Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Dampak Merger & Akuisisi trhdp Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi & Diakuisisi

Judul: Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

A. Latar Belakang

Di Amerika Serikat, aktivitas merger dan akuisisi merupakan hal biasa terjadi. Bahkan di era 1980an telah terjadi kira-kira 55.000 aktivitas sehingga tahun 1980an sering disebut sebagai dekade merger mania (Hitt, 2002). Sementara di Indonesia aktivitas merger dan akuisisi mulai marak dilakukan seiring dengan majunya pasar modal di Indonesia. Beberapa contoh perusahaan di Bursa Efek Jakarta (BEJ) yang melakukan merger dan akuisisi diantaranya adalah PT Semen Gresik yang mengakuisisi PT Semen Padang, PT Gudang Garam merger dengan PT Surya Pamenang dan PT Nutricia yang mengakuisisi PT Sari Husada.

Atas pertimbangan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh merger dan akuisisi dengan membandingkan pengaruhnya terhadap pengakuisisi dan yang diakuisisi. Disamping itu mengenai pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang, baik dari rasio-rasio keuangan maupun return saham dengan pertimbangan bahwa sinergi yang diharapkan terjadi dalam jangka panjang. Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul skripsi: “Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi dalam jangka panjang ?
  2. Bagaimana pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan diakuisisi dalam jangka panjang ?

 

C. Landasan Teori

Pengertian Merger dan Akuisisi

Merger didefinisikan sebagai penggabungan dua atau perusahaan yang kemudian hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup sebagai badan hukum, sementara yang lainnya menghentikan aktivitasnya atau bubar.

Akuisisi dalam teminologi bisnis diartikan sebagai pengambilalihan kepemilikan atau pengendalian atas saham atau aset suatu perusahaan oleh perusaahaan lain, dan dalam peristiwa baik perusahaan pengambilalih atau yang diambil alih tetap eksis sebagai badan hukum yang terpisah (Moin,2003).

 

Keunggulan dan Kelemahan Aktivitas Merger dan Akuisisi.

Secara spesifik, antara lain adalah: (Moin, 2003)

  1. Mendapatkan cashflow dengan cepat karena produk dan pasar sudah jelas.
  2. Memperoleh kemudahan dana/pembiayaan karena kredititor lebih percaya dengan perusahaan yang telah berdiri dan mapan.
  3. Memperoleh karyawan yang telah berpengalaman.
  4. Mendapatkan pelanggan yang telah mapan tanpa harus merintis dari awal.
  5. Memperoleh sistem operasional dan administratif yang mapan.
  6. Mengurangi resiko kegagalan bisnis karena tidak harus mencari konsumen baru.
  7. Menghemat waktu untuk memasuki untuk memasuki bisnis baru.
  8. Memperoleh infrastruktur untuk mencapai pertumbuhan yang lebih cepat.

Disamping memiliki keunggulan, merger dan akuisisi juga memiliki kelemahan sebagai berikut:

  1. Proses integrasi yang tidak mudah.
  2. Kesulitan menentukan nilai perusahaan target secara akurat.
  3. Biaya konsultan yang mahal.
  4. Meningkatnya kompleksitas birokrasi.

 

D. Metode Penelitian

Kinerja keuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio leverage dan rasio profitabilitas dan return saham dengan jangka waktu satu tahun sebelum, satu dan dua tahun sesudah merger dan akuisisi.

Sampel pada penelitian ini terdiri dari 14 perusahaan pengakuisisi dan 12 perusahaan yang diakuisisi

 

E. Kesimpulan

Pada perusahaan pengakuisisi current ratio, quick ratio, debt to equity ratio dan net profit margin mengalami penurunan pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi dan mengalami peningkatan pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi. Pada fixed asset turnover, total asset turnover, debt to total asset mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan akuisisi dan pada operating profit dan return on investment mengalami penurunan pada masa sesudah merger dan akuisisi. Sementara return on equity mengalami peningkatan pada tahun pertama merger dan akuisisi, namun menurun pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi.

Pada perusahaan diakuisisi current ratio, quick ratio, fixed asset turnover dan return on equity mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan akuisisi. Sementara pada total asset turnover, net profit margin dan return on investment meningkat pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi, namun menurun pada tahun kedua setelah merger dan akuisisi. Pada debt to total asset dan debt to equity ratio mengalami penurunan pada tahun pertama sesudah merger dan akuisisi dan meningkat pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi. Sedangkan operating profit mengalami penurunan pada masa sesudah merger dan akuisisi.

Peningkatan dan penurunan yang terjadi pada rasio-rasio keuangan tidak cukup kuat untuk menunjukkan adanya pengaruh merger dan akuisisi terhadap rasio keuangan, baik perusahaan pengakuisisi maupun perusahaan yang diakuisisi. Hal ini dibuktikan dengan tidak perbedaan secara signifikan antara satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah merger dan akuisisi dan satu tahun sebelum dengan dua tahu sesudah merger dan akuisisi.

Pada hasil pengujian terhadap Average Abnormal Return (AAR) menunjukkan terjadi penurunan AAR pada perusahaan pengakuisisi disekitar peristiwa merger dan akuisisi. Sementara pada perusahaan yang diakuisisi menunjukkan AAR perusahaan yang diakuisisi pada bulan-bulan tertentu mengalami signifikan AAR yang negatif.

Dari kedua hasil pengujian tersebut disimpulkan tidak ada perbedaan antara kinerja keuangan sebelum dengan sesudah merger dan akuisisi yang menolak hipotesis yang diajukan sebelumnya. Dengan kata lain bahwa merger dan akuisisi berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hal ini diduga karena merger dan akuisisi tidak menimbulkan sinergi bagi perusahaan baik perusahaan pengakuisisi maupun perusahaan yang diakuisisi yang kemungkinan disebabkan lemahnya strategi yang dilakukan, pemilihan perusahaan target yang kurang tepat, perusahaan pengakuisisi kurang pengalaman dalam melakukan merger dan akuisisi dan adanya faktor non ekonomis yaitu untuk menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)
  2. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan Otomotif yang Terdaftar di Bursa Efek Jakarta
  3. Analisis Perpindahan Konsumen pada Penyedia Jasa Telepon Selular dari Provider Lain Menuju Exelcomindo
  4. Analisis Sikap Konsumen terhadap Produk Distribution Outlet di Kota Yogyakarta
  5. Daya Tarik Iklan Produk Rokok Gudang Garam Merah di Media Televisi