Hubungi Kami di WA 08-951-951-3333

Skripsi Manajemen: Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi trhdp Kinerja Keuangan

Judul Skripsi : Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakusisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)

 

A. Latar Belakang Skripsi

Penelitian yang membandingkan antara akuisitor dan non akuisitor dilakukan Wibowo dan Pakereng (2001) yang meneliti return saham perusahaan akuisitor dan non akuisitor, hasilnya menunjukkan bahwa baik akuisitor dan non akuisitor sama-sama memperoleh abnormal return yang negatif di seputar pengumuman merger dan akuisisi. Penelitian lainnya dilakukan Sutrisno dan Sumarsih (2004) yang meneliti return saham perusahaan yang melakukan merger dan akuisisi dalam jangka panjang yaitu dengan jangka waktu pengamatan satu tahun sebelum dan dua tahun sesudah merger dan akuisisi, menunjukkan hasilnya bahwa merger dan akuisisi memberi pengaruh pada return saham yang bias bernilai positif dan negatif walaupun tidak signifikan secara statistik.

Atas pertimbangan berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh merger dan akuisisi dengan membandingkan pengaruhnya terhadap pengakuisisi dan yang diakuisisi. Disamping itu mengenai pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dalam jangka panjang, baik dari rasio-rasio keuangan maupun return saham dengan pertimbangan bahwa sinergi yang diharapkan terjadi dalam jangka panjang. Dari pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka peneliti bermaksud untuk melakukan penelitian dengan judul skripsi: “Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi dan Perusahaan Diakuisisi di Bursa Efek Jakarta (BEJ)”.

 

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi dalam jangka panjang ?
  2. Bagaimana pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan perusahaan diakuisisi dalam jangka panjang ?

 

 

C. Landasan Teori

Pengertian Merger

Merger merupakan salah satu strategi yang diambil perusahaan untuk mengembangkan dan menumbuhkan perusahaan. Merger berasal dari kata “mergere” (Latin) yang artinya (1) bergabung bersama, menyatu, berkombinasi (2) menyebabkan hilangnya identitas karena terserap atau tertelan sesuatu. Merger didefinisikan sebagai penggabungan dua atau perusahaan yang kemudian hanya ada satu perusahaan yang tetap hidup sebagai badan hukum, sementara yang lainnya menghentikan aktivitasnya atau bubar.

Faktor-Faktor Kegagalan Merger dan Akuisisi.

Keberhasilan atau kegagalan suatu merger dan akuisisi dapat dilihat pada saat proses perencanaan. Pada saat proses ini biasanya terjadi sudut pandang yang berbeda-beda antara fungsi organisasi dalam menanggapi pengambilan keputusan merger dan akuisisi seiring dengan meningkatnya momentum, selanjutnya terjadi rancunya pengharapan dimana terjadi perbedaan-perbedaan harapan di pihak manajemen. Dari proses tersebut dapat memunculkan faktor-faktor yang yang memicu kegagalan merger dan akuisisi yaitu:

  1. Perusahaan target memiliki kesesuaian strategi yang rendah dengan perusahaan pengambilalih.
  2. Hanya mengandalkan analisis strategik yang baik tidaklah cukup untuk mencapai keberhasilan merger dan akuisisi.
  3. Tidak adanya kejelasan mengenai nilai yang tercipta dari setiap program merger dan akuisisi.

 

Formulasi Hipotesis

Atas dasar pertimbangan dari teori pengaruh merger dan akuisisi terhadap kinerja keuangan dimana setelah merger dan akuisisi ukuran perusahaan dengan sendirinya bertambah besar karena aset, kewajiban, dan ekuitas perusahaan digabung bersama. Dasar logik dari pengukuran berdasarkan akuntansi adalah Sedangkan operating profit mengalami penurunan pada masa sesudah merger dan akuisisi. Peningkatan dan penurunan yang terjadi pada rasio-rasio keuangan tidak cukup kuat untuk menunjukkan adanya pengaruh merger dan akuisisi terhadap rasio keuangan, baik perusahaan pengakuisisi maupun perusahaan yang diakuisisi. Hal ini dibuktikan dengan tidak perbedaan secara signifikan antara satu tahun sebelum dengan satu tahun sesudah merger dan akuisisi dan satu tahun sebelum dengan dua tahu sesudah merger dan akuisisi. bahwa jika ukuran bertambah besar ditambah dengan sinergi yang dihasilkan dari gabungan aktivitas-aktivitas yang simultan maka laba perusahaan juga semakin meningkat. Oleh karena itu kinerja pasca merger dan akuisisi seharusnya semakin baik dibandingkan dengan sebelum merger dan akuisisi.

 

D. Metode Penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dengan rentang waktu antara tahun 2000- 2004.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder.

Rasio keuangan dan return saham merupakan variabel yang diteliti dalam penelitian ini sebagai cerminan kinerja keuangan perusahaan.

Teknik analisis yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Statistika.

 

E. Kesimpulan

Pada perusahaan diakuisisi current ratio, quick ratio, fixed asset turnover dan return on equity mengalami peningkatan pada masa sesudah merger dan akuisisi. Sementara pada total asset turnover, net profit margin dan return on investment meningkat pada satu tahun sesudah merger dan akuisisi, namun menurun pada tahun kedua setelah merger dan akuisisi. Pada debt to total asset dan debt to equity ratio mengalami penurunan pada tahun pertama sesudah merger dan akuisisi dan meningkat pada tahun kedua sesudah merger dan akuisisi.

 

Contoh Skripsi Manajemen

  1. Analisis Dampak Jangka Panjang Merger dan Akuisisi Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan
  2. Analisis Hubungan Display dengan Minat Beli Konsumen di Mini Market ‘X’ Tahun 1997
  3. Analisis Hubungan Sistem Penilaian Prestasi Kerja dengan Motivasi Kerja Karyawan Non Manajer
  4. Peranan Saluran Pemasaran dalam Meningkatkan Penjualan pada PT. Asuransi Bintang, Kantor Cabang Bandung
  5. Analisis Perpindahan Konsumen Pada Penyedia Jasa Telepon Selular dari Provider Lain Menuju Exelcomindo