baik itu untuk Izin Prinsip, Izin Usaha, Izin Daftar Ulang Usaha.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Kebijakan Saluran Distribusi pada PT. Kharisma Rotan Mandiri
  2. Analisis Brand Awareness Harian Umum Suara Merdeka di Surakarta
  3. Prosedur Pendirian Perizinan Usaha Rekreasi dan Hiburan Umum (URHU) Oleh Kantor
  4. Analisis Tingkat Efisiensi Promosi pada PT. Kharisma Rotan Mandiri
  5. Analisis Tingkat Brand Loyalty pada Toko Buku Gramedia Solo Square