Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Faktor pengaruh Underpricing pd Penawaran Umum Perdana

Judul Skripsi : Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing pada Penawaran Umum Perdana (Studi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2003-2007)

 

A. Latar Belakang

Perkembangan pasar modal di Indonesia cukup menarik para investor, baik lokal maupun asing untuk menginvestasikan dananya di dalam pasar modal. Dengan berkembangnya pasar modal, alternatif investasi bagi para pemodal tidak terbatas pada aktiva riil dan simpanan pada sistem perbankan, melainkan dapat menanamkan dananya di pasar modal, baik dalam bentuk saham, obligasi, maupun sekuritas (aktiva finansial) lainnya. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995, pasar modal didefinisikan sebagai segala kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.

Mekanisme pendanaan melalui pasar modal dapat dilakukan dengan cara menawarkan saham perusahaan ke publik atau sering juga disebut dengan go public. Go public adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang go public) kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya (Sunariyah, 2006).

 

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah financial leverage, ROE (Return On Equity), ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi underwriter, dan tipe perusahaan secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap underpricing?
  2. Apakah financial leverage, ROE (Return On Equity), ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi underwriter, dan tipe perusahaan secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap underpricing?

 

C. Landasan Teori

Pasar Modal

Menurut Husnan (2001) pasar modal secara formal dapat didefinisikan sebagai pasar untuk berbagai instrumen keuangan (atau sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk hutang, maupun modal sendiri, baik yang diterbitkan pemerintah, public authorities, maupun perusahaan swasta. Dengan demikian pasar modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (financial market).

Go Public

Go public adalah kegiatan penawaran saham atau efek lainnya yang dilakukan oleh emiten (perusahaan yang go public) kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur oleh Undang-Undang Pasar Modal dan Peraturan Pelaksanaannya (Sunariyah, 2006). Go Public merupakan salah satu alternatif pemenuhan dana bagi perusahaan yang sedang berkembang untuk mendapatkan tambahan dana dalam rangka pembiayaan dan pengembangan usahanya. Tujuan penggunaan dana tersebut antara lain : untuk ekspansi, pelunasan hutang yang diharapkan akan meningkatkan posisi keuangan perusahaan, memperbaiki struktur permodalan, dan memperkuat modal kerja perusahaan (Kartini dan Payamta, 2002).

Underpricing

Menurut Ritter (1998) dalam Indrawati (2005), fenomena underpricing hampir terjadi di semua negara di dunia meskipun tingkat underpricing itu berbeda antara satu negara dengan negara yang lainnya. Pada proses go public, sebelum saham diperdagangkan di pasar sekunder, saham perusahaan harus dijual terlebih dahulu di pasar perdana. Jika penentuan harga saham saat penawaran umum perdana di pasar perdana lebih rendah dibandingkan yang terjadi di pasar sekunder di hari pertama, maka terjadi apa yang disebut dengan underpricing.

 

D. Metode Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan yang melakukan penawaran perdana saham di Bursa Efek Indonesia periode 2003-2007. Dengan menggunakan metode purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 40 perusahaan dari 60 perusahaan yang melakukan penawaran perdana saham. Metode yang digunakan adalah metode analisis regresi berganda dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil analisis membuktikan bahwa : pertama, financial leverage, ROE (Return On Equity), ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi underwriter, dan tipe perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap underpricing. Kedua, hanya variabel financial leverage, ROE (Return On Equity), ukuran perusahaan, dan reputasi underwriter yang berpengaruh secara parsial terhadap underpricing. Sedangkan, variabel umur perusahaan dan tipe perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap underpricing.

 

E. Kesimpulan

  1. Hasil analisis regresi yaitu bahwa financial leverage, ROE (Return On Equity), ukuran perusahaan, umur perusahaan, reputasi underwriter, dan tipe perusahaan secara simultan mempengaruhi underpricing. Hal ini dapat dilihat pada uji F dimana didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dibandingkan tingkat signifikansi yang ditentukan yaitu 0,05 atau 5%.
  2. Hasil pengujian statistik dengan regresi berganda menunjukkan bahwa variabel financial leverage berpengaruh signifikan terhadap underpricing perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia periode 2003-2007. Hasil ini ditandai dengan nilai signifikansi 0,001 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi penelitian yaitu 0,05 atau 5%.
  3. Hasil pengujian statistik dengan regresi berganda menunjukkan bahwa variabel ROE (Return On Equity) berpengaruh signifikan terhadap underpricing perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana di Bursa Efek Indonesia periode 2003-2007. Hasil ini ditandai dengan nilai signifikansi 0,031 yang lebih kecil dari tingkat signifikansi penelitian yaitu 0,05 atau 5%.

 

Contoh Skripsi Manajaman

  1. Perceived Organizational Support Sebagai Pemediasi Pengaruh Keadilan Prosedural
  2. Analisis Lay Out Fasilitas Unit Pelayanan Di Pdam Sragen
  3. Pengaruh Perubahan Capital Adequacy Ratio (Car) Terhadap Perubahan Kredit
  4. Analisis Bauran Pemasaran (Marketing Mix) Jasa pada PT. FBC Indonesia
  5. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Underpricing Pada Penawaran Umum Perdana