Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dgn Pendapatan Usaha Mikro

Judul: Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal

 

A. Latar Belakang

Pengusaha mikro berharap dengan adanya kredit usaha yang cepat dari BMT dan mudah mengaksesnya, mempunyai sumbangan yang riil sebagai tambahan modal yang dapat digunakan untuk membiayai usaha produktif atau memperkuat usaha yang telah ada untuk membentuk usaha baru atau untuk memperoleh sarana produksi secara terus menerus dalam rangka meningkatkan pendapatan yang diperoleh sebagai akibat tambahan modal dalam usaha produktifnya.

Dari uraian kondisi diatas, penulis tertarik untuk meneliti hubungan kredit usaha BMT dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal dengan mencoba mengambil beberapa lembaga BMT yang beroperasi di Kabupaten Tegal khusus Asosiasi BMT SM Nahdlatul Ulama (NU). Untuk membuktikan bahwa kredit usaha BMT memiliki peranan dalam meningkatkan pendapatan usaha mikro, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal”.

 

B. Perumusan Masalah

Dari pernyataan tersebut diatas, dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk mengangkat suatu permasalahan sebagai berikut :

Adakah hubungan kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Pendapatan

Pendapatan merupakan kenaikan kotor dalam asset atau penurunan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi, perdagangan, memberikan jasa atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan (Syafi’i, 2001:204). Kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjamn saesuai dengan perjanjian yang telah disepakati (Hasibuan, 2005: 87).

 

Pengertian Kredit Usaha BMT

Kredit adalah semua jenis pinjaman yang harus dibayar kembali bersama bunganya oleh peminjamn saesuai dengan perjanjian yang telah disepakati (Hasibuan, 2005: 87).

 

Tujuan Kredit

Tujuan penyaluran kredit menurut Hasibuan (2005: 88) antara lain:

  1. Memperoleh pendapatan bank dari bunga kredit.
  2. Memanfaatkan dan memproduktifkan dana-dana yang ada.
  3. Melaksanakan kegiatan operasional bank.
  4. Memenuhi permintaan kredit dari masyarakat.
  5. Memperlancar lalu lintas pembayaran.
  6. Menambah modal kerja perusahaan.
  7. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

 

Definisi Pembiayaan atau Kredit Usaha BMT

Pengertian pembiayaan atau kredit usaha BMT (sesuai prinsip syariah) adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara BMT dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu disertai dengan pembayaran sejumlah imbalan. Hal ini sesuai pasal 1 peraturan pemerintah no. 9 tahun 1995, tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam.

 

Manfaat pembiayaan bagi anggota BMT

  1. Menambah modal yang dapat digunakan untuk membiayai usaha produktif.
  2. Memperkuat usaha yang telah ada untuk membentuk usaha baru.
  3. Memperoleh sarana produksi secara terus menerus
  4. Meningkatkan pendapatan yang diperoleh sebagai akibat tambahan modal dalam usaha produktifnya.

 

Manfaat pembiayaan bagi BMT

  1. Merupakan sumber pembentukan kekayaan dan pendapatan yang dapat menjamin kelangsungan kegiatan usaha BMT.
  2. Memungkinkan BMT untuk memiliki usaha produktif sesuai dengan kebutuhan anggota. (Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, 2005: 1-2).

 

D. Metode Penelitian

Populasi penelitian ini adalah nasabah yang meminjam uang pada Baitul Maal Wattamwil di Kabupaten Tegal. Baitul Maal Wattamwil dalam penelitian ini berjumlah 12 Baitul Maal Wattamwil yang ikut dalam wadah Asosiasi BMT Syirkah Muawanah (SM) se-Kabupaten Tegal. Populasi jumlah nasabah yang meminjam di 12 BMT sebanyak 2982 orang.

Penentuan sampel penelitian sebanyak 97 orang dengan teknik Cluster Proportional Random Sampling. Variabel dalam penelitian ini ada dua yaitu kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) sebagai variabel bebas dan pendapatan usaha mikro sebagai variabel terikat.

Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan angket, metode dokumentasi dan metode wawancara.

Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis korelasi dalam menginterprestasikan hasil penelitian.

 

E. Kesimpulan

  1. Kredit usaha Baitul Maal Wattamwil di Kabupaten Tegal rata-rata termasuk dalam klasifikasi baik.
  2. Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal rata-rata termasuk dalam klasifikasi baik.
  3. Ada hubungan kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal. Besarnya hubungan kredit usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan pendapatan usaha mikro di Kabupaten Tegal dikategorikan cukup kuat.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Portofolio Saham yang Optimal di BEJ dengan Menggunakan Indeks Beta
  2. Analisis Tingkat Kebangkrutan Model Altman dan Foster pada Perusahaan Textile dan Garment Go-Public di Bursa Efek Jakarta
  3. Hubungan Kredit Usaha Baitul Maal Wattamwil (BMT) dengan Pendapatan Usaha Mikro di Kabupaten Tegal
  4. Prosedur Pengelolaan Surat Masuk dan Surat Keluar pada Kantor Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Tengah
  5. Sistem Perawatan Arsip Tekstual di Badan Arsip Daerah Provinsi Jawa Tengah