Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Potensi dan Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Jumog

Judul Skripsi : Potensi dan Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Jumog Kabupaten Karanganyar

 

A. Latar Belakang Skripsi

Krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada petengahan tahun 2006 yang berlanjut dengan krisis multidimensi membuat ekonomi Indonesia terpuruk pada titik yang sangat rendah. Segala usaha untuk dapat segera keluar dari krisis yang berkepanjangan baik dengan menggali potensi yang dimiliki bangsa Indonesia maupun kerjasama dengan berbagai lembaga baik regional maupun internasional.

Namun dengan adanya persaingan antar negara yang semakin terbuka dengan dimulainya era perdagangan bebas dapat mengakibatkan menurunnya nilai ekspor Indonesia apabila efisiensi sektor industri tidak dapat ditingkatkan. Di samping itu harga komoditas primer di pasaran dunia mengalami fluktuasi harga yang tidak menentu. Sedangkan disisi lain pemerintah juga masih mengandalkan cadangan sumber daya minyak dan gas bumi untuk membiayai pembangunan negara. Padahal secara ekonomis minyak dan gas bumi itu akan semakin berkurang dan lambat laun akan habis. Secara nasional sektor sektor pariwisata menduduki peringkat ketiga dalam menghasilkan devisa negara setelah kayu lapis dan tekstil. (A.Yoeti, Oka,1997).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Potensi wisata apa saja yang dapat dikembangkan di lingkungan obyek wisata air terjun Jumog ?
  2. Strategi apa saja yang digunakan masyarakat Desa Berjo, Kecamatan. Ngargoyoso untuk mengembangkan obyek wisata air terjun Jumog ?
  3. Kendala dan hambatan apa saja yang dihadapi masyarakat desa Berjo, Kec. Ngargoyoso dan pemerintah kab. Karanganyar dalam memasarkan dan mengembangkan obyek wisata air terjun Jumog?

 

C. Tinjauan Pustaka

Daya Tarik Wisata

Daya tarik wisata merupakan potensi yang menjadi pendorong kehadiran wisatawan ke suatu daerah tujuan wisata. Obyek dan daya tarik wisata adalah yang menjadi sasaran perjalanan wisata.

Potensi Pariwisata

Potensi pariwisata adalah segala hal dan keadaan baik yang nyata dan dapat diraba, maupun yang tidak dapat diraba, yang digarap, diatur dan disediakan sedemikian rupa sehingga dapat bermanfaat / dimanfaatkan / diwujudkan sebagai kemampuan, faktor dan unsur yang diperlukan / menentukan bagi usaha dan pengembangan kepariwisataan, baik itu berupa suasana, kejadian, benda maupun layanan / jasa. ( R.S.Damardjati, 2001 )

Pengertian Strategi Pengembangan Pariwisata

Strategi pengembangan pariwisata mempunyai tujuan untuk mengembangkan produk dan pelayanan yang berkualitas, seimbang dan bertahap. Strategi pengembangan pariwisata mencakup beberapa aspek yang terkait yang dapat dilihat dari jangka waktunya.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini mengambil lokasi di Desa Berjo Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah.

Teknik pengumpulan data yang digunakan penulis adalah Observasi, Arsip, Wawancara.

 

E. Kesimpulan

Strategi yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Berjo, Pemerintah Daerah Kabupaten Karanganyar dan Bp. Abdullah Farad selaku investor dalam pengembangan obyek wisata ini telah mengadakan pembahasan untuk mengembangkan objek wisata ini. Strategi yang dilakukan antara lain membahas anggaran pengembangan obyek wisata, menentukan konsep pengembangannya dan melakukan usaha untuk meningkatkan wisatawan. Untuk anggaran dana telah diambil alih oleh Bp.Abdullah Farad sebagai investor dengan pembagian hasil berbanding 60 : 40. Untuk konsepnya Pemerintah Desa Berjo tetap bertumpu pada alam, dengan maksud tidak mengubah kondisi alam tersebut. Sehingga pemandangan di sekitar lokasi air terjun masih alami. Dan untuk meningkatkan jumlah wisatawan, usaha yang dilakukan dengan melakukan promosi melalui internet, baliho dan televisi dalam hal ini bekerja sama dengan TA TV dan SCTV.

Dalam pengembangan obyek wisata air terjun ini tentunya masih terdapat hambatan maupun kendala – kendala lain. Kendala yang paling utama dihadapi oleh Pemerintah Desa Berjo sebagai pengelola untuk mengembangkan obyek wisata air terjun Jumog ini adalah hak milik. Dengan kata lain untuk mengembangkan obyek wisata ini masih terhalang oleh status kepemilikan tanah. Karena sebagian tanah di sekitar obyek wisata ini berstatus milik warga sekitar obyek wisata. Warga sekitar tidak mengijinkan tanahnya dibeli oleh pengelola obyek wisata dengan alasan jika tanah tersebut dibeli sudah pasti warga sekitar yang mempunyai usaha dagang akan kehilangan mata pencaharian, karena tujuan dari pembelian tanah tersebut untuk membangun sarana penunjang luar obyek wisata seperti : rumah makan, kios souvenir, kios oleh – oleh, area parkir yang memadai dll.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Potensi dan Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Jumog Kabupaten Karanganyar
  2. Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Nasabah pada Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera
  3. Analisis Network Untuk Produksi Hard Cover A4 pada PT. Solo Murni Surakarta
  4. Pengaruh Persepsi Kualitas Produk dalam Iklan Merek Induk dan Kredibilitas Perusahaan
  5. Peranan Persepsi Sebagai Faktor Psikologis yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen